Thumbnail
1 year ago
kkm uin malang ikut rangkaian haul desa peganden gresik

GIYAN DWI FIDELLA SARI

Gresik, 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) turut serta dalam rangkaian kegiatan Haul Desa Peganden yang digelar secara khidmat dan meriah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan masyarakat Peganden sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh dan ulama pendahulu yang telah berjasa dalam pembangunan spiritual dan sosial desa.Bertempat di sekitar area Masjid Jami' Gresik yang tampak megah dan bercahaya di malam hari, para mahasiswa KKM mengenakan busana putih dan syar’i sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana haul yang sakral. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun nilai-nilai religius serta mempererat hubungan emosional di tengah kehidupan sosial desa. Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh tokoh agama setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial antara warga dan mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian di desa tersebut. “Kami merasa sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan haul ini. Selain menambah pengalaman, kami juga bisa merasakan langsung kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat Peganden,” ujar salah satu mahasiswa peserta KKM UIN Malang. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian dari misi pengabdian kepada masyarakat yang diemban oleh program KKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di bangku kuliah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan nyata.

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Berkontribusi Aktif Mengajar di TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik

ANIS MAHSHUNATUL MAHMUDHA

Gresik, 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan turut serta dalam kegiatan pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Remaja Masjid Jami' Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program kerja KKM dalam bidang keagamaan dan literasi Qur'ani di tengah masyarakat. TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim, menjadi tempat yang strategis dan aktif dalam mendidik generasi muda agar mampu membaca, menulis, serta memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang disambut hangat oleh pengurus TPQ dan masyrakat sekitar. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator kegiatan-kegiatan edukatif yang menyenangkan. Mereka membantu anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, serta menanamkan adab dan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari. "Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga pembelajaran langsung bagi kami sebagai calon pendidik dan dai. Kami belajar banyak dari semangat anak-anak serta dedikasi para ustadz dan ustadzah TPQ," ujar salah satu mahasiswa KKM.

Thumbnail
1 year ago
Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil, Mahasiswa UIN MALANG dampingi TPQ kaserman

ABDURRAUF AZIZ

Kediri, 28 April 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di Desa Kasreman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, turut berkontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan melalui program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini berlangsung kurang lebih satu bulan, dimulai sejak pertengahan Maret dan berlanjut kembali pada akhir April 2025. Program ini dilaksanakan di empat TPQ, yaitu TPQ At-Taufiq (Dusun Pengkol), TPQ Al-Asyraaf (Dusun Kasreman), TPQ Baiturrahman (Dusun Sumber Nglebeng), dan TPQ Al-Hidayah (Dusun Pengkol). Mahasiswa diterjunkan secara bergilir, dua hingga tiga orang di setiap TPQ, menyesuaikan jumlah santri dan kebutuhan masing-masing lembaga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pengajar baca-tulis Al-Qur'an di desa. Dalam praktiknya, satu ustadz atau ustadzah di TPQ bisa membimbing belasan santri dalam satu waktu, yang tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran. Kehadiran mahasiswa menjadi solusi sementara yang memberikan penguatan terhadap pembelajaran Iqro', Al-Qur'an, tajwid, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan akhlak mulia. Setiap TPQ memiliki karakteristik yang unik. Di TPQ At-Taufiq, mahasiswa turut membantu santri remaja menyimak bacaan kitab Mabadi' Fiqh. Sementara itu, TPQ Baiturrahman menggunakan metode Tilawati yang menekankan aspek makhraj dan irama bacaan. Di TPQ Al-Hidayah dan Al-Asyraaf, mahasiswa membantu secara aktif menyimak dan membetulkan bacaan anak-anak, serta memfasilitasi kegiatan interaktif seperti kuis hafalan dan sambung ayat. Menariknya, di TPQ Al-Asyraaf, salah satu mahasiswa bahkan mengambil inisiatif untuk berbagi takjil kepada para santri selama bulan Ramadhan. Kegiatan sederhana ini menciptakan suasana hangat dan meningkatkan semangat anak-anak untuk datang lebih awal mengikuti kegiatan mengaji. "Awalnya kami hanya membantu menyimak bacaan dan hafalan anak-anak, tapi semakin hari, hubungan kami dengan mereka semakin dekat. Mereka bukan hanya murid, tapi juga teman belajar kami," ungkap salah satu mahasiswa peserta KKM. Selain mendampingi kegiatan di TPQ, mahasiswa juga ikut aktif dalam kegiatan keagamaan warga seperti diba'an dan pengajian rutin di rumah-rumah penduduk. Interaksi ini memperkuat relasi sosial serta menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengambil peran sebagai pengajar di lingkungannya. Tantangan kekurangan tenaga pengajar di TPQ masih menjadi persoalan nyata, sehingga kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem belajar Al-Qur'an yang berkelanjutan dan berkualitas.

Thumbnail
1 year ago
Kolaborasi dengan PMI dan PMR, Mahasiswa AM-KKM UIN Malang Adakan Kegiatan Donor Darah di MAN 2 Lamongan

M. HAIKAL JAMIL IRGI FAHRESY

HUMAS UIN MALANG – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan donor darah di MAN 2 Lamongan, Rabu, (23/4/2025) lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian mahasiswa, tetapi juga bentuk sinergi antara lembaga pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan, dan Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan.Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari program sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang. Mereka menjadi penanggung jawab penuh atas terselenggaranya kegiatan ini.Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa UIN Malang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dari Lamongan sebagai tim medis profesional yang bertugas mengambil darah para pendonor. Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan beserta pembinanya.   Lokasi kegiatan berlangsung di MAN 2 Lamongan, tepatnya di ruang kelas XII-6, yang disulap menjadi ruang donatur sementara dengan fasilitas dan peralatan yang memadai. Kegiatan ini melibatkan puluhan pendonor dari kalangan guru, siswa, serta masyarakat sekitar.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah di kalangan pelajar, serta membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah Lamongan.   Kegiatan berlangsung dengan lancar dan antusias. Para mahasiswa UIN Malang mempersiapkan segala keperluan teknis, sementara PMI bertugas melakukan pengambilan darah. PMR MAN 2 Lamongan aktif dalam membantu proses registrasi dan pendampingan peserta.   Salah satu panitia dari mahasiswa UIN Malang mengatakan, “Kami bersyukur kegiatan ini mendapat berbagai hangat. Ini jadi pengalaman luar biasa untuk belajar sekaligus berbagi,” ujarnya.   Sementara itu, petugas PMI juga menyampaikan apresiasi, “Kolaborasi seperti ini sangat kami dukung karena berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya penuh dukungan.   Kegiatan donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi pelajar, dan instansi sosial dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitar

Thumbnail
1 year ago
AM KKM Mandutama Gelar Pelatihan Meronce

ALIN MAGHFIROTIKA

https://www.kompasiana.com/alinmaghfirotika1828/68340004ed641531ed2a4502/am-kkm-mandutama-gelar-pelatihan-meronce-untuk-meningkatkan-ekonomi-masyarakat

Thumbnail
1 year ago
Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil, Mahasiswa UIN Malang Dampingi TPQ Kasreman Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil, Mahasiswa UIN Malang Dampingi TPQ Kasreman", Klik untuk baca: https://www.kom

LAILI FAYZZA TURROHMAH

Kediri, 28 April 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di Desa Kasreman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, turut berkontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan melalui program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini berlangsung kurang lebih satu bulan, dimulai sejak pertengahan Maret dan berlanjut kembali pada akhir April 2025. Program ini dilaksanakan di empat TPQ, yaitu TPQ At-Taufiq (Dusun Pengkol), TPQ Al-Asyraaf (Dusun Kasreman), TPQ Baiturrahman (Dusun Sumber Nglebeng), dan TPQ Al-Hidayah (Dusun Pengkol). Mahasiswa diterjunkan secara bergilir, dua hingga tiga orang di setiap TPQ, menyesuaikan jumlah santri dan kebutuhan masing-masing lembaga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pengajar baca-tulis Al-Qur'an di desa. Dalam praktiknya, satu ustadz atau ustadzah di TPQ bisa membimbing belasan santri dalam satu waktu, yang tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran. Kehadiran mahasiswa menjadi solusi sementara yang memberikan penguatan terhadap pembelajaran Iqro', Al-Qur'an, tajwid, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan akhlak mulia. Setiap TPQ memiliki karakteristik yang unik. Di TPQ At-Taufiq, mahasiswa turut membantu santri remaja menyimak bacaan kitab Mabadi' Fiqh. Sementara itu, TPQ Baiturrahman menggunakan metode Tilawati yang menekankan aspek makhraj dan irama bacaan. Di TPQ Al-Hidayah dan Al-Asyraaf, mahasiswa membantu secara aktif menyimak dan membetulkan bacaan anak-anak, serta memfasilitasi kegiatan interaktif seperti kuis hafalan dan sambung ayat. Menariknya, di TPQ Al-Asyraaf, salah satu mahasiswa bahkan mengambil inisiatif untuk berbagi takjil kepada para santri selama bulan Ramadhan. Kegiatan sederhana ini menciptakan suasana hangat dan meningkatkan semangat anak-anak untuk datang lebih awal mengikuti kegiatan mengaji. "Awalnya kami hanya membantu menyimak bacaan dan hafalan anak-anak, tapi semakin hari, hubungan kami dengan mereka semakin dekat. Mereka bukan hanya murid, tapi juga teman belajar kami," ungkap salah satu mahasiswa peserta KKM. Selain mendampingi kegiatan di TPQ, mahasiswa juga ikut aktif dalam kegiatan keagamaan warga seperti diba'an dan pengajian rutin di rumah-rumah penduduk. Interaksi ini memperkuat relasi sosial serta menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengambil peran sebagai pengajar di lingkungannya. Tantangan kekurangan tenaga pengajar di TPQ masih menjadi persoalan nyata, sehingga kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem belajar Al-Qur'an yang berkelanjutan dan berkualitas.