CHELIN INDISYAH PUTRI
MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko. Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.
M. HIDAYAT NUR ZAKY
Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.
AIS HIDAYATUL UYUN
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
MUHAMMAD SADDAM FAHROSY ANI SYAHOED
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
HANANI ZUHARA
Poncokusumo, (Jum'at 17 Januari 2025) - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kontribusi positifnya dengan berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang di selenggarakan di Dusun Lesti, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan posyandu ini berlangsung selama satu hari mulai dari jam sembilan pagi sampai selesai. Seluruh warga menunjukkan antusiasnya dalam kegiatan ini dengan terlihatnya suasana ramai yang ada di tempat acara diadakan. Para mahasiswa KKM ini berkontribusi dalam kegiatan posyandu Dusun Lesti dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi ibu dan anak yang ada di daerah tersebut. Mahasiswa UIN Maliki Malang berkolaborasi dengan kader Posyandu untuk menyukseskan program-program yang telah direncanakan. Kegiatan ini telah dilaksanakan di tanggal 13 Januari 2025 yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Mahasiswa KKM Kelompok 73 membantu dalam berbagai aspek, mulai dari pendataan peserta, membantu petugas kesehatan dalam proses penimbangan hingga pengukuran tinggi badan. "Tujuan utama kami dalam program KKM ini adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam moderasi keagamaannya tetapi juga dalam bidang kesehatan. Kami mengharapkan keterlibatan dalam kegiatan Posyandu ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak," menurut salah satu anggota Kelompok 73 KKM UIN Maliki Malang. Kegiatan Posyandu kali ini diikuti oleh puluhan ibu dan balita dari Dusun Lesti. Para ibu dengan antusias membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Kegiatan KKM ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara universitas dan warga lokal. Melalui kontribusi ini, diharapkan kesehatan masyarakat di Dusun Lesti, semakin meningkat.
KHAZANA FIRYAL IDELITARAHMA
Pembukaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dalam suasana yang formal namun penuh keakraban, terlihat para mahasiswa mengenakan jas almamater, berdiri bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat di depan backdrop yang bertuliskan "Kuliah Kerja Mahasiswa." Para mahasiswa yang tergabung dalam KKM ini berpose bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen mereka untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa. Kehadiran perangkat desa dan tokoh masyarakat menandakan dukungan penuh terhadap program ini, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi, sosial, dan pengabdian. Senyum para peserta mencerminkan semangat mereka dalam menjalankan tugas KKM dengan penuh dedikasi. Backdrop acara yang mencantumkan logo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan tema kegiatan menunjukkan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat desa, sekaligus mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah.