MUHAMMAD CAHYA RIZQULLAH HARTIAN
Malang, 23 Januari 2025 – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 44 Sukma Bhinneka Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggelar demo memasak makanan sehat berbahan dasar daun kelor. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/1/2025) ini dilaksanakan di Taman Posyandu setempat, dengan tujuan memperkenalkan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi tinggi yang mudah ditemukan dan diolah. Daun kelor, yang dikenal sebagai "superfood", kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Sayangnya, potensi daun kelor masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui demo memasak ini, KKM 44 ingin mengedukasi ibu-ibu tentang cara mengolah daun kelor menjadi makanan lezat dan bergizi. Tim KKM 44 mendemonstrasikan dua menu kreatif berbahan dasar daun kelor yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Menu pertama yang diperkenalkan adalah Kukis Daun Kelor. Kukis ini terlihat seperti kukis biasa dengan tekstur renyah dan rasa manis yang pas, namun memiliki nilai gizi lebih tinggi berkat tambahan sari daun kelor. Sari daun kelor diperoleh dengan cara memblender daun kelor segar, lalu memerasnya hingga menghasilkan ekstrak hijau pekat yang kaya akan vitamin dan mineral. Ekstrak ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kukis, menciptakan camilan sehat yang cocok untuk segala usia. Menu kedua yang didemonstrasikan adalah Es Pudding Jelly Daun Kelor. Menu ini menggabungkan kesegaran jelly dengan nutrisi daun kelor, menjadikannya dessert yang sehat dan menyegarkan. Sari daun kelor ditambahkan ke dalam adonan jelly, memberikan warna hijau alami dan nutrisi tambahan. Pudding jelly ini disajikan dengan santan dan gula merah yang telah di cairkan sehingga dapat menetralisir rasa dari daun kelor yang agak pahit, dan menjadikannya es Pudding Jelly Daun Kelor yang segar dan sehat. Setelah demo memasak, tim KKM membagikan hasil olahan tersebut kepada ibu-ibu taman posyandu yang hadir. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan biji daun kelor untuk ditanam, sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Daun kelor, yang mudah tumbuh di berbagai kondisi, dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi masalah gizi, terutama di daerah pedesaan. KKM 44 Sukma Bhinneka UIN Malang terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui program-program inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan demo memasak ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.
FARIHA INAYATUL ILMA
Seminar Parenting : Membangun Karakter Positif Siswa SMA Islam Diponegoro untuk Masa Depan yang Gemilang Pernikahan dini dan tingginya tingkat perceraian menjadi isu krusial di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Untuk mengatasi tantangan ini, Kolaborasi tiga kelompok KKM UIN Malang di desa Gondowangi menyelenggarakan seminar bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" yang bertempat di SMA Islam Diponegoro. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya parenting yang tepat demi masa depan yang cerah, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun di Desa Gondowangi, yakni Kelompok Cakra Bhakti dari Dusun Wiloso, Kelompok Cakra Adhimukti dari Dusun Rekesan, dan Kelompok Manunggalina dari Dusun Pohbener. Materi utama dalam acara ini disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang konseling, psikologi, dan pendidikan. Beliau memiliki beragam sertifikasi di bidang psikologi dan konseling dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) dan pelatihan Quantum Life Transformation (QLT). serta aktif di berbagai forum akademik dan profesional. Gambar penyampaian materi oleh ibu Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., (Sumber: dokumentasi pribadi). Acara yang berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Kelas SMA Islam Diponegoro ini yang diawali dengan pembukaan oleh Farihah Inayatul Ilma sebagai MC, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Singgih Asnidar Jundi Bhimarjuna, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siska Ramadini. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Muhammad Mu'zi, diikuti Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Ibu Aisyah Albariroh, S.Pd., serta pemutaran video profil Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipandu oleh saudara Miftahul Arifin. Acara inti diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., yang dimoderatori oleh Nurul Fatikha R. Izzati. Pemaparan materi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah sesi tanya jawab, penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana serta sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfan Nurul Rizki, dilanjutkan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah semua rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih oleh panitia yang dibantu oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Kegiatan edukasi bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" di SMA Islam Diponegoro menjadi langkah penting dalam mengatasi isu pernikahan dini dan perceraian yang tinggi di Desa Gondowangi. Melalui kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun, acara ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pendidikan karakter, parenting yang baik, dan motivasi belajar sebagai bekal untuk masa depan. Kehadiran Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., sebagai narasumber menambah nilai edukatif acara ini, yang diakhiri dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm36cakrabhakti3900/678cdd25c925c47f855200f2/parenting-cerdas-bekal-siswa-sma-islam-diponegoro-menuju-indonesia-emas?lgn_method=google&google_btn=onetap Kreator: Kkm36cakrabhakti
NUR LAILI AMALIYAH MUFIDAH
RIDLO AMALI HAQQONI
Dusun Sebaluh pernah menjadi pusat kerajinan perak yang berkembang pesat. Kerajinan perak di Dusun Sebaluh masih mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatannya. Bahan utama yang digunakan adalah perak dan emas, yang dibentuk melalui proses penempaan, pengikiran, dan pengerjaan detail menggunakan alat-alat sederhana. Tidak seperti produksi massal yang menggunakan cetakan, para pengrajin di sini tetap menggunakan metode tradisional untuk menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi. Setiap cincin yang dibuat memerlukan waktu sekitar satu hari, tergantung pada tingkat kerumitannya. Model cincin yang paling banyak diproduksi adalah bentuk tangan, dengan desain yang disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Batu hias yang digunakan pun berasal langsung dari pelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada perhiasannya. Salah satu hal unik dari produksi di Dusun Sebaluh adalah penggunaan perak dalam bentuk butiran yang kemudian dilebur tanpa melalui cetakan. Teknik ini memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dengan sentuhan artistik yang berbeda dari produksi massal di pabrik. Sejak tahun 1993, para pengrajin perak di daerah ini telah menciptakan berbagai perhiasan dan aksesori bernilai seni tinggi. Dahulu, industri ini didukung oleh sekitar 15 pengrajin yang bekerja secara aktif, bahkan mencapai puncaknya dengan 8 orang pengrajin tetap. Salah satu tokoh utama dalam industri ini adalah Bapak Binardi, seorang pengusaha yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan warisan seni perak tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin yang bertahan hanya tinggal 2 hingga 3 orang. Salah satu pengrajin yang masih bertahan adalah Pak Subur, yang sejak awal telah mengabdikan dirinya dalam dunia seni kerajinan perak. Menurut Pak Subur, keterampilan membuat perhiasan perak tidaklah sulit jika seseorang memiliki kemauan dan ketekunan. Namun, berkurangnya tenaga kerja disebabkan oleh menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya permintaan pasar. Kesulitan dalam regenerasi pengrajin ini menjadi tantangan besar dalam mempertahankan tradisi kerajinan perak di Dusun Sebaluh. Selain cincin, berbagai jenis perhiasan lain juga dibuat di Dusun Sebaluh, termasuk anting, gelang, dan kalung. Modelnya menyesuaikan keinginan pelanggan, dengan beberapa desain yang sangat detail dan membutuhkan waktu pengerjaan hingga tiga hari, terutama untuk perhiasan dengan ukiran khusus. Pada masa kejayaannya, produk-produk perak dari Dusun Sebaluh dikirim hingga ke Bali dan Yogyakarta selama kurang lebih 10 tahun. Namun, dalam satu dekade terakhir, pemasaran lebih banyak terfokus pada pasar lokal. Daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi, meskipun peminat dari kalangan menengah ke atas masih tetap ada. Harga produk perak ini bervariasi, dengan harga mulai dari Rp800.000 per item, tergantung pada desain dan kompleksitasnya. Produk terbesar yang pernah dibuat adalah timangan sabuk (kuncian sabuk), yang menunjukkan keahlian tinggi dalam seni kerajinan logam mulia. Saat ini, produk kerajinan perak ini lebih banyak dikirim ke toko-toko perhiasan yang memesan secara kondisional. Produk-produk ini biasanya dikirim melalui paket untuk pelanggan di luar kota yang berikutnya, produk-produk ini dijual kembali dengan surat resmi. Dengan kondisi pasar yang semakin berubah, para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan permintaan yang ada. Kini, pemasaran lebih bergantung pada pesanan langsung dari pelanggan maupun suplai ke toko-toko emas tertentu. Upaya promosi melalui media sosial juga mulai diterapkan oleh beberapa pengrajin untuk menjangkau pelanggan baru dan mempertahankan eksistensi industri kerajinan perak di tengah era digital. Tantangan terbesar yang dihadapi pengrajin perak saat ini adalah menurunnya daya beli serta kurangnya tenaga kerja terampil. Dulu, masyarakat begitu antusias hingga rela mengantri untuk mendapatkan produk perak dari Dusun Sebaluh. Kini, hanya pelanggan setia dan kolektor yang masih aktif melakukan pemesanan, bahkan ada yang memesan hingga 200 buah untuk koleksi pribadi. Beberapa pengrajin berupaya meningkatkan daya tarik produknya dengan inovasi desain dan kombinasi material yang lebih modern. Ada juga rencana untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan ini tidak hilang begitu saja. Jika lebih banyak pemuda tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini, maka harapan untuk menghidupkan kembali kejayaan industri perak di daerah ini masih terbuka lebar. Hal ini pulalah yang menjadi motivasi pak Subur tetap bertahan sebagai pengrajin perak. Baginya, kesulitan hanya tumbuh karena rasa malas, sementara kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Seni kerajinan perak Dusun Sebaluh bukan sekadar bisnis, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Dengan tetap mempertahankan teknik tradisional dan beradaptasi dengan tren pasar, kerajinan perak dari Dusun Sebaluh dapat terus bersinar di masa depan. Pemerintah daerah dan komunitas seni juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dari segi promosi maupun pelatihan, agar industri ini dapat kembali berkembang dan membawa kesejahteraan bagi para pengrajinnya.
M. RAFI HABIB VIJAYDILLAH
Pada hari Senin, 27 Januari 2025 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Desa Baturetno telah berkolaborasi dengan takmir Masjid Al Ikhlas Dusun Nampes, Desa Baturetno dalam rangka memperingati Isra Mi'raj. Dalam kolaborasi tersebut pihak takmir menyerahkan tanggung jawab penuh kepada mahasiswa KKM pada acara lomba isra mi'raj sedangkan pada acara siang dan malam hari yaitu pawai dan sholawatan, pihak takmir yang mengambil alih sebagai penanggung jawab. Acara pagi hari yaiu lomba isra mi'raj untuk anak-anak yang dimana terbagi menjadi 6 lomba antara lain adzan kelas bawah, adzan kelas atas, tartil kelas bawah, tartil kelas atas, pildacil, dan mewarnai. Acara lomba dibuka dengan sambutan dari perwakilan takmir masjid. Kemudian acara dilanjut dengan sambutan dari Hafidh Fachruddin sebagai ketua pelaksana dalam acara ini. Acara lomba diikuti banyak sekali perwakilan dari TPQ se Desa Baturetno. Lomba terbagi menjadi 3 tempat, lomba adzan yang berada didalam masjid, lomba tartil dan dai yang bertempat di atas panggung, dan lomba mewarnai yang berada di parkiran masjid. Lomba berjalan dengan sportif dan antusias, sempat terjadi kendala pada bagian lomba dai dan tartil disebabkan oleh sound yang mati namun bisa teratasi dengan cepat. Acara pada siang hari yaitu adalah kirap atau pawai, pada saat itu acara ini hampir ditiadakan dikarenakan terjadi hujan yang sangat lebat namun antusiasme dari anak-anak dan juga dorongan semangat dari takmir masjid dan panitia KKM yang membuat pawai ini tetap berjalan. Rute dari pawai ini adalah sebagian dari Dusun Nampes yang memiliki titik awal dan akhir yaitu Masjid Al-Ikhlas. Acara ini berjalan lancar dengan peserta membawa payung dan memakai jas hujan untuk berlindung dari hujan yang deras. Acara pawai ini diadakan bertujuan untuk mensyiarkan agama islam dan simbol dari peringatan hari isra mi'raj. Tidak sampai situ saja acara pada siang ini ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah pada pemenang dari lomba isra' mi'raj untuk anak-anak. Pada malam itu juga acara sholawat dan ceramah yang dihadiri oleh banyak sekali tokoh-tokoh masyarakat. sholawat yang dipimpin oleh tamkir berjalan dengan lancar dan meriah sekali. Setelah sholawat, acara dilanjut dengan sambutan hangan dari Ust Zakaria sebagai ketua takmir Masjid Al-Ikhlas. Acara diakhiri dengan ceramah oleh ustadz Zainal Dosen UIN Malang sekaligus pengurus pondok.
FADILATINNISFI
Desa Jedong, 17 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 177 UIN Malang 2024-2025 menyelenggarakan kegiatan pengajaran Al-Qur'an yang bertempat di Musholah At-Taubah, Dusun Jaten, Desa Jedong. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM untuk membangun generasi Qur'ani melalui pembelajaran yang terstruktur dan menyeluruh. Kegiatan mengajar ini mencakup pembelajaran dari tingkat dasar, yakni Iqro, hingga tingkat lanjutan berupa bacaan Al-Qur'an. Para peserta, yang terdiri dari anak-anak di lingkungan setempat, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar. Suasana belajar yang hangat dan penuh semangat terlihat dari interaksi aktif antara mahasiswa pengajar dan peserta. Tidak hanya sekadar mengajarkan teknik membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, mahasiswa KKM juga membimbing anak-anak untuk memahami nilai-nilai islami yang terkandung dalam setiap ayat. Metode pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan efektif. "Kami berharap anak-anak tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mereka sehari-hari," ujar salah satu mahasiswa KKM. Berlokasi di Musholah At-Taubah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Orang tua peserta mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu mendidik anak-anak mereka dalam ilmu agama. Salah satu tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai sangat bermanfaat bagi penguatan moral dan spiritual generasi muda di desa tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Jedong. Tidak hanya anak-anak yang merasakan manfaatnya, orang tua yang hadir selama kegiatan juga ikut berdiskusi dengan mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan, baik bagi anak-anak peserta maupun masyarakat secara keseluruhan. Mahasiswa KKM 177 UIN Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari semangat baru dalam mendalami ilmu Al-Qur'an, sekaligus menjadi momen berharga untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Jedong. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.