Thumbnail
2 years ago
Cegah Narkoba, Raih Prestasi di SDN 2 Argosari!

TSANNIATUZ ZAHRO AMINUN

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok. Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta siswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan. Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, siswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok. Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Ya!  Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri terdekat, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, tidak! Prestasi ya!” lengkap dengan gerakan khas. Jargon Pengulangan ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa. Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa KKM UIN Malang. Dalam Perayaannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi siswa selama satu minggu pendampingan di sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak dalam pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul. Dengan berakhirnya ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan siswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan. link berita : https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010100374619857

Thumbnail
2 years ago
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan Pembagian Buku Panduan Ubudiyah di TPQ Dewi Masitoh 2 : Upaya Peningkatan Kualitas Santri

TRIA AYUNITA

Malang, 25 Januari 2025 - TPQ Dewi Masitoh 2, yang terletak di Desa Sumbersuko, menjadi saksi pelaksanaan pembagian buku panduan ubudiyah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Buku ini merupakan hasil pengabdian dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan dirancang untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai praktik ibadah, seperti sholat, wudhu, dan doa sehari-hari.   Latar Belakang Pengembangan Buku Panduan Berdasarkan observasi sebelumnya, capaian pembelajaran santri di TPQ Dewi Masitoh 2 dalam hal ubudiyah masih tergolong rendah. Hanya sekitar 30% santri yang mampu melakukan praktik sholat dengan benar, sementara pemahaman mereka mengenai tata cara wudhu hanya mencapai 40%. Melihat kondisi ini, tim KKM UIN Malang mengembangkan buku panduan sebagai media pembelajaran yang sistematis dan mudah dipahami.   Buku ini dirancang dengan bahasa yang sederhana serta ilustrasi menarik agar mudah dipahami oleh santri TPQ yang masih dalam tahap belajar.   Kegiatan Pembagian Buku Acara pembagian buku yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025 ini dihadiri oleh para santri, pengajar TPQ, serta mahasiswa KKM yang terlibat dalam pengembangan buku. Para santri tampak antusias menerima buku panduan yang langsung digunakan dalam sesi pembelajaran di TPQ.   Ustadzah vita , salah satu pengajar TPQ Dewi Masitoh 2, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari mahasiswa UIN Malang. Buku ini sangat membantu kami dalam mengajarkan ibadah secara lebih sistematis, sehingga santri dapat lebih memahami dan mempraktikkan sholat serta wudhu dengan benar," tuturnya.   Harapan dan Pengembangan ke Depan Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model dalam pengembangan media pembelajaran di TPQ lain yang memiliki kendala serupa. Dengan adanya buku panduan ini, santri tidak hanya belajar melalui metode lisan, tetapi juga memiliki sumber belajar yang dapat digunakan secara mandiri.   Tim pengembang buku berharap bahwa upaya ini dapat terus dikembangkan dengan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas buku dalam meningkatkan pemahaman ubudiyah santri. "Kami berharap buku ini dapat memberikan dampak positif bagi santri TPQ dan menjadi referensi bagi lembaga pendidikan non-formal lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ibadah," ujar Sharul Maulana, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini.   Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pendidikan ubudiyah di TPQ Dewi Masitoh 2 semakin meningkat dan mampu membentuk generasi santri yang lebih paham serta istiqomah dalam menjalankan ibadah sehari-hari.  

Thumbnail
2 years ago
Kelompok 110 KKM UIN Malang Mengajar Perdana di TPQ Dewi Masitoh 2 Dusun Ngemplak Desa Sumbersuko

SINTIA NURUL KHASANAH

Ngemplak Sumbersuko - Kelompok 110 KKM Universitas Islam Negeri Malang melanjutkan program pengabdian masyarakat mereka dengan mengajar perdana di TPQ Dewi Masitoh 2 Dusun Ngemplak Desa Sumbersuko, pada Senin (23/12/2024). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat melalui pendidikan formal dan pendidikan agama.Berdasarkan jadwal yang disusun oleh anggota Kelompok 110, kegiatan pengajaran di TPQ akan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh TPQ yaitu berlangsung dari Senin hingga Sabtu setelah waktu Ashar. Selain itu, sesi bimbingan belajar (Bimbel) dijadwalkan pada Senin hingga Rabu setelah Magrib.   Acara perdana diawali dengan perkenalan oleh anggota KKM diikuti pembelajaran bacaan Arab menggunakan buku Ummi. Pada kesempatan ini, anggota kelompok didampingi oleh Mbak Vita yang membantu mengenalkan halaman-halaman buku Ummi yang sesuai untuk setiap murid TPQ.   Kepala TPQ Bu Lik, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKM pada Sabtu (21/12/2024). "Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang bersedia membantu mengajar di TPQ ini," ujar Bu Lik.   Dalam pertemuan perdana anggota KKM berfokus pada pengajaran membaca huruf Arab dengan metode Ummi. Dikemudian hari program ini akan mencakup hafalan doa sehari-hari serta surat-surat pendek Al-Qur'an. Ketua Sie Pendidikan dan Agama Kelompok 110 Mas Aziz, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. "Kami ingin anak-anak memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," katanya.   Selain mengajar di TPQ, anggota KKM juga mengadakan sesi Bimbel edukatif pada waktu ba'da Magrib untuk meningkatkan pendidikan formal anak-anak. Program KKM ini akan berlangsung selama periode KKM dengan agenda rutin seperti pengajaran bacaan Arab, mengaji kitab, Al-Qur'an serta kegiatan kreatif lainnya seperti menggambar. 

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan PHBS didesa ngadireso Poncokusumo kabupaten malang

MUHAMMAD NAFIS ALTHAFIAN

KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025).   Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso.   Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko.   Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka.   Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit.   Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Tingkatkan Semangat Belajar Santri, Mahasiswa KKN Adakan Lomba Islami di TPQ

LAILATUL MAHFUDLOH

Desa Mulyoarjo Lawang, 28  --Kelompok KKN 188 Seva Bhavana sukses mengadakan serangkaian perlombaan di TPQ yang diikuti dengan antusias oleh para santri. Tiga lomba yang dilaksanakan, yaitu lomba tartil, adzan, dan mewarnai, bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar santri serta menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses pembelajaran di TPQ.   Lomba tartil menjadi ajang untuk mengasah kemampuan para santri dalam membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar. Para santri terlihat berusaha menampilkan yang terbaik, dengan bimbingan dari para ustaz dan ustazah sebelumnya. Tidak hanya menjadi kompetisi ajang, lomba ini juga menjadi media evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan santri dalam memahami ilmu tajwid. Di sisi lain, lomba adzan memberikan kesempatan bagi santri laki-laki untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengumandangkan adzan secara lantang dan merdu. Dalam lomba adzan banyak peserta yang ikut serta berasal dari kelas dua dan tiga sehingga tingkat kompetisi berasa sangat ketat daya saing antar dua kelas tersebut.   Sementara itu, lomba mewarnai menjadi salah satu kegiatan favorit, terutama bagi santri kelas satu dimana kelas ini didominasi oleh anak-anak kecil. Dengan tema Islami seperti masjid, kaligrafi, dan pemandangan religi, diajak para santri untuk menuangkan kreativitas mereka melalui warna. Para mahasiswa KKN juga mendampingi peserta, memberikan semangat, dan membantu mereka yang membutuhkan.   Ketua KKN 188 Seva Bhavana, Dzaki, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan suasana belajar yang berbeda di TPQ. "Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga para santri merasa lebih termotivasi untuk belajar Al-Qur'an dan mendalami ilmu agama," ungkapnya. Para pengajar TPQ menyambut inisiasi baik dari mahasiswa KKN. Menurut Ustazah Azizah, kegiatan ini memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di TPQ. "Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti lomba-lomba ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk lebih giat belajar," ujarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Para wali santri yang hadir turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.   Acara puncak ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Hadiah-hadiah yang disiapkan, seperti buku tulis, alat mewarnai, dan bingkisan menarik, semakin menambah keceriaan para santri. Para peserta yang belum berhasil meraih juara tetap merasa senang karena mendapatkan pengalaman berharga yang tidak terlupakan.   Mahasiswa KKN 188 Seva Bhavana berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi TPQ. "Semoga acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri mereka," tutup Dzaki.   Dengan berakhirnya kegiatan ini, kelompok KKN 188 Seva Bhavana berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara siswa dan masyarakat dapat menciptakan program yang bermanfaat bagi perkembangan generasi muda, khususnya di lingkungan keagamaan seperti TPQ.