Thumbnail
1 year ago
Dari Botol Bekas Jadi Kebun Hidroponik: Edukasi Seru Mahasiswa KKM 189 UIN Malang di SDN 04 Sidodadi

DZAWIS SHOLAH

Sabtu, 4 Januari 2025 Mahasiswa KKM Kelompok 189 "Abipraya Laksana" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar kegiatan edukasi yang bermanfaat di SDN 04 Sidodadi. Dalam upaya mengajak anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan, para mahasiswa ini memanfaatkan barang-barang bekas dengan cara yang kreatif. Mereka mengajarkan siswa-siswa kelas 4, 5, dan 6 untuk menanam pakcoy dengan teknik hidroponik menggunakan botol bekas, serta air bekas cucian beras yang mereka bawa dari rumah. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses penanaman, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan rasa cinta lingkungan pada anak-anak. Dengan menggunakan botol bekas ukuran 1,5 liter, para siswa diajarkan untuk memanfaatkan barang yang biasanya dibuang menjadi sesuatu yang berguna. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan teknik hidroponik wick sederhana yang dapat dilakukan dengan alat dan bahan yang mudah didapat di sekitar mereka. Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti setiap langkah, mulai dari persiapan media tanam hingga menanam bibit pakcoy. Edukasi ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi siswa. Selain itu, para mahasiswa berharap agar kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan dapat dipraktikkan di masa depan. "Dengan kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa mereka bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari barang-barang yang sudah tidak terpakai. Kami berharap tanaman pakcoy yang ditanam dapat tumbuh optimal dalam waktu satu bulan dan bisa dipanen oleh para siswa," ujar perwakilan Mahasiswa KKM 189 UIN Malang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKM UIN Malang, yang bertujuan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan pendidikan di sekitar mereka. Para guru di SDN 04 Sidodadi sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menambah semangat belajar mereka. Selain itu, kehadiran Mahasiswa KKM selama satu bulan di sekolah ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk terus bersemangat menuntut ilmu dan bercita-cita tinggi. Dengan adanya kolaborasi yang baik antara mahasiswa, guru, dan siswa, diharapkan kegiatan ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi sekolah dan lingkungan sekitar.  

Thumbnail
1 year ago
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan Pembagian Buku Panduan Ubudiyah di TPQ Dewi Masitoh 2 : Upaya Peningkatan Kualitas Santri

PUTRI DIVAYANI ANGGRAINI RIZKY

Malang, 25 Januari 2025 - TPQ Dewi Masitoh 2, yang terletak di Desa Sumbersuko, menjadi saksi pelaksanaan pembagian buku panduan ubudiyah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Buku ini merupakan hasil pengabdian dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan dirancang untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai praktik ibadah, seperti sholat, wudhu, dan doa sehari-hari.   Latar Belakang Pengembangan Buku Panduan Berdasarkan observasi sebelumnya, capaian pembelajaran santri di TPQ Dewi Masitoh 2 dalam hal ubudiyah masih tergolong rendah. Hanya sekitar 30% santri yang mampu melakukan praktik sholat dengan benar, sementara pemahaman mereka mengenai tata cara wudhu hanya mencapai 40%. Melihat kondisi ini, tim KKM UIN Malang mengembangkan buku panduan sebagai media pembelajaran yang sistematis dan mudah dipahami.   Buku ini dirancang dengan bahasa yang sederhana serta ilustrasi menarik agar mudah dipahami oleh santri TPQ yang masih dalam tahap belajar.   Kegiatan Pembagian Buku Acara pembagian buku yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025 ini dihadiri oleh para santri, pengajar TPQ, serta mahasiswa KKM yang terlibat dalam pengembangan buku. Para santri tampak antusias menerima buku panduan yang langsung digunakan dalam sesi pembelajaran di TPQ.   Ustadzah Ratna, salah satu pengajar TPQ Dewi Masitoh 2, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari mahasiswa UIN Malang. Buku ini sangat membantu kami dalam mengajarkan ibadah secara lebih sistematis, sehingga santri dapat lebih memahami dan mempraktikkan sholat serta wudhu dengan benar," tuturnya.   Harapan dan Pengembangan ke Depan Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model dalam pengembangan media pembelajaran di TPQ lain yang memiliki kendala serupa. Dengan adanya buku panduan ini, santri tidak hanya belajar melalui metode lisan, tetapi juga memiliki sumber belajar yang dapat digunakan secara mandiri.   Tim pengembang buku berharap bahwa upaya ini dapat terus dikembangkan dengan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas buku dalam meningkatkan pemahaman ubudiyah santri. "Kami berharap buku ini dapat memberikan dampak positif bagi santri TPQ dan menjadi referensi bagi lembaga pendidikan non-formal lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ibadah," ujar Sharul Maulana, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini.   Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pendidikan ubudiyah di TPQ Dewi Masitoh 2 semakin meningkat dan mampu membentuk generasi santri yang lebih paham serta istiqomah dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Thumbnail
1 year ago
KKM 44 UIN Malang Edukasi Masyarakat Desa Langlang Olah Daun Kelor Jadi Makanan Sehat Bergizi

MOH. ABDILLAH DARUSSALAM

Malang, 23 Januari 2025 -- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 44 Sukma Bhinneka Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat desa Langlang dengan menggelar demo memasak makanan sehat berbahan dasar daun kelor. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/1/2025) ini dilaksanakan di Taman Posyandu setempat, dengan tujuan memperkenalkan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi tinggi yang mudah ditemukan dan diolah.     Daun kelor, yang dikenal sebagai "superfood", kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Sayangnya, potensi daun kelor masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui demo memasak ini, KKM 44 ingin mengedukasi ibu-ibu tentang cara mengolah daun kelor menjadi makanan lezat dan bergizi.     Tim KKM 44 mendemonstrasikan dua menu kreatif berbahan dasar daun kelor yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Menu pertama yang diperkenalkan adalah Kukis Daun Kelor. Kukis ini terlihat seperti kukis biasa dengan tekstur renyah dan rasa manis yang pas, namun memiliki nilai gizi lebih tinggi berkat tambahan sari daun kelor. Sari daun kelor diperoleh dengan cara memblender daun kelor segar, lalu memerasnya hingga menghasilkan ekstrak hijau pekat yang kaya akan vitamin dan mineral. Ekstrak ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kukis, menciptakan camilan sehat yang cocok untuk segala usia. Menu kedua yang didemonstrasikan adalah Es Pudding Jelly Daun Kelor. Menu ini menggabungkan kesegaran jelly dengan nutrisi daun kelor, menjadikannya dessert yang sehat dan menyegarkan. Sari daun kelor ditambahkan ke dalam adonan jelly, memberikan warna hijau alami dan nutrisi tambahan. Pudding jelly ini disajikan dengan santan dan gula merah yang telah di cairkan sehingga dapat menetralisir rasa dari daun kelor yang agak pahit, dan menjadikannya es Pudding Jelly Daun Kelor yang segar dan sehat.     Setelah demo memasak, tim KKM membagikan hasil olahan tersebut kepada ibu-ibu taman posyandu yang hadir. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan biji daun kelor untuk ditanam, sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.  Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Daun kelor, yang mudah tumbuh di berbagai kondisi, dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi masalah gizi, terutama di daerah pedesaan. KKM 44 Sukma Bhinneka UIN Malang terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui program-program inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan demo memasak ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas. 

Thumbnail
1 year ago
"Semangat Gotong Royong: Mahasiswa KKM 107 dan Warga Bersihkan Balai RT 04"

SESHA AMARA NAVTAFILOFA

Pada pagi hari yang cerah, tepatnya pukul 09.00 WIB 19 Januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan semangat pengabdian mereka melalui kegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT (RT 04) dusun jedong desa Jedong. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 04 ini merupakan wujud nyata kontribusi Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara kepada masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para mahasiswa secara kompak membersihkan dan memperbaiki fasilitas balai RT. Mereka dengan sigap membersihkan ruangan, mengecat balai RT, serta melakukan perbaikan ringan yang diperlukan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan, namun juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas Naradhipta Sankara terhadap warga sekitar. Program ini merupakan bagian dari misi KKM (107 Naradhipta Sankara) untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kontribusi positif di wilayah tempat mereka ditugaskan. Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dan membantu masyarakat. Para warga RT 04 tampak antusias dalam jegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT 04 bersama dengan mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa kerja sama antar warga dan mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih. Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. Mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademis, tetapi juga memiliki komitmen dan antisipasi. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk senantiasa berkontribusi dalam membangun dan memberdayakan masyarakat.   Penulis: Kelompok KKM 107 (Naradhipta Sankara)  https://www.kompasiana.com/yasmin7941/6797383ded64152e1d3e9103/semangat-gotong-royong-mahasiswa-kkm-107-dan-warga-bersihkan-balai-rt-04

Thumbnail
1 year ago
"Semangat Gotong Royong: Mahasiswa KKM 107 dan Warga Bersihkan Balai RT 04"

MUHAMAD HASBI ASYDIQ

Pada pagi hari yang cerah, tepatnya pukul 09.00 WIB 19 Januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan semangat pengabdian mereka melalui kegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT (RT 04) dusun jedong desa Jedong. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 04 ini merupakan wujud nyata kontribusi Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara kepada masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para mahasiswa secara kompak membersihkan dan memperbaiki fasilitas balai RT. Mereka dengan sigap membersihkan ruangan, mengecat balai RT, serta melakukan perbaikan ringan yang diperlukan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan, namun juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas Naradhipta Sankara terhadap warga sekitar. Program ini merupakan bagian dari misi KKM (107 Naradhipta Sankara) untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kontribusi positif di wilayah tempat mereka ditugaskan. Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dan membantu masyarakat. Para warga RT 04 tampak antusias dalam jegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT 04 bersama dengan mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa kerja sama antar warga dan mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih. Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. Mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademis, tetapi juga memiliki komitmen dan antisipasi. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk senantiasa berkontribusi dalam membangun dan memberdayakan masyarakat.   Penulis: Kelompok KKM 107 (Naradhipta Sankara)  https://www.kompasiana.com/yasmin7941/6797383ded64152e1d3e9103/semangat-gotong-royong-mahasiswa-kkm-107-dan-warga-bersihkan-balai-rt-04

Thumbnail
1 year ago
Cegah Stunting, Wujudkan Parenting untuk Masa Depan Cerah Anak

FADHILAH AHMAD HAFID

     Desa Argosuko, 16 Januari 2025 -- Dalam Upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan mencegah terjadinya stunting, Kelompok 1 KKM berkolaborasi dengan Kelompok 71 dan 141 serta Ibu PKK Argosuko mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Cegah Stunting, Wujudkan Parenting untuk Masa Depan Cerah Anak." Acara ini berlangsung di Balai Desa Argosuko dan dihadiri oleh perwakilan wali murid dan anak TK di Desa Argosuko. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana, Nabila Nur Azizah, yang menekankan tentang pentingnya parenting yang tepat saat ini dan juga memperhatikan gizi seimbang anak semenjak masa kehamilan.      Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dosen Psikologi Uin Malang, Ibu Puji Astuti. Di dalam sosialisasinya kali ini, Ibu Puji memberikan ilmunya mengenai pentingnya memperhatikan apa yang dikonsumsi anak. Sebagai contoh, untuk susu kemasan, wajib memperhatikan komposisi gula yang terkandung di dalamnya. Ibu Puji menekankan apabila anak baiknya diberi makanan asli, seperti vitamin yang bersumber dari buah dan sebagainya. Selain itu, pemateri menjelaskan perawatan kesehatan fisik dan mental secara optimal serta psikososial yang mendukung tumbuh kembang anak.      Selepas sesi sosialisasi, diadakan juga lomba mewarnai yang nantinya akan menekankan kerja sama antara ibu dan anak. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan dengan acara yang sedang berlangsung, apalagi kegiatan mewarna bukanlah hal yang asing dan sulit untuk mereka kerjakan. "Aku suka kak mewarna, apalagi bentuknya gunung-gunung gini," ujar salah satu siswa TK. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih peduli mengenai parenting yang efektif dan pencegahan stunting untuk lebih ditingkatkan, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehar dan berkualitas.