SALSABILA SUKRI
Oleh: Salsabila Sukri Desa Sukopuro, 20 Januari 2025 – Dalam rangka mempererat tali ukhuwah dan meningkatkan semangat keagamaan, KKM 168 UIN Malang bersama TPQ Darul Ulum Sukopuro menggelar acara istighosah bersama sekaligus pengajian bertema Moderasi Beragama. Acara yang dihadiri oleh santri, wali santri, ustadzah pengajar TPQ, serta mahasiswa KKM UIN Malang ini berlangsung khidmat di TPQ Darul Ulum. Acara dimulai dengan istighosah bersama yang dipimpin oleh pengasuh TPQ Darul Ulum yaitu Ustadzah Nanik Khanifah, yang mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, dan keselamatan. Setelah istighosah, acara dilanjutkan dengan pengajian bertema Moderasi Beragama. Ustadz Muhammad Rofik (Selanjutnya Ustadz Rofik), sebagai pemateri utama, memberikan wawasan penting tentang bagaimana prinsip moderasi dalam beragama dapat menjadi pondasi bagi kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Ustadz Rofik menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang bagaimana kita beribadah dengan benar, tetapi juga tentang sikap saling menghargai antar sesama, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan yang dapat memecah belah umat. Sikap nabi Muhammad saw diambil sebagai contoh suri tauladan dalam bertoleransi antar beragama seabagai bentuk implementasi moderasi beragama. Peserta pengajian juga diberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara menanggapi perbedaan pendapat dalam beragama dengan bijak, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat. Wali santri dan ustadzah pengajar TPQ pun tampak antusias mengikuti jalannya acara, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama di desa mereka. Selain materi mengenai moderasi beragama, Ustadz Rofik juga mengisi materi seputar Isra’ Mi’raj dimana didalamnya disampaikan mengenai perintah Allah swt untuk mengerjakan shalat lima waktu, dan filosofi kisah shalat lima waktu yang didasarkan pada beberapa nabi. Mengingat dalam waktu dekat ini akan diperingati hari Isra’ Mi’raj yang merupakan salah satu peringatan hari besar bagi umat muslim. Tak hanya itu, acara semakin meriah dengan adanya sesi kuis interaktif. Pemateri memberikan beberapa pertanyaan seputar materi pengajian dan bagi hadirin yang dapat menjawab dengan benar, berkesempatan mendapatkan doorprize menarik. Suasana semakin semarak dengan partisipasi aktif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi. Dalam acara ini disediakan 3 buah doorprize menarik bagi tiga orang pemenang yang beruntung. Acara ini mendapat sambutan hangat dari warga Sukopuro, yang merasa acara seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan mempererat hubungan antarwarga. Pihak pengurus TPQ Darul Ulum berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi muda serta warga masyarakat. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama dan shalawat nabi, serta harapan agar TPQ Darul Ulum dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi yang taat agama, moderat, dan siap menghadapi tantangan zaman. Foto Bersama KKM SINERGI 168 dengan Para Ustadzah TPQ Darul Ulum Sukopuro, Jabung
AHMAD IRFAN FALHS
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2024 mengusung tema kemiskinan ekstrim, moderasi beragama, stunting dan parenting. Tidak hanya fokus pada empat aspek tersebut, KKM UIN Malang juga memperhatikan aspek pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an). KKM Sinergi UIN Malang melakukan kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai tanggal 24 Desember 2024. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi di mana metode ini cukup popular digunakan dalam proses pembelajaran di berbagai TPQ. Kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu, pada waktu sore hari ba'da ashar. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi sebagai acuan pembelajaran, selain itu terdapat hafalan surat-surat serta do'a-do'a harian yang rutin dilakukan setiap harinya. Santri terdiri dari tingkatan jilid pra TK sampai Al-Qur'an, masing-masing tingkatan diisi oleh anak-anak dari berbagai usia. Tak jarang, anak usia dini sudah memasuki tingkatan yang cukup tinggi. Metode Ummi dipilih karena kesederhanaan dalam penyampaiannya yang memungkinkan anak-anak dengan mudah memahami dan menghafal Al-Qur'an, khususnya di kalangan anak-anak yang baru mulai belajar. Dengan penerapan metode ini, TPQ Darul Ulum berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi para santri. Metode Ummi secara sederhana diartikan sebagai metode belajar Al-Qur'an yang dilakuokan dengan pendekatan secara langsung dan berulang-ulang. Penggunaan alat peraga disesuaikan dengan jilid di tingkatan kelas masing-masing. Mahasiswa KKM Sinergi UIN Malang berkontribusi membantu mengajar dan menyimak bacaan serta hafalan para santri. Menurut salah satu ustadzah yang mengajar di kelas jilid 5, metode Ummi saat ini banyak diterapkan diberbagai TPQ. Pengulangan yang dilakukan setiap hari menjadikan santri memiliki pemahaman yang baik terkaita cara membaca atau tajwidnya. "Selain belajar cara membaca Al-Qur'an anak-anak juga menghafal surat-surat pendek dan do'a-do'a harian, jadi anak-anak bisa menerapkan untuk sehari-hari," kata ustadzah pengajar di kelas jilid 5. Keberadaan mahasiswa KKM dalam membantu kegiatan belajar mengajar tidak hanya disambut baik oleh pihak pengurus TPQ melainkan juga oleh para santri. Antusias mereka saat belajar bersama mahasiswa KKM menciptakan suasana baru yang tentunya dapat mendukung proses belajar, sehingga dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan. "Anak-anak itu senang sekali mba, kalua kedatangan kakak-kakak mahasiswa untuk mengajar. Kalau sama ustadzahnya mungkin tidak mau nurut, tapi sama kakak-kakak KKM dia pasti nurut" ujar salah satu ustadzah. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/deaputri1205/678b3da6c925c46eff7ff014/kontribusi-mahasiswa-kkm-sinergi-uin-malang-di-tpq-darul-ulum-dengan-penerapan-metode-ummi-sebagai-acuan-pembelajaran?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Dea Putri
ANGGUN WAHYUNI NINGSIH
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2024 mengusung tema kemiskinan ekstrim, moderasi beragama, stunting dan parenting. Tidak hanya fokus pada empat aspek tersebut, KKM UIN Malang juga memperhatikan aspek pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an). KKM Sinergi UIN Malang melakukan kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai tanggal 24 Desember 2024. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi di mana metode ini cukup popular digunakan dalam proses pembelajaran di berbagai TPQ. Kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu, pada waktu sore hari ba'da ashar. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi sebagai acuan pembelajaran, selain itu terdapat hafalan surat-surat serta do'a-do'a harian yang rutin dilakukan setiap harinya. Santri terdiri dari tingkatan jilid pra TK sampai Al-Qur'an, masing-masing tingkatan diisi oleh anak-anak dari berbagai usia. Tak jarang, anak usia dini sudah memasuki tingkatan yang cukup tinggi. Metode Ummi dipilih karena kesederhanaan dalam penyampaiannya yang memungkinkan anak-anak dengan mudah memahami dan menghafal Al-Qur'an, khususnya di kalangan anak-anak yang baru mulai belajar. Dengan penerapan metode ini, TPQ Darul Ulum berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi para santri. Metode Ummi secara sederhana diartikan sebagai metode belajar Al-Qur'an yang dilakuokan dengan pendekatan secara langsung dan berulang-ulang. Penggunaan alat peraga disesuaikan dengan jilid di tingkatan kelas masing-masing. Mahasiswa KKM Sinergi UIN Malang berkontribusi membantu mengajar dan menyimak bacaan serta hafalan para santri. Menurut salah satu ustadzah yang mengajar di kelas jilid 5, metode Ummi saat ini banyak diterapkan diberbagai TPQ. Pengulangan yang dilakukan setiap hari menjadikan santri memiliki pemahaman yang baik terkaita cara membaca atau tajwidnya. "Selain belajar cara membaca Al-Qur'an anak-anak juga menghafal surat-surat pendek dan do'a-do'a harian, jadi anak-anak bisa menerapkan untuk sehari-hari," kata ustadzah pengajar di kelas jilid 5. Keberadaan mahasiswa KKM dalam membantu kegiatan belajar mengajar tidak hanya disambut baik oleh pihak pengurus TPQ melainkan juga oleh para santri. Antusias mereka saat belajar bersama mahasiswa KKM menciptakan suasana baru yang tentunya dapat mendukung proses belajar, sehingga dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan. "Anak-anak itu senang sekali mba, kalua kedatangan kakak-kakak mahasiswa untuk mengajar. Kalau sama ustadzahnya mungkin tidak mau nurut, tapi sama kakak-kakak KKM dia pasti nurut" ujar salah satu ustadzah. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/deaputri1205/678b3da6c925c46eff7ff014/kontribusi-mahasiswa-kkm-sinergi-uin-malang-di-tpq-darul-ulum-dengan-penerapan-metode-ummi-sebagai-acuan-pembelajaran?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Dea Putri
LAILISSA`ADAH
Desa Poncokusumo berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa ini berada di kaki Gunung Semeru, yang merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif dan merupakan simbol Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki potensi pertanian yang besar karena tanahnya yang subur dan iklimnya yang mendukung. Geografi Poncokusumo yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga lereng gunung, menawarkan banyak peluang pertanian. Mayoritas penduduk Desa Poncokusumo bermata pencaharian sebagai petani, dan jeruk menjadi komoditas utama yang mendominasi kegiatan pertanian di desa ini. Dengan tanah yang subur dan iklim yang stabil, Poncokusumo menjadi pusat penghasil jeruk berkualitas tinggi di Jawa Timur. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki lahan di luar wilayah desa, yang semakin memperluas skala produksi jeruk mereka. Hasil observasi dan pengalaman langsung hidup bersama masyarakat selama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah dasar penulisan artikel ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan ekonomi masyarakat. Tulisan ini juga bentuk apresiasi dari Kelompok 84 ‘Arkadia’ KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Poncokusumo. Kondisi Pertanian Jeruk di Poncokusumo
NI`MATUS SHOLIKAH
Sumbertempur, 23 Januari 2025 Kelompok 69 KKM UIN Malang menggalakkan kampanye peduli lingkungan melalui penyuluhan ecobrick dan ecoenzym. Penyuluhan ini diselenggarakan di Balai Desa Suumbertempur dan dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti Ketua RT, RW, Kepala Dusun dan Kepala Desa. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, diketahui bahwa Indonesia menyumbang setidaknya 20.426.722,41 ton per tahun. Sampah makanan menempati peringkat pertama dengan angka 39,24%. Peringkat kedua merupakan sampah plastik dengan angka 19,57% (SIPSN, 2024). Penyuluhan ini ditujukan untuk menjawab permasalahan lingkungan terkait dengan sampah tersebut, dengan menghadirkan solusi melalui pengolahan sampah menjadi barang yang lebih bernilai dan ramah lingkungan. Kegiatan penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari ketua kelompok KKM dan Kepala Desa Sumbertempur. Materi ecobrick dan ecoenzym disampaikan oleh anggota kelompok KKM Faiza Arif Arrosyid. Dalam materinya, Faiza menyampaikan bahwa sampah plastik dapat menjadi barang yang bernilai jual bahkan meskipun olahan sampah tersebut masih setengah jadi "Di online shop seperti shopee, ecobrick ini dijual seharga Rp.15.000-19.000 per botolnya." Tak hanya itu, Faiza juga mengungkapkan dari produk setengah jadi tersebut dapat diolah menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat seperti kerajinan seni ataupun barang utilitas. Sehingga menurutnya, ecobrick dapat memberikan solusi bagi beberapa masalah sekaligus yakni permasalahan lingkungan dan juga permasalahan ekonomi. Ia memberikan contoh karya ecobrick yang berupa meja dan kursi kecil serta mengetes kekuatan dari kursi tersebut "Ini (kursi) sangat kuat pak" (sembari duduk di atas kursi ecobrick). Selain itu, sampah-sampah organik juga dapat diolah menjadi hal lain seperti pupuk ecoenzym melalui proses penguraian sampah dalam sumur buatan. Dalam uraiannya, Faiza menyampaikan bahwa pupuk ini dapat digunakan setelah proses penguraian kurang lebih 3 bulan. Setelah pemateri selesai menyampaikan materinya, bapak Kepala Desa menyampaikan terima kasih atas dedikasi kelompok KKM 69 dalam memberikan penyuluhan tersebut. Beliau juga menyampaikan kesenjangan antara tujuan ideal dari adanya penyuluhan ini dengan realita yang ada di masyarakat Sumbertempur "Di sini masyarakat tidak menggunakan air mineral untuk minum tapi dari sumber air, jadi tidak ada sampah plastik." Menurutnya pemasaran melalui online shop juga dirasa kurang bisa dilakukan oleh semua kalangan di Sumbertempur. Meskipun dalam keterangannya yang lebih lanjut beliau menyampaikan "yang punya anak, atau keluarga yang pinter bermain sosmed atau online shop seperti itu bisa minta tolong." Melalui adanya penyuluhan ecobrick dan ecoenzym ini, masyarakat Sumbertempur diajak untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan terutama sampah. Dengan tema "pengolahan sampah menjadi ecobrick dan ecoenzym" kelompok KKM, berusaha mengajak masyarakat untuk mengolah kembali sampah-sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Olahan sampah-sampah ini bisa menjadi barang-barang yang lebih bernilai, baik secara utilitas maupun estetika. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kreatif, Kelompok KKM 69 UIN Malang Galakkan Peduli Lingkungan Melalui Penyuluhan Ecobrick dan Ecoenzym", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ishomal0871/6798c2dded64151a8a7250f2/kreatif-kelompok-kkm-69-uin-malang-galakkan-peduli-lingkungan-melalui-penyuluhan-ecobrick-dan-ecoenzym Kreator: Ishomudin Al Aziz Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
MUHAMAD RAFLI ARDANIS
Sumbersuko, 5 Januari 2025 - Balai Desa Sumbersuko menjadi tempat kegiatan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting yang digelar hari ini. Acara yang dibuat oleh KKM UIN Malang ini menghadirkan dua narasumber yaitu Sigita Aredlia Fista, S.Tr Gz dengan materi "Cegah Stunting pada Anak: Anak Sehat, Generasi Hebat", dan Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht dengan materi "Peran Keluarga dalam Mewujudkan Anak Tumbuh-kembang Optimal". Acara ini dihadiri oleh warga dari tiga dusun yaitu Ngemplak, Glogohombo dan Kenongo khususnya para orang tua yang memiliki anak dalam masa tumbuh kembang termasuk yang dapat indikasi stunting dari Posyandu desa. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Subekhan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas diadakannya kegiatan ini dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. "Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan cerdas di Desa Sumbersuko," ujar beliau Sesi pertama dimulai oleh Kak Sigita mengenai langkah-langkah pencegahan stunting seperti pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemenuhan gizi melalui MPASI. Narasumber juga menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap, menjaga kebersihan lingkungan serta mengenali gejala stunting sejak dini. Sesi kedua dilanjutkan dengan materi parenting oleh Ibu Rofiqah yang menjelaskan peran penting keluarga dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak. Beliau mengupas tuntas bagaimana keluarga menjadi pendidik pertama, memberikan dukungan emosional dan mengembangkan potensi anak. Selain itu, beliau juga menyoroti sikap-sikap yang harus dihindari oleh orang tua seperti membandingkan anak dan menunjukkan konflik di depan mereka. Pada tiap sesi materi disampaikan setelahanya sesi tanya jawab berlangsung. Para warga dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari cara mengatasi anak yang sulit makan, sikap ke suami, hingga strategi mendidik anak dengan cara yang efektif. Diskusi ini memperlihatkan semangat para peserta dalam memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan. Adapun, ketika acara berlangsung anak-anak yang ikut bersama orangtuanya diajak bermain oleh teman-teman KKM disini. Anak-anak diajak mengambar, mewarnai dan diajak bermain serta diajak mengobrol. Anak-anak ini diajak bermain oleh teman-teman KKM sendiri bertujuan agar acara lebih kondusif. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk terima kasih karena sudah memberikan materi penting pada orang tua. Momen kebersamaan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada para orang tua di Desa Sumbersuko untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat, dan cerdas di masa depan.