ANNISA WAHYU RAHMAWATI
Gresik, 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan turut serta dalam kegiatan pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Remaja Masjid Jami' Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program kerja KKM dalam bidang keagamaan dan literasi Qur'ani di tengah masyarakat. TPQ Remaja Masjid Jami' Gresik yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim, menjadi tempat yang strategis dan aktif dalam mendidik generasi muda agar mampu membaca, menulis, serta memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang disambut hangat oleh pengurus TPQ dan masyrakat sekitar. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator kegiatan-kegiatan edukatif yang menyenangkan. Mereka membantu anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, serta menanamkan adab dan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari. "Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga pembelajaran langsung bagi kami sebagai calon pendidik dan dai. Kami belajar banyak dari semangat anak-anak serta dedikasi para ustadz dan ustadzah TPQ," ujar salah satu mahasiswa KKM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga pembelajaran langsung bagi kami sebagai calon pendidik dan dai. Kami belajar banyak dari semangat anak-anak serta dedikasi para ustadz dan ustadzah TPQ," ujar salah satu mahasiswa KKM.
ALFINA WARDATUL HASANIYAH
Pada Jumat, 25 April 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang sukses menggelar seminar berjudul "Menjadi Pemimpin Masa Depan: Memahami Toleransi dan Moderasi Beragama". Kegiatan ini dilaksanakan di aula MINU Tratee Putera Gresik dan diikuti oleh peserta didik kelas 5. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pentingnya moderasi beragama, membangun toleransi, dan mengembangkan kemampuan berinteraksi lintas budaya. Nuhbatul Millah, pemateri asal Gresik, membawakan materi dengan gaya ringan dan inspiratif. Acara berlangsung meriah, penuh diskusi aktif, dan tanya jawab berhadiah. Seminar ini diharapkan melahirkan generasi pemimpin masa depan yang bijak, adil, dan mampu merangkul keberagaman bangsa.
NUR RAHMA HALIZA
Paciran, 24 Febuari 2025 - Pada hari Selasa, 24 Febuari 2025, suasana pagi di TK Mazro’atul Ulum 2, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, para orang tua mulai berdatangan sambil menggandeng tangan anak-anak mereka yang berusia 4 hingga 6 tahun. Mereka datang bukan hanya untuk mengantar anak sekolah seperti biasa, melainkan untuk mengikuti sebuah kegiatan penting yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu skrining kesehatan anak dalam rangka pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKM yang sedang bertugas di Desa Paciran. Mereka bekerja sama dengan tenaga medis profesional, yakni Bidan Iftitahun Nabilah, S.Kep, Ners, M.Si serta pihak sekolah untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar anak-anak TK secara menyeluruh. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin risiko stunting pada anak usia dini, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada orang tua mengenai pentingnya gizi, pola asuh, dan perawatan kesehatan yang tepat. Masalah stunting di Indonesia masih menjadi isu serius. Banyak anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar, produktivitas, hingga kesehatan di masa depan. Dengan memahami pentingnya intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, mahasiswa KKM UIN Malang merasa terdorong untuk melakukan upaya nyata di masyarakat tempat mereka mengabdi. Desa Paciran dipilih karena letaknya yang strategis dan potensi komunitas pendidikannya yang besar, termasuk keberadaan TK Mazro’atul Ulum 2 yang memiliki puluhan murid usia dini. Melalui kegiatan skrining ini, mahasiswa berharap dapat menjadi penghubung antara ilmu yang dimiliki, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai penerima manfaat langsung. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan hangat dari Koordinator Desa KKM UIN Malang, dilanjutkan oleh perwakilan kepala sekolah. Para peserta kemudian diarahkan menuju lokasi pemeriksaan yang telah disiapkan di aula sekolah. Ruangan tersebut telah diatur sedemikian rupa agar ramah anak, nyaman, dan terjaga privasinya. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias dan tidak merasa tertekan karena pendekatan yang digunakan sangat bersahabat. Para mahasiswa mendampingi mereka dengan ramah, bahkan beberapa mahasiswa membacakan buku cerita atau menyanyi bersama anak-anak sambil menunggu giliran pemeriksaan. Orang tua pun menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan informasi mendalam tentang stunting dan merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka merasa lebih sadar akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Peran Masing-Masing Pihak Mahasiswa KKM UIN Malang berperan sebagai inisiator, fasilitator, serta pendukung teknis dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka menyiapkan alat, dokumentasi, materi edukasi, dan membantu proses skrining secara langsung. Bidan Iftitahun Nabilah, S.Kep, Ners menjadi pemeriksa utama dan narasumber edukatif yang memberikan konseling dan arahan medis kepada orang tua. Guru dan pihak sekolah mendukung penuh kegiatan dengan memfasilitasi tempat dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung Orang tua siswa hadir sebagai peserta aktif, menunjukkan kepedulian dan keterlibatan langsung dalam kesehatan anak-anak mereka. Tindak Lanjut dan Harapan Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, tim KKM berencana mengadakan Workshop Parenting yang lebih mendalam, khusus membahas peran orang tua dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Selain itu, mahasiswa juga akan menjalin kerja sama dengan posyandu setempat untuk memantau anak-anak yang masuk dalam kategori risiko gizi kurang. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali, tetapi menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Desa Paciran. Dengan kolaborasi yang erat antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga, cita-cita menciptakan generasi yang sehat dan unggul dapat lebih mudah tercapai. "Cegah stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil seperti ini, kita bantu wujudkan masa depan anak yang lebih baik."
AFLAH SUCI ADIELLIA
Desa Krajan Jombang - Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) mengadakan program kerja sholat tarawih berjama'ah di Musholla "Syiarul Islam" sebagai bagian dari pengabdian mereka kepada masyrakat selama bulan Ramadan. Program ini meliputi kegiatan rutin sholat tarawih berjama'ah yang melibatkan masyrakat dan mahasiswa KKM yang berlokasi di Dusun. Krajan, RT. 05/RW. 01, Desa. Jombang, Kec. Jombang, Kab, Jombang. Selain itu, mahasiswa juga ikut serta dalam mengisi kultum ceramah ramadan dan menjadi imam sholat tarawih. Kegiatan ini dimulai sejak hari pertama puasa yang mana dilaksanakan setiap malam selama bulan Ramadan. Masyarakat sekitar dan takmir Musholla sangat antusias mengikuti program ini. Dengan hal itu, kita berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan semangat ibadah masyarakat selama ramadan, lebih memperat hubungan antara masyarakat dan mahasiswa, serta dapat menumbuhkan nilai- nilai keagamaan di kalangan remaja dan tua. https://www.kompasiana.com/aflahsuci2373/6807b101c925c4447d150b52/mahasiswa-kkm-gelar-program-sholat-tarawih-berjama-ah-di-musholla-syiarul-islam
MUHAMMAD MUNIR RAMADHAN
Malang, 20 Maret 2025 --- Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman, AM-KKM Arthadaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Menanamkan Moderasi Beragama sebagai Dasar Kebersamaan dan Menghargai Perbedaan" pada Rabu, 20 Maret 2025, bertempat di Masjid An-Nur, Desa Sukolilo, Jabung, Malang. Kegiatan ini menyasar peserta didik TPQ An-Nur dan para ustadz-ustadzah sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Sekitar 40 peserta turut serta dalam seminar yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan konsep moderasi beragama sejak dini. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KKM Arthadaya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz M. Zaini selaku narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal toleransi antar umat, tetapi juga sikap adil dan seimbang dalam menjalani kehidupan beragama. Dalam sesi diskusi panel, peserta diajak berdialog mengenai tantangan dan solusi dalam menerapkan moderasi beragama di lingkungan sekitar. Sesi tanya jawab yang interaktif menandai tingginya antusiasme peserta. "Kita harus bisa saling menghargai, baik kepada sesama teman, sesama manusia, umat agama lain, maupun kepada seluruh makhluk hidup di dunia ini," ujar Ustadz Zaini dalam paparannya. Seminar ini menjadi ruang belajar bersama yang mengedepankan pentingnya pendidikan nilai-nilai toleransi sejak dini. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai di tengah perbedaan yang ada.
INDAH FAJRIYAH AGUSTINA
Paciran -- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya parenting dan gizi untuk mencegah stunting, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ombak Asa" dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar bertema "Mencegah Stunting dengan Sayang dan Gizi". Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 18 April 2025, di Balai Desa Paciran, dan dihadiri oleh sekitar 50 ibu-ibu PKK serta sejumlah tokoh masyarakat. Seminar dibuka dengan meriah melalui sesi pembukaan, sambutan dari Kepala Desa Paciran, Bapak Khusnul Khuluq, S.Pd., serta Ketua Pelaksana, Fina Rif'atu Fadllik. Dalam sambutannya, Bapak Khusnul menegaskan pentingnya pengetahuan parenting dan stunting sebagai upaya preventif terhadap permasalahan tumbuh kembang anak. Suasana kian semarak saat dilakukan pembukaan simbolis berupa pemotongan pita, penyalaan confetti, dan pembukaan banner yang dihiasi serpihan kertas warna-warni. Antusiasme ibu-ibu PKK pun terlihat sangat tinggi sejak awal acara. Acara inti berupa seminar disampaikan oleh Dr. Riyadhatus Sholichah Hidayati dan dimoderatori oleh Aula Hanuna Wardani. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar pola asuh yang baik serta pentingnya pemenuhan gizi dalam upaya pencegahan stunting. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya ibu-ibu yang aktif bertanya, menjawab, dan berbagi pengalaman pribadi. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada para peserta yang aktif selama sesi tanya jawab. Hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sebelum acara ditutup, terdapat sesi spesial bernama memorize moment, di mana para ibu diminta menuliskan harapan dan ucapan untuk anak-anak mereka pada sebuah banner putih. Momen ini menjadi penutup yang emosional sekaligus inspiratif. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara ibu-ibu PKK, pemateri, serta tim KKM "Ombak Asa". Acara ini berjalan lancar dan sukses dari awal hingga akhir, serta diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Paciran dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas.