MOCH. FIRZA RAUSYAN FIKRI
Usia pencarian jati diri tiap orang terjadi di masa remaja. Tahap ingin mengenal diri sendiri dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Remaja yang dimaksud berusia 10-19 tahun. Di usia ini terdapat berbagai macam gejolak emosi dan permasalahan yang timbul. Jika tidak disikapi dengan bijak maka hal tersebut akan merugikan baik diri sendiri bahkan orang lain. Oleh karenanya, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan kenakalan remaja sebagai bentuk perhatian serta imbauan untuk para adik-adik sehingga mengenal dan perbuatan kenakalan tersebut bisa dihindari. Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara tersebut merupakan bentuk progam kerja gabungan dari 3 kelompok KKM yang ada di Desa Wonorejo. Sosialisasi dihadiri oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan total 29 siswa yang hadir, dengan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Emas Anti Kenakalan Remaja, Siap Berkontribusi Untuk Negeri". Pemateri yang didatangkan untuk mengisi acara tersebut yakni Dicky Wicaksono yang merupakan Duta Genre Kabupaten Malang 2021. Acara sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Sesi selanjutnya yakni sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan guru kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi berupa pengenalan kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan tersebut. Kenakalan remaja merupakan tindakan dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dilakukan oleh remaja. Contoh dari kenakalan remaja tesebut berupa tawuran, pergi tanpa pamit, berkelahi, bolos sekolah, mencuri, menonton video porno, mabuk-mabukan, bahkan lebih parahya jika sudah ditahap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Perbuatan tersebut terjadi dikarenakan beberapa alasan yang mendasari, diantaranya berasal dari pribadi karena tidak bisa mengendalikan diri untuk menghindari perilaku nakal, kemudian terdapat pengaruh pola asuh orang tua, hingga lingkungan sekitar atau pergaulan. Cara mengatasi kenakalan remaja yang juga menjawab pertanyaan dari siswa-siswi sehingga dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat dilakukan yakni berupa ajakan diskusi mengenai aturan dan konsekuensi, mengetahui alasan penyebab mereka melakukan hal tersebut bukan sebaliknya menghakimi, serta luangkan waktu untuk mendengarkan cerita karena terkadang di masa usia remaja membutuhkan tempat cerita, bukan solusi ataupun penilaian sepihak dari permasalahan yang dialami. Terakhir, tidak kalah pentingnya yakni menghindari pertemanan ataupun lingkungan yang memberikan pengaruh tidak baik. Diharapkan dari acara sosialisasi tersebut dapat memberikan pembelajaran penting berupa wawasan baru yang mampu memahamkan mereka terkait kenakalan remaja sehingga tidak hanya dari siswa-siswi SMPN 4 Singosari Satu Atap namun juga memberikan pengaruh positif untuk teman sebaya lainnya.
YUNI NISA KHAMALIA
Gramoxone, herbisida kontak purna tumbuh yang telah menjadi andalan petani selama enam dekade, merayakan ulang tahun ke-60 di Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Minggu (22/12/24). Bertempat di lapangan depan SDN 01 Poncokusumo, acara ini berlangsung meriah meskipun diguyur hujan angin. Antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menghadiri peringatan yang juga menjadi ajang silaturahmi bagi para petani. Gramoxone merupakan herbisida yang efektif dalam mengendalikan gulma pada lahan budidaya tanaman. Produk ini sangat relevan bagi petani Poncokusumo yang sebagian besar mengelola kebun buah-buahan seperti jeruk, apel, jambu, serta berbagai sayur-sayuran. Dalam konteks ini, Gramoxone telah menjadi solusi penting dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat. Perayaan ulang tahun ke-60 Gramoxone tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap produk ini, tetapi juga pengakuan atas peran signifikan Gramoxone dalam pertanian modern. Keseruan Acara di Tengah Tantangan Cuaca Acara dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan menarik, seperti jalan sehat, kesenian bantengan, hiburan menyanyi dan pengundian doorprize. Meskipun hujan angin melanda, masyarakat Poncokusumo tetap hadir dengan semangat. Panitia telah menyiapkan beragam hadiah untuk memeriahkan acara, termasuk kulkas, setrika, hingga hadiah-hadiah lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Semangat masyarakat terlihat dari keramaian yang tidak surut meski cuaca kurang mendukung. Kehadiran ratusan masyarakat di lokasi acara mencerminkan betapa eratnya hubungan antara mereka dan produk Gramoxone. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi tentang bagaimana inovasi dalam dunia pertanian dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani. Puncak Perayaan dan Pengakuan atas Kepercayaan Petani Puncak acara peringatan ulang tahun ke-60 Gramoxone menjadi momen yang paling dinanti. Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah mempercayai Gramoxone sebagai mitra setia mereka dalam mengelola lahan pertanian. Peran Aktif Mahasiswa dalam Kepanitiaan Yang menarik dari perayaan ini adalah keterlibatan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 84 UIN Malang "Arkadia" sebagai bagian dari tim panitia. Para mahasiswa dari kelompok ini diberikan berbagai tanggung jawab, seperti bagian konsumsi, kesekretariatan, hingga akomodasi. Kehadiran mahasiswa ini bukan hanya mendukung kesuksesan acara, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat. "Kami merasa senang bisa menjadi bagian dari acara besar seperti ini. Selain belajar mengorganisasi kegiatan, kami juga memiliki kesempatan untuk lebih mengenal masyarakat Poncokusumo secara langsung," ungkap Quthob selaku ketua KKM 84 UIN Malang "Arkadia". Melalui keterlibatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi dan kebersamaan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan dari program KKM, yaitu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat pedesaan. Dengan semangat yang terpancar dari setiap peserta, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara petani, mahasiswa, dan pihak penyelenggara. Peringatan ini juga menjadi bukti bahwa Gramoxone telah memberikan dampak positif yang nyata dalam mendukung keberhasilan pertanian. Acara ditutup dengan pengundian hadiah utama yang disambut meriah oleh seluruh peserta. Meski hujan terus mengguyur, suasana tetap penuh semangat dan kebahagiaan. Perayaan ini menjadi simbol optimisme untuk masa depan pertanian yang lebih baik di Desa Poncokusumo. Dengan dukungan produk yang inovatif dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, para petani diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka di masa mendatang. Semoga perjalanan panjang Gramoxone selama 60 tahun ini terus berlanjut dengan kontribusi yang semakin signifikan bagi sektor pertanian, khususnya di desa-desa agraris seperti Poncokusumo.
MUHAMMAD ARIF KURNIAWAN
Desa Argosuko, Dusun Wangkal Lor, Kecamatan Poncokusumo, [26 Januari 2025 ] Mahasiswa KKM 71 ikut turut serta dalam peringatan Isra' Mi'raj yang diadakan rutin oleh warga Desa Argosuko. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Acara yang berlangsung di Masjid Jami’ Al-Husain, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta warga desa. Peringatan Isra' Mi'raj diawali dengan pembacaan shalawat nabi yang berlangsung sekitar 1 jam lebih, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Gus Aziz. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya meneladani dan mempelajari sifat atau perilaku Nabi Muhammad SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa juga beliau mengingatkan untuk selalu memperkuat keimanan dan melakukan amalan-amalan baik. Mahasiswa KKM berpartisipasi dalam mengikuti acara, dari memberikan suguhan kepada para jamaah hingga membantu persiapan. Selain itu, mereka juga mengikuti pembacaan sholawat nabi bersama warga desa. Acara kemudian dilanjutkan esok hari, untuk kegiatan kali ini adalah khotmil qur’an, yang dimulai dari pagi hari yaitu pada pukul 7 pagi hingga menjelang sore hari. Salah satu mahasiswa KKM, M.Rifqi Azizy, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti ini. “Kami merasa sangat diterima oleh masyarakat Desa Argosuko. Peringatan Isra' Mi'raj ini memberikan kami kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang tradisi keagamaan di sini,” katanya. Ta’mir masjid, Bapak Badruz Zaman, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM dalam kegiatan tersebut. “Kami senang mahasiswa KKM turut serta dalam acara keagamaan desa. Ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap budaya dan tradisi kami,” tutur beliau. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya belajar tentang nilai-nilai religius, tetapi juga mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat Desa Argosuko. Peringatan Isra' Mi'raj ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan warga dalam menciptakan kebersamaan.
AHMAD SYAIFURRIJAL
Dusun Dompyong merupakan kawasan lingkungan yang asri dengan dominasi perkebunan dan pertanian. Jarang sekali ditemukan pencemaran atau pembuangan sampah. Bahkan, di satu tempat yang dekat dengan hutan, masih ditemukan sumber air bersih yang keluar dari dalam tanah dan dapat langsung diminum. KKM Nawasena merangkul masyarakat untuk sepakat menjaga keasrian lingkungan di Dusun Dompyong. Atas dukungan warga dan persetujuan Bapak Lucky selaku Kepala Dusun Dompyong, kami berhasil membangun tempat sampah berbentuk balok dengan ukuran panjang 2m, lebar 1m dan tinggi 1,5m. ”Nggeh bagus mas, kalau memang mau membuatkan bank sampah, didekat situ ada tempat yang bisa digunakan untuk pembangunan. Monggo tidak apa-apa itu dipakai karena masih tanah milik desa bukan tanah pribadi”, ujar Pak Lucky. Tempat sampah ini diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah seluruh warga Dusun Dompyong. Tujuannya agar dapat meminimalisir pencemaran lingkungan. Daripada warga membakar sampah di depan rumah yang nantinya dapat menambah polusi udara akibat asap hasil pembakaran. Aktivitas pembakaran sampah plastik di depan rumah juga menyebabkan sisa-sisa pembakaran sampah menyebar terbawa angin atau air hujan, sehingga dapat mengganggu pernapasan dan mencemari pekarangan. Setelah dibangunnya tempat sampah ini, warga hanya akan membakar sampah di satu titik saja. Tentu saja tindakan ini dapat mengurangi asap hasil pembakaran. Selain itu, sisa-sisa pembakaran sampah plastik tidak akan mencemari lingkungan karena titik pembuangannya jauh dari pekarangan dan sampah tetap terjaga di dalamnya.
ROUDLOTUL LAFAAU BALQIST
Pada Senin, 23 Desember 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 172 secara resmi memulai kegiatan mengajar di TPQ Hidayatullah. Seluruh anggota kelompok turut serta dalam aktivitas ini dengan penuh semangat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan agama, khususnya bagi anak-anak di sekitar lokasi KKM. Para mahasiswa dengan antusias mempersiapkan materi pengajaran, termasuk tajwid, hafalan surat-surat pendek, serta dasar-dasar fiqih. Proses pembelajaran berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, di mana anak-anak TPQ terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Keikutsertaan seluruh anggota Kelompok 172 mencerminkan dedikasi mereka dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat secara langsung dan mempererat hubungan dengan warga sekitar. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan pendidikan keagamaan di TPQ Hidayatullah, sekaligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 172.
YUDA ASFAHANI
Karangnongko, 20 Januari 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Malang dari tiga kelompok, yakni Kelompok 07, 77, dan 147, mengadakan penyuluhan sosial bertajuk "Tolak Prasejahtera dan Stunting dengan Bijak Berkeluarga" di Balai Desa Karangnongko. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat, pengelolaan keluarga yang bijak, serta pencegahan stunting sebagai langkah menciptakan generasi yang sehat dan sejahtera. Penyuluhan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, pemuda-pemudi, kepala dusun, serta perwakilan dari PKK Desa Karangnongko. Acara dimulai pukul 09.30 - 12.30 WIB dengan susunan agenda yang diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua Pelaksana, penyampaian tiga materi utama, sesi tanya jawab, penyerahan cinderamata dan sertifikat kepada pemateri, penutupan serta doa, kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi. Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri yang membawakan materi seputar pembangunan keluarga sehat dan mandiri. Materi pertama disampaikan oleh Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi, seorang lulusan psikologi yang aktif dalam penelitian terkait parenting. Dalam paparannya yang bertema "Pola Pengasuhan Keluarga yang Sehat dan Bijak", ia menekankan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak adalah kunci keharmonisan keluarga. Norma juga memberikan panduan dalam menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi perkembangan anak, termasuk pendekatan emosional yang positif dalam mendidik mereka. Di akhir pemaparannya, ia menegaskan, "Anak adalah benih yang tumbuh di taman cinta, setiap kata, setiap belaian, adalah hujan yang menghidupkan jiwa. Pola asuh yag baik adalah tanah subur, membiarkan akar kokoh, tetapi ranting bebas menjulur. Setiap orang tua adalah pelukis hebat yang terus belajar menggoreskan cinta. Semua orang di sini adalah bukti bahwa cinta sejati ada dalam pengorbanan dan doa." Sesi kedua diisi oleh Rizal Agung Wicaksono, SM, seorang praktisi keuangan yang berbagi wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dengan melek literasi finansial dan investasi. Ia menjelaskan bahwa kesejahteraan tidak hanya bergantung pada besarnya penghasilan, tetapi juga pada kemampuan mengatur keuangan dengan bijak serta menginvestasikan sebagian pendapatan sebagai perencanaan keuangan sehingga sesuai dengan siklus kehidupan. Rizal memberikan pemahaman tentang jenis investasi yang ada di pasar modal seperti saham, reksadana, dan obligasi. Ia juga memberikan cara membuat anggaran, menabung, serta mencari peluang usaha kecil yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Materi ketiga dibawakan oleh Dzawil Uqola, yang membahas mengenai stunting serta dampaknya bagi generasi mendatang. Ia menjelaskan bahwa stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia dini sangat penting untuk mencegah masalah ini. Dzawil juga memberikan contoh menu makanan sehat yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Mencegahnya adalah investasi bagi generasi mendatang," tuturnya. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan penyuluhan ini dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan keluarga Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. Sehingga dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola pengasuhan yang bijak, pengelolaan keuangan yang cermat, serta pemenuhan gizi yang optimal. Dengan telah terlaksananya kegiatan penyuluhan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini, terutama kepada para pemateri, perangkat desa, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi awal dari perubahan positif di Desa Karangnongko.