Thumbnail
2 years ago
Melestarikan Budaya Setempat : Mahasiswa KKM UIN Malang Ikut Serta dalam Kegiatan Bumi Wekasan di Punden Dusun Busu

NAHIROTUL LU`LU`AH

Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.   Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan.   Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya   Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden.   Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.   Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang.   Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang.   Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga   Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting.   Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.   Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik   Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern.   Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.   Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa UIN Malang Mengabdi di Negeri Gajah Putih

NAUFAL AZMI IZZUDDIN

Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional di Thailand. Program ini terlaksana melalui kerja sama antara UIN Malang dan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development, Songkhla, Thailand, dalam bentuk pengabdian masyarakat bertajuk “International Community Engagement Program”. Kegiatan ini berlangsung dari 2 Januari hingga 3 Februari 2025. Pelepasan KKM Internasional ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Sekretaris LP2M Dr. Abtokhi, dan juga perwakilan orang tua mahasiswa KKM Internasional. Dr. H. Saiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Malang, mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan KKM Internasional di Thailand dengan lembaga mitra yang sama. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di luar negeri melalui pengabdian masyarakat. Diharapkan, mereka memiliki wawasan global yang kuat,” ujarnya. Program ini juga selaras dengan visi UIN Malang untuk menjadi kampus Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Mengusung tema “Spiritual, Kemanusiaan, dan Pendidikan untuk Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, kegiatan pengabdian ini berpusat di dua lokasi, yaitu Pattanawittaya School di Kota Yhala dan Muslimeen Suksa School di Kota Hat Yai. Upacara pelepasan program KKM Internasional ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang di Gedung Rektorat lantai satu pada Kamis (2/1/2025). Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, memberikan pesan mendalam kepada para peserta. “Jaga diri dengan baik, junjung tinggi nama baik almamater, dan tunjukkan toleransi yang tinggi selama berada di negara lain. Indonesia dikenal sebagai negara yang menghargai perbedaan, anti kekerasan, dan penuh toleransi. Jadikan hal ini sebagai modal untuk mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan universitas kita,” tutur Prof. Umi. Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga komunikasi yang baik, baik dengan sesama peserta maupun pihak penyelenggara di Thailand. “Jika menghadapi kendala, segera komunikasikan dengan ketua pengabdian. Jaga kesehatan, dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman akademik sesuai visi internasionalisasi kampus,” tambahnya. Prof. Umi berharap program ini dapat menjadi jembatan menuju kesuksesan para peserta di masa depan. Daftar Mahasiswa Peserta Program Sebelas mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai program studi yaitu Prodi Sastra Arab: Muhammad Ibrahim Al Fadhil, Sayyidah Najwa, dan Muhamad Ihsan Rahman. Prodi Psikologi: Ranto Jagad Kelana Hasibuan dan Farah Nur Aulia. Prodi Sastra Inggris: Anwar Hidayat dan Putri Maia Salsabila. Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT): Naufal Azmi Izzuddin dan Zalvaul Mufidah. Prodi Akuntansi: Nabiilah Indah Nur Rahimah. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI): Dawam Masrur. Program ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi internasionalisasinya, sekaligus memperluas cakrawala akademik dan kemanusiaan mahasiswa. Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia, sekaligus membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.  

Thumbnail
2 years ago
Gen Z Nir Kekerasan Seksual: Mahasiswa KKM UIN Malang Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan di MTs 02 Al-Maarif Singosari

RIZKI SRI LESTARI

Sabtu, 18 Januari 2025 – Kesadaran akan pentingnya edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan seksual menjadi kebutuhan bagi generasi Z. Masih banyak di antara mereka yang belum memahami secara mendalam tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Oleh karena itu, upaya edukasi yang tepat dan berkesinambungan sangat diperlukan. Kegiatan sosialisasi dengan tema Generasi Z Nir Kekerasan Seksual hadir sebagai bentuk preventif untuk menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kasus ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa-siswi MTs Almaarif 02 Singosari mengenai pentingnya menghormati batasan dan mencegah tindakan kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Januari 2025 mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.   Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh 162 peserta, dan beberapa tamu undangan, meliputi tenaga pengajar dan Dosen Pembimbing Lapangan. Acara ini diawali dengan pengisian sebuah form online, pre-test, yang diisi oleh 90 dari 162 peserta dengan tujuan sebagai penilaian terhadap informasi yang diketahui oleh peserta mengenai bahaya pernikahan dini dan kekerasan seksual. Setelah peserta selesai mengisi formulir, mereka dibekali materi pemantik yang disampaikan oleh Kak Wahyu dengan isi materinya meliputi kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari bahaya pergaulan bebas, kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi. Selain pengisian formulir secara online dan penyampaian materi pemantik, kegiatan dilakukan dengan menampilkan film edukasi berdurasi pendek dengan judul "Melesat" dan "Tinta yang Mengering" yang diproduksi oleh tim PSGA UIN Malang. Kemudian, acara dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking yang dipandu oleh Kak Keysha dan Kak Rizki dengan tujuan untuk mengembalikan fokus peserta. Setelah peserta kembali fokus, diberikan sebuah formulir lanjutan berupa formulir online post-test untuk bahan evaluasi sekaligus mengukur sejauh mana film edukasi yang diberikan tersebut memberikan informasi dan mengubah sudut pandang seseorang terhadap pernikahan dini dan kekerasan seksual. Setelah itu, kegiatan diakhiri dengan pemaparan materi yang diberikan oleh Ibu Dr. Hj. Istiadah, M.A selaku kepala pusat PSGA dengan metode dialog interaktif sebagai refleksi dari materi film yang disampaikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, menarik, dan meriah, meninggalkan kesan yang tak terlupakan dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme yang tetap terasa di setiap sudut ruangan. Oleh: KKM PSGA #KKM #LP2M #Mahasiswa #MahasiswaMengabdi #PSGAOutingClass #PSGAUINMalang #Sosialisasi #StopKekerasanSeksual #UINMalang

Thumbnail
2 years ago
Potret Desa: Generasi Hebat dengan Mindset Sehat!

ROODHIYATAM MARDHIYYAH

Sedia Payung Sebelum Hujan. Mungkin itulah peribahasa yang tergambar dari setiap peserta pada rangkaian ketertiban dalam pelaksanaan posyandu desa Gading Kembar (selasa, 6/1). Kegiatan pelayanan desa yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali ini bertempat di balai desa Gading Kembar, kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Tidak hanya dihadiri oleh ibu dan balita serta ibu hamil, posyandu ini juga melayani pasien lansia. Aktivitas yang diisi dengan serangkaian pelayanan seperti timbang berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi dan vaksin bagi bayi untuk kekebalan daya tahan tubuh dan pencegahan stunting juga sekaligus merangkap pelayanan pada lansia seperti pembacaan hasil medical chek up, cek tekanan darah, dan berat badan.   “Menjaga kesehatan itu juga perlu dilakukan ketika masa muda mba, soalnya waktu tua nanti ya kita sendiri yang bakal nanem hasilnya. Itu yang salah satu mindset yang harus kita tanamkan ke warga desa ini.” ujar Azmi selaku perawat.   Menjaga keseimbangan gizi, memastikan bahwa pasien baik balita maupun lansia tercukupi baik dari segi pelayanan kesehatan maupun medical chek up merupakan tupoksi yang harus dijalankan para perawat dan ibu kader posyandu. Menariknya, pelayanan posyandu desa gading kembar tidak hanya terfokus pada balita dan lansia saja. Bagi siapa saja yang ingin ikut medikal chek up dipersilakan dengan sangat. Sebab di zaman yang serba instan ini, penyakit tidak melihat batasan umur. Termasuk para pemuda yang membutuhkan. Kami, kelompok 159 KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga mendapat kesempatan tersebut. Selain ikut berpartisipasi dalam berjalannya kegiatan, kami dipersilakan untuk memeriksa tekanan darah maupun berat badan kami.       “Tekanan darah itu punya grade mba. Normalnya  ada di angka 120/80 mmHg, kalo di atas itu seperti 130 mmHg itu sudah masuk di grade darah tinggi. Cara megatasi darah tinggi paling ringan sampean bisa makan buah semangka. Nah pas ketika makan buah semangkanya, lapisan yang warna putih itu harus ikut di makan juga.” Papar Azmi   Selain itu, menurut Azmi faktor-faktor yang menyebabkan anak muda bisa memiliki tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan, atau life style yang suka begadang ataupun mengonsumsi minumann caffein seperti kopi secara berlebihan. Dengan memiliki tekanan darah yang stabil terlebi bagi wanita, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor pencegahan stunting pula. Berangkat dari paparan wanita yang berprofesi sebagai perawat tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa kesehatan harus tetap dinomorsatukan, sebab itu juga akan berpengaruh kelak di masa tua. Pada akhirnya, acara tersebut selesai pada pukul 11.00 Wib dan ditutup dengan sesi foto dan makan bersama.

Thumbnail
2 years ago
penyuluhan stunting, parenting dan pernikahan dini

MUHAMMAD LAMALIF ASYABILYAMIN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah menyelenggarakan sebuah seminar kesehatan dengan tema "Stunting: Pencegahan dan Penanganan pernikahan Dini" yang berlokasi di Balai Desa Gunungrejo. Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Permasalahan stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan tinggi badan, tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Materi seminar mencakup beberapa aspek penting dalam pencegahan stunting, di antaranya pentingnya asupan gizi seimbang bagi ibu hamil termasuk konsumsi tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama yang dilanjutkan dengan MP-ASI bergizi, program imunisasi dan suplementasi vitamin A untuk mencegah defisiensi gizi, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi KKN 105 "Sukma Sadhana" dan SDN 4 Bedalisodo: Menyemai Toleransi, Merajut Harmoni Sejak Usia Dini

QOTRUNNADA SHOBAHA ZAHIRAH

SDN 4 Bedalisodo berhasil membuktikan bahwa moderasi beragama dapat diterapkan sejak usia dini melalui kegiatan yang sarat nilai toleransi dan keberagaman. Setiap Selasa hingga Kamis pagi, sekolah ini mengadakan aktivitas keagamaan yang mempererat harmoni antarsiswa dari berbagai latar belakang agama. Suasana penuh makna terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan spiritual mereka masing-masing. Di lapangan sekolah, siswa Muslim bersama para guru membaca Asmaul Husna dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an dengan khidmat. Sementara itu, siswa non-Muslim berkumpul di ruang kelas 4 untuk berdoa sesuai keyakinan mereka, didampingi wali kelas yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh penghormatan. Menurut Yoza, anggota Kelompok KKN 105 “Sukma Sadhana” dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni dalam keberagaman. “Kami menyaksikan bagaimana siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan tanpa mengurangi kualitas ibadah masing-masing. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ungkapnya.   Shofi menambahkan, Kelompok KKN 105 tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini. Mereka mendampingi siswa, memberikan dukungan logistik, serta mengapresiasi komitmen para guru dalam menciptakan suasana inklusif. “Kegiatan ini tidak hanya membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan rasa saling menghormati yang kuat,” jelasnya. Inisiatif yang dilakukan SDN 4 Bedalisodo membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Siswa belajar untuk mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama, menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh rasa saling menghormati. “Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi generasi yang toleran, menghormati keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di masyarakat,” tambah Nazih.   Kolaborasi antara sekolah dan kelompok KKN menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas luar dalam mewujudkan moderasi beragama. Upaya ini tidak hanya memperkaya nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan moderasi beragama dalam kegiatan sehari-hari.   Praktik moderasi beragama di SDN 4 Bedalisodo menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. Dengan menciptakan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa hambatan, sekolah ini berhasil menanamkan benih toleransi yang akan terus tumbuh di masa depan.   Inisiatif seperti ini layak menjadi teladan bagi sekolah lain, sebagai langkah kecil menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui pendidikan berbasis moderasi beragama, diharapkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat menyebar lebih luas, menjadikan keberagaman sebagai fondasi bagi persatuan bangsa. Penulis : KKN Kelompok 105 "Sukma Sadhana"