JAMIATUL ILMIAH
SDN 1 Sukopuro menggelar sosialisasi parenting bertema “Strategi Menghadapi Perilaku Anak dengan Pendekatan Moderat” pada Kamis, 16 Januari 2025, di aula sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja (proker) Kelompok KKN 28 Arutala dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini menghadirkan Ibu A’I Mulyani Az-Zahra, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, sebagai narasumber. Kegiatan yang dihadiri oleh para wali murid yang dibuka oleh Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter anak. Dalam pemaparannya, Ibu A’I Mulyani menjelaskan pentingnya pendekatan moderat dalam pola asuh, yakni keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan. “Anak-anak perlu diberi batasan yang jelas, tetapi juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian,” ungkapnya. Narasumber juga membagikan sejumlah tips praktis kepada orang tua, seperti memahami emosi anak, membangun komunikasi yang baik, dan konsistensi dalam mendidik anak. Ia menekankan bahwa pendekatan ini mampu membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bertanggung jawab. Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif yang menarik, di mana para wali murid dapat bertanya langsung kepada narasumber. Salah satu wali murid, Ibu Ani, bertanya tentang cara menghadapi anak yang sulit diatur. Menanggapi pertanyaan tersebut, A’I Mulyani menyarankan pendekatan dialog dan membangun kesepakatan bersama dengan anak. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para wali murid yang merasa mendapatkan wawasan baru dalam pengasuhan. Sebagai program kerja KKN 28 Arutala, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia.
MUHAMMAD MULTAZIM
Kalirejo, 30 Januari 2025 -- Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 130 Cakrawala dan KKM 60 Arthawisesa resmi berakhir dengan digelarnya acara perpisahan di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Acara yang berlangsung pada Kamis siang ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama program berlangsung. Persiapan dimulai sejak pukul 12.00 WIB, dan tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka dengan pertunjukan gamelan dari Paguyuban Desa Kalirejo. Setelah itu, perwakilan dari KKM 130 dan KKM 60 mengambil alih sebagai pembawa acara, memandu jalannya rangkaian kegiatan. Sesi selanjutnya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan KKM 60, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama dengan arahan dirigen dari KKM 130. Suasana berlangsung khidmat sebelum memasuki sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan ketua kelompok KKM, yang menceritakan pengalaman selama pengabdian serta ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Kalirejo. Kemudian, dosen pembimbing lapangan turut memberikan sambutan, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Setelah penampilan gamelan kedua, perwakilan Kepala Desa Kalirejo memberikan sambutan, mengapresiasi dedikasi para mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Sebagai simbol kenang-kenangan, KKM 130 dan KKM 60 menyerahkan cendera mata kepada desa. Acara diakhiri dengan doa bersama, menutup rangkaian kegiatan dengan harapan agar kebersamaan yang terjalin tetap membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswa meninggalkan Desa Kalirejo dengan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang. konten telah terbit di kompasiana, baca disini:https://www.kompasiana.com/wafanadiyah0313/679f9916c925c44c3b2daed2/akhir-kebersamaan-kelompok-130-dan-kelompok-60-uin-malang-di-desa-kalirejo
MUHAMMAD JABBAR DZIKRULLAH
Mahasiswa-mahasiswi KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang "Gana Asfelic" membangun langkah bersama untuk menyapa kebahagiaan di Dusun Krajan, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang telah melaksanakan kegiatan gotong royong membersiakan "Mbung Pelangi", pada Senin (23/12/2024). Keterlibatan Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 182 "Gana Asfelic" di kegiatan ini sangatlah diperlukan untuk mengembangkan wisata yang baru didirikan agar semakin dikenal oleh khalayak umum. Salah satu cara yang digunakan, yakni dengan melakukan gotong royong guna memperhatikan kebersihan lingkungan dan merawat fasilitas yang ada di taman "Mbung Pelangi". Mbung Pelangi merupakan tempat wisata berupa bendungan yang dibuat dengan tujuan untuk menampung air saat musim hujan dan akan digunakan saat musih kemarau tiba. Dengan pemandangan sawah dan pepohonan disekitarnya, tidak hanya itu disana juga terdapat kafe yang biasanya digunakan masyarakat untuk berkumpul dan duduk bersantai. Saat ini, Mbung Pelangi sedang dalam tahap proses pembangunan dengan membuat spot foto dan tambak ikan mujair yang terbuat dari bambu. Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebagai bentuk menjalin kedekatan yang memberikan banyak manfaat, baik bagi anggota kelompok KKM maupun masyarakat sekitar Dusun Krajan. Dengan demikian, kegiatan ini diharap dapat mengingatkan masyarakat sekitar Dusun Krajan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan memanfaatkan sumber daya lingkungan yang ada.
ULA FAULINA
Sedia Payung Sebelum Hujan. Mungkin itulah peribahasa yang tergambar dari setiap peserta pada rangkaian ketertiban dalam pelaksanaan posyandu desa Gading Kembar (selasa, 6/1). Kegiatan pelayanan desa yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali ini bertempat di balai desa Gading Kembar, kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Tidak hanya dihadiri oleh ibu dan balita serta ibu hamil, posyandu ini juga melayani pasien lansia. Aktivitas yang diisi dengan serangkaian pelayanan seperti timbang berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi dan vaksin bagi bayi untuk kekebalan daya tahan tubuh dan pencegahan stunting juga sekaligus merangkap pelayanan pada lansia seperti pembacaan hasil medical chek up, cek tekanan darah, dan berat badan. “Menjaga kesehatan itu juga perlu dilakukan ketika masa muda mba, soalnya waktu tua nanti ya kita sendiri yang bakal nanem hasilnya. Itu yang salah satu mindset yang harus kita tanamkan ke warga desa ini.” ujar Azmi selaku perawat. Menjaga keseimbangan gizi, memastikan bahwa pasien baik balita maupun lansia tercukupi baik dari segi pelayanan kesehatan maupun medical chek up merupakan tupoksi yang harus dijalankan para perawat dan ibu kader posyandu. Menariknya, pelayanan posyandu desa gading kembar tidak hanya terfokus pada balita dan lansia saja. Bagi siapa saja yang ingin ikut medikal chek up dipersilakan dengan sangat. Sebab di zaman yang serba instan ini, penyakit tidak melihat batasan umur. Termasuk para pemuda yang membutuhkan. Kami, kelompok 159 KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga mendapat kesempatan tersebut. Selain ikut berpartisipasi dalam berjalannya kegiatan, kami dipersilakan untuk memeriksa tekanan darah maupun berat badan kami. “Tekanan darah itu punya grade mba. Normalnya ada di angka 120/80 mmHg, kalo di atas itu seperti 130 mmHg itu sudah masuk di grade darah tinggi. Cara megatasi darah tinggi paling ringan sampean bisa makan buah semangka. Nah pas ketika makan buah semangkanya, lapisan yang warna putih itu harus ikut di makan juga.” Papar Azmi Selain itu, menurut Azmi faktor-faktor yang menyebabkan anak muda bisa memiliki tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan, atau life style yang suka begadang ataupun mengonsumsi minumann caffein seperti kopi secara berlebihan. Dengan memiliki tekanan darah yang stabil terlebi bagi wanita, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor pencegahan stunting pula. Berangkat dari paparan wanita yang berprofesi sebagai perawat tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa kesehatan harus tetap dinomorsatukan, sebab itu juga akan berpengaruh kelak di masa tua. Pada akhirnya, acara tersebut selesai pada pukul 11.00 Wib dan ditutup dengan sesi foto dan makan bersama.
ADINDA AVRILIE DELAILLA ZAHRA
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1446 H, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 60 UIN Malang mengadakan berbagai perlombaan di Desa Kalirejo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter anak-anak melalui ajang kompetisi yang edukatif. Lomba yang diselenggarakan mencakup adzan dan iqomah, mewarnai, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat. Acara ini melibatkan sekitar 80 peserta dari empat TPQ yang tersebar di Dusun Darungan. Mahasiswa KKM berperan sebagai panitia dan juri, serta berkolaborasi dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tema kegiatan ini, "Jernihkan Hati, Beningkan Niat Menggapai Ridho Sang Maha Melihat," mencerminkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang mengajarkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang besar menjadi indikator keberhasilan acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak- anak, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalirejo.
AYU SALMA DAMAYANTI
Malang. Desa Sumberdem mencatatkan torehan gemilang yang layak diabadikan dalam sejarah dengan meraih predikat Juara 1 Desa Aman Pangan tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi luar biasa ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan desa dalam menciptakan ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan, tetapi juga menjadikan Sumberdem sebagai inspirasi tak tergoyahkan bagi desa-desa lain di Jawa Timur. Tak berhenti di situ, pada 13 dan 15 Januari 2025, Desa Sumberdem kembali memantapkan dirinya sebagai pelopor perubahan dengan menjadi tuan rumah acara sosialisasi gizi spektakuler yang digagas oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 138. Dengan mengusung tema visioner "Tumbuh Maksimal dengan Gizi Optimal, Ibu Sehat Anak Hebat", acara ini membawa misi besar untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya para ibu, tentang pentingnya asupan gizi yang tepat sebagai pondasi utama bagi masa depan generasi muda. Tidak hanya sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi wadah transformasi, di mana peserta diajak untuk memahami esensi dari pola makan sehat, cara memilih bahan makanan bergizi terbaik, hingga teknik menyiapkan hidangan yang mampu menjadi sumber kekuatan keluarga. Program ini menyajikan tiga inovasi menarik yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Inovasi pertama adalah Eksperimen Sederhana Uji Antioksidan. Dengan menggunakan larutan betadin, masyarakat diajak memahami peran antioksidan yang terdapat dalam sayuran seperti bayam dan daun kelor. Eksperimen ini menunjukkan bagaimana sayuran tersebut mampu menetralkan radikal bebas, yang penting untuk mendukung kesehatan seluler dan pertumbuhan anak. Selanjutnya, KKM 138 memperkenalkan Pengembangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding kacang hijau dan jagung. Makanan ini kaya akan protein, zat besi, dan karbohidrat kompleks yang esensial untuk anak-anak. Selain membagikan inovasi ini, masyarakat juga diajarkan cara membuat puding secara higienis dan menarik agar lebih disukai anak-anak. Inovasi terakhir adalah Edukasi Infused Water sebagai Alternatif Minuman Sehat, di mana masyarakat diperkenalkan pada pilihan minuman sehat berbahan alami seperti lemon, mentimun, dan daun mint. Hal ini bertujuan mengurangi konsumsi minuman kemasan tinggi gula sekaligus memberikan hidrasi yang lebih sehat. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Desa Sumberdem bukan sekadar desa biasa, melainkan pusat inovasi yang berperan besar dalam mencetak generasi cemerlang. Edukasi yang diberikan selama acara ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa gizi bukan hanya kebutuhan, melainkan kunci emas menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi. Link Blog: https://www.kompasiana.com/afaninrushafah2117/67963142c925c470d5400372/dari-desa-juara-pangan-sumberdem-menuju-generasi-hebat-bersama-kkm-138-uin-malang