Thumbnail
2 years ago
Kegiatan KKM Posko 106 Mengabdi Mengajar TPQ

SCHIFRA NAILAH ABHISTA

Malang (23/12/2024) - Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) adalah sarana untuk memberikan pendidikan agama Islam kepada anak-anak usia 4-12 tahun, termasuk yang berada di tingkat TK dan SD. Di TPQ, para santri diajarkan membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka moderasi beragama, mahasiswa KKM Posko 106 turut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan di Dusun Pohbener, khususnya di kalangan anak-anak. Mereka mendampingi dan belajar bersama di TPQ Al-Ikhlas 1, Al-Ikhlas 2, serta TPQ Mambaul Ulum. Sebelum sesi mengaji dimulai, salah satu ustadz atau ustadzah memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKM untuk memperkenalkan diri kepada anak-anak. Sebanyak tiga belas mahasiswa dari berbagai fakultas ikut serta dalam program KKM di salah satu TPQ setempat. Mereka bekerja sama dengan para ustadz dan ustadzah untuk menciptakan pengajaran yang menarik dan efektif bagi para santri. Materi yang disampaikan meliputi pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur'an, doa sehari-hari, serta pendidikan akhlak. Selain itu, para mahasiswa bersama ustadz dan ustadzah juga mengenalkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan guna meningkatkan semangat belajar anak-anak. Mahasiswa KKM posko 106 berharap melalui program mengajar di TPQ, mereka dapat menghadirkan suasana dan semangat baru bagi TPQ tersebut, sekaligus membantu para anak didik memahami dasar-dasar pembelajaran Al-Qur'an dengan lebih mudah. Antusiasme anak-anak di TPQ sangat tinggi, menciptakan suasana belajar yang hidup. Kegiatan belajar-mengajar dirancang secara kreatif, dengan perpaduan permainan dan nyanyian, sehingga anak-anak tetap termotivasi dan tidak merasa bosan saat belajar.

Thumbnail
2 years ago
Kegiatan KKM Posko 106 Mengabdi Mengajar TPQ

ROSWITA SYAHARANI

Malang (23/12/2024) - Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) adalah sarana untuk memberikan pendidikan agama Islam kepada anak-anak usia 4-12 tahun, termasuk yang berada di tingkat TK dan SD. Di TPQ, para santri diajarkan membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka moderasi beragama, mahasiswa KKM Posko 106 turut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan di Dusun Pohbener, khususnya di kalangan anak-anak. Mereka mendampingi dan belajar bersama di TPQ Al-Ikhlas 1, Al-Ikhlas 2, serta TPQ Mambaul Ulum. Sebelum sesi mengaji dimulai, salah satu ustadz atau ustadzah memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKM untuk memperkenalkan diri kepada anak-anak. Sebanyak tiga belas mahasiswa dari berbagai fakultas ikut serta dalam program KKM di salah satu TPQ setempat. Mereka bekerja sama dengan para ustadz dan ustadzah untuk menciptakan pengajaran yang menarik dan efektif bagi para santri. Materi yang disampaikan meliputi pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur'an, doa sehari-hari, serta pendidikan akhlak. Selain itu, para mahasiswa bersama ustadz dan ustadzah juga mengenalkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan guna meningkatkan semangat belajar anak-anak. Mahasiswa KKM posko 106 berharap melalui program mengajar di TPQ, mereka dapat menghadirkan suasana dan semangat baru bagi TPQ tersebut, sekaligus membantu para anak didik memahami dasar-dasar pembelajaran Al-Qur'an dengan lebih mudah. Antusiasme anak-anak di TPQ sangat tinggi, menciptakan suasana belajar yang hidup. Kegiatan belajar-mengajar dirancang secara kreatif, dengan perpaduan permainan dan nyanyian, sehingga anak-anak tetap termotivasi dan tidak merasa bosan saat belajar.

Thumbnail
2 years ago
Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosialisasi QRIS Kepada UMKM Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosia

ANDI MAHARILLA AZIRAH HM

Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.    

Thumbnail
2 years ago
Membangun Generasi Emas 2025 : Mahasiswa KKM UIN Malang Bersinergi bersama Posyandu Plaosan Cegah Stunting pada Anak

MUHAMMAD JAD MAULA

Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 67 yang sedang melakukan pengabdian di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tengah melakukan berbagai sumbangsih yang berdampak kepada masyarakat. Dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi yang menjadi kewajiban mahasiswa, mahasiswa melakukan sosialisai pencegahan stunting bersamaan dengan jadwal posyandu di Desa Plaosan. Kegiatan ini selaras dengan salah satu tema yang diusung oleh LP2M. Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dibuat oleh Mahasiswa KKM kelompok 67 Arunavira bertema "Datang Posyandu Itu Penting, Bukan Yang Penting Datang Posyandu".   Walaupun dalam keterbatasan, kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan sesuai rencana yang telah dikoordinasikan dengan Bidan setempat selaku tangan panjang dari Puskesmas Kecematan Wonosari. Sosialisasi ini menggunakan media brosur stunting untuk memaparkan materi yang ada. Brosur tersebut berisikan materi yang ringkas dan padat akan isi tentang pencegahan stunting. Materi yang dibuat mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 67 ini telah dikoordinasikan dengan Bu Bidan Rinata Dinarsi A.Md.Keb untuk dikoreksi dan disesuaikan dengan masyarakat sekitar. Selain memberikan penyuluhan cegah stunting, mahasiswa juga melakukan kerjasama dengan posyandu dalam rutinan posyandu di Dusun Lobangan. Mulai dari pemantauan tumbuh tinggi, berat badan balita, lingkar lengan dan kepala. Tidak lupa pula pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil. Karena pencegahan stunting sebenarnya dimulai sejak bayi dalam kandungan.   Penyebab utama stunting adalah kurangnya gizi kronis yang terjadi secara ekstrem. Artinya kurangnya gizi ini berlangsung secara lama dan bahkan berturut-turut. Selain itu stunting juga dapat disebabkan oleh gaya hidup. Gaya hidup yang kurang sehat dan bersih dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan ibu dan bayinya. Pemerintah memiliki perhatian khusus terhadap permasalahan ini. Oleh karena itu harapannya program makan siang gratis yang dicanangkan oleh pemerintah dapat menjadi solusi tambahan dalam mengurangi jumlah stunting di indonesia.  Pencegahan stunting sendiri bisa dari berbagai hal, antara lain yaitu pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI dan batas umurnya, pemberian makanan yang bergizi dan sehat untuk bayi dan ibu hamil, menjaga gaya hidup sehat dan bersih.   Materi yang disampaikan oleh mahasiswa sendiri ini didengarkan dengan antusias oleh ibu-ibu hamil dan Ibu-ibu menyusui di Dusun Lobangan. Sosialisasi disampaikan secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami oleh masyarakat Lobangan. Mahasiswa juga menyampaikan gejala dan dampak yang disebabkan apabila anak terkena stunting. Gejalanya terlihat jelas melalui fisik anak, yaitu tinggi badan anak. Tinggi anak yang tidak sama dengan rerata anak seusianya bisa menjadi salah satu ciri anak terkena stunting. Dampak yang disebabkan dari stunting adalah pertumbuhan fisik dan kognitif pada anak. Fisik anak yang terkena stunting akan berbeda dengan anak yang sehat mulai dari tinggi badan, berat badan dan perkembangan motorik anak. Tidak hanya brosur materi, mahasiswa UIN Malang juga memberikan buah tangan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur puyuh, jeruk dan bernutrisi tinggi. Pemberian PMT ini didukung oleh Bidan setempat untuk mendampingi PMT yang telah disiapkan dari puskesmas.   Mahasiswa pemateri pada kesempatan ini adalah anggota KKM UIN Malang kelompok 67 Arunavira, Muhammad Jad Maula dan Intan Sukma Mahsuni sebagai pemateri, keduanya memberikan arahan dan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah stunting. "pencegahan stunting ini perlu diedukasikan kepada masyarakat untuk mendukung gagasan pemerintah yaitu Indonesia emas 2045. Kalau tidak sejak dini dan dimulai dari sini, gagasan tersebut hanya akan menjadi slogan politik semata" tutur Jad Maula. Intan juga memberikan rumus praktis yang dapat mencegah stunting, "rumus ABCDE ini antara lain Aktif minum tablet tambah darah untuk ibu hamil. Bumil teratur periksa kehamilan setiap 6 bulan sekali. Cukupi konsumsi protein hewani. Datang ke posyandu setiap bulan. Dan Eksklusif ASI selama 6 bulan pertama usia bayi."  

Thumbnail
2 years ago
Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosialisasi QRIS Kepada UMKM Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosia

PUTRI KUMALASARI

Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.    

Thumbnail
2 years ago
Menggali Kreativitas Anak Melalui Lomba: KKM 154 Mahameru Gelar SEMESTA di Dusun Aran-Aran

RISMA ELINA WATI

Sebagai upaya menggali dan mengasah kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka. Keesokan harinya, Minggu pagi, acara berlanjut dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan.   Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk, yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut. Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.