Thumbnail
2 years ago
Cegah Stunting, Wujudkan Parenting untuk Masa Depan Cerah Anak

AHMAD FIKRI AZAMI

     Desa Argosuko, 16 Januari 2025 -- Dalam Upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan mencegah terjadinya stunting, Kelompok 1 KKM berkolaborasi dengan Kelompok 71 dan 141 serta Ibu PKK Argosuko mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Cegah Stunting, Wujudkan Parenting untuk Masa Depan Cerah Anak.” Acara ini berlangsung di Balai Desa Argosuko dan dihadiri oleh perwakilan wali murid dan anak TK di Desa Argosuko. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana, Nabila Nur Azizah, yang menekankan tentang pentingnya pola asuh orang tua yang tepat saat ini dan juga memperhatikan gizi seimbang anak semenjak masa kehamilan.      Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dosen Psikologi Uin Malang, Ibu Puji Astuti. Dalam sosialisasinya kali ini, Ibu Puji memberikan ilmunya mengenai pentingnya memperhatikan apa yang dikonsumsi anak. Misalnya saja untuk kemasan susu, wajib memperhatikan komposisi gula yang terkandung di dalamnya. Ibu Puji menekankan apabila anak sebaiknya diberi makanan asli, seperti vitamin yang bersumber dari buah dan sebagainya. Selain itu, pemateri menjelaskan perawatan kesehatan fisik dan mental secara optimal serta psikososial yang mendukung tumbuh kembang anak.      Selepas sesi sosialisasi, diadakan juga lomba mewarnai yang nantinya akan menimbulkan tekanan kerja sama antara ibu dan anak. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan dengan acara yang sedang berlangsung, apalagi kegiatan yang mewarna bukanlah hal yang asing dan sulit untuk mereka kerjakan. “Aku suka kak mewarna, apalagi bentuknya gunung-gunung gini,” ujar salah satu siswa TK. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih peduli mengenai pola asuh yang efektif dan pencegahan stunting agar lebih optimal, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Thumbnail
2 years ago
Pembukaan KKM UIN Malang: Langkah Awal Pengabdian di Desa Dengkol

FADIL AIRLANGGA

Gana Asfelic: membangun langkah bersama untuk menyapa kebahagiaan MALANG- Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di laksanakan pada Jum'at (20/12/2024) dihadiri oleh seluruh mahasiswa peserta KKM dari 3 kelompok yang mengabdi di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dengan mengusung tema "Moderasi beragama, Pencegahan Stunting, kemiskina Ekstrim, dan Parenting" acara ini dihadiri oleh dosen pembimbing dari masing-masing kelompok, pihak perangkat desa, perwakilan dari kader PKK dan Posyandu, serta Karang Taruna. Acara dimulai pukul 13.00 WIB diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan beberapa sambutan, dimulai dari Fadil Airlangga sebagai ketua pelaksana acara pembukaan KKM, Totok Chamidy sebagai perwakilan dari dosen pembimbing kelompok, Agus Afandi sebagai Kepala Desa Dengkol yang memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa peserta KKM Desa Dengkol. Pembukaan acara KKM secara simbolis menandakan dimulainya kegiatan KKM yang akan berlangsung selama 40 hari, ditandai dengan ucapan basmalah dan ketukan mikrofon sebanyak 3 kali oleh Agus Afandi. Acara kemudian ditutup dengan memanjatkan doa yang dipimpin oleh Muhammad Jabbar Dzikrullah. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), diharapkan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat di Desa Dengkol.  Penulis: Irvi Novilia Rahmadia Sari, Fadil Airlangga  

Thumbnail
2 years ago
Strategi Komunikasi Emas: Seminar Menghadapi Tantangan Anak Usia Praremaja Bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si.

FESTIA MULIA ASHARI

Sabtu, 18 Januari 2025, sebuah seminar penting bertema "Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Pra Remaja" sukses diselenggarakan di SDN 1 Dengkol. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh para wali murid kelas 4 hingga 6. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendidik anak usia pra-remaja. Acara diawali dengan sambutan dari Moh. Daffa Ul Haq, mahasiswa KKN yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas antusiasme mereka dalam mendukung program ini. Sambutan berikutnya diberikan oleh Umi Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Dengkol. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak yang kuat serta mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. Seminar dimoderatori oleh salah satu mahasiswa KKN, yang memandu jalannya acara dengan lancar. Sesi awal dimulai dengan sharing session yang mengundang partisipasi aktif dari para wali murid. Dalam sesi ini, Dr. Fathul Lubabin menjelaskan bahwa usia pra-remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai mencari identitas diri dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi yang buruk di masa ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional anak dengan orang tua. Beliau juga mengatakan bahwa, "Momen paling menyenangkan bagi saya adalah ketika menjemput dan mengantar anak pulang. Ketika anak pulang dalam kondisi lelah, orang tua yang menyambut mereka dapat meredakan emosinya dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang," ujarnya. Para peserta tampak sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang cara menghadapi anak yang mulai melawan, bersikap keras kepala, atau enggan berbagi cerita dengan orang tua. Dr. Fathul memberikan panduan praktis, seperti pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan apresiasi pada usaha anak, serta menciptakan suasana dialog yang santai dan terbuka. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan aturan dan batasan yang jelas, agar anak memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali para peserta dengan teknik sederhana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Contohnya, peserta diajarkan cara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi, serta bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Dr. Fathul juga mendorong orang tua untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama wali murid agar dapat saling mendukung. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi anak-anak mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dan masyarakat berharap dapat menjadikan seminar ini sebagai awal dari program-program lain yang mendukung pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik. Acara ini menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan keluarga, menciptakan suasana rumah yang harmonis, dan mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.    

Thumbnail
2 years ago
Strategi Komunikasi Emas: Seminar Menghadapi Tantangan Anak Usia Praremaja Bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si.

ALAN FANANDA

Sabtu, 18 Januari 2025, sebuah seminar penting bertema "Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Pra Remaja" sukses diselenggarakan di SDN 1 Dengkol. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh para wali murid kelas 4 hingga 6. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendidik anak usia pra-remaja. Acara diawali dengan sambutan dari Moh. Daffa Ul Haq, mahasiswa KKN yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas antusiasme mereka dalam mendukung program ini. Sambutan berikutnya diberikan oleh Umi Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Dengkol. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak yang kuat serta mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. Seminar dimoderatori oleh salah satu mahasiswa KKN, yang memandu jalannya acara dengan lancar. Sesi awal dimulai dengan sharing session yang mengundang partisipasi aktif dari para wali murid. Dalam sesi ini, Dr. Fathul Lubabin menjelaskan bahwa usia pra-remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai mencari identitas diri dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi yang buruk di masa ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional anak dengan orang tua. Beliau juga mengatakan bahwa, "Momen paling menyenangkan bagi saya adalah ketika menjemput dan mengantar anak pulang. Ketika anak pulang dalam kondisi lelah, orang tua yang menyambut mereka dapat meredakan emosinya dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang," ujarnya. Para peserta tampak sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang cara menghadapi anak yang mulai melawan, bersikap keras kepala, atau enggan berbagi cerita dengan orang tua. Dr. Fathul memberikan panduan praktis, seperti pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan apresiasi pada usaha anak, serta menciptakan suasana dialog yang santai dan terbuka. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan aturan dan batasan yang jelas, agar anak memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali para peserta dengan teknik sederhana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Contohnya, peserta diajarkan cara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi, serta bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Dr. Fathul juga mendorong orang tua untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama wali murid agar dapat saling mendukung. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi anak-anak mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dan masyarakat berharap dapat menjadikan seminar ini sebagai awal dari program-program lain yang mendukung pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik. Acara ini menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan keluarga, menciptakan suasana rumah yang harmonis, dan mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.    

Thumbnail
2 years ago
KKM 161 Gantari Bhumi: Orang Tua Cerdas, Masa Depan Anak Gemilang!

RYANDITA RADITYA

Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius. Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik. Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.

Thumbnail
2 years ago
"Semangat Gotong Royong: Mahasiswa KKM 107 dan Warga Bersihkan Balai RT 04"

BALQIS THUFAILAH YASMIN

Pada pagi hari yang cerah, tepatnya pukul 09.00 WIB 19 Januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan semangat pengabdian mereka melalui kegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT (RT 04) dusun jedong desa Jedong. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 04 ini merupakan wujud nyata kontribusi Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara kepada masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para mahasiswa secara kompak membersihkan dan memperbaiki fasilitas balai RT. Mereka dengan sigap membersihkan ruangan, mengecat balai RT, serta melakukan perbaikan ringan yang diperlukan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan, namun juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas Naradhipta Sankara terhadap warga sekitar. Program ini merupakan bagian dari misi KKM (107 Naradhipta Sankara) untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kontribusi positif di wilayah tempat mereka ditugaskan. Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dan membantu masyarakat. Para warga RT 04 tampak antusias dalam jegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT 04 bersama dengan mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa kerja sama antar warga dan mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih. Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. Mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademis, tetapi juga memiliki komitmen dan antisipasi. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk senantiasa berkontribusi dalam membangun dan memberdayakan masyarakat.   Penulis: Kelompok KKM 107 (Naradhipta Sankara)