NADITA AL QAYYUM
Pada hari Kamis (23/1/2025) SDN 05 Turirejo menyambut kedatangan Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang. Siswa-siswi tampak senang membaca dan melihat koleksi buku yang tersedia, mereka menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias. Hampir seluruh siswa-siswi di SDN 05 Turirejo sudah bisa membaca dan mereka tidak sabar untuk mengeksplorasi berbagai koleksi buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini membawa suasana belajar baru dan semangat membaca bagi 144 siswa SDN 05 turirejo. Siswa-siswi tampak terlibat secara aktif dalam mengikuti kegiatan seperti membaca bersama dan berdiskusi tentang buku apa yang dipilih. Kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara mahasiswa kelompok 123 kuliah kerja mahasiswa UIN Malang dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang dalam rangka meningkatkan minat baca siswa-siswi dan memperkaya wawasan mereka di luar mata pelajaran. Dengan semangat dan rasa ingin tahu, siswa-siswi berebutan untuk memilih buku-buku yang disediakan, seperti buku cerita anak, komik, hingga buku pengetahuan umum seperti sains dan teknologi. Perbesar Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi anak-anak tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka. Anak-anak diajak berbicara tentang buku yang mereka sukai selama sesi diskusi setelah sesi membaca. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berbicara di depan umum, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka saat berbicara tentang ide-ide mereka. "Saya sangat senang karena kakak-kakak mahasiswa telah mendatangkan perpustakaan keliling di sekolah kami, ujar Aisyah". Dalam suasana tersebut terlihat siswa-siswi sangat senang dan antusias mendapatkan hal yang baru dari aktivitas belajarnya di sekolah. Mereka juga mendapatkan banyak pengetahuan dari buku-buku yang disediakan. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Siswi kelas 6, Safira berbagi cerita tentang bukunya yang dibaca yang berjudul Butet dan Orang Rimba. Buku tersebut menceritakan tentang aktivitas sehari-hari butet sebagai orang Rimba, seperti berburu, meramu, dan Bertani yang mencerminkan kearifan local dan hubungan harmonis dengan alam. Buku ini menyoroti tradisi dan budaya orang Rimba, termasuk ritual, lagu, dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penjelasan yang jelas dalam buku membuat Safira semakin tertarik untuk membaca buku tersebut. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling, merupakan bukti penting dari peningkatan budaya membaca bagi siswa-siswi di sekolah SDN 05 Turirejo. Melalui program ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk mendorong semangat literasi di seluruh elemen masyarakat khususnya di SDN 05 Turirejo. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan membawa efek positif yang berkelanjutan.
SALSANABILAH ANDINA PUTRI
Srigading, 4 Januari 2025 - Dalam rangka mempererat hubungan masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, kegiatan kolaboratif bersama kader Posyandu Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, digelar dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya untuk generasi muda. Acara ini berlangsung di Posyandu Mendek 2, Desa Srigading pada hari Sabtu, 04 Januari 2025, dan dihadiri oleh lebih dari 50 orang, termasuk mahasiswa KKM, kader Posyandu, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu posyandu untuk remaja, posyandu untuk ibu hamil dan posyandu untuk lansia. Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan Kesehatan masyarakat secara optimal. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak dan ibu hamil yang disampaikan oleh Bidan Halimatus dari Puskesmas Lawang. Selanjutnya, dilakukan absesnsi oleh petugas posyandu kemudian penimbangan berat badan, dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan, pengukuran lingkar perut, pengukurann lingkar kepala (khusus bayi) dan terakhir dilakukan pengecekan tensi darah. Kader Posyandu turut aktif membantu dalam proses pemeriksaan, menunjukkan sinergi yang baik antara mahasiswa KKM dan masyarakat lokal. Koordinator mahasiswa KKM, Rustazim Saputra, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus. "Kami berharap bisa meninggalkan dampak positif bagi masyarakat Desa Srigading, terutama dalam hal kesehatan anak-anak dan keluarga," ujarnya. Sebelum kegaiatan posyandu ditutup peserta posyandu dari golongan ibu hamil diberikan susu formula dan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari Mahasiswa KKM UIN Malang. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama antara kader posyandu dan Mahasiswa KKM UIN Malang. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan terasa sepanjang acara, memperlihatkan sinergi yang erat antara mahasiswa KKM UIN Malang dan masyarakat Desa Srigading. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara institusi pendidikan dan masyarakat dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya di bidang kesehatan.
ALWI NUR FIQIH
Stunting masih menjadi tantangan bagi masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses gizi yang memadai. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga ancaman bagi masa depan generasi penerus bangsa. Pada Sabtu, 18 Januari 2025, Nirakarsa aktif berkontribusi pada pelaksanaan posyandu di pos 4 Banyol dengan memberikan pisang dan puding kelor sebagai bentuk pencegahan stunting pada Balita di dusun banyol. Selain melakukan program pencegahan stunting pada balita, Nirakarsa juga ikut membantu pengecekan kesehatan pada lansia. Posyandu dimulai pada pukul 08.00 WIB di kediaman Ibu Siti khosiah sebagai tempat pos 4 di Banyol. Pada balita, dilakukan pengecekan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar Lengan (LiLA), Lingkar Kepala (LK), serta suntik imunisasi di sekolah balita oleh ibu bidan yaitu Ibu Amina . Sedangkan pada lansia, dilakukan pengecekan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar Lengan (LiLA), Lingkar Pinggang (LP), Mengukur tekanan darah, dan pengecekan diabetes oleh Bapak Syahid selaku perawat. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 11.00 WIB dan berjalan dengan lancar. Semua balita dan lansia berhasil mendapatkan pelayanan yang baik atas hak sehat mereka dengan mendapatkan beberapa suplemen bagi lansia oleh Ibu Amina dan Bapak Syahid. Selain posyandu, Nirakarsa juga membagikan bubur kacang hijau kepada anak sekolah SDN WONOREJO 04 yang berada di Pusung. Pada Rabu, 22 Januari 2025, Nirakarsa mengadakan penutupan program mengajar SDN WONOREJO 04 di Pusung sekaligus pembagian bubur kacang hijau sebagai aksi pencegahan stunting terhadap anak sekolah. Pembagian dilakukan dengan tertib setelah selesainya acara penutupan mengajar. Anak-anak SDN WONOREJO 04 terlihat senang dan antusias ketika mendapatkan bubur kacang hijau. Diharapkan dengan adanya pembagian bubur kacang hijau, anak-anak semakin sadar akan makanan sehat dan bergizi serta mengurangi jajan sembarangan. Anak-anak sehat dan senang, Nirakarsa pun bangga.
FATMA ALIFIATUZ ZAHRO
25 Desember 2024 — UMKM susu di Desa Mendek menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan dukungan dari perusahaan besar seperti Nestlé, para peternak di desa ini dapat mengoptimalkan produksi dan distribusi mereka. Berikut adalah beberapa fokus utama dari kegiatan UMKM susu di Desa Mendek. Produksi Susu: Proses dan Tantangan Setiap pagi pada pukul 04.30 dan sore jam 15.00, susu diperah dari sapi perah. “Kami harus cepat dan tepat waktu agar susu tetap segar. Setelah diperah, maksimal 15 menit susu harus sudah masuk pendingin,” ujar Bapak Arif, salah satu peternak lokal dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Satu ekor sapi biasanya dapat menghasilkan antara 20 hingga 30 liter susu per hari, tergantung apakah anaknya juga meminumnya. “Jika anak sapi minum, bisa jadi kami hanya mendapatkan 25 liter. Namun, saat puncak produksi, kami bisa mendapatkan 30 liter,” tambahnya. Harga susu di pasar berfluktuasi antara 5.000 hingga 7.000 rupiah per liter, tergantung pada kualitas dan permintaan pasar. Namun, para peternak menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. “Saat ini, kami belum memanfaatkan limbah sebagai biogas. Kami bersihkan dan buang, meski pernah mencoba membuat pupuk organik dari kotoran,” jelas Bapak Arif. Kini, limbah tersebut digunakan untuk beternak cacing, dengan modal yang didapat dari Nestlé. “Cacing ini nanti bisa dijadikan pupuk kompos, jadi ada manfaat lebih dari limbah yang kami miliki,” tambahnya. Potensi Usaha Susu yang Terabaikan oleh Generasi Muda Meskipun UMKM susu di Desa Mendek memiliki potensi besar, minat generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini masih rendah. “Saya khawatir anak muda di sini tidak tertarik, padahal usaha ini sangat menguntungkan,” keluh Bapak Arif. “Kami berharap ada program pelatihan untuk menarik minat mereka,” ujarnya, menunjukkan harapannya untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam sektor ini. Sektor peternakan susu menawarkan peluang kerja yang stabil dan pendapatan yang menjanjikan. Dengan modal yang relatif terjangkau dan dukungan dari perusahaan seperti Nestlé, generasi muda seharusnya dapat melihat potensi ini sebagai pilihan karir yang menarik. “Kami perlu menunjukkan kepada mereka betapa menjanjikannya usaha ini. Jika mereka melihat potensi keuntungan dan keberlanjutan, saya yakin mereka akan tertarik,” ungkap Bapak Arif. Penting bagi komunitas dan pemerintah setempat untuk melakukan kampanye kesadaran mengenai manfaat dari beternak sapi perah. Dengan menghadirkan tokoh sukses dari kalangan peternak, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini. Dukungan dan Kolaborasi dengan Nestlé UMKM susu di Desa Mendek mendapatkan dukungan signifikan dari Nestlé, yang menyediakan peralatan dan bantuan dalam perawatan. “Dengan bantuan Nestlé, kami bisa fokus pada produksi. Semua peralatan yang kami gunakan berasal dari mereka,” ungkap Bapak Arif. Nestlé juga memberikan bantuan berupa kipas untuk menjaga suhu kandang sapi agar tetap nyaman. “Suhu kandang yang baik sangat penting untuk kesehatan sapi. Kami sudah merasakan dampaknya. Sapi kami jadi lebih sehat dan produktif,” kata Bapak Arif. Melalui kolaborasi yang baik antara peternak, petani, dan perusahaan besar seperti Nestlé, masyarakat Desa Mendek memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Kegiatan ini bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, di mana peternakan susu menjadi sektor yang berkelanjutan dan menguntungkan.
MUHAMMAD SALMAN ALFARIZY YONDA PUTRA
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 67 mengikuti ”Pelatihan Budidaya Ikan Lele” dalam upaya pengembangan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Desa Plaosan. Pelatihan dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Malang dan Komunitas Budidaya ikan Lele setempat. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, (24/12/2024) di Balai Desa Plaosan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Dibuka oleh Ibu Kepala Desa Sri Wahyuni dan Pejabat Desa setempat. Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele diikuti oleh warga dan masyarakat yang diwakili oleh masing-masing RW di Desa Plaosan. Selain bertujuan mengembangkan upaya ketahanan pangan masyarakat desa, kedepannya budidaya ikan lele ini akan dibagikan ke masing-masing RW dan masyarakat disabilitas guna menunjang ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menggugah minat dan keinginan masyarakat tentang kemandirian pangan dan usaha masyarakat tentang berbagai potensi budidaya lokal”. Ucap Sri Wahyuni selaku Kepala Desa Plaosan. ”Pemilihan bibit lele sebagai objek budidaya sangat solutif, karena pembibitan dan budidaya yang tidak membutuhkan persiapan yang lama dan proses awal hingga pemanenan tidak menyulitkan bagi pelaku awal budidaya”. ”Potensi usaha lele memiliki beberapa keuntungan diantaranya konsumsi lele di masyarakat terhitung tinggi, dapat dibudidayakan dengan kolam yang tidak terlalu luas, segmentasi yang menguntungkan, masa pemeliharaan yang singkat, bibit yang mudah didapatkan dan lele merupakan sumber protein yang tinggi hingga 18%”. Tutur Handoko selaku pemuka Komunitas Budidaya Lele setempat. Mohammad Kharis, ketua kelompok KKM UIN Malang 67 juga memberikan pendapat, ”Budidaya ikan lele dengan dana desa sangat membantu dalam pertumbuhan tingkat perekonomian masyarakat setempat. Masyarakat penyandang disabilitas juga turut dijadikan objek sebagai pelaku usaha budidaya lele yang pasti akan membantu dalam peningkatan pangan dan meningkatkan kesadaran tentang kemandirian bagi masyarakat Desa Plaosan.”
MUHAMMAD ULIL ALBAB
TPQ Al- Islami adalah salah satu Lembaga Pendidikan keagamaan di dusun Pitrang, Lembaga ini tidak hanya mengajarkan tentang baca tulis Al- Qur'an tetapi juga mendalami ilmu keagamaan lainnya seperti Nahwu, Shorof, Akhlak dan juga keilmuan lainnya. TPQ ini berdiri sejak tahun 1998 dengan jumlah 15 santri. Pada tahun 1999 jumlah santri meningkat menjadi 110 santri, Ustadz Munif selaku pimpinan TPQ mengatakan "Lembaga ini bukan hanya sekedar tempat mengajar dan belajar akan tetapi Lembaga ini juga diharapkan untuk menjadi wasilah dan perantara keberkahan dari seorang guru dalam mendidik anak-anak yang ada disekitaran dusun Pitrang". Pada tanggal 19 Januari 2025 TPQ Al-Islami mengadakan acara pentas seni dalam memeriahkan peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan ba'da Maghrib. Acara tersebut menampilkan bebrapa Tarian, Puisi, Drama Musikal dan jenis Seni Lainnya. Penampilan ini diikuti oleh semua santri Al-Islami yang berkisaran 70 santriwan dan santriwati. Mahasiswa KKM Kelompok 55 UIN Malang ikut andil dalam menyukseskan acara Gebyar Pentas Seni tersebut baik dari segi proses Latihan, pembuatan konsep acara, hingga ikut dalam kepanitiaan. Gambar 2 :Dewan Guru TPQ Al-Islami Puncak acara dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2025 , yang diawali dengan wisuda tahunan santri TPQ. Prosesi wisuda ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan ketekunan santri dalam menuntut ilmu agama. Dalam prosesi ini, para santri menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan mereka, dan momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam belajar Al-Qur'an dan ilmu agama. Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan peringatan Isra Miraj, sebuah momen bersejarah yang menjadi refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, dua ulama terkemuka hadir untuk memberikan Mauidhoh Hasanah. Sebelum penyampaian Mauidhoh Hasanah, acara diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh-tokoh penting: Sambutan pertama disampaikan Ustadz Sholeh Munir sebagai perwakilan panitia, yang memberikan ucapan selamat kepada para santri serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Hasan Kamituo sebagai Kepala Dusun, yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda dan peran masyarakat dalam mendukung perkembangan santri. Gambar 3 : Penyampaian Sambutan dari Dosen Pembimbing, Dr. Sutrisno, M.Pd Dr. Sutrisno, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan, memeberikan sambutan yang menegaskan bahwa "tidak semua hal harus dirasionalisasikan atau dipikir secara ilmiah, tetapi banyak hal yang harus diterima dengan keyakinan dan keimanan sebagai bagian dari ajaran Islam." Setelah penyampaian sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara inti yaitu Mauidhoh Hasanah oleh: K.H. Ghozin Ali Wafa, yang menyampaikan materi tentang pentingnya mengambil ridho dan berkah kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang di dunia dan akhirat tidak terlepas dari doa dan restu orang tua. Gambar 4 : Penyampaian Mauidhoh oleh Ustadz Mahfudin Penyampaian Mauidhoh selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Mahfudin dari Pagelaran Malang, yang membahas perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Miraj serta hikmah di balik peristiwa tersebut. Ceramah ini menggali lebih dalam tentang bagaimana peristiwa tersebut menjadi landasan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gebyar Pentas Seni, Wisuda TPQ Al-Islami dan Kajian Keagamaan dalam Rangka Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmabhiyasa2911/6797ae91c925c44ad6437292/gebyar-pentas-seni-wisuda-tpq-al-islami-dan-kajian-keagamaan-dalam-rangka-memperingati-isra-mi-raj-nabi-muhammad-saw?page=all#goog_rewarded Kreator: Kkmabhiyasa