Thumbnail
1 year ago
Penerapan Bank Sampah Sebagai Wujud Edukasi Dasar Lingkungan di SDN 4 Gunung Jati

ABDILLAH BADRU TAMAMI

Gunungjati, 10 Januari 2025 -- Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan, kelompok KKM Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja yang bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dini . Program ini diadakan di SDN 4 Gunungjati dengan melibatkan seluruh murid dari sekolah tersebut yang berjumlah 37 orang. Kegiatan dimulai dengan aktivitas senam  bersama, dilanjutan dengan mengecat tempat sampah bagi masing-masing kelas yang bertujuan untuk menambah semangat para siswa dalam menjaga kebersihan. Tempat sampah yang dihias ini nantinya digunakan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah. Setelah aktivitas mengecat dan menghias tempat sampah selesai, acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah yang disampaikan oleh Friska Amelia  selaku mahasiswa Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sesi ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah dan dampak positif yang bisa dihasilkan dari kegiatan tersebut, baik untuk lingkungan maupun untuk proses daur ulang sampah. Mereka juga diajarkan untuk mengenal perbedaan antara sampah organik yang mudah terurai dan sampah anorganik yang membutuhkan waktu lama untuk hancur. Sebagai bagian dari sosialisasi, kelompok KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga melakukan praktik langsung tentang cara pemilahan sampah yang benar. Para siswa diajak untuk langsung terlibat dalam kegiatan tersebut dengan mempraktekkan pemilahan sampah yang telah dipelajari. Selain itu, terdapat acara pemberian quis untuk peserta sosialisasi untuk menguji pemahaman mereka secara teori dan pengimplementasian secara praktek. "Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik SD dapat mendapatkan ilmu dasar lingungan yang dapat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan sekitar mereka. Kami juga berharap agar penerapan pemilahan sampah ini tidak hanya dilakukan sampai di sekolah saja tetapi juga hingga ke lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing" ujar salah satu guru SDN 4 Gunung Jati.  Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan juga para murid. Diharapkan, dengan adanya program seperti ini, kesadaran tentang kebersihan dan pengelolaan sampah dapat tertanam sejak dini, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di masa depan (Fr).  

Thumbnail
1 year ago
Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Moderasi Beragama Melalui Kegiatan Belajar Mengaji di Masyarakat

SABILILLAH ANJAANI

Dalam rangka pengabdian masyarakat, kelompok 31, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Gandewa Puspa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan belajar mengajar yang tidak hanya terbatas pada kegiatan mengaji tetapi juga melibatkan bimbingan dan pendidikan moral serta spiritual bagi anak-anak di dusun Maron, desa Pujon Kidul, kabupaten Malang.  Namun, hal ini bukanlah hal yang mudah, terutama tantangan dalam menjaga fokus anak-anak. Di masa liburan semester seperti ini, anak-anak tetap lebih tertarik untuk bermain dari pada belajar mengaji." Usia segitu kan inginnya main terus. Jadi, tantangan terbesarnya dalam hal kesabaran, karena melatih fokusnya anak-anak itu juga sulit." Ujar Himalaya selaku mahasiswa KKM yang ikut mengajar ngaji.  Untuk itu, kelompok KKM 31 membuat strategi dengan melakukan beberapa icebreaking sebelum belajar. Selain itu, juga menyisipkan lagu-lagu yang berkaitan dengan materi, sehingga anak-anak dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi yang dipelajari. Anak-anak yang terlebih dahulu selesai mengaji juga dapat bermain dengan kakak-kakak yang mengajar, sehingga memotivasi anak-anak untuk lebih semangat dalam menyelesaikan sesi mengajinya. Selain mengisi masa liburan semester dan menjadi ajang belajar untuk anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi siswa KKM. Seperti hal-nya siswa dapat belajar untuk lebih memahami materi yang akan disampaikan dan mengetahui bagaimana cara berinteraksi yang baik serta mengajar anak-anak dengan cara yang lebih menarik. Sehingga dengan beberapa upaya tersebut siswa dapat menciptakan suasana belajar yang seru dan menambah rasa semangat bagi anak-anak. Kegiatan ini juga bukan lain sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitar dusun Maron.

Thumbnail
1 year ago
Sinergi Mahasiswa dan Warga membuat Kamar Mandi Musholla di GadingKembar

MUHAMAD ADITYA AMPRIONO

Malang, 28 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dari Kelompok 19 bersama warga Dusun Gading RT 18 RW 03 bergotong royong membangun kamar mandi untuk Musholla Baitul Mubtadiin. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada Senin (20/01/2025), Selasa (21/01/2025), dan Kamis (23/01/2025). Pembangunan kamar mandi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan jamaah musholla serta memberikan pengalaman kerja sama kepada mahasiswa dalam membangun fasilitas umum. Kegiatan ini melibatkan enam mahasiswa KKM, sekitar 20 warga setempat, serta Ketua RW 03 yang juga ikut serta dalam proses pembangunan. Gotong Royong dalam Pembangunan Pengerjaan kamar mandi dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecoran tanah, pengangkatan bata, penyemenan, penyaringan pasir, hingga tahap penyelesaian akhir. Mahasiswa dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat. Ketua RW 03 menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan mahasiswa KKM. "Mahasiswa KKM benar-benar membantu semua rangkaian kerja dengan baik. Mereka memberikan tenaga dan semangat baru bagi kami warga desa," ujarnya. Sebagai bentuk penghargaan, warga juga mengadakan sayembara pemberian ikhlas kepada peserta yang aktif membantu. Ketua Kelompok KKM 19, Ikwal Pangsa Chaniago, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pelajaran bagi mahasiswa. "Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana pentingnya kerja sama, sekaligus mengenal lebih dekat masyarakat sekitar," katanya. Antusiasme Warga dan Harapan Mahasiswa Antusiasme warga terhadap kegiatan ini sangat besar. Mereka merasa kehadiran mahasiswa KKM memberikan dampak positif bagi desa. Salah satu warga menyatakan, "Kami sangat senang mahasiswa KKM mau bergabung dan membantu kami membangun musholla. Semoga kerja sama ini bermanfaat untuk masyarakat luas." Di sisi lain, mahasiswa berharap bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan mereka, terutama dalam memahami proses pembangunan dari awal hingga selesai. Sinergi antara mahasiswa dan warga diharapkan terus berlanjut demi kemajuan fasilitas ibadah dan kesejahteraan masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Recycle-Based Moneybox: Meningkatkan Literasi Finansial melalui Pembuatan Celengan Berbasis Limbah Daur Ulang di MI Mamba'ul Hidayah, Desa Sidorejo

IYADH AL FARUQ

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 dimulai pada pukul 10.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara aktif terlibat dalam menyampaikan materi, mengajak para siswa berdiskusi serta bermain kuis. Materi yang disampaikan antara lain mengenai bagaimana membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Untuk meminimalisir rasa bosan siswa-siswi kelas 5 MI Mamba’ul Hidayah, dalam penyampaian ini kami turut menyertakan sejumlah kuis dan permainan di mana siswa-siswi diajak untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas mereka dan mahasiswa KKM kelompok 26 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai contoh, setelah pemaparan materi mengenai literasi finansial kami menyisipkan sesi di mana siswa menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh PJ mahasiswa KKM. Kemudian, siswa-siswi diminta membedakan keinginan dan kebutuhan serta membiasakan diri untuk berbagi dengan menyiapkan uang untuk beramal. Selain itu, siswa juga kami ajak untuk bercerita di depan kelas mengenai pengalaman menabung yang dilakukannya selama ini. Kegiatan ini kami tutup dengan meminta para siswa-siswi membiasakan diri dengan perilaku perilaku keuangan yang baik seperti menabung dan belajar mengelola uang jajannya. Selanjutnya, kami membagi 50 siswa menjadi 10 kelompok untuk membuat celengan dari bahan-bahan bekas. Pada tahap ini, mahasiswa KKM menjadi pengarah bagi anak-anak dalam membuat celengan. Setiap anak membawa botol atau kaleng bekas dilengkapi dengan bahan dekoratifnya seperti karton, origami, pensil warna, spidol, dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu 60 menit, siswa-siswi kelas 5 sangat terbenam dalam proses menciptakan suatu kreasi celengan yang terbuat dari bahan-bahan bekas. Meskipun suasana kelas diisi oleh hiruk pikuk anak-anak, kami melihat partisipasi mereka sangat membantu dalam pembuatan celengan. Bahkan, mereka sangat berorientasi pada detail saat membuat hiasan-hiasan pada celengan. Setelah proses pembuatan celengan rampung, selanjutnya adalah sesi pengumuman kelompok dengan kreasi celengan paling menarik menurut penilaian objektif juri. Setelah melalui proses deliberasi yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah 5 kelompok yang berhasil menunjukkan kreativitasnya. Mahasiswa KKM telah mempersiapkan reward berupa celengan kaleng yang baru untuk diberikan kepada anggota-anggota kelompok yang berhasil memenangkan sesi ini. Siswa-siswi kelas 5 sangat antusias dalam mengikuti program ini karena memicu kreativitas dan kognitif mereka dalam membuat suatu celengan dari bahan daur ulang. Program edukasi literasi finansial ini juga diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi dalam menabung dan mengelola uang jajan secara bijak. Jila dikaji lebih lanjut, terdapat beberapa faktor mengapa literasi finansial sangatlah penting diperkenalkan kepada anak-anak. Sederhananya, anak-anak cenderung lebih aktif secara kognitif karena mereka menggunakan 80% kuriositas untuk menjelajahi tentang banyak hal yang terjadi di sekitar mereka (Masruroh & Wiyani, 2023). Program edukasi literasi finansial yang kami realisasikan berbasis habit-building, di mana kunci utamanya terletak pada membangun kebiasaan untuk menggunakan uang dengan bijak. Sedari kecil (rentang usia 6-10 tahun), mereka perlu dibiasakan mengelola uang jajan secara mandiri dengan cara menyisihkannya terlebih dahulu untuk ditabung lalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan. Konsep manajemen finansial ini memicu anak-anak untuk berpikir kritis sebelum menghabiskan uangnya.

Thumbnail
1 year ago
Recycle-Based Moneybox: Meningkatkan Literasi Finansial melalui Pembuatan Celengan Berbasis Limbah Daur Ulang di MI Mamba'ul Hidayah, Desa Sidorejo

MOH FAUZI

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 dimulai pada pukul 10.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara aktif terlibat dalam menyampaikan materi, mengajak para siswa berdiskusi serta bermain kuis. Materi yang disampaikan antara lain mengenai bagaimana membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Untuk meminimalisir rasa bosan siswa-siswi kelas 5 MI Mamba’ul Hidayah, dalam penyampaian ini kami turut menyertakan sejumlah kuis dan permainan di mana siswa-siswi diajak untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas mereka dan mahasiswa KKM kelompok 26 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai contoh, setelah pemaparan materi mengenai literasi finansial kami menyisipkan sesi di mana siswa menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh PJ mahasiswa KKM. Kemudian, siswa-siswi diminta membedakan keinginan dan kebutuhan serta membiasakan diri untuk berbagi dengan menyiapkan uang untuk beramal. Selain itu, siswa juga kami ajak untuk bercerita di depan kelas mengenai pengalaman menabung yang dilakukannya selama ini. Kegiatan ini kami tutup dengan meminta para siswa-siswi membiasakan diri dengan perilaku perilaku keuangan yang baik seperti menabung dan belajar mengelola uang jajannya. Selanjutnya, kami membagi 50 siswa menjadi 10 kelompok untuk membuat celengan dari bahan-bahan bekas. Pada tahap ini, mahasiswa KKM menjadi pengarah bagi anak-anak dalam membuat celengan. Setiap anak membawa botol atau kaleng bekas dilengkapi dengan bahan dekoratifnya seperti karton, origami, pensil warna, spidol, dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu 60 menit, siswa-siswi kelas 5 sangat terbenam dalam proses menciptakan suatu kreasi celengan yang terbuat dari bahan-bahan bekas. Meskipun suasana kelas diisi oleh hiruk pikuk anak-anak, kami melihat partisipasi mereka sangat membantu dalam pembuatan celengan. Bahkan, mereka sangat berorientasi pada detail saat membuat hiasan-hiasan pada celengan. Setelah proses pembuatan celengan rampung, selanjutnya adalah sesi pengumuman kelompok dengan kreasi celengan paling menarik menurut penilaian objektif juri. Setelah melalui proses deliberasi yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah 5 kelompok yang berhasil menunjukkan kreativitasnya. Mahasiswa KKM telah mempersiapkan reward berupa celengan kaleng yang baru untuk diberikan kepada anggota-anggota kelompok yang berhasil memenangkan sesi ini. Siswa-siswi kelas 5 sangat antusias dalam mengikuti program ini karena memicu kreativitas dan kognitif mereka dalam membuat suatu celengan dari bahan daur ulang. Program edukasi literasi finansial ini juga diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi dalam menabung dan mengelola uang jajan secara bijak. Jila dikaji lebih lanjut, terdapat beberapa faktor mengapa literasi finansial sangatlah penting diperkenalkan kepada anak-anak. Sederhananya, anak-anak cenderung lebih aktif secara kognitif karena mereka menggunakan 80% kuriositas untuk menjelajahi tentang banyak hal yang terjadi di sekitar mereka (Masruroh & Wiyani, 2023). Program edukasi literasi finansial yang kami realisasikan berbasis habit-building, di mana kunci utamanya terletak pada membangun kebiasaan untuk menggunakan uang dengan bijak. Sedari kecil (rentang usia 6-10 tahun), mereka perlu dibiasakan mengelola uang jajan secara mandiri dengan cara menyisihkannya terlebih dahulu untuk ditabung lalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan. Konsep manajemen finansial ini memicu anak-anak untuk berpikir kritis sebelum menghabiskan uangnya.

Thumbnail
1 year ago
Recycle-Based Moneybox: Meningkatkan Literasi Finansial melalui Pembuatan Celengan Berbasis Limbah Daur Ulang di MI Mamba'ul Hidayah, Desa Sidorejo

DAFFA RAZAN PRATAMA

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 dimulai pada pukul 10.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara aktif terlibat dalam menyampaikan materi, mengajak para siswa berdiskusi serta bermain kuis. Materi yang disampaikan antara lain mengenai bagaimana membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Untuk meminimalisir rasa bosan siswa-siswi kelas 5 MI Mamba’ul Hidayah, dalam penyampaian ini kami turut menyertakan sejumlah kuis dan permainan di mana siswa-siswi diajak untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas mereka dan mahasiswa KKM kelompok 26 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai contoh, setelah pemaparan materi mengenai literasi finansial kami menyisipkan sesi di mana siswa menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh PJ mahasiswa KKM. Kemudian, siswa-siswi diminta membedakan keinginan dan kebutuhan serta membiasakan diri untuk berbagi dengan menyiapkan uang untuk beramal. Selain itu, siswa juga kami ajak untuk bercerita di depan kelas mengenai pengalaman menabung yang dilakukannya selama ini.   Kegiatan ini kami tutup dengan meminta para siswa-siswi membiasakan diri dengan perilaku perilaku keuangan yang baik seperti menabung dan belajar mengelola uang jajannya. Selanjutnya, kami membagi 50 siswa menjadi 10 kelompok untuk membuat celengan dari bahan-bahan bekas. Pada tahap ini, mahasiswa KKM menjadi pengarah bagi anak-anak dalam membuat celengan. Setiap anak membawa botol atau kaleng bekas dilengkapi dengan bahan dekoratifnya seperti karton, origami, pensil warna, spidol, dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu 60 menit, siswa-siswi kelas 5 sangat terbenam dalam proses menciptakan suatu kreasi celengan yang terbuat dari bahan-bahan bekas. Meskipun suasana kelas diisi oleh hiruk pikuk anak-anak, kami melihat partisipasi mereka sangat membantu dalam pembuatan celengan. Bahkan, mereka sangat berorientasi pada detail saat membuat hiasan-hiasan pada celengan.   Setelah proses pembuatan celengan rampung, selanjutnya adalah sesi pengumuman kelompok dengan kreasi celengan paling menarik menurut penilaian objektif juri. Setelah melalui proses deliberasi yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah 5 kelompok yang berhasil menunjukkan kreativitasnya. Mahasiswa KKM telah mempersiapkan reward berupa celengan kaleng yang baru untuk diberikan kepada anggota-anggota kelompok yang berhasil memenangkan sesi ini. Siswa-siswi kelas 5 sangat antusias dalam mengikuti program ini karena memicu kreativitas dan kognitif mereka dalam membuat suatu celengan dari bahan daur ulang. Program edukasi literasi finansial ini juga diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi dalam menabung dan mengelola uang jajan secara bijak.   Jila dikaji lebih lanjut, terdapat beberapa faktor mengapa literasi finansial sangatlah penting diperkenalkan kepada anak-anak. Sederhananya, anak-anak cenderung lebih aktif secara kognitif karena mereka menggunakan 80% kuriositas untuk menjelajahi tentang banyak hal yang terjadi di sekitar mereka (Masruroh & Wiyani, 2023). Program edukasi literasi finansial yang kami realisasikan berbasis habit-building, di mana kunci utamanya terletak pada membangun kebiasaan untuk menggunakan uang dengan bijak. Sedari kecil (rentang usia 6-10 tahun), mereka perlu dibiasakan mengelola uang jajan secara mandiri dengan cara menyisihkannya terlebih dahulu untuk ditabung lalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan. Konsep manajemen finansial ini memicu anak-anak untuk berpikir kritis sebelum menghabiskan uangnya.