NADYA NAILATUL MUNA
Desa Argosuko, Dusun Wangkal Lor. [ 31 Desember 2024 ] Desa Argosuko adalah sebuah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Argosuko memiliki tiga dusun, yakni Dusun Wangkal Kidul, Wangkal Lor, Keden dan kini menjadi sorotan mahasiswa KKM dari Kelompok 71 yang kali ini membantu mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al-Hidayah, letak nya berada di Dusun Wangkal Lor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak-anak desa dan dusun, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat. Membantu Pendidikan TPQ Anak-Anak Dusun Wangkal Lor Dalam program KKM yang berlangsung selama 40 hari, mahasiswa KKM dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlibat langsung memulai kegiatan mengajar di TPQ Al- Hidayah yang dilaksanakan satu kali perminggu dan sudah dimulai pada hari Selasa 31 Desember 2024. Jumlah yang hadir dalam TPQ tersebut ada 30 anak-anak disana mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an saja, tetapi juga diajarkan beberapa materi tambahan seperti : membaca doa-doa harian, praktek shalat, adzan dan wudhu yang benar, menghafalkan surat-surat pendek, belajar tentang asmaul husna, dan lain-lain. "Kami merasa senang bisa berbagi ilmu dengan anak-anak di sini," kata Rifqi, salah satu mahasiswa KKM. Dengan antusiasme mereka dalam belajar, kami berharap dengan kontribusi kecil ini dapat memberikan dampak dalam pendidikan mereka. Mahasiswa KKM juga menerapkan metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan agar anak-anak lebih semangat dalam belajar. Selain pembelajaran konvensional, kami juga menggunakan media digital untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik. "Kami mencoba mengenalkan cara belajar yang tidak membosankan. Anak-anak jadi lebih aktif dan senang mengikuti kegiatan di TPQ, " ujar salah satu mahasiswa KKM. Pengelola TPQ menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM. Beliau merasa terbantu dengan tambahan tenaga pengajar yang berkualitas dan metode pembelajaran yang interaktif. Dikarenakan untuk TPQ Al – Hidayah sendiri sangat kekurangan untuk hal ketenagakerjaan. Mahasiswa KKM Kelompok 71 membantu sebisa mungkin agar anak-anak jadi lebih semangat dalam belajar Al-Qur'an dan senang dengan cara mengajar kakak-kakak mahasiswa. Harapan Ke Depan Dengan program KKM ini, kami berharap pemerintah desa Argosuko berencana memberikan perhatian lebih terhadap TPQ di desa ini dan harapan kegiatan ini dapat memperkuat fondasi pendidikan keagamaan anak-anak di desa sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia keagamaan, pendidikan dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan. Semoga langkah ini menginspirasi desa lain untuk mengadopsi pendekatan serupa demi pembangunan yang berkelanjutan.
VIDYA FANI KUROTA AYUNI
KKM Aksaradana 128 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Huda, Tumpakrejo, Kalipare, mulai Selasa, 24 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, di mana mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji, mulai dari iqro’ hingga membaca Al-Qur’an. Dengan jumlah murid sekitar lima puluh orang, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari usia PAUD hingga SMP. Dalam kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikan materi tambahan seperti Bahasa Arab, Tajwid, dan Fasholatan. Materi tersebut diajarkan oleh anggota KKM yang berbeda, termasuk Uswatun Khasanah untuk Bahasa Arab dan Farida Mualifatus Sa’diyah untuk Tajwid. Antusiasme para murid dan dukungan orang tua sangat terlihat, dengan banyak orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan agama. Sebagai bagian dari program ini, anggota KKM 128 juga mencetak dan membagikan buku doa harian yang dirancang sendiri. Buku ini bertujuan untuk mempermudah murid dalam menghafal doa-doa harian sekaligus sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar mereka di TPQ. Inisiatif ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan alat bantu belajar yang bermanfaat bagi anak-anak. Para ustadzah di TPQ menyatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKM 128 sangat membantu dalam mendampingi proses belajar mengaji dan menambah materi yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut meskipun masa tugas KKM telah berakhir, sehingga generasi muda dapat terus mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan dedikasi ini, mahasiswa KKM 128 berkontribusi dalam mencetak generasi Islami yang kuat dan berkarakter.
NINDYA SA`IDAH RAMADANTI
"Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir" 6 Februari 2025 09:10 Diperbarui: 6 Februari 2025 09:10 35 0 0 Lihat foto Foto Kerja Bakti Warga Pajaran,Kec. Poncokusumo, Kab. Malang, Desember 2024 Pembersihan selokan ini dilakukan karena hujan deras yang mengguyur Desa Pajaran selama beberapa hari berturut-turut yang mengakibatkan selokan tersumbat oleh sampah dan lumpur sehingga aliran air tidak lancar. Masyarakat Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 81, melakukan aksi gotong royong membersihkan selokan di wilayah sekitar yang terdampak banjir akibat luapan air pada Jumat (27/12/24). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering terjadi di desa tersebut, terutama setelah hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Banjir yang melanda Desa Pajaran disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat oleh sampah, lumpur, dan endapan lainnya, sehingga aliran udara tidak berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, mahasiswa KKM bersama warga desa berinisiatif melakukan pembersihan selokan guna mencegah banjir susulan serta meningkatkan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dimulai pada pagi hari dengan membagi peserta ke beberapa titik selokan yang mengalami penyumbatan paling parah. Dengan menggunakan alat seperti cangkul, sekop, dan sapu, para peserta bekerja sama mengangkat lumpur, sampah plastik, dan dedaunan yang menumpuk di saluran udara. Setelah beberapa jam bekerja, hasilnya mulai terlihat dengan aliran air di selokan yang kembali lancar. Sampah yang dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir yang telah disediakan. Dengan selokan yang bersih, diharapkan desa ini dapat terhindar dari banjir di kemudian hari. Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja sama antara masyarakat dan mahasiswa. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang serta mendorong kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Selain untuk membersihkan saluran udara, kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 81 KKM UIN Malang sebagai bentuk pengabdian serta mendekatkan diri kepada masyarakat dengan harapan kelompok KKM akan membawa manfaat kepada warga sekitar melalui aksi nyata yang diberikan. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir"", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/tianiswatul9590/67a38ed0c925c46d3e415372/masyarakat-desa-pajaran-dengan-dibantu-oleh-mahasiswa-kkm-81-arthadaya-bersama-sama-membersihkan-selokan-disekitar-wilayah-yang-terdampak-banjir Pencipta: KKM 81 ARTHADAYA Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ROUFUR ROCHIM
Baturetno, 11 Januari 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau, Kelompok 111 KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dikenal dengan nama grup "Danadyaksa," melaksanakan program kerja penghijauan lingkungan di Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, melibatkan mahasiswa KKM dan warga setempat dalam aksi nyata menanam pohon. Bertempat di pekarangan kosong milik salah satu warga bernama Rusdi, peserta KKM dan warga bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon produktif, seperti kelengkeng, alpukat, dan mangga. Pemilihan pohon-pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa hasil buah yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Warga Dusun Benel pun menyambut baik inisiatif ini. Rusdi, pemilik pekarangan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur pekarangan kosong ini dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya penuh harap. Program kerja penghijauan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Kelompok 111 berhasil menunjukkan bahwa langkah kecil seperti menanam pohon dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
R. ABDURROSYID
Poncokusumo, 14 Januari 2025 - MTS Al Fatoni, Poncokusumo, menjadi saksi berlangsungnya seminar yang sangat penting tentang pencegahan pernikahan dini dan masalah stunting yang mengancam masa depan anak-anak Indonesia. Diselenggarakan oleh empat kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari desa Poncokusumo, acara ini bertujuan untuk menyadarkan para siswa akan dampak serius yang ditimbulkan oleh pernikahan dini dan kekurangan gizi pada anak. Acara dibuka dengan suara merdu Lailatul Hikmah, selaku MC formal yang menjadi pemandu jalannya acara, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan sambutan penuh makna dari Kepala Sekolah MTs. Al. Fathoni yang mengingatkan bahwa para siswa merupakan generasi penerus yang harus peka terhadap isu-isu sosial yang mengancam masa depan mereka. Seminar dimulai dengan materi dari Dr. Abd. Rauf, M.HI., dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dengan gaya penyampaian yang sangat memikat, Dr. Rauf menjelaskan betapa berbahayanya pernikahan dini, yang tidak hanya mengancam kesehatan fisik dan mental remaja, tetapi juga menghentikan impian mereka untuk berkembang melalui pendidikan dan karier. “Pernikahan dini adalah perangkap masa depan yang harus dihindari,” katanya tegas. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan bagi mimpi dan pemahaman hak-hak remaja dalam mencegah fenomena ini. Sesi berikutnya semakin menarik dengan kehadiran dr. Muhammad Irfan Dzinni, seorang dokter umum, yang membahas isu stunting. dr. Irfan menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal ukuran tubuh, tetapi juga soal masa depan. “Anak yang stunting berisiko memiliki kualitas hidup yang lebih rendah, termasuk masalah kecerdasan dan kesehatan jangka panjang,” ujarnya. Ia mengingatkan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak bayi agar anak tumbuh sehat dan optimal. Seminar ini juga mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKM 1 dan 2 yang hadir untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa. DPL memberikan apresiasi terhadap kualitas acara dan semangat siswa MTS Al Fatoni yang sangat antusias mengikuti setiap sesi. Sebagai penutup,di suguhkan penampilan musik yang menghibur dari salah satu anggota KKM dan seorang siswa MTS Al Fatoni. Penampilan yang memukau ini mendapat tepuk tangan meriah dari peserta seminar, menambah kesan positif pada acara tersebut. Pada penampilan terakhir, suasana semakin meriah dengan penampilan spektakuler dari Hasan, anggota KKM 83 dengan aksi silat yang memadukan ketangkasan dan seni bela dirinya. Tidak berhenti di situ, ia juga menunjukkan atraksi makan lampu dan pedang yang menegangkan, menarik perhatian seluruh hadirin. Semangat para siswa-siswi MTS Al Fatoni selama seminar sungguh luar biasa. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya kepada pemateri, menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami pentingnya topik yang dibahas. Dengan harapan besar, seminar ini diharapkan tidak hanya memberi dampak langsung pada siswa, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan nyata di masyarakat sekitar.
INTAN AMELIA RESTI
Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola asuh Islami dalam membentuk karakter anak, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 113 Amurwabhumi UIN Malang di Desa Gunungrejo mengadakan Seminar Parenting berjudul "Membangun Karakter Anak Melalui Pola Asuh Islami". Seminar ini dilakukan dengan tujuan dapat menjadi wadah bagi para orang tua untuk mendapatkan wawasan dan strategi mendidik anak dengan nilai-nilai Islam. Seminar ini diadakan di MI Al Maarif 11 Gunungrejo dengan mengahadirkan sekitar 75 wali murid kelas 5 dan perwakilan wali murid seluruh kelas sebagai audiens. Kegiatan seminar ini juga mengundang pemateri, yaitu Bapak Benny Afwadzi M. Hum yang merupakan dosen UIN Malik Ibrahim Malang, dan di pandu Muhammad Nur Faqih Al Fauzani selaku moderator yang merupakan mahasiswa anggota KKM Desa Gunung Rejo. Bapak Benny menyampaikan materi mengenai pentingnya pola asuh Islami dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia. Beliau juga menekankan bahwa pola asuh berbasis nilai-nilai Islam dapat membentuk anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2024 yang dimulai pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 11.30 WIB. Saat acara berlangsung, wali murid sangat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Selain itu, wali murid juga turut aktif berpatisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab, membahas berbagai tantangan dalam mendidik anak di era modern ini. Aspek penting dari materi yang disampaikan adalah orang tua memiliki peran besar dalam mendidik dan membangun anak yang beriman dan berakhlak mulia. Pola asuh Islami menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak sejak dini. Islam juga telah mengatur dengan jelas bahwa orang tua berkewajiban dalam mendidik anak, baik dalam aspek spiritual, moral, maupun pendidikan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam, orang tua dapat membimbing anak agar tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan bermoral, serta memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Melalui seminar ini, diharapkan semoga dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi para wali murid dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Islam.