Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa UIN Malang sukses mengabdi melalui kegiatan KKM di Desa Mulyoarjo, Lawang, Malang

FITA AINISIYA

Pada hari Selasa, 28 Januari 2025, Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 188 di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang resmi ditutup. Acara penutupan berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Penutupan ini dihadiri oleh Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM, Guru Sekolah dan TPQ setempat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM. Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan dari berbagai pihak. Sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua koordinasi desa, saudara Dzaki. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Mulyoarjo yang telah menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan baik, serta memohon maaf atas kekurangan dalam program kerja yang dilaksanakan di Desa Mulyoarjo ini. Sambutan yang kedua disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan dari kelompok 188, Bapak Slamet Daroini, M.A. Beliau mengucapkan terima kasih kepada perangkat dan masyarakat desa Mulyoarjo atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa KKM selama menjalankan tugasnya. Pak Slamet juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKM atas kerja keras mereka dalam melaksanakan program kerja yang bermanfaat untuk desa Mulyoarjo. Beliau berharap pengalaman ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Sekretaris Desa Mulyoarjo, Ibu Heny Wahyuni yang mewakili Kepala Desa Mulyoarjo juga memberikan sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM yang telah mengabdikan diri serta membantu menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Mulyoarjo. Program-program yang telah dijalankan yakni dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, keagamaan, dan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Acara selanjutnya yaitu penayangan video profil desa Mulyoarjo dan penyerahan cendera mata dari mahasiswa KKM kepada Perangkat Desa Mulyoarjo sebagai simbol kenang-kenangan dan penghargaan atas kerjasama yang telah terjalin. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Perangkat Desa kepada mahasiswa KKM sebagai penghargaan atas pengabdiannya kepada Desa Mulyoarjo. Akhir acara yaitu pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Syahroni, kemudian dilanjutkan dengan penutupan dari MC. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda akhir pengabdian Mahasiswa KKM UIN Malang di Desa Mulyoarjo. Penutupan KKM ini menjadi momen bermakna dan renungan bagi mahasiswa KKM atas pengalaman yang didapatkan selama mengabdikan diri di tengah masyarakat Mulyoarjo. Berakhirnya kegiatan KKM ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat, serta mempererat hubungan baik antara UIN Malang dengan desa Mulyoarjo.  

Thumbnail
2 years ago
Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko

FAROUQ AHMAD QORRO TUFAD

Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko Dalam rangka memperingati momen suci Isra Mi'raj, KKM 40 UIN Malang menggelar acara pawai yang meriah dan penuh makna di SDN 1 Sumbersuko. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga upaya strategis untuk menumbuhkan pemahaman dan rasa syukur terhadap peristiwa spiritual penting dalam sejarah Islam. Pawai dimulai dengan penampilan memukau dari regu Drum Band. Irama musik yang kuat dan dinamis segera menarik perhatian seluruh peserta dan warga sekolah. Barisan drum band dengan kostum yang serasi bergerak dengan koordinasi yang apik, memberi kesan meriah dan semangat pada awal acara. Dentuman drum dan harmoni musik menjadi penanda dimulainya pawai, sekaligus mengundang antusiasme para siswa untuk segera berbaris dan mengikuti rangkaian kegiatan. Setiap pukulan drum seakan mengajak hadirin untuk merenungkan makna spiritual Isra Mi'raj. Setelah penampilan drum band, barisan siswa dari masing-masing kelas mulai berbaris rapi. Kelas 1 hingga kelas 6 menampilkan formasi yang tertib, mencerminkan disiplin dan semangat kebersamaan. Setiap kelas mengenakan atribut dan kostum yang berbeda, namun tetap menjaga keseragaman dan semangat kolektif.Para siswa tampak bangga berbaris, mata mereka berbinar penuh semangat. Mereka tidak sekadar mengikuti pawai, namun juga tampak memahami makna di balik kegiatan tersebut. Guru-guru yang mendampingi turut memberikan arahan dan motivasi, memastikan setiap siswa memahami nilai-nilai spiritual yang dikandung peristiwa Isra Mi'raj. Acara ini lebih dari sekadar pawai biasa. Para pengurus KKM 40 UIN Malang dengan cermat merancang kegiatan untuk menumbuhkan rasa syukur pada peristiwa Isra Mi'raj. Melalui pawai ini, mereka ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Isra Mi'raj menjadi momentum untuk mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, keikhlasan, dan pentingnya senantiasa dekat dengan Allah SWT. Momen ini mengingatkan bahwa setiap tantangan dapat dilewati dengan keyakinan dan kepasrahan yang mendalam. Kegiatan yang diselenggarakan KKM 40 UIN Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kekuatan spiritual. Melalui pawai Isra Mi'raj, mereka berhasil menghadirkan suasana religius yang menyenangkan dan mendidik.Para siswa SDN 1 Sumbersuko mendapatkan pengalaman berharga. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pawai, namun juga turut belajar tentang sejarah, spiritualitas, dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.  Pawai Isra Mi'raj yang digelar KKM 40 UIN Malang di SDN 1 Sumbersuko telah berhasil menciptakan momen edukatif dan inspiratif. Acara ini membuktikan bahwa pendidikan spiritual dapat disampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, menginspirasi generasi muda untuk senantiasa dekat dengan nilai-nilai spiritual dan mencintai sejarah Islam.

Thumbnail
2 years ago
Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosialisasi QRIS Kepada UMKM Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosia

MUHAMMAD FATUR RIFKI

Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.    

Thumbnail
2 years ago
Tingkatkan Semangat Belajar Santri, Mahasiswa KKN Adakan Lomba Islami di TPQ

AMIR FAHAD FATAHILLAH

Desa Mulyoarjo Lawang, 28  --Kelompok KKN 188 Seva Bhavana sukses mengadakan serangkaian perlombaan di TPQ yang diikuti dengan antusias oleh para santri. Tiga lomba yang dilaksanakan, yaitu lomba tartil, adzan, dan mewarnai, bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar santri serta menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses pembelajaran di TPQ.   Lomba tartil menjadi ajang untuk mengasah kemampuan para santri dalam membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar. Para santri terlihat berusaha menampilkan yang terbaik, dengan bimbingan dari para ustaz dan ustazah sebelumnya. Tidak hanya menjadi kompetisi ajang, lomba ini juga menjadi media evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan santri dalam memahami ilmu tajwid. Di sisi lain, lomba adzan memberikan kesempatan bagi santri laki-laki untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengumandangkan adzan secara lantang dan merdu. Dalam lomba adzan banyak peserta yang ikut serta berasal dari kelas dua dan tiga sehingga tingkat kompetisi berasa sangat ketat daya saing antar dua kelas tersebut.   Sementara itu, lomba mewarnai menjadi salah satu kegiatan favorit, terutama bagi santri kelas satu dimana kelas ini didominasi oleh anak-anak kecil. Dengan tema Islami seperti masjid, kaligrafi, dan pemandangan religi, diajak para santri untuk menuangkan kreativitas mereka melalui warna. Para mahasiswa KKN juga mendampingi peserta, memberikan semangat, dan membantu mereka yang membutuhkan.   Ketua KKN 188 Seva Bhavana, Dzaki, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan suasana belajar yang berbeda di TPQ. "Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga para santri merasa lebih termotivasi untuk belajar Al-Qur'an dan mendalami ilmu agama," ungkapnya. Para pengajar TPQ menyambut inisiasi baik dari mahasiswa KKN. Menurut Ustazah Azizah, kegiatan ini memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di TPQ. "Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti lomba-lomba ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih giat belajar," ujarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Para wali santri yang hadir turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.   Acara puncak ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Hadiah-hadiah yang disiapkan, seperti buku tulis, alat mewarnai, dan bingkisan menarik, semakin menambah keceriaan para santri. Para peserta yang belum berhasil meraih juara tetap merasa senang karena mendapatkan pengalaman berharga yang tidak terlupakan.   Mahasiswa KKN 188 Seva Bhavana berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi TPQ. "Semoga acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri mereka," tutup Dzaki.   Dengan berakhirnya kegiatan ini, kelompok KKN 188 Seva Bhavana berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara siswa dan masyarakat dapat menciptakan program yang bermanfaat bagi perkembangan generasi muda, khususnya di lingkungan keagamaan seperti TPQ.

Thumbnail
2 years ago
Penanaman Pohon Angsana Guna Menjaga Debit Air di Wilayah Desa Taji Kec. Jabung

LAURENTIA KAROLIN PUTRI

Penanaman Pohon Angsana oleh ArthaVriddhi di Desa Taji Kec. Jabung Pada tanggal 21 Desember 2024, Kelompok KKN Artha Vriddhi melaksanakan kegiatan penanaman pohon Angsana di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Taji, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Para peserta, termasuk anggota KKN dan masyarakat, bahu-membahu menanam puluhan pohon Angsana dengan semangat dan antusiasme tinggi. Pohon-pohon ini diharapkan dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Taji. Manfaat Pohon Angsana Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi, ekonomi, maupun estetika. Beberapa manfaatnya antara lain: 1. Pohon Angsana dapat menyerap polutan dari udara, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar. 2. Akar pohon Angsana yang kuat mampu menahan tanah dan mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah yang rawan longsor. 3. Dengan tajuk yang lebat, pohon ini memberikan keteduhan di sekitar area yang ditanami, sehingga sangat cocok untuk ditanam di sepanjang jalan dan taman. 4. Kayu pohon Angsana memiliki nilai ekonomis tinggi karena teksturnya yang kuat dan mudah diolah, sering digunakan dalam pembuatan mebel dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pohon-pohon Angsana yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Taji. Kelompok KKN Artha Vriddhi juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan perawatan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, bekerja sama dengan masyarakat setempat.   Semoga inisiatif ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Taji dan menginspirasi kegiatan serupa di daerah lain.    

Thumbnail
2 years ago

ISTMA AYU TRI WARDHANI

://drive.google.com/drive/folders/1avxqbhEJ6v2eBkhj9ZD-4TpCmVpd97__ Tautan File Kelompok 114 : 1. Link Sertifikat  https://drive.google.com/drive/folders/1avxqbhEJ6v2eBkhj9ZD-4TpCmVpd97__ 2. Tautan Laporan https://drive.google.com/drive/folders/1awhR-sHVzUCIX-oTLAkvmuZreXsZyuGs 3. Link Jurnal https://drive.google.com/drive/folders/1al4rCxS3PjnEr1FkRLCu3CLJzrNC57uT 4. Tautan Setelah Film https://drive.google.com/drive/folders/1bDm1zJdGi5FRvvFySRHbiXZxzqrhqCZu 5. Link Publikasi Media https://www.kompasiana.com/rochmaseinur0536/6770c60234777c0f603e59c2/resmi-dimulai-mahasiswa-kkm-universitas-islam-negeri-maulana-malik-ibrahim-malang-siap-berkontribusi-di-desa-langlang https://www.kompasiana.com/rochmaseinur0536/67775ab9ed6415138073b682/pkk-desa-langlang-bersinergi-dalam-momen-hari-ibu-wujudkan-apresiasi-dan-penghargaan-untuk-peran-ibu-tangguh-yang-menginspirasi