DWIKA AYU RAMADHANI
HUMAS UIN MALANG - Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan donor darah di MAN 2 Lamongan, Rabu, (23/4/2025) lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian siswa, tetapi juga bentuk sinergi antara lembaga pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan, dan Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan. Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari program sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang. Mereka menjadi penanggung jawab penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa UIN Malang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dari Lamongan sebagai tim medis profesional yang bertugas mengambil darah para pendonor. Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) MAN 2 Lamongan beserta pembinanya. Lokasi kegiatan berlangsung di MAN 2 Lamongan, tepatnya di ruang kelas XII-6, yang disulap menjadi ruang donatur sementara dengan fasilitas dan peralatan yang memadai. Kegiatan ini melibatkan puluhan pendonor dari kalangan guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah di kalangan pelajar, serta membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah Lamongan. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan antusias. Para mahasiswa UIN Malang mempersiapkan segala keperluan teknis, sementara PMI bertugas melakukan pengambilan darah. PMR MAN 2 Lamongan aktif dalam membantu proses registrasi dan pendampingan peserta. Salah satu panitia dari mahasiswa UIN Malang mengatakan, "Kami bersyukur kegiatan ini mendapat berbagai pengalaman hangat. Ini jadi pengalaman luar biasa untuk belajar sekaligus berbagi," ujarnya. Sementara itu, petugas PMI juga menyampaikan apresiasi, "Kolaborasi seperti ini sangat kami dukung karena berdampak langsung bagi masyarakat," katanya penuh dukungan. Kegiatan donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi pelajar, dan instansi sosial dapat melahirkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.(dr/se) Kontributor: Dwika Ayu Ramadhani Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)
ARFAATUN ASIFAH
https://www.kompasiana.com/cakminnn3937/682b5ff2c925c45c67383d35/kkm-uin-malang-gelar-kegiatan-mengaji-di-tpq-selama-bulan-ramadan
EVADA DEWI AISYAH
ABSTRAK Banyak orang tua yang kurang menyadari peran penting mereka dalam memperkuat pendidikan yang anak terima di madrasah, sehingga terjadi keselarasan dalam komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak. Dalam upaya menjembatani kesenjangan tersebut, berbagai strategi penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak perlu dikembangkan, salah satunya melalui seminar parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar parenting sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat siswa dan menelaah bagaimana sinergi antara pendidikan madrasah dan rumah dapat ditingkatkan melalui kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. kegiatan ini berhasil membuka ruang dialog yang membangun antara guru dan wali murid. Materi yang disampaikan memantik kesadaran orang tua akan pentingnya keterlibatan aktif dalam pendidikan anak, khususnya dalam aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai akhlak. Partisipasi aktif para wali murid, tanggapan positif dari pihak madrasah, serta suasana seminar yang berjalan interaktif menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat Kata Kunci : Implementasi Pengabdian Masyarakat, Seminar Parenting, Pendidikan Madrasah dan Rumah PENDAHULUAN Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan lembaga pendidikan formal. Peran aktif orang tua dalam mendukung proses belajar di rumah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan akademik dan sosial emosional anak (Epstein, 2023). Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua, seperti mendampingi belajar, memberikan motivasi, dan berkomunikasi dengan guru, berkontribusi positif terhadap hasil belajar dan pembentukan karakter anak (Fan & Chen, 2020; Deslandes, 2023). Lebih jauh lagi, keterlibatan ini juga membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, termasuk kemampuan beradaptasi dan membangun hubungan interpersonal (Hill & Tyson, 2009). Namun, dalam konteks pendidikan madrasah yang menekankan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan, sinergi antara madrasah dan keluarga sering kali belum berjalan optimal. Banyak orang tua yang kurang menyadari peran penting mereka dalam memperkuat pendidikan yang anak terima di madrasah, sehingga terjadi kesenjangan dalam komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak (Deslandes, 2023). Hal ini berpotensi menghambat proses internalisasi nilai-nilai agama dan moral yang seharusnya berjalan secara konsisten antara madrasah dan rumah (Azra, 2012). Studi Fitriani dan Handayani (2022) juga menyoroti bahwa ketidaksinambungan antara pendidikan formal dan pendidikan di rumah dapat menurunkan efektivitas pendidikan karakter serta prestasi akademik anak. Dalam upaya menjembatani kesenjangan tersebut, berbagai strategi penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak perlu dikembangkan, salah satunya melalui seminar parenting. Seminar parenting merupakan media yang efektif untuk memberikan pemahaman tentang pola asuh dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak (Suyadi, 2019). Seminar ini dapat menjadi wahana dialog antara guru dan orang tua yang selama ini terbatas, sekaligus sarana transfer pengetahuan dan keterampilan parenting yang sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Dengan demikian, seminar parenting tidak hanya meningkatkan wawasan orang tua, tetapi juga menguatkan kemitraan pendidikan antara madrasah dan keluarga (Grolnick & Slowiaczek, 2021). Sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan MTs Almaarif 01 Singosari sebagai madrasah mitra melaksanakan kegiatan seminar parenting dengan tema “Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah Menumbuhkan Anak Hebat” di MI Almaarif 11 Gunungrejo pada tanggal 2 Mei 2025. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran orang tua dan madrasah sebagai dua pilar utama pendidikan anak, serta membangun sinergi yang harmonis untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal (UU No. 12 Tahun 2012). Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar parenting sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa dan menelaah bagaimana sinergi antara pendidikan madrasah dan rumah dapat ditingkatkan melalui kegiatan tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami dinamika serta persepsi para peserta seminar, sehingga dapat diperoleh gambaran yang mendalam tentang upaya sinergi pendidikan yang terjadi serta rekomendasi untuk pengembangan program serupa di masa depan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan seminar parenting dan bagaimana sinergi pendidikan madrasah dan rumah terbentuk melalui kegiatan tersebut. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan keleluasaan dalam memahami fenomena sosial secara kontekstual dan naturalistik (Creswell & Poth, 2018). Subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok utama, yaitu wali murid kelas 5 yang terbagi dalam tiga kelas di MI Almaarif 11 Gunungrejo sebagai peserta seminar, guru madrasah, dan tim pelaksana Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemilihan wali murid kelas 5 ini didasarkan pada kebutuhan untuk menggali pemahaman dan pengalaman orang tua pada jenjang pendidikan yang sedang menuntut peran aktif mereka dalam mendukung proses belajar anak. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik yang saling melengkapi. Pertama, observasi partisipatif dilakukan selama seminar berlangsung dengan tujuan mengamati secara langsung interaksi antar peserta, respon yang diberikan oleh wali murid, serta dinamika kegiatan yang terjadi. Selain itu, dilakukan wawancara semi-terstruktur dengan wali murid kelas 5, guru madrasah, dan tim KKM untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi, pengalaman, dan pandangan mereka terkait sinergi antara pendidikan madrasah dan peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Selanjutnya, dokumentasi berupa foto, materi presentasi, serta catatan notulensi dikumpulkan untuk melengkapi dan mendukung data kualitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan seminar parenting yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MI Almaarif 11 Gunungrejo pada tanggal 2 Mei 2025 merupakan salah satu bentuk nyata dari pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter melalui sinergi antara madrasah dan rumah. Seminar ini dirancang sebagai ruang edukatif dan dialogis bagi para wali murid kelas 5 dalam memahami kembali peran penting mereka dalam proses tumbuh kembang anak, tidak hanya sebagai orang tua biologis, tetapi juga sebagai pendidik utama dalam kehidupan sehari-hari. Sejak pagi, para wali murid mulai berdatangan ke aula madrasah dengan wajah yang tampak penuh antusiasme. Sebagian besar dari mereka adalah ibu-ibu yang datang dengan pakaian rapi dan wajah penuh harap. Situasi ini menggambarkan betapa kegiatan seperti ini masih jarang mereka temui, terutama karena keterbatasan akses dan informasi di daerah yang secara geografis tergolong terpencil seperti Gunungrejo. Seminar dibuka dengan sambutan dari pihak madrasah dan tim pelaksana KKM. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, M. Ibnu Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., yang secara komunikatif membawakan materi dengan judul “Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah: Menumbuhkan Anak Hebat, Berakhlak, dan Berprestasi.” Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan pada sekolah. Justru pendidikan karakter dan nilai-nilai utama seperti adab, tanggung jawab, dan kejujuran, berawal dari rumah, dengan orang tua sebagai pendidik pertamanya. Sepanjang penyampaian materi, para peserta terlihat menyimak dengan seksama. Beberapa wali murid tampak mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Salah satu momen yang cukup menyentuh adalah ketika pemateri mengutip nasihat Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa meninggalkan anak tanpa pendidikan lebih berbahaya dibanding meninggalkan mereka dalam kondisi miskin. Kutipan tersebut menggugah kesadaran peserta bahwa pola asuh yang benar adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual orang tua terhadap masa depan anak. Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai pertanyaan dari wali murid seputar cara menghadapi anak yang sulit diarahkan, bagaimana membagi waktu antara pekerjaan rumah dan mendampingi anak belajar, hingga kekhawatiran mereka tentang pengaruh gadget dan media sosial. Narasumber merespons dengan pendekatan solutif dan kontekstual, tidak menyalahkan, tetapi justru mengajak peserta merenungi kembali nilai-nilai dasar dalam mendidik anak sesuai ajaran Islam. Selain itu, kegiatan ini juga mempertemukan harapan-harapan yang sebelumnya belum sempat terungkap antara orang tua dan guru. Para guru menyampaikan bahwa mereka sering kali merasa bekerja sendiri dalam membimbing anak-anak karena kurangnya komunikasi yang intens dengan wali murid. Melalui kegiatan ini, terjadi ruang dialog yang terbuka dan setara, di mana kedua pihak merasa didengarkan dan dihargai. Wawancara yang dilakukan oleh tim KKM kepada Kepala MI Almaarif 11 Gunungrejo, Ibu Miftahul Jannah, M.Pd. menguatkan pentingnya kegiatan ini. Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan kebahagiaan dan rasa terima kasih karena madrasahnya dipilih menjadi lokasi KKM. Ia mengatakan bahwa masyarakat Gunungrejo membutuhkan kegiatan semacam ini karena keterbatasan mereka dalam memperoleh pengetahuan parenting. Menurut beliau, pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga, dan seminar ini telah menjadi jembatan awal yang baik untuk membangun sinergi antara madrasah dan rumah. Lebih dari sekadar kegiatan sekali waktu, seminar ini menciptakan kesadaran baru di kalangan orang tua tentang pentingnya peran aktif mereka dalam proses pendidikan anak. Para peserta tampak lebih percaya diri, terbuka, dan termotivasi untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan guru. Bahkan, di akhir kegiatan, beberapa wali murid mengusulkan agar kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin dengan tema-tema lain yang relevan. Dokumentasi kegiatan turut merekam dinamika positif yang terjadi selama seminar berlangsung. Dalam salah satu foto, terlihat momen penyerahan sertifikat kepada narasumber dengan latar belakang spanduk seminar yang mencolok. Foto lain menunjukkan potret kebersamaan para peserta dan panitia yang tersenyum penuh semangat, mencerminkan kesan mendalam dari kegiatan ini. Selain itu, suasana seminar yang berlangsung di aula sederhana namun tertata rapi juga memperkuat kesan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi terlaksananya kegiatan edukatif yang bermakna. Secara keseluruhan, seminar parenting ini telah berhasil menjadi media yang efektif dalam menguatkan sinergi antara madrasah dan rumah. Melalui pendekatan kualitatif, khususnya observasi partisipatif dan wawancara, terlihat bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara teoritis, tetapi juga berdampak secara emosional dan sosial terhadap peserta. Sebagaimana ditegaskan oleh Epstein (2023) dan Grolnick & Slowiaczek (2021), keterlibatan orang tua yang ditumbuhkan melalui pemahaman dan komunikasi yang baik merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan anak. Maka, kegiatan seperti ini patut menjadi model dalam program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. SIMPULAN Pelaksanaan seminar parenting bertema “Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah: Menumbuhkan Anak Hebat, Berakhlak, dan Berprestasi” yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MI Almaarif 11 Gunungrejo memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat peran serta orang tua dalam proses pendidikan anak. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, diperoleh gambaran bahwa kegiatan ini berhasil membuka ruang dialog yang konstruktif antara guru dan wali murid. Materi yang disampaikan memantik kesadaran orang tua akan pentingnya keterlibatan aktif dalam pendidikan anak, khususnya dalam aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai akhlak. Partisipasi aktif para wali murid, tanggapan positif dari pihak madrasah, serta suasana seminar yang berjalan interaktif menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain meningkatkan pemahaman orang tua, seminar ini juga memperkuat kemitraan antara madrasah dan keluarga sebagai dua pilar utama dalam mendidik anak. Kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan oleh madrasah dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, telah menjadi bagian dari program rutin yang memberikan ruang edukatif bagi orang tua. Orang tua semakin proaktif dalam berkomunikasi dengan guru dan mengikuti kegiatan untuk meningkatkan kemampuan mendidik anak di rumah. Bagi mahasiswa KKM, seminar ini menjadi media efektif untuk menerapkan ilmu sekaligus memberikan kontribusi nyata pada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan khusus seperti Gunungrejo. Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkaji dampak jangka panjang kegiatan ini terhadap pola asuh orang tua dan perkembangan karakter anak di madrasah. DAFTAR RUJUKAN Azra, A. (2012). Renungan pendidikan Islam. Grup Prenadamedia. Creswell, JW, & Poth, CN (2018). Desain penelitian dan penyelidikan kualitatif: Memilih di antara lima pendekatan (edisi ke-4). SAGE Publications. Deslandes, R. (2023). Kerangka kerja kolaborasi sekolah-keluarga yang mengintegrasikan beberapa faktor dan proses yang relevan. Aula Abierta, 48(1), 11–18. Epstein, JL (2023). Keterlibatan orang tua dan keluarga dalam pendidikan: 2023. Institut Ilmu Pendidikan. Fan, X., & Chen, M. (2020). Keterlibatan orang tua dan prestasi akademik siswa: Sebuah meta-analisis. Educational Psychology Review, 32, 73–101. Fitriani, E., & Handayani, S. (2022). Pengaruh sinergi madrasah dan keluarga terhadap karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 45–58. Grolnick, WS, & Slowiaczek, ML (2021). Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak: Konseptualisasi multidimensi dan model motivasi. Perkembangan Anak, 62(2), 237–252. Hill, NE, & Tyson, DF (2009). Keterlibatan orang tua di sekolah menengah: Penilaian meta-analitik terhadap strategi yang mendorong prestasi. Psikologi Perkembangan, 45(3), 740–763. Lincoln, YS, & Guba, EG (1985). Penyelidikan naturalistik. Publikasi SAGE. Miles, MB, Huberman, AM, & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber metode (edisi ke-3). SAGE Publications. Suyadi, S. (2019). Seminar parenting sebagai media edukasi orang tua. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 25(1), 123–134. UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
AHMAD ALBERT AFRILSYAH
Lamongan – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) MANDALA dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar aksi donor darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 23 April 2025, di MAN 2 Lamongan, bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Lamongan dan Palang Merah Remaja (PMR) PMI MAN 2 Lamongan. Dengan mengusung semangat “Setetes darah anda adalah sejuta harapan bagi mereka yang membutuhkan,” kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, tentang pentingnya donor darah serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Aksi donor darah ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan terbuka untuk seluruh warga sekolah serta masyarakat umum. Adapun syarat bagi calon pendonor antara lain berusia 17–65 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kg, sehat secara jasmani dan rohani, serta tidak sedang haid, hamil, atau menyusui bagi perempuan. Partisipasi masyarakat dan warga sekolah sangat antusias. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang hadir dan rela mengantri demi bisa menyumbangkan darah. Sebagai bentuk apresiasi, setiap pendonor mendapatkan bingkisan menarik yang telah disiapkan oleh panitia. Koordinator KKM MANDALA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga berdampak langsung bagi kehidupan orang banyak. Donor darah adalah salah satunya,” ujarnya. Dukungan penuh dari pihak UDD PMI Kabupaten Lamongan dan PMR PMI MAN 2 Lamongan menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan lembaga sosial dapat menciptakan kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat luas. Dengan terselenggaranya aksi donor darah ini, KKM MANDALA berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat dan kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang.
RAHMATIKA DHAMAYANTI
Kegiatan Asistensi Mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup pada Minggu, (11/5). Penutupan program yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini digelar secara khidmat di aula SMA Mambaus Sholihin Blitar. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pelaksanaan program, di antaranya Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd; Kepala Sekolah KH. Moh. Fauzil Anam, S.E; Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar Bapak Choirul Anam; serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Putri Wahyuningtiyah, S.Pd. Kehadiran para guru pamong yang selama ini membimbing mahasiswa turut menambah hangatnya suasana. Dalam sambutannya, KH. Moh. Fauzil Anam, S.E menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa dan dukungan dari pihak kampus. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi baru dalam proses pembelajaran di sekolah. “Semoga ilmu yang kalian tanamkan menjadi amal jariyah, dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd menekankan bahwa pengalaman lapangan seperti ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter guru. Ia juga mengapresiasi suasana pembelajaran khas pesantren yang memberikan nilai tambah tersendiri. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar membangun kedekatan emosional, nilai religius, dan komunikasi efektif dengan siswa,” jelasnya. Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh warga sekolah. Banyak yang menyebut pengalaman ini sebagai titik balik dalam membentuk identitas mereka sebagai calon pendidik. Lingkungan sekolah yang religius dan disiplin menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka. Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan berupa cinderamata dan buku saku bahasa kepada pihak sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus dokumentasi kenangan yang tak terlupakan. Dengan berakhirnya program Asistensi Mengajar ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA Mambaus Sholihin Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pendidik yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kehadiran mahasiswa di lingkungan pesantren telah menghadirkan semangat baru bagi dunia pendidikan yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.