Thumbnail
2 years ago
Ngadas, Desa Harmoni dalam Keberagaman dan Tradisi Adat

NOFAL ALDI HUSAINI

HUMAS UIN MALANG – Jumat, (17/1) Desa Ngadas, yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi sorotan sebagai contoh nyata moderasi beragama dengan harmoni keberagaman agama dan tradisi budaya yang tetap terjaga. Desa yang dihuni oleh 1.756 jiwa pada tahun 2023 ini menawarkan pelajaran berharga tentang toleransi dan pelestarian budaya lokal, di samping keindahan alamnya yang memikat. Desa Ngadas memiliki masyarakat dengan keberagaman keyakinan, meliputi tiga agama utama: Buddha, Islam, dan Hindu. Penduduk mayoritas menganut agama Buddha, diikuti oleh penganut Islam dan Hindu. Meski berbeda keyakinan, masyarakat Desa Ngadas hidup rukun dan saling menghormati. Tingginya sikap toleransi tampak dari cara mereka menjaga keharmonisan, baik dalam menjalankan ibadah masing-masing maupun menghormati tradisi keagamaan warga lainnya. Keunikan Desa Ngadas semakin mendapat perhatian setelah mahasiswa KKM 08 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan studi terkait moderasi beragama di desa ini. Penelitian tersebut mengungkapkan bagaimana masyarakat Desa Ngadas berhasil menyelaraskan keberagaman agama dengan tradisi budaya yang diwariskan dari leluhur. Salah satu tradisi yang menjadi perekat masyarakat adalah budaya Karo. Budaya Karo merupakan ritual mendoakan arwah leluhur di pemakaman desa, yang dilakukan bersama oleh seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Dalam tradisi ini, setiap individu melaksanakan doa sesuai keyakinannya masing-masing. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan toleransi, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pelestarian nilai-nilai adat. Perayaan budaya Karo berlangsung dengan penuh semarak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tradisi ini menjadi momen persatuan yang mampu menyatukan komunitas, sekaligus mengajarkan pentingnya kerja sama dan rasa hormat terhadap perbedaan. Sebagai salah satu tradisi adat utama, budaya Karo memiliki nilai sosial yang tinggi dibandingkan perayaan adat lainnya. Keharmonisan yang tercipta dalam perayaan ini menunjukkan bahwa keberagaman, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.   Desa Ngadas adalah bukti bahwa modernisasi tidak harus mengikis nilai-nilai tradisional dan keberagaman. Sebaliknya, desa ini berhasil menunjukkan bahwa harmoni dapat tercapai melalui penghormatan terhadap perbedaan dan pelestarian budaya lokal. Selain menjadi destinasi wisata yang menarik, Desa Ngadas juga menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin belajar tentang toleransi dan harmoni dalam keberagaman. Kontributor: Akbar Kurniawan dan Nofal Aldi Husaini

Thumbnail
2 years ago
Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas

MHD. IBNU HAFIZ NST

Seminar Parenting : Membangun Karakter Positif Siswa SMA Islam Diponegoro untuk Masa Depan yang Gemilang Pernikahan dini dan tingginya tingkat perceraian menjadi isu krusial di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Untuk mengatasi tantangan ini, Kolaborasi tiga kelompok KKM UIN Malang di desa Gondowangi menyelenggarakan seminar bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" yang bertempat di SMA Islam Diponegoro. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya parenting yang tepat demi masa depan yang cerah, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun di Desa Gondowangi, yakni Kelompok Cakra Bhakti dari Dusun Wiloso, Kelompok Cakra Adhimukti dari Dusun Rekesan, dan Kelompok Manunggalina dari Dusun Pohbener. Materi utama dalam acara ini disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang konseling, psikologi, dan pendidikan. Beliau memiliki beragam sertifikasi di bidang psikologi dan konseling dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) dan pelatihan Quantum Life Transformation (QLT). serta aktif di berbagai forum akademik dan profesional. Gambar penyampaian materi oleh  ibu Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., (Sumber: dokumentasi pribadi).  Acara yang berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Kelas SMA Islam Diponegoro ini yang diawali dengan pembukaan oleh Farihah Inayatul Ilma sebagai MC, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Singgih Asnidar Jundi Bhimarjuna, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siska Ramadini. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Muhammad Mu'zi, diikuti Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Ibu Aisyah Albariroh, S.Pd., serta pemutaran video profil Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipandu oleh saudara Miftahul Arifin. Acara inti diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., yang dimoderatori oleh Nurul Fatikha R. Izzati. Pemaparan materi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah sesi tanya jawab, penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana serta sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfan Nurul Rizki, dilanjutkan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah semua rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih oleh panitia yang dibantu oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Kegiatan edukasi bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" di SMA Islam Diponegoro menjadi langkah penting dalam mengatasi isu pernikahan dini dan perceraian yang tinggi di Desa Gondowangi. Melalui kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun, acara ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pendidikan karakter, parenting yang baik, dan motivasi belajar sebagai bekal untuk masa depan. Kehadiran Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., sebagai narasumber menambah nilai edukatif acara ini, yang diakhiri dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm36cakrabhakti3900/678cdd25c925c47f855200f2/parenting-cerdas-bekal-siswa-sma-islam-diponegoro-menuju-indonesia-emas?lgn_method=google&google_btn=onetap Kreator: Kkm36cakrabhakti

Thumbnail
2 years ago
Mengukir Kisah Kebersamaan di TPQ Al-Hidayah: Peringatan Isra Mi'raj dan Perpisahan yang Penuh Makna oleh KKM 186

SALSABILAH IFA NUR KHOLIS

Mengukir Kisah Kebersamaan di TPQ Al-Hidayah: Peringatan Isra Mi'raj dan Perpisahan yang Penuh Makna oleh KKM 186 Pada tanggal 25 Januari 2025, kelompok KKM 186 mengadakan acara puncak yang menggabungkan peringatan Isra Mi'raj, pembagian hadiah lomba, serta acara perpisahan di TPQ Al-Hidayah. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, memberikan apresiasi kepada santri TPQ atas prestasi mereka, dan menjadi ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan kami selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ tersebut. Acara dimulai dengan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam, selaku pengasuh TPQ. Suasana sore itu sangat khidmat, dengan lantunan zikir dan doa yang diikuti oleh para santri, pengurus TPQ, orang tua, dan anggota kelompok KKM 186. Istighotsah ini menjadi pembuka yang penuh makna, mengingatkan semua yang hadir untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memohon keberkahan dalam acara yang akan dilangsungkan. Pembukaan oleh mc  Setelah istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dari kelompok KKM 186. MC memberikan pengantar mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memperingati Isra Mi'raj. Suasana semakin khusyuk ketika salah satu anggota kelompok kami, Khusnul Amalia, membacakan ayat suci Al-Qur'an. Lantunan ayat suci yang merdu tersebut memenuhi ruangan, memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua yang hadir. Berikutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah, Bapak Khairul Anam, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi kelompok KKM 186 yang telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di TPQ. Beliau juga menyampaikan harapan agar kebersamaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus memajukan TPQ Al-Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KKM 186, Zam Zam Nur Jaman. Dalam pidatonya, Zam Zam mengungkapkan kebanggaan dan rasa syukur karena telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ ini. Ia juga menyampaikan harapan agar apa yang telah dilakukan oleh kelompok kami dapat membawa manfaat jangka panjang bagi para santri. Proses potong tumpeng oleh bapak pengasuh dengan ketua kelompok 186 Momen yang paling ditunggu oleh para santri adalah pembagian hadiah lomba. Sebelumnya, berbagai lomba telah diadakan, seperti lomba mewarnai untuk kelas Isti'dad dan Jilid 1, lomba doa harian dan surat-surat pendek untuk kelas Jilid 2, serta lomba fashohah untuk kelas Jilid 3. Nama-nama pemenang diumumkan dengan penuh semangat, dan para santri yang menang maju ke depan untuk menerima hadiah. Melihat wajah ceria para santri saat menerima penghargaan, kami merasa semua usaha dalam menyiapkan lomba ini terbayar lunas. Kami berharap hadiah ini tidak hanya menjadi apresiasi, tetapi juga motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pembagian Hadiah Pemenang lomba  Setelah pembagian hadiah, acara berlanjut dengan prosesi penyerahan sertifikat penghargaan dari TPQ Al-Hidayah kepada kelompok KKM 186. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi dari pihak TPQ atas dedikasi yang telah kami berikan selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ. Prosesi ini mengingatkan kami bahwa sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dapat memberikan dampak yang berarti bagi orang lain. Acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Khairul Anam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan yang telah diberikan selama kebersamaan kami. Potong tumpeng ini juga menjadi simbol perpisahan yang penuh haru, menandai akhir dari masa bakti kami di TPQ Al-Hidayah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam. Doa ini menjadi penutup yang penuh makna, mengiringi harapan agar segala kegiatan yang telah dilakukan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, terutama bagi santri dan pengurus TPQ. Pembagian piala oleh bapak pengasuh Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi kami. Selama lebih dari satu bulan, kami belajar tentang pentingnya pengabdian, kerja sama, dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Para santri mengajarkan kami tentang semangat belajar, sementara para pengurus TPQ memberikan teladan tentang pentingnya keikhlasan dalam mendidik generasi muda. Kelompok KKM 186 merasa bangga telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ Al-Hidayah. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga, dan semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri dan lingkungan TPQ. Acara ini menjadi penutup yang indah, sekaligus awal dari harapan untuk masa depan yang lebih baik. https://www.kompasiana.com/farrosasadudinmilzam7063/679733faed641502dc70f132/mengukir-kisah-kebersamaan-di-tpq-al-hidayah-peringatan-isra-mi-raj-dan-perpisahan-yang-penuh-makna-oleh-kkm-186  

Thumbnail
2 years ago
Dari Mahasiswa untuk Pendidikan : Cerita KKM 186 dalam Mewarnai Pembelajaran di SDN 2 Toyomarto Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dari Mahasiswa untuk Pendidikan : Cerita KKM 186 dalam Mewarnai Pembelajaran di SDN 2 Toyomarto", Kl

DINI MUSYAHADAH

Dari Mahasiswa untuk Pendidikan: Cerita KKM 186 dalam Mewarnai Pembelajaran di SDN 2 Toyomarto Mengabdi kepada masyarakat melalui pendidikan adalah salah satu pengalaman berharga yang kami dapatkan selama mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Sebagai kelompok KKM 186, kami merasa bersyukur diberikan kesempatan untuk berkontribusi langsung di Desa Toyomarto, Dusun Bodean Krajan. Salah satu program kerja utama kami adalah membantu pengajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Toyomarto, sebuah sekolah yang terletak di Jalan Wonosari-Toyomarto. Program ini dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memperkenalkan suasana baru yang menyenangkan bagi siswa dan siswi sekolah tersebut. Pada hari pertama kami melaksanakan kegiatan ini, kami memulai dengan mengikuti upacara bendera bersama seluruh siswa, guru, dan staf SDN 2 Toyomarto. Upacara yang berlangsung pada pagi hari itu memberikan kesan mendalam bagi kami. Selain menjadi momen awal untuk mengenal seluruh warga sekolah, upacara ini juga mencerminkan budaya kedisiplinan yang diterapkan di sekolah. Melihat semangat para siswa mengikuti upacara, kami semakin termotivasi untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Setelah upacara selesai, kami langsung memulai kegiatan mengajar. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 12 orang, kami telah membagi tugas secara terorganisir. Kami fokus membantu pembelajaran untuk kelas 2 hingga kelas 5. Di tingkat ini, sebagian besar mata pelajaran diajarkan oleh wali kelas, sehingga kami berperan sebagai pendamping untuk memberikan tambahan penjelasan, membantu siswa yang memerlukan perhatian lebih, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Mata pelajaran yang kami bantu ajarkan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Pancasila, Seni Budaya, Bahasa Inggris, hingga Bahasa Jawa. Beragamnya mata pelajaran yang kami tangani menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Melalui program ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan siswi SDN 2 Toyomarto. Harapan kami, apa yang kami lakukan dapat menjadi salah satu langkah kecil yang membawa manfaat besar, baik dalam menambah wawasan para siswa maupun dalam membangun kesadaran kami tentang pentingnya pendidikan sebagai salah satu pilar utama kemajuan masyarakat. Kami, kelompok KKM 186, merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka, dan semoga semangat yang telah kami bangun bersama dapat terus berkembang di masa depan.

Thumbnail
2 years ago
KKM UIN Malang Akhiri Pengabdian Bermakna di SDN Ngadas

AKHMAD SULTON KHAKIM

Penutupan kegiatan mengajar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berlangsung di lapangan SDN 1 Ngadas pada Senin, (20/1). Acara ini dihadiri oleh para guru, siswa, serta anggota kelompok 8 KKM UIN Malang, yang sekaligus menandai berakhirnya program pengabdian selama dua minggu. Momen ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang berkelanjutan antara UIN Malang dan SDN 1 Ngadas. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta pemberian kenang-kenangan simbolis dari mahasiswa KKM kepada pihak sekolah. Sambutan pertama disampaikan oleh Akhmad Sulton Khakim, ketua kelompok 8 KKM UIN Malang. Dalam sambutannya, Khakim mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas sambutan hangat yang diterima selama proses pembelajaran. Ia juga menceritakan pengalaman berharga yang dirasakan mahasiswa selama kegiatan mengajar. "Kami sangat berterima kasih atas bimbingan para guru selama kami berada di sini. Pengalaman ini menjadi ajang untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah sekaligus menghadapi tantangan dan belajar lebih banyak," ungkap Khakim. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Haris, Kepala Sekolah SDN 1 Ngadas. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Ia juga berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan memberi dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Desa Ngadas. "Kami sangat menghargai semangat dan dedikasi para mahasiswa KKM. Semoga siswa-siswi kami terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perkuliahan, mengikuti jejak kakak-kakak mahasiswa," ujar beliau. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan secara simbolis dari perwakilan mahasiswa kepada kepala sekolah sebagai bentuk apresiasi. Sebelum penutupan, mahasiswa dan guru berfoto bersama serta mengadakan sesi ramah tamah dengan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Momen ini menjadi penutup yang penuh kehangatan, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan komunitas SDN 1 Ngadas. Sebelum meninggalkan sekolah, para mahasiswa berpamitan dengan para guru di kantor sebagai tanda penghormatan. Penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan pengabdian yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi SDN 1 Ngadas.

Thumbnail
2 years ago
Antusiasme Tinggi! Siswa MI Hidayatul Fata Sambut Kedatangan Perpustakaan Keliling

ARIFFAH DARA DINANTY

Pada pagi yang cerah di tanggal 20 Januari 2025, suasana di MI Hidayatul Fata, Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, tampak berbeda dari biasanya. Sebuah mobil perpustakaan keliling, hasil kolaborasi antara Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakradhara 170 UIN Malang dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, terparkir di halaman sekolah, menarik perhatian para siswa. Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dengan antusias, menanti kesempatan untuk menjelajahi berbagai buku yang tersedia. Perpustakaan keliling ini membawa beragam koleksi, mulai dari buku pelajaran, cerita anak, hingga pengetahuan umum, yang semuanya dapat diakses langsung oleh para siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca dan menyediakan akses literasi yang lebih luas bagi siswa-siswi di sekolah tersebut. Koordinator KKM Cakradhara 170, Rizqul Kamali Maulal Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kepada siswa-siswi MI Hidayatul Fata. "Kami ingin memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk mengakses buku-buku supaya mempunyai wawasan yang lebih luas. Dengan adanya perpustakaan keliling ini, kami berharap mereka bisa lebih termotivasi untuk belajar dan membaca," ujar Rizqul. Para siswa tampak sangat antusias saat memilih buku yang sesuai dengan minat mereka. Beberapa di antara mereka langsung membuka halaman demi halaman, tenggelam dalam cerita dan informasi yang disajikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses kepada buku, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Dengan adanya perpustakaan keliling, diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam peningkatan literasi di daerah ini. Kolaborasi antara KKM Cakradhara 170 dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan pendidikan di wilayah tersebut. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan generasi muda di daerah dengan akses terbatas terhadap bahan bacaan dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.