Thumbnail
2 years ago
Gen Z Nir Kekerasan Seksual: Mahasiswa KKM UIN Malang Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan di MTs 02 Al-Maarif Singosari

ZISKINO QUROTA A`YUN

Sabtu, 18 Januari 2025 - Kesadaran akan pentingnya edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan seksual menjadi kebutuhan bagi generasi Z. Masih banyak di antara mereka yang belum memahami secara mendalam tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Oleh karena itu, upaya edukasi yang tepat dan berkesinambungan sangat diperlukan.    Kegiatan sosialisasi dengan tema Generasi Z Nir Kekerasan Seksual hadir sebagai bentuk preventif untuk menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap kasus ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa-siswi MTs Almaarif 02 Singosari mengenai pentingnya  menghormati batasan dan mencegah tindakan kekerasan seksual. Pelaksanaan kegiatan ini pada Sabtu, 18 Januari 2025 pukul 08.00 – 11.00 WIB.  Ada 2 pemateri pada sosialisasi kali ini yaitu Wahyu Adi Hafidz Wahyu Nugroho (Wahyu) selaku Satgas Universitas Pusat Studi Gender Dan Anak UIN Malang (PSGA) dan Dr. Hj. Istiadah, M.A selaku kepala pusatnya. Materi diberikan melalui dialog aktif serta pemaparan vidio dan film yang menarik sehingga tidak membosankan dari tim PSGA UIN Malang (Melesat serta Tinta yang Mengering). Materi yang disampaikan meliputi kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari bahaya pergaulan bebas, kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi yang disampaikan oleh Kak Wahyu. Di sela-sela penyampaian materi, para siswa juga diberikan games-games yang menarik dan seru. Peserta juga mengisi pree test dan post test sebagai bahan evaluasi dari sosialisasi kali ini. Terdapat kurang lebih 100 peserta yang mengisi form secara online. Dan di acara yang terakhir, Ibu Dr. Hj. Istiadah, M.A menyampaikan materi sebagai refleksi dari film dan materi yang telah ditayangkan. Oleh: KKM Mandiri PSGA LP2M #KKMPSGA #mengajar #mengaji #kuliahkerjamengabdi #uinmalang #mahasiswamengabdi #mahasiswa

Thumbnail
2 years ago
KKM PSGA UIN Malang Giat Mengajar Ngaji: Ngaji Seru, Metode Berbeda, Semangat yang Sama! bohong dina

KEYSHA ALEA

Kelompok KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan agama anak-anak dengan melaksanakan kegiatan mengajar ngaji di dua TPQ, yaitu TPQ Bapak Samsul dan TPQ Tunas Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman mereka tentang dasar-dasar ajaran Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKM PSGA untuk mengembangkan keterampilan mengajar sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat setempat. Lokasi TPQ Bapak Samsul cukup berdekatan dengan TPQ Tunas Islam, namun jarak kedua TPQ tersebut cukup jauh dari posko KKM PSGA. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk tetap datang mengajar. Setiap minggunya, mereka rutin mengajar sebanyak dua hingga tiga kali, memastikan anak-anak mendapatkan pembelajaran yang konsisten. Pengajaran di TPQ Tunas Islam yang dinaungi oleh Ustadz Khosyiin dimulai pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB dengan lebih memfokuskan pada membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode Bil Qolam. Ustadz Khosyiin dibantu oleh istri beliau dalam mengajar ngaji. Menariknya, selain diajar oleh istri beliau, pengajaran juga dibantu oleh salah satu murid yang telah menyelesaikan pembelajarannya di sana. Sementara itu, TPQ Bapak Samsul memiliki cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari belajar membaca Al-Qur’an, memahami rukun iman dan rukun Islam, mengenal nama-nama nabi dan rasul, hingga belajar ilmu fiqih. Pembelajaran di TPQ Bapak Samsul dimulai setelah Maghrib dan berlangsung hingga setelah Isya. Salah satu hal menarik di TPQ Bapak Samsul adalah metode hafalan nama-nama nabi dan rasul yang dikenalkan dengan menggunakan lagu anak-anak oleh Bu Badriah, istri Bapak Samsul sekaligus sebagai tenaga pengajar di sana. Cara ini membuat anak-anak lebih mudah mengingat pelajaran dan menjadikan suasana belajar lebih menyenangkan. Meski metode pengajaran di kedua TPQ ini berbeda, semangat belajar anak-anak tetap tinggi. Di era digital seperti sekarang, di mana penggunaan gadget semakin marak di kalangan anak-anak, masih banyak yang antusias untuk datang ke TPQ dan belajar mengaji dengan penuh semangat. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman masih tertanam kuat di tengah masyarakat, dan kehadiran mahasiswa KKM PSGA semakin memperkuat hal tersebut dengan membawa energi positif dalam setiap sesi pembelajaran. Oleh: Dina Tiara Latifa LP2M #KKMPSGA #mengajar #mengaji #kuliahkerjamengabdi #uinmalang #mahasiswamengabdi #mahasiswa

Thumbnail
2 years ago
Menyerahkan 20 Bibit Kelor, Mahasiswa KKM "Vijoora" Beri Alternatif Pencegahan Stunting

ROJAUNA ZALFATTHORIQ

Posyandu Dusun Puthukrejo menggelar kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan ibu-bayi (9/1). Kegiatan ini bertempat di PAUD Ainul Yaqin, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir dan berlangsung mulai pagi hingga siang. Lansia yang hadir di kegiatan ini terlebih dahulu mengambil nomor antrean sebelum diperiksa. Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, tekanan darah, hingga kadar gula darah. Setelah pemeriksaan selesai, para lansia mendapat konsumsi berupa bakso dan lontong sebelum dipersilakan pulang. Bagi ibu-bayi, kegiatan diawali dengan menyerahkan buku posyandu bayi sebagai tanda kehadiran. Mereka kemudian diarahkan ke ruangan khusus untuk mengikuti sosialisasi bertema "Ibu Hebat Cegah Stunting Sebelum Terlambat: Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) & Rekomendasi Praktis Pencegahan Stunting". Sosialisasi ini disampaikan oleh dua pemateri dari kelompok 108 "Vijoora" KKM UIN Malang, yakni Rojauna Zalfatthoriq dan Athiyyah Salsabila. Materi yang dibahas menjelaskan kepada ibu-ibu tentang manfaat daun kelor sebagai alternatif bergizi untuk MP-ASI, serta langkah-langkah praktis pencegahan stunting sejak dini. Setelah pemaparan selesai, bidan desa, Ibu Oki, turut memberikan tambahan materi serta mendampingi sesi tanya jawab. Kehadiran beliau memberikan insight tambahan sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para ibu. Usai sesi sosialisasi, para ibu-bayi diarahkan untuk menimbang berat dan tinggi badan bayi, yang kemudian dicatat oleh kader posyandu. Setelah itu, mereka mendapat konsumsi berupa nasi dan rawon. Tak hanya itu, sebagai bentuk aksi nyata, tiap-tiap ibu-bayi diberikan bibit pohon kelor yang diserahkan di depan banner program kerja KKM UIN Malang. Proses pemberian bibit ini juga didokumentasikan untuk kenang-kenangan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKM UIN Malang, kader-kader posyandu, dan bidan desa. Momen ini menjadi simbol kolaborasi yang harmonis antara masyarakat dan mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Dusun Puthukrejo. Kegiatan posyandu yang berjalan lancar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-bayi, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, sekaligus memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi bayi (khususnya balita) dan para lansia.  

Thumbnail
2 years ago
Menyerahkan 20 Bibit Kelor, Mahasiswa KKM "Vijoora" Beri Alternatif Pencegahan Stunting.

MUHAMAD IQBAL SHALDI FAUZIL ADZIM

Posyandu Dusun Puthukrejo menggelar kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan ibu-bayi (9/1). Kegiatan ini bertempat di PAUD Ainul Yaqin, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir dan berlangsung mulai pagi hingga siang. Lansia yang hadir di kegiatan ini terlebih dahulu mengambil nomor antrean sebelum diperiksa. Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, tekanan darah, hingga kadar gula darah. Setelah pemeriksaan selesai, para lansia mendapat konsumsi berupa bakso dan lontong sebelum dipersilakan pulang. Bagi ibu-bayi, kegiatan diawali dengan menyerahkan buku posyandu bayi sebagai tanda kehadiran. Mereka kemudian diarahkan ke ruangan khusus untuk mengikuti sosialisasi bertema "Ibu Hebat Cegah Stunting Sebelum Terlambat: Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) & Rekomendasi Praktis Pencegahan Stunting". Sosialisasi ini disampaikan oleh dua pemateri dari kelompok 108 "Vijoora" KKM UIN Malang, yakni Rojauna Zalfatthoriq dan Athiyyah Salsabila. Materi yang dibahas menjelaskan kepada ibu-ibu tentang manfaat daun kelor sebagai alternatif bergizi untuk MP-ASI, serta langkah-langkah praktis pencegahan stunting sejak dini. Setelah pemaparan selesai, bidan desa, Ibu Oki, turut memberikan tambahan materi serta mendampingi sesi tanya jawab. Kehadiran beliau memberikan insight tambahan sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para ibu. Usai sesi sosialisasi, para ibu-bayi diarahkan untuk menimbang berat dan tinggi badan bayi, yang kemudian dicatat oleh kader posyandu. Setelah itu, mereka mendapat konsumsi berupa nasi dan rawon. Tak hanya itu, sebagai bentuk aksi nyata, tiap-tiap ibu-bayi diberikan bibit pohon kelor yang diserahkan di depan banner program kerja KKM UIN Malang. Proses pemberian bibit ini juga didokumentasikan untuk kenang-kenangan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKM UIN Malang, kader-kader posyandu, dan bidan desa. Momen ini menjadi simbol kolaborasi yang harmonis antara masyarakat dan mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Dusun Puthukrejo. Kegiatan posyandu yang berjalan lancar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-bayi, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, sekaligus memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi bayi (khususnya balita) dan para lansia. https://www.kompasiana.com/vijoora1088898/67806a1734777c07173b1ec2/menyerahkan-20-bibit-kelor-mahasiswa-kkm-vijoora-beri-alternatif-pencegahan-stunting   Kreator: Vijoora108

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi Harmonis Anggota KKM Satyaloka dan Masyarakat dalam Pelestarian Pembuatan Jamu Tradisional

AHMAD AL MU`TADDI BILLAH

Dusun Pijiombo Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, menjadi salah satu lokasi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang yang anggota KKN nya diberi nama Satyaloka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pengembangan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah belajar membuat jamu herbal bersama warga lokal. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Proses pembuatan jamu dimulai dengan memilih bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak. Warga dengan sabar mengajarkan cara mencuci, mengeringkan, dan menggiling bahan-bahan tersebut. Setelah itu, bahan-bahan dicampur dengan air dan gula merah, kemudian direbus hingga mendidih. Hasilnya adalah jamu herbal yang berkhasiat untuk kesehatan. Mahasiswa Satyaloka sangat antusias dalam mempelajari proses pembuatan jamu ini dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang jamu herbal, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Warga antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang jamu tradisional. Mahasiswa Satyaloka dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami pentingnya melestarikan budaya dan tradisi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan budaya dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Pijiombo dan mahasiswa anggota KKM satyaloka. Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang budaya dan tradisi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan bahan-bahan alami. Kegiatan KKM kelompok Satyaloka di Dusun Pijiombo telah membuktikan bahwa kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan mempelajari pembuatan jamu herbal, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKN lainnya dan membantu menciptakan masyarakat yang sehat dan peduli terhadap budaya dan tradisi. 

Thumbnail
2 years ago
Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

HAFIZH PULBI AL-QORI

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps. Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang. Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar. Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya. Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps. Pemetaan UMKM di Setiap Dusun Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini: Dusun Turi 1. Toko Sembako Bu Rohani 2. Toko Sembako Bu Suswatin 3. Toko Sembako Pak Fandi 4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky 5. Kedai Alifa 6. Toko Sembako Iza 7. Warung Bu Sugik 8. Kedai 29 9. Toko Kusuma Jaya 10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH 11. Kedai ALMA 12. MAFAZA JAHIT Dusun Krajan Timur 1. Bakso Goreng Beboncol 2. Warung Budhe 3. Toko Sembako Supri Dusun Krajan 1. Ivory Kosmetik 2. Toko Sembako Bu Endah Dusun Simping 1. Toko Bu Ira 2. Toko Aida 3. Toko Merah Putih 4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital. Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar. Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps. Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps. Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.