Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi Parenting Bersama PKK Dusun Pasrepan: Memaksimalkan Teknologi untuk Pola Asuh Anak

ZAHROTUN NISWAH

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 185 UIN Malang melaksanakan acara sosialisasi parenting yang merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa KKM. Acara yang berlangsung semi formal ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan pola asuh anak yang ada di Desa Purwoasri, khususnya di Dusun Pasrepan. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Januari 2025, bertempat di Balai Desa Purwoasri Pasrepan. Sosialisasi disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht, dan dipandu oleh Ibu Kepala Desa, Wiwik Wahyuni, serta dihadiri oleh ibu-ibu PKK Dusun Pasrepan. Dalam sosialisasi ini, Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht, seorang dosen psikologi dari UIN Malang, menjadi pemateri utama. Beliau membawakan materi dengan tema "Memaksimalkan Teknologi untuk parenting yang Efektif". Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah terkait penggunaan gadget pada anak anak. Di era digital, media sosial menjadi platform utama untuk berbagi momen kehidupan.  Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.H menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatur penggunaan gadget bagi anak-anak mereka. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu memberikan batasan waktu penggunaan gadget dan memastikan anak-anak tetap aktif secara fisik dan sosial. Strategi Memaksimalkan Teknologi dalam Pola Asuh di antaranya dengan memanfaatkan teknologi dalam pola asuh anak bisa dilakukan dengan cara yang bijak. Pilih konten dan platform yang tepat, seperti aplikasi edukatif dan aman, serta batasi akses ke situs yang tidak sesuai. Tetapkan aturan penggunaan teknologi, misalnya membatasi waktu layar 1-2 jam per hari, melarang penggunaan gadget saat makan atau sebelum tidur, dan mendorong aktivitas fisik. Teknologi juga dapat meningkatkan kedekatan keluarga, seperti membaca e-book bersama, memilih game edukatif, atau membuat album digital. Selain itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik, seperti membatasi penggunaan ponsel di depan anak dan tetap mengutamakan komunikasi langsung. Dengan pendekatan ini, teknologi bisa menjadi alat pendukung perkembangan anak yang positif. Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan panduan praktis tentang cara mendukung anak-anak dalam mencapai prestasi akademik dan membangun karakter yang kuat. Tidak hanya para ibu, nenek-nenek anggota PKK di Dusun Pasrepan yang hadir juga sangat antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Mereka saling bercerita tentang pengalaman menggunakan handphone dan berbagi cerita tentang cara mereka mengasuh dan mendidik anak dan cucu mereka. Kesadaran akan pentingnya pola asuh anak terlihat dari beberapa ibu-ibu yang melakukan konseling dengan pemateri.  Acara sosialisasi parenting ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi orang tua dalam mengasuh anak sebagai amanah dari Allah yang menjadi tanggung jawab mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak di Desa Purwoasri, khususnya di Dusun Pasrepan. Dengan pola asuh yang tepat, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi.  

Thumbnail
1 year ago
Pesan Cinta di Hari Ibu, Perayaan Hari Ibu Sederhana KKM 22 UIN Malang bersama TPAI Hidayatul Mubtadiin

MUHAMMAD ALIF AL ATHIF

Selasa, 24 Desember 2024. Kurang dua hari menuju satu Minggu kelompok KKM 22 UIN Malang berada di desa kenongo sebagai tempat program. Seperti hari yang sudah berlalu dan hari lainnya yang akan datang, hari ini menjadi salah satu momen kelompok KKM 22 untuk mencoba memberikan kesan didalam hati masyarakat sekitar khususnya golongan anak-anak dengan menyemarakkan perayaan hari ibu. 22 Desember merupakan tanggal bagi ibu di seluruh dunia dirayakan. Tidak terkecuali di desa kenongo, divisi pendidikan kelompok KKM 22 melihat momen ini sebagai satu peluang untuk pendapatan kelompok 22 kepada masyarakat khususnya golongan anak anak. Dengan persiapan yang cukup mendadak, sebuah konsep perayaan sederhana dibentuk oleh kelompok KKM 22 dengan menjadikan santriwan dan santriwati TPQ Hidayatul Mubtadiin sebagai sasaran program insidentil ini. Kelompok KKM 22 bekerja bersama untuk membuat sebuah hasil karya sederhana berbentuk bunga merah dengan bahan dasar plastik kresek. Sebuah surat kecil juga ikut ditempelkan di tangkai mawar buatan berbatang kawat tersebut. "Aku sayang ibu" menjadi satu pesan sederhana yang dituliskan salah satu santri. Santriwan dan santriwati menunjukan senyum tulus mereka yang mungkin tidak pernah mereka benar benar tunjukan. Dengan bunga mawar buatan dan pesan manis singkat tersebut, santriwan santriwati kami tugaskan untuk menyampaikan apa yang ada di genggaman mereka tersebut kepada masing-masing ibu mereka. Harapan baik dari kelompok 22 menyertai setiap niat baik dari seluruh santriwan dan santriwati untuk menyampaikan pesan hari ibu ini ke orang tua mereka. Terimakasih, ibu.

Thumbnail
1 year ago
Semangat Posyandu: Antusiasme Warga Desa Kemiri Demi Generasi Sehat

DIMAS RANGGA ADITYA

Desa Kemiri di Kecamatan Jabung tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekompakan dan semangat gotong royong warganya dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan oleh warga adalah Posyandu, yang rutin diadakan setiap bulan. Posyandu menjadi momen penting bagi para ibu dan balita untuk mendapatkan layanan kesehatan, serta berkumpul dan berbagi informasi seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak.Sejak pagi hari, ibu-ibu datang membawa balita mereka memenuhi halaman Ponsyandu. Dengan senyum ceria dan penuh semangat, mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari para kader Posyandu yang terlatih. Tidak hanya ibu-ibu, para ayah pun tak mau ketinggalan ikut serta membantu dan mendampingi. Kegiatan Posyandu di Desa Kemiri menyediakan berbagai layanan kesehatan yang sangat bermanfaat, antara lain; Penimbangan dan Pengukuran, setiap balita ditimbang dan diukur tinggi badannya untuk memantau pertumbuhan mereka. Data ini dicatat dengan teliti untuk memastikan setiap anak tumbuh dengan baik. Dilanjutkan dengan pemberian Vitamin dan Imunisasi, para balita mendapatkan vitamin dan imunisasi yang diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit. Ibu-ibu pun diberikan informasi tentang pentingnya imunisasi dan asupan vitamin untuk kesehatan anak. Selanjutnya yaitu Penyuluhan Gizi, Para kader Posyandu memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Mereka juga mengajarkan cara memasak makanan sehat yang mudah dan terjangkau. Keberhasilan Posyandu di Desa Kemiri tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Para kader Posyandu yang berdedikasi telah menjalani pelatihan khusus untuk memberikan layanan terbaik. Selain itu, dukungan dari Puskesmas dan pemerintah desa juga sangat membantu dalam penyediaan alat dan bahan yang diperlukan. Tidak hanya tenaga kesehatan, warga desa sendiri juga turut aktif berpartisipasi. Gotong royong membersihkan area Posyandu sebelum kegiatan dimulai, hingga menyediakan makanan ringan bagi para peserta, adalah bentuk kontribusi nyata dari warga. Hal ini menunjukkan betapa tingginya rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di Desa Kemiri. Melalui kegiatan Posyandu yang rutin di laksanakan setiap bulan, diharapkan dapat menjaga serta meningkatkan kesehatan ibu, anak dan lansia di Desa Kemiri. Para ibu semakin sadar akan pentingnya pola asuh dan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak-anak mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Antusiasme warga Desa Kemiri dalam kegiatan Posyandu adalah contoh nyata betapa pentingnya kebersamaan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Desa Kemiri terus berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik demi masa depan generasi yang lebih baik.  

Thumbnail
1 year ago
Menggandeng Donatur Arab Saudi, Kelompok KKM 95 UIN Malang Mengadakan Kegiatan Bantuan Sosial Untuk Anak Yatim di Dusun Sumberkreco

MAYSA AYU RADDINA

Malang, 18 Januari 2024 - Dengan semangat berbagi, mahasiswa KKM kelompok 95 melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako untuk anak yatim di Dusun Sumberkreco, Desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa serta untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat. Penyaluran bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah anak-anak yatim satu per satu. Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 sore dengan dukungan penuh dari Bapak Saparu selaku kepala dusun. Bapak Saparu juga ikut serta dan mengantarkan mahasiswa KKM ke rumah anak-anak yatim satu per satu. Bantuan sosial ini merupakan hasil donasi dari para donatur asal Arab Saudi yang disalurkan oleh Bapak Abu Bakar yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKM 95. Sebanyak 13 sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta uang disiapkan. Anak-anak yatim dan keluarga yang menerima bantuan sosial menyambut hangat kedatangan mahasiswa. Salah satu penerima sembako, Yanis (12 tahun), mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat senang dan terbantu. Terima kasih kepada kakak kkm dan para donatur yang peduli pada kami,” ucap Nisa sambil tersenyum. Kepala Dusun Sumberkreco, Bapak Saparu, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian mahasiswa terhadap warga. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang dan para donatur yang telah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim di dusun kami. Semoga kegiatan ini bisa menjadi berkah bagi semua pihak,” tutur Pak Saparu. Menurut ketua KKM kelompok 95, Dzarief, kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara pelajar dan masyarakat. “Kami ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui program ini. Berkat bantuan dari para donatur dan dukungan semua pihak, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Thumbnail
1 year ago
Kolaborasi Harmonis Anggota KKM Satyaloka Dan Masyarakat Dalam Pelestarian Pembuatan Jamu Tradisional

`ISYTI `AISYAN ROZANA

Dusun Pijiombo Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, menjadi salah satu lokasi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang yang anggota KKN nya diberi nama Satyaloka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pengembangan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah belajar membuat jamu herbal bersama warga lokal. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Proses pembuatan jamu dimulai dengan memilih bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak. Warga dengan sabar mengajarkan cara mencuci, mengeringkan, dan menggiling bahan-bahan tersebut. Setelah itu, bahan-bahan dicampur dengan air dan gula merah, kemudian direbus hingga mendidih. Hasilnya adalah jamu herbal yang berkhasiat untuk kesehatan. Mahasiswa Satyaloka sangat antusias dalam mempelajari proses pembuatan jamu ini dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang jamu herbal, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Warga antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang jamu tradisional. Mahasiswa Satyaloka dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami pentingnya melestarikan budaya dan tradisi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan budaya dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Pijiombo dan mahasiswa anggota KKM satyaloka. Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang budaya dan tradisi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan bahan-bahan alami. Kegiatan KKM kelompok Satyaloka di Dusun Pijiombo telah membuktikan bahwa kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan mempelajari pembuatan jamu herbal, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKN lainnya dan membantu menciptakan masyarakat yang sehat dan peduli terhadap budaya dan tradisi. 

Thumbnail
1 year ago
Gen Z Nir Kekerasan Seksual: Mahasiswa KKM UIN Malang Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan di MTs 02 Al-Maarif Singosari

ZISKINO QUROTA A`YUN

Sabtu, 18 Januari 2025 - Kesadaran akan pentingnya edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan seksual menjadi kebutuhan bagi generasi Z. Masih banyak di antara mereka yang belum memahami secara mendalam tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Oleh karena itu, upaya edukasi yang tepat dan berkesinambungan sangat diperlukan.    Kegiatan sosialisasi dengan tema Generasi Z Nir Kekerasan Seksual hadir sebagai bentuk preventif untuk menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kasus ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa-siswi MTs Almaarif 02 Singosari mengenai pentingnya  menghormati batasan dan mencegah tindakan kekerasan seksual. Pelaksanaan kegiatan ini pada Sabtu, 18 Januari 2025 pukul 08.00 – 11.00 WIB.  Ada 2 pemateri pada sosialisasi kali ini yaitu Wahyu Adi Hafidz Wahyu Nugroho (Wahyu) selaku Satgas Universitas Pusat Studi Gender Dan Anak UIN Malang (PSGA) dan Dr. Hj. Istiadah, M.A selaku kepala pusatnya. Materi diberikan melalui dialog aktif serta pemaparan vidio dan film yang menarik sehingga tidak membosankan dari tim PSGA UIN Malang (Melesat serta Tinta yang Mengering). Materi yang disampaikan meliputi kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari bahaya pergaulan bebas, kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi yang disampaikan oleh Kak Wahyu. Di sela-sela penyampaian materi, para siswa juga diberikan games-games yang menarik dan seru. Peserta juga mengisi pree test dan post test sebagai bahan evaluasi dari sosialisasi kali ini. Terdapat kurang lebih 100 peserta yang mengisi form secara online. Dan di acara yang terakhir, Ibu Dr. Hj. Istiadah, M.A menyampaikan materi sebagai refleksi dari film dan materi yang telah ditayangkan. Oleh: KKM Mandiri PSGA LP2M #KKMPSGA #mengajar #mengaji #kuliahkerjamengabdi #uinmalang #mahasiswamengabdi #mahasiswa