Thumbnail
1 year ago
Menjalin Keharmonisan Dalam Beragama Menjadi Kunci Kebersamaan di Desa Gubugklakah

ACHMAD SOFI ALAUDIN

Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Café Lawang Sari, tempat berlangsungnya diskusi bertema "Moderasi Beragama" yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam Acara ini membahas tentang pentingnya sikap moderat dalam beragama, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis tanpa menghilangkan identitas keislaman. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang selama ini hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang sosial dan pemahaman keagamaan. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, Gus Agus Zainul Arif dan Fachrul Alamsyah (Gus Irul), yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dengan pemahaman Islam yang moderat dan inklusif. Dalam pemaparannya, Gus Agus menekankan bahwa moderasi beragama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Ia menjelaskan bahwa menjadi Muslim yang moderat berarti mampu mengamalkan ajaran agama dengan penuh kebijaksanaan, menghindari sikap ekstrem maupun terlalu bebas dalam beragama. Islam, menurutnya, menuntun umatnya untuk tetap berpegang teguh pada keyakinan sambil tetap terbuka terhadap perbedaan yang ada di sekitarnya.  Sementara itu, Gus Irul menyoroti bagaimana sikap moderat dalam beragama harus selalu beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Agama seharusnya menjadi pedoman yang membuat seseorang lebih manusiawi, penuh kasih sayang, dan menghargai sesama. Ketika praktik keagamaan justru memunculkan kebencian dan permusuhan, hal tersebut menunjukkan adanya pemahaman yang keliru terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, ia mengajak untuk senantiasa menjadikan agama sebagai sumber perdamaian, bukan perpecahan. Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi sebuah sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami ajaran Islam secara seimbang, seseorang dapat menjalankan keyakinannya tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan menghormati perbedaan. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Desa Gubugklakah semakin mempererat kebersamaan dan menjadikan moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun lingkungan yang damai dan harmonis.

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM 71 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang : Bantu Pengembangan UMKM di Desa Argosuko

NANDITO PERMATA NUR PRASETYO

Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, [26 Desember 2024] Mahasiswa KKM 71 kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pemberdayaan masyarakat dengan membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Argosuko. Program ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan perekonomian di desa melalui penguatan sektor UMKM. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa yang diberikan bimbingan, pelatihan dan pendampingan dari pelaku UMKM lokal. Hal ini mencakup strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, pembuatan barang, bahan-bahan yang dibutuhkan serta pengemasan produk agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Fokus utama program ini adalah pembelajaran dan pengalaman untuk memberikan keterampilan praktis kepada mahasisiwa KKM “ Kami ingin belajar dan mencari pengalaman di salah satu UMKM di Desa Argosuko ” ujar salah satu mahasiswa KKM. Salah satu contoh pelaku UMKM adalah Ibu Mulyani. Beliau pemilik usaha bernama Mulyasari dan Mulyajati, bertempat di Dusun Wangkal Kidul. Usaha Mulyasari adalah sebuah jajanan olahan keripik manis dari singkong dan juga minuman dari sari buah. Untuk Mulyajati sendiri adalah kerajinan tangan yang dibuat dari pemanfaatan bahan limbah sampah ( daur ulang ) dan memiliki harga jual, contoh kerajinan nya seperti tempat pensil, vas bunga. Ibu Mulyani juga mengaku sangat terbantu dengan program ini. “ Mahasiswa KKM membantu kami dalam pengemasan produk, pembuatan kerajinan tangan, pencarian bahan dan membuat titik koordinat lokasi agar lebih dikenal lebih luas ” ujar beliau dengan senyum.. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM dan mahasiswa KKM, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat desa. Dengan dilaksanakan nya program ini, diharapkan UMKM di Desa Argosuko dapat terus berkembang dan menjadi pilar dalam mendukung perekonomian lokal. Tidak lupa kegiatan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dengan pelaku UMKM serta pengenalan produk.

Thumbnail
1 year ago
UMKM Jamu Beras Kencur Dua Putri: Minuman Segar Berkualitas yang Menyehatkan

DEVI OKTAVIANI

Dusun Bakir - UMKM Jamu Beras Kencur Dua Putri yang dirintis oleh Ibu Siti Aminah, terus berkembang pesat selama lima tahun terakhir. Dengan rasa segar dan bahan berkualitas, produk ini menjadi pilihan favorit masyarakat. Harganya yang terjangkau semakin menambah daya tariknya.  Produk jamu ini hadir dalam beberapa pilihan kemasan, yaitu:  - Plastik kecil dengan harga Rp. 500, - Cup dengan harga Rp 2.000, - Botol sedang seharga Rp 6.000, - Botol besar dengan harga Rp 15.000. Usaha ini juga telah mengantongi legalitas usaha yang lengkap, termasuk Nomor Izin Berusaha (NIB) dan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), meskipun sertifikasi halal masih dalam proses.  Belum lama ini, KKM UIN Malang dari kelompok Abhinaya Aradhana juga turut berkunjung untuk mempromosikan UMKM Jamu Beras Kencur Dua Putri. Dengan membantu membuatkan desain logo kemasan serta memberikan banner usaha sebagai bentuk perluasan pasar. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengenalan produk, sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.  Jamu Beras Kencur Dua Putri juga melayani sistem pemesanan pre-order dan rutin mengirimkan stok ke beberapa warung di sekitar Dusun Bakir. Produk ini semakin dinikmati, terutama untuk acara tertentu seperti malam idulfitri.  “Kami berharap kontribusi yang kami berikan ini dapat memperkuat branding produk jamu tradisional Dua Putri milik Bu Aminah sehingga meningkatkan daya tarik konsumen,” ucap Dhoni salah satu mahasiswa KKM UIN Malang di Kecamatan Bakir, Pujon. Dengan upaya yang terus berkembang, UMKM ini menunjukkan bahwa usaha kecil bisa menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian lokal. Bagi yang ingin berlangganan, jangan ragu untuk menghubungi Ibu Siti Aminah langsung di Dusun Bakir. 

Thumbnail
1 year ago
Upaya Nirakarsa dalam Membangun Generasi Unggul melalui Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid SDN WONOREJO 04 Banyol KoUpaya Nirakarsa dalam Membangun Generasi Unggul melalui Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid SDN WONOREJO 04 Banyol

AULIA NURSAFITRI

Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua di rumah. Menyadari pentingnya hal tersebut, Nirakarsa berkesempatan untuk menyelenggarakan sosialisasi parenting yang ditargetkan untuk wali murid SDN WONOREJO 04 di Banyol sebagai upaya mengingatkan kepada para orang tua pentingnya pola asuh yang baik demi masa depan anak yang cerah. Sosialisasi parenting dilaksanakan pada Sabtu, 25 Januari 2025 yang bertemakan 'Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Semangat Belajar dan Perkembangan Akademik Anak' dengan dihadiri oleh kepala desa Wonorejo, ketua RW 06 Dusun Banyol, perwakilan guru SDN WONOREJO 04, dan 30 orang wali murid SDN WONOREJO 04. Pemateri sosialisasi parenting diisi oleh Ibu Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht yang merupakan dosen dari fakultas psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan dari ketua pelaksana dan tamu undangan, dan acara intinya yaitu penyampaian materi berupa pengenalan mengenai pola asuh, hubungan pola asuh dengan perkembangan anak, hubungan pola asuh dengan semangat belajar anak, serta faktor dan strategi dalam meningkatkan peran pola asuh orang tua. Pola asuh adalah cara orang tua dalam mendidik dan membimbing anak sehingga pola asuh sangat memberi corak dalam membentuk semangat belajar dan perkembangan anak. Pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang mendukung dan menghargai anak, dimana dapat meningkatkan motivasi belajar dan memberikan ruang lebih untuk anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri. Pola asuh otoriter dan permisif cenderung menurunkan semangat belajar. Pola ini dapat mempengaruhi karakter anak yang dimana, anak semakin takut untuk melangkah kedepannya. Pola asuh otoriter menghasilkan warna yang seram dan mencekam bagi tumbuh anak. Faktor penting seperti dukungan emosional, komunikasi efektif, serta teladan positif sangat mempengaruhi perkembangan akademik anak. Orang tua dapat meningkatkan peran pola asuh dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif, memberikan penghargaan, berkomunikasi terbuka, dan mendorong kemandirian anak dalam pengawasan mereka. Diharapkan dengan dilaksanakannya sosialisasi parenting, orang tua dapat lebih menyadari bagaimana pentingnya peran mereka dalam setiap kegiatan anak sehingga anak dapat mencontoh dan mengidolakan sosok pemimpin keluarga mereka dengan melihat bagaimana indahnya pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anaknya.

Thumbnail
1 year ago
Strategi Komunikasi Emas: Seminar Menghadapi Tantangan Anak Usia Praremaja Bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si.

ALFINA ROSYADI

Sabtu, 18 Januari 2025, sebuah seminar penting bertema "Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Pra Remaja" sukses diselenggarakan di SDN 1 Dengkol. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh para wali murid kelas 4 hingga 6. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendidik anak usia pra-remaja. Acara diawali dengan sambutan dari Moh. Daffa Ul Haq, mahasiswa KKN yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas antusiasme mereka dalam mendukung program ini. Sambutan berikutnya diberikan oleh Umi Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Dengkol. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak yang kuat serta mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. Seminar dimoderatori oleh salah satu mahasiswa KKN, yang memandu jalannya acara dengan lancar. Sesi awal dimulai dengan sharing session yang mengundang partisipasi aktif dari para wali murid. Dalam sesi ini, Dr. Fathul Lubabin menjelaskan bahwa usia pra-remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai mencari identitas diri dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi yang buruk di masa ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional anak dengan orang tua. Beliau juga mengatakan bahwa, "Momen paling menyenangkan bagi saya adalah ketika menjemput dan mengantar anak pulang. Ketika anak pulang dalam kondisi lelah, orang tua yang menyambut mereka dapat meredakan emosinya dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang," ujarnya. Para peserta tampak sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang cara menghadapi anak yang mulai melawan, bersikap keras kepala, atau enggan berbagi cerita dengan orang tua. Dr. Fathul memberikan panduan praktis, seperti pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan apresiasi pada usaha anak, serta menciptakan suasana dialog yang santai dan terbuka. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan aturan dan batasan yang jelas, agar anak memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali para peserta dengan teknik sederhana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Contohnya, peserta diajarkan cara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi, serta bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Dr. Fathul juga mendorong orang tua untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama wali murid agar dapat saling mendukung. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi anak-anak mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dan masyarakat berharap dapat menjadikan seminar ini sebagai awal dari program-program lain yang mendukung pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik. Acara ini menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan keluarga, menciptakan suasana rumah yang harmonis, dan mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.    

Thumbnail
1 year ago
"Perayaan Tahun Baru di Desa Gubugklakah: KKM UIN Malang Perkuat Ikatan Dengan Masyarakat"

MELLA IRAWANTI KUSUMA

Tahun baru 2025 di Desa Gubugklakah menjadi momen yang penuh makna bagi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Perayaan ini dihadiri oleh mahasiswa KKM dan masyarakat setempat, menciptakan suasana yang hangat serta penuh keceriaan.Acara dimulai pada malam hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Suasana meriah terasa saat mahasiswa menggelar bakar-bakar serta karaoke, dimana anak-anak, remaja, hingga orangtua ikut serta berpartisipasi. Gelak tawa dan sorai-sorai mengisi malam, menciptakan ikatan silaturahmi yang lebih erat antara mahasiswa dan warga.     Puncak acara adalah pembacaan Ratib Al Haddad sekalian memperingati malam 1 Rajab yang dipimpin oleh saudara Ahmad Rafi Abdullah. Lalu, dilanjutkan sambutan oleh ketua perwakilan kelompok KKM Farhan Alwi Zidan dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur serta ingin mengajak semua warga menyambut tahun baru ini dengan semangat baru dan menjadikan tahun ini sebagai kesempatan untuk saling mendukung, berkolaborasi, dan berkontribusi lebih banyak lagi bagi kemajuan desa. karena kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama.     Dalam suasana khidmat, Muhammad Hildan Isfandaria, mengajak semua yang hadir untuk mendoakan harapan dan cita-cita yang lebih baik di tahun baru. Doa tersebut menjadi simbol bagi masyarakat, mengingat tantangan yang telah dilalui dan impian yang ingin dicapai di tahun 2025.     Setelah doa bersama, suasana semakin meriah dengan bakar-bakar dan pertunjukan kembang api yang menerangi langit malam. Kami serta warga Desa Gubugklakah menyaksikan dengan penuh antusias, menandai pergantian tahun baru dengan harapan baru. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi simbol semangat untuk menghadapi tahun yang akan datang dengan optimisme dan kebersamaan.   Perayaan tahun baru 2025 di Desa Gubukklakah menjadi lebih dari sekedar perayaan, ini menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen mahasiswa KKM dalam berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut, membawa dampak positif bagi semua pihak dan menciptakan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.