BARLIANA FARAH ANDINI
Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Kurangnya asupan gizi, pola asuh yang kurang tepat, serta minimnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan menjadi faktor utama tingginya angka stunting. Dalam upaya menekan angka stunting, Posyandu berperan penting sebagai pusat layanan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat. Dalam rangka mendukung program pencegahan stunting, mahasiswa Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) 59 UIN Malang mengadakan kegiatan penyuluhan di Dusun Sidodadi, Kedungwaru 2, dan Mentaraman, Desa Arjosari. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Posyandu Balita dan Lansia sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, serta lansia. Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesehatan bagi ibu hamil, balita, serta lansia. Sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, Posyandu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting dengan beberapa langkah berikut: Pemantauan Pertumbuhan Anak Setiap bulan, kader Posyandu melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita. Data ini digunakan untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu menyediakan makanan tambahan bergizi kesehatan bagi ibu hamil, balita, serta lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi yang berisiko mengalami stunting. Pemeriksaan Kesehatan Lansia Setiap bulan, kader Posyandu melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, tinggi badan, dan berat badan. pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada posyandu lansia untuk mendeteksi dini masalah Kesehatan. Pembagian buku MPASI Kontribusi KKM 59 UIN Malang Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKM 59 UIN Malang turut serta dalam kegiatan Posyandu di Dusun Sidodadi, Kedungwaru 2, dan Mentaraman. Kegiatan yang dilakukan meliputi: Penyuluhan Gizi dan Pencegahan Stunting Mahasiswa memberikan buku resep MPASI bayi dengan disertai usia bayinya untuk mengenai pentingnya asupan gizi yang cukup selama masa kehamilan dan balita. Pendampingan Kader Posyandu Mahasiswa membantu kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan gula darah hingga pencatatan data kesehatan ibu hamil, balita, serta lansia. Program "Dapur Sehat" Mahasiswa bersama kader posyandu mengadakan sesi pemberian makanan tambahan (PMT) makanan sehat berbasis lokal sebagai contoh penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran Tinggi Badan Lansia Dengan adanya kolaborasi antara Posyandu dan KKM 59 UIN Malang, masyarakat Desa Arjosari, khususnya Dusun Sidodadi, Kedungwaru 2, dan Mentaraman, mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai pencegahan stunting. Kesadaran ibu-ibu tentang pentingnya gizi untuk anak dan pola asuh yang baik meningkat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting bagi lansia untuk menjaga kualitas hidup mereka. Sehingga meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup secara keseluruhan. Posyandu memiliki peran sentral dalam penyuluhan dan pencegahan stunting. Dengan dukungan dari mahasiswa KKM 59 UIN Malang, program Posyandu di Desa Arjosari semakin efektif dalam memberikan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang dalam menekan angka stunting di desa Arjosari.
AMINATOL MUNAUWARAH
Pada Senin, 23 Desember 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 172 secara resmi memulai kegiatan mengajar di TPQ Hidayatullah. Seluruh anggota kelompok turut serta dalam aktivitas ini dengan penuh semangat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan agama, khususnya bagi anak-anak di sekitar lokasi KKM. Para mahasiswa dengan antusias mempersiapkan materi pengajaran, termasuk tajwid, hafalan surat-surat pendek, serta dasar-dasar fiqih. Proses pembelajaran berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, di mana anak-anak TPQ terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Keikutsertaan seluruh anggota Kelompok 172 mencerminkan dedikasi mereka dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat secara langsung dan mempererat hubungan dengan warga sekitar. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan pendidikan keagamaan di TPQ Hidayatullah, sekaligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 172.
CINDY ALLIYAH FITRI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian masyarakat yang menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. KKM bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan masyarakat. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat memahami secara langsung berbagai dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang ada di masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat desa. Selain itu, KKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial. Pada Selasa, 24 Desember 2024, kegiatan pembukaan resmi KKM di Desa Gubugklakah diselenggarakan dengan meriah di Balai Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, mahasiswa peserta KKM, dan dosen pembimbing lapangan. Kehadiran Sekretaris Desa dan sejumlah tokoh masyarakat memberikan kesan penting pada acara ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKM. Suasana hangat, penuh keakraban, dan antusiasme yang tinggi mewarnai pembukaan ini, mencerminkan harapan besar semua pihak terhadap keberhasilan program yang akan berlangsung selama 40 hari. Beberapa program KKM yang akan dilaksanakan di Desa Gubugklakah untuk mendukung pembangunan desa melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif, inovatif, dan berbasis partisipasi masyarakat. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, seperti pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, program ini juga difokuskan pada pendampingan usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian desa. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, KKM di Desa Gubugklakah diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat tetapi juga menjadi pengalaman yang membentuk karakter dan kemampuan mahasiswa sebagai generasi muda yang peduli terhadap pembangunan bangsa.
FAUZAL AKBAR WIRAJAYA SATRIYO
Malang – Selasa (28/01/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program mereka di TPQ Babul Fatah, Desa Karanganyar, Dusun Pancuran, Kecamatan Poncokusumo. Meskipun kebersamaan ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para santri dan jajaran asatidz TPQ. Acara penutupan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang, terdiri dari jajaran asatidz/asatidzah TPQ, para santri, serta tamu undangan. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh salah satu santri senior TPQ. Suasana khidmat terasa sejak awal, diiringi lantunan sholawat yang menggema di musholla TPQ Babul Fatah. Setelah pembacaan sholawat, acara berlanjut dengan sambutan dari beberapa perwakilan, salah satunya Ustaz Rouf selaku Ketua TPQ Babul Fatah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi mereka dalam membimbing santri dan membantu kegiatan di TPQ selama program berlangsung. "Meskipun kebersamaan kita tidak berlangsung lama, tetapi kehadiran teman-teman KKM sangat berarti bagi kami. Selama beberapa waktu ini, kita telah berbagi ilmu, cerita, dan kebersamaan. Tentu ini menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan," ujar Ustaz Rouf dengan penuh kehangatan. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah berjalan ini memberikan dampak positif bagi santri TPQ, terutama dalam semangat belajar dan memahami nilai-nilai keislaman dengan lebih baik. Beliau berharap kerja sama antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Pembagian Hadiah Lomba: Momen yang Ditunggu Para Santri Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba yang telah dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu sebelumnya. Berbagai perlombaan menarik telah digelar untuk meningkatkan semangat belajar santri, di antaranya Ranking 1, Lomba Hafalan Al-Qur’an, Lomba Mewarnai, Lomba Makan Biskuit, dan Lomba Tahan Tawa. Antusiasme santri terlihat jelas saat nama-nama pemenang mulai diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema saat para pemenang maju ke depan untuk menerima hadiah mereka. Beberapa santri tampak sangat bahagia, bahkan ada yang langsung memeluk hadiah yang mereka terima. "Senang sekali bisa ikut lomba, apalagi dapat hadiah. Terima kasih kakak-kakak KKM," ujar salah satu santri dengan wajah ceria. Tidak hanya pemenang yang bergembira, tetapi seluruh santri TPQ Babul Fatah juga turut menikmati momen kebersamaan ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti lomba dan berinteraksi dengan mahasiswa KKM adalah sesuatu yang berharga. Pelepasan Simbolis dan Penyerahan Cinderamata Sebagai bagian dari prosesi perpisahan, dilakukan pelepasan simbolis mahasiswa KKM UIN Malang yang diwakili oleh Ketua Kelompok KKM 06 dan dilepas secara resmi oleh Ketua RT setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dalam membimbing santri TPQ dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan mereka. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ Babul Fatah. Penyerahan ini menjadi simbol dari jalinan ukhuwah yang telah terjalin selama program berlangsung. "Kami berharap meskipun program ini berakhir, silaturahmi kita tetap terjaga. Apa yang sudah teman-teman lakukan di sini sangat berarti bagi kami, dan semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat," kata salah satu asatidz TPQ dengan penuh haru. Momen Foto Bersama: Kenangan yang Tak Terlupakan Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, para santri, dan jajaran asatidz TPQ. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk mengabadikan kenangan yang telah terjalin selama program berlangsung. Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah para santri yang telah menjalin kedekatan dengan mahasiswa KKM. Bahkan, beberapa santri kecil tampak enggan berpisah, dengan berulang kali meminta untuk berfoto bersama kakak-kakak KKM yang telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun jalinan ukhuwah dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para santri dalam perjalanan belajar mereka ke depan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari hubungan yang lebih erat antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, memberikan manfaat bagi lebih banyak orang dan menanamkan semangat belajar Islam yang lebih kuat di kalangan santri.
NAHDYA ZAHARA ARROHMA
Desa Sidoluhur, 31 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 190 yang tengah melakukan pengabdian di Desa Sidoluhur mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting pada acara Posyandu yang digelar pada Sabtu, 18 Januari 2025 yang bertempat di posyandu Dusun Blendongan. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, mahasiswa KKM juga mengadakan sesi praktik memasak camilan bergizi, yaitu pompom kentang, untuk ibu-ibu di dusun tersebut. Sebelum dilaksanakan sosialisasi, mahasiswa KKM terlebih dahulu membantu pelayanan posyandu seperti, menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat hasil pemeriksaan. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 09.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Salah satu anggota KKM menjadi pemateri pada kegiatan ini yakni, Nahdya Zahara dari program studi biologi. Selain itu, terdapar juga moderator yang memandu berjalannya acara yakni Firna dari program studi Teknik Informatika. Sosialisasi yang dihadiri oleh para ibu dengan balita ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya bagi perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize bagi ibu-ibu yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh pemateri. Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan camilan bergizi yang mudah dibuat, yaitu pompom kentang. Camilan ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi untuk anak-anak. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM menjelaskan cara mengolah kentang yang kaya akan karbohidrat dan nutrisi lainnya, kemudian dipadukan dengan bahan seperti wortel untuk menambah kandungan gizi. "Praktik pembuatan camilan ini bertujuan untuk memberikan ibu-ibu alternatif camilan sehat yang bisa mereka buat di rumah untuk anak-anak mereka. Pompom kentang ini mengandung protein, serat, dan vitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak," kata salah satu mahasiswa KKM yang menjadi fasilitator. Antusiasme ibu-ibu sangat tinggi saat praktik pembuatan camilan dimulai. Mereka mengikuti langkah demi langkah cara membuat pompom kentang dengan seksama. Salah seorang peserta, merasa terbantu dengan kegiatan ini. "Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang stunting, tetapi juga bisa belajar membuat camilan sehat untuk anak-anak. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ungkapnya. Setelah sesi praktik, para ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk mencicipi hasil camilan yang telah mereka buat. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tambahan tentang cara mengolah makanan bergizi lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sosialisasi pencegahan stunting dan praktik pembuatan camilan bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para ibu di Dusun Blendongan mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik untuk anak-anak mereka, serta memberikan mereka keterampilan praktis dalam menyiapkan makanan sehat yang mudah dan terjangkau.
AURELIA PUTRI FAREZA
Pada hari Senin, tanggal 23 Desember 2024, Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi saksi dari pelaksanaan acara kesenian tradisional Bantengan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Acara ini dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pertunjukan ini. Kesenian Bantengan merupakan warisan budaya yang kaya akan sejarah dan makna mendalam bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang. Dalam pertunjukan ini, seniman lokal menampilkan pertunjukan tradisional yang menggambarkan keberanian, spiritualitas, dan keharmonisan antara manusia dan alam. Setiap kompetisi diikuti oleh musik gamelan tradisional yang semakin memperkuat suasana sakral dan estetika pertunjukan.Kesenian Bantengan memiliki akar sejarah yang dalam, diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Singhasari. Pada masa itu, kesenian ini berfungsi keagamaan dan digunakan dalam upacara-upacara tertentu serta ritual adat. Selama masa kolonial Belanda, kesenian ini mulai berkembang dengan adanya tokoh seperti Mbah Siran yang menciptakan topeng bantengan dari tanduk banteng. Kini Bantengan telah menyebar luas ke berbagai daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Malang, Batu, Lumajang, Kediri, dan Pasuruan. Pertunjukan Bantengan melibatkan dua orang pemain yang mengenakan kostum banteng besar lengkap dengan hiasan kepala tanduk. Mereka diiringi oleh kelompok musik tradisional yang memainkan alat-alat seperti kendang, gong, dan saron. Setiap pertunjukan biasanya diawali dengan ritual atau doa untuk memohon perlindungan dari roh jahat dan agar para pemain terpengaruh. Pementasan Bantengan terdiri dari tiga tahap utama: ritual nyuguh atau sandangan, pementasan (karak'an) hingga kesurupan (ndadi), dan nyuwuk yang merupakan proses memulangkan arwah leluhur ke tempat asalnya. Melalui tahapan-tahapan ini, penonton tidak hanya disuguhkan hiburan tetapi juga diajak untuk mentransmisikan makna yang terkandung dalam setiap gerakan dan lagu yang dinyanyikan. Kesenian Bantengan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Dalam setiap pertunjukannya, Bantengan menyampaikan pesan moral tentang persatuan, keberanian, serta pengorbanan untuk kepentingan bersama.Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Selain sebagai hiburan malam hari, kesenian Bantengan juga menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi. Masyarakat merasa bangga dapat menyaksikan pertunjukan yang melibatkan unsur-unsur budaya mereka sendiri. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk lebih mengenal dan menghargai budaya lokal mereka serta memahami pentingnya menjaga warisan tersebut agar tetap hidup di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.Dengan demikian, acara kesenian Bantengan di Desa Ngadirejo bukan hanya sekedar pertunjukan seni tetapi juga merupakan upaya kolektif masyarakat untuk menjaga identitas budaya mereka dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang. Dokumentasi resmi dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam pelaporan kegiatan serta upaya pelestarian budaya di masa mendatang. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin agar kesenian tradisional seperti Bantengan tetap hidup dan berkembang dalam masyarakat serta dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.