TSABITAH RAHMAH AZZAHRO
Dusun Sebaluh merupakan dusun yang kaya akan tradisi dan nilai budaya, baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan punden desa. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan tempat sakral, tetapi juga menjadi wujud nyata moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Punden di Dusun Sebaluh merupakan salah satu situs bersejarah yang dihormati oleh masyarakat. Tempat ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi berbagai kelompok agama di desa tersebut. Bagi sebagian masyarakat, punden adalah tempat berdoa dan mengingat leluhur, sementara bagi yang lain, punden dihormati sebagai bagian dari sejarah budaya lokal. Hal ini mencerminkan keragaman keyakinan yang hidup berdampingan dengan harmonis. Kerja sama dalam gotong royong ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan terawat tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara warga. Kegiatan ini menjadi momen untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, dan memperkuat solidaritas.Moderasi beragama seringkali menjadi topik diskusi di banyak forum, namun kegiatan ini menunjukkan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekerja sama menjaga situs budaya, masyarakat Dusun Sebaluh menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun. Kegiatan ini juga menanamkan nilai toleransi pada generasi muda. Anak-anak yang ikut serta dalam gotong royong belajar bahwa menghormati perbedaan adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat.Melalui gotong royong ini, Dusun Sebaluh telah membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan moderasi beragama adalah jalan untuk menciptakan kedamaian dalam keberagaman.
NUR TILAWATIL ROHMAH
Sabtu, 25 Januari 2025,SDN 03 Gunung Jati-Mahasiswa KKM Atma Abhinaya mengadakan kegiatan mewarnai bersama siswa kelas 4 SDN 03 Gunung Jati. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menggantikan jam pelajaran prakarya dengan tujuan untuk menggantikan jam bimbel yang seharusnya dilaksanakan pada jam 11.00 setelah pulang sekolah, sebagai salah satu program kerja dari divisi pendidikan di kelompok tersebut. Dalam kegiatan tersebut, beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain kain putih, cat warna, sikat gigi, kuas, daun-daunan dan kelopak bunga. Jenis-jenis dedaunan yang dibawa pada saat itu antara lain daun singkong, daun pepaya, dan daun bunga liar lainnya yang memiliki bentuk yang unik. Adapun warna yang dibawa yaitu warna kuning, merah, hijau, hitam, ungu, dan hitam. Disisi lain, penggunaan kain putih bertujuan agar warna yang digunakan dapat terlihat dan membentuk pola yang jelas. Semua alat dan bahan telah disiapkan dan dibawa oleh anggota KKM Athma Abhinaya. Adapun siswa kelas 4 hanya diminta untuk membawa dedaunan dengan bentuk yang unik dan berbeda. Proses pelaksanaan kegiatan mewarnai ini dimulai dari meletakan kain putih diatas lantai agar semua siswa kelas 4 maupun anggota KKM dapat menjangkau dan ikut serta dalam kegiatan. Setelah itu, dedaunan yang telah dibawa dari rumah masing-masing diletakkan diatas kain putih tersebut sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah semua daun diletakan, setiap siswa dan anggota KKN menorehkan warna keatas kain tersebut dengan cara meneruskan warna menggunakan kuas atau sikat gigi. Warna yang akan ditimbulkan akan membentuk titik titik kecil (bercak) di atas kain tersebut. Selain sikat gig dan kuas, para siswa juga menggunakan tangan dan denaunan yang tersisa untuk mmercikan warna ke atas kain. Hal itu dilakukan karena alat yang tersedia terbatas, sehingga siswa menggunaka cara lain untuk menorehkan warna yang sekiranya dapat menciptakan titik-titik kecil. Setelah semua area kain sudah di penuhi oleh titik-ttik warna, tahap selanjutnya yaitu mengangkat dedaunan dan kelopak bunga di atas kain tersebut. Setelah itu, kain tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari agar warnanya tidak mudah luntur. Kain putih yang telah diwarnai ini akan digunakaan untuk menutupi lemari buku yang terletak di pojok belakang kelas. Tujuan utama dari kegiatan mewarnai ini yaitu untuk mendorong siswa agar lebih kreatif dengan menggunakan bahan dan alat sederhana yang dapat mereka temui di lingkungan sekitar mereka. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa-siswa SDN 03 Gunung Jati, khusunya kelas 4, dengan anggota KKM Atma Abhinaya. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semua pihak, baik dari siswa kelas 4 maupun anggota KKM merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut juga berjalan lancar dan menyenangkan.
FITRIYANI
Malang, 28 Desember 2024 -- Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 47 Nirakarsa melakukan program Holiday Camp demi membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak dengan jenjang Pendidikan TK dan Sekolah Dasar di Dusun Banyol, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program Holiday Camp tersebut merupakan program yang dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya pemahaman Bahasa Inggris dasar yang masih terjadi di kalangan anak-anak Dusun Banyol tersebut. Agar anak-anak dapat dengan mudah memahami pelajaran Bahasa Inggris yang disampaikan, dilakukanlah program Holiday Camp ini yang menjunjung konsep belajar sambil bermain yang ditujukan kepada siswa-siswi TK dan SD yang tinggal di Dusun Banyol, Desa Wonorejo. Diadakannya program ini juga karena pelatihan Basic English sendiri memang salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai oleh anak-anak usia Sekolah Dasar di era saat ini. Dengan melakukan kegiatan belajar sambil bermain, anak dapat lebih mudah menangkap materi yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan menghindari bosan. Program Holiday Camp ini dilaksanakan kepada anak-anak di Dusun Banyol pada Kamis, 26 Desember 2024 dan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu, 28 Desember 2024. Dalam kegiatan ini, Kelompok 47 Nirakarsa memperkenalkan konsep Self Introduction kepada peserta di hari pertama. Peserta akan diminta untuk melakukan praktik memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris seperti yang sudah diajarkan oleh panitia. Pada hari kedua, Program ini dilanjut dengan memperkenalkan konsep Daily Vocabulary. Panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jenjang sekolah dan mengajak peserta untuk berkeliling Dusun Banyol dan mencatat benda-benda sekitar yang ditemukan selama perjalanan dalam Bahasa Inggris. Di hari terakhir penghujung kegiatan, program ini ditutup dengan memperkenalkan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris dimana peserta akan melakukan permainan peraga hewan. Setelah memperkenalkan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris, salah satu peserta akan melihat flashcard berupa gambar hewan dan diminta untuk memperagakan hewan tersebut, sedangkan peserta lain akan menebak nama hewan yang diperagakan dalam Bahasa Inggris. Program Holiday Camp ini berjalan lancar dan menyenangkan, peserta sangat antusias dalam menyimak penyampaian materi serta bersemangat berpartisipasi dalam setiap games yang diadakan. Program ini telah terbukti cukup efektif dilihat dari meningkatnya kemampuan Bahasa Inggris anak-anak Dusun Banyol yang terlihat di hari terakhir kegiatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa program Holiday Camp ini meraih keberhasilan dalam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris anak. Dengan adanya program Holiday Camp ini diharapkan anak-anak Dusun Banyol dapat terus mempraktikkan materi-materi yang telah disampaikan di kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah dengan dukungan dari para guru dan orang tua. Hal ini penting untuk menjaga kemampuan Bahasa Inggris anak demi menciptakan generasi muda yang lebih baik. Dengan demikian, Dusun Banyol, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang akan semakin maju dan menciptakan generasi muda yang cemerlang.
AMANDA KIRANA SUKMA ASNAWI
Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.
ACHMAD YUSNI MUZAKKY
Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Café Lawang Sari, tempat berlangsungnya diskusi bertema "Moderasi Beragama" yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam Acara ini membahas tentang pentingnya sikap moderat dalam beragama, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis tanpa menghilangkan identitas keislaman. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang selama ini hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang sosial dan pemahaman keagamaan. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, Gus Agus Zainul Arif dan Fachrul Alamsyah (Gus Irul), yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dengan pemahaman Islam yang moderat dan inklusif. Dalam pemaparannya, Gus Agus menekankan bahwa moderasi beragama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Ia menjelaskan bahwa menjadi Muslim yang moderat berarti mampu mengamalkan ajaran agama dengan penuh kebijaksanaan, menghindari sikap ekstrem maupun terlalu bebas dalam beragama. Islam, menurutnya, menuntun umatnya untuk tetap berpegang teguh pada keyakinan sambil tetap terbuka terhadap perbedaan yang ada di sekitarnya. Sementara itu, Gus Irul menyoroti bagaimana sikap moderat dalam beragama harus selalu beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Agama seharusnya menjadi pedoman yang membuat seseorang lebih manusiawi, penuh kasih sayang, dan menghargai sesama. Ketika praktik keagamaan justru memunculkan kebencian dan permusuhan, hal tersebut menunjukkan adanya pemahaman yang keliru terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, ia mengajak untuk senantiasa menjadikan agama sebagai sumber perdamaian, bukan perpecahan. Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi sebuah sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami ajaran Islam secara seimbang, seseorang dapat menjalankan keyakinannya tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan menghormati perbedaan. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Desa Gubugklakah semakin mempererat kebersamaan dan menjadikan moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun lingkungan yang damai dan harmonis.
MUHAMMAD AFANDI NUR RAHMAN
Malam pergantian tahun kali ini terasa begitu istimewa karena kami lakukan di Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 85 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen yang membawa keceriaan sekaligus mempererat hubungan antara warga dan para teman teman mahasiswa. Bertempat di sebuah waduk irigasi sekaligus tempat pemancingan yang dikelilingi persawahan dan rumah rumah warga yang asri, perayaan dimulai dengan persiapan sederhana namun sangatlah penuh makna. Tenda-tenda kecil didirikan, dan warga berkumpul bersama mahasiswa, berbagi cerita sambil menikmati suasana malam. Beberapa ibu menyiapkan jamuan makanan tradisional dan temen temen mahasiswa menyiapkan sajian jagung bakar juga bermacam macam aneka makanan dalam bentuk grill. Salah satu highlight malam itu adalah sesi karaoke yang diikuti oleh warga dari berbagai usia. Dengan iringan musik yang sederhana, warga bergantian menyumbangkan suara mereka. Tawa dan tepuk tangan meriah terdengar setiap kali seseorang selesai bernyanyi. Tidak hanya hiburan, momen ini juga menjadi sarana untuk menjalin keakraban antarwarga dan mahasiswa kelompok 85. Sebagai penutup acara, warga dan teman teman mahasiswa mengadakan doa bersama. Dipimpin oleh sesepuh desa, doa tersebut menjadi simbol harapan akan tahun yang lebih baik, penuh berkah, dan kebahagiaan untuk semua. Kemudian di akhir i dengan menyalakan kembang api besar secara bersamaan tepat di waktu malam pergantian tahun 2024 menuju tahun 2025.