Thumbnail
2 years ago
Semangat Isra' Mi'raj dalam Lomba Desa Purwoasri : Meningkatkan Kreativitas dan Kebersamaan Melalui Acara ANGKASA

FAKHRUL FAKHRUDIN

Pada Minggu, 26 Januari 2025, Balai Desa Purwoasri menjadi pusat kemeriahan dengan digelarnya acara ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri yang diselenggarakan oleh kelompok KKM UIN Malang, yang terdiri dari kelompok 45, 115, dan 185. Dengan tema Meningkatkan Iman dan Silaturrahmi dalam Semangat Isra' Mi'raj, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan untuk memupuk kebersamaan dan semangat kompetisi yang sehat. Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, lomba ini berhasil menyatukan warga sekaligus memberikan ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Berikut adalah laporan singkat mengenai jalannya acara. Acara dimulai dengan registrasi peserta yang dikoordinasikan oleh tim kesekretariatan. Tim memastikan seluruh peserta terdata dengan baik agar lomba dapat berjalan lancar. Semua peserta yang sudah terdaftar kemudian menerima nomor peserta untuk memudahkan pengaturan selama lomba. Registrasi berjalan dengan tertib, dan seluruh peserta terlihat antusias menunggu dimulainya acara. Setelah itu, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta dan tamu undangan. MC menyambut kedatangan seluruh peserta dengan semangat dan membangkitkan antusiasme mereka untuk mengikuti lomba dengan penuh energi positif. Kemudian, Ketua Panitia memberikan sambutan singkat yang menggugah semangat peserta, dan acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama-sama. Sambutan ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, serta mengingatkan pentingnya lomba ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setelah pembukaan, tim sie lomba membacakan teknis pelaksanaan lomba, memastikan seluruh peserta memahami aturan yang berlaku. Pembacaan teknis dilakukan secara jelas dan terperinci, termasuk pembagian waktu setiap sesi lomba. Setelah itu, MC mengarahkan peserta untuk menuju tempat perlombaan sesuai kategori masing-masing, yaitu lomba kreativitas anak-anak, hafalan juz amma, dan mewarnai. Semua peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk memulai kompetisi masing-masing. Selama acara berlangsung, tiga jenis lomba dilaksanakan secara paralel. Lomba cerdas cermat terdiri dari tiga babak yang menguji kemampuan peserta dalam berbagai topik pengetahuan umum. Hafalan juz amma dibagi menjadi dua babak utama, yang menguji ketelitian dan kecepatan peserta dalam menghafal surah-surah pendek dari Al-Qur'an. Sementara itu, lomba mewarnai memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka dengan warna-warna cerah, melukis gambar yang telah disediakan dengan penuh semangat. Setiap peserta menunjukkan dedikasi dan konsentrasi yang luar biasa dalam mengikuti lomba mereka. Setelah lomba selesai, peserta diarahkan kembali ke depan balai desa sambil menerima konsumsi yang dibagikan oleh tim acara dan konsumsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan teratur. Makanan ringan dan minuman dibagikan untuk memberikan energi kembali kepada peserta setelah berkompetisi. Semua orang terlihat senang dan nyaman selama waktu istirahat ini, serta berbincang dengan sesama peserta atau anggota keluarga yang hadir untuk mendukung mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Sebelum acara resmi ditutup, tim PDD memanfaatkan waktu untuk membuat dokumentasi kreatif bersama peserta, menambah keseruan dan mempercantik dokumentasi acara. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan publikasi untuk kegiatan selanjutnya dan sebagai kenangan bagi peserta dan panitia. Tim PDD juga mengambil momen-momen spesial selama acara berlangsung, dari awal hingga akhir, agar semua kegiatan tercatat dengan baik. Penutupan dilakukan oleh MC dengan penuh rasa syukur. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan atas dukungannya sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan acara ini. Panitia berharap bahwa semangat yang tercipta dalam lomba ini dapat terus hidup dan menginspirasi kegiatan-kegiatan positif lainnya di desa. ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dengan kerja sama panitia, peserta, dan dukungan masyarakat, acara ini berjalan sukses dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan menggali potensi masyarakat Desa Purwoasri.  

Thumbnail
2 years ago
Didik Orang Tua, Selamatkan Anak: Program Parenting dan Pencegahan Stunting Oleh KKM 50 UIN Malang

AMELIA PRAMESWARI

Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat  terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang  berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih

Thumbnail
2 years ago
MENJAGA WARISAN KERAJINAN PERAK DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

ECOFAH RADITYA DANISWARA

Dusun Sebaluh pernah menjadi pusat kerajinan perak yang berkembang pesat. Kerajinan perak di Dusun Sebaluh masih mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatannya. Bahan utama yang digunakan adalah perak dan emas, yang dibentuk melalui proses penempaan, pengikiran, dan pengerjaan detail menggunakan alat-alat sederhana. Tidak seperti produksi massal yang menggunakan cetakan, para pengrajin di sini tetap menggunakan metode tradisional untuk menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi. Setiap cincin yang dibuat memerlukan waktu sekitar satu hari, tergantung pada tingkat kerumitannya. Model cincin yang paling banyak diproduksi adalah bentuk tangan, dengan desain yang disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Batu hias yang digunakan pun berasal langsung dari pelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada perhiasannya. Salah satu hal unik dari produksi di Dusun Sebaluh adalah penggunaan perak dalam bentuk butiran yang kemudian dilebur tanpa melalui cetakan. Teknik ini memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dengan sentuhan artistik yang berbeda dari produksi massal di pabrik. Sejak tahun 1993, para pengrajin perak di daerah ini telah menciptakan berbagai perhiasan dan aksesori bernilai seni tinggi. Dahulu, industri ini didukung oleh sekitar 15 pengrajin yang bekerja secara aktif, bahkan mencapai puncaknya dengan 8 orang pengrajin tetap. Salah satu tokoh utama dalam industri ini adalah Bapak Binardi, seorang pengusaha yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan warisan seni perak tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin yang bertahan hanya tinggal 2 hingga 3 orang.  Salah satu pengrajin yang masih bertahan adalah Pak Subur, yang sejak awal telah mengabdikan dirinya dalam dunia seni kerajinan perak. Menurut Pak Subur, keterampilan membuat perhiasan perak tidaklah sulit jika seseorang memiliki kemauan dan ketekunan. Namun, berkurangnya tenaga kerja disebabkan oleh menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya permintaan pasar. Kesulitan dalam regenerasi pengrajin ini menjadi tantangan besar dalam mempertahankan tradisi kerajinan perak di Dusun Sebaluh. Selain cincin, berbagai jenis perhiasan lain juga dibuat di Dusun Sebaluh, termasuk anting, gelang, dan kalung. Modelnya menyesuaikan keinginan pelanggan, dengan beberapa desain yang sangat detail dan membutuhkan waktu pengerjaan hingga tiga hari, terutama untuk perhiasan dengan ukiran khusus. Pada masa kejayaannya, produk-produk perak dari Dusun Sebaluh dikirim hingga ke Bali dan Yogyakarta selama kurang lebih 10 tahun. Namun, dalam satu dekade terakhir, pemasaran lebih banyak terfokus pada pasar lokal. Daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi, meskipun peminat dari kalangan menengah ke atas masih tetap ada. Harga produk perak ini bervariasi, dengan harga mulai dari Rp800.000 per item, tergantung pada desain dan kompleksitasnya. Produk terbesar yang pernah dibuat adalah timangan sabuk (kuncian sabuk), yang menunjukkan keahlian tinggi dalam seni kerajinan logam mulia. Saat ini, produk kerajinan perak ini lebih banyak dikirim ke toko-toko perhiasan yang memesan secara kondisional. Produk-produk ini biasanya dikirim melalui paket untuk pelanggan di luar kota yang berikutnya, produk-produk ini dijual kembali dengan surat resmi. Dengan kondisi pasar yang semakin berubah, para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan permintaan yang ada. Kini, pemasaran lebih bergantung pada pesanan langsung dari pelanggan maupun suplai ke toko-toko emas tertentu. Upaya promosi melalui media sosial juga mulai diterapkan oleh beberapa pengrajin untuk menjangkau pelanggan baru dan mempertahankan eksistensi industri kerajinan perak di tengah era digital. Tantangan terbesar yang dihadapi pengrajin perak saat ini adalah menurunnya daya beli serta kurangnya tenaga kerja terampil. Dulu, masyarakat begitu antusias hingga rela mengantri untuk mendapatkan produk perak dari Dusun Sebaluh. Kini, hanya pelanggan setia dan kolektor yang masih aktif melakukan pemesanan, bahkan ada yang memesan hingga 200 buah untuk koleksi pribadi. Beberapa pengrajin berupaya meningkatkan daya tarik produknya dengan inovasi desain dan kombinasi material yang lebih modern. Ada juga rencana untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan ini tidak hilang begitu saja. Jika lebih banyak pemuda tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini, maka harapan untuk menghidupkan kembali kejayaan industri perak di daerah ini masih terbuka lebar. Hal ini pulalah yang menjadi motivasi pak Subur tetap bertahan sebagai pengrajin perak. Baginya, kesulitan hanya tumbuh karena rasa malas, sementara kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Seni kerajinan perak Dusun Sebaluh bukan sekadar bisnis, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Dengan tetap mempertahankan teknik tradisional dan beradaptasi dengan tren pasar, kerajinan perak dari Dusun Sebaluh dapat terus bersinar di masa depan. Pemerintah daerah dan komunitas seni juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dari segi promosi maupun pelatihan, agar industri ini dapat kembali berkembang dan membawa kesejahteraan bagi para pengrajinnya. https://www.kompasiana.com/dharmasheva1743763  

Thumbnail
2 years ago
Wisuda SOTH Desa Sidorejo: Mewujudkan Generasi Unggul Melalui Pengasuhan Berkualitas

PUTRI SETIA SEPTAVIANI

Sidorejo, Jabung - Balai Desa Sidorejo menjadi saksi sejarah bagi 36 orang tua yang diwisuda dalam program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) pada Jumat, 20 Desember 2024. Program yang digagas melalui kerjasama antara Sub PPKBD dan Pemerintah Desa Sidorejo ini bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan balita melalui edukasi komprehensif kepada orang tua. Acara wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo, Bapak M. Mudhir Ali, ST, didampingi Ibu lurah, Ibu Rusmini Mudhir Ali. Turut hadir perwakilan Pekerja Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Jabung, yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif mahasiswa KKM UIN Malang dari kelompok 166, 26, dan 96. Para mahasiswa berkontribusi dalam berbagai aspek, mulai dari dekorasi venue, dokumentasi, hingga bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). “Program SOTH ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah desa terhadap tumbuh kembang anak-anak di Desa Sidorejo,” ujar Kepala Desa dalam Berbagainya. Beliau menambahkan bahwa program ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul melalui pola pengasuhan yang tepat. Inisiasi program SOTH bermula dari proposal yang diajukan oleh Sub PPKBD, yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Melalui kolaborasi dengan kader SOTH dan narasumber berkompeten, program ini berhasil memberikan pemahaman mendalam tentang pola asuh yang baik kepada para peserta. Para wisudawan mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. "Setelah mengikuti SOTH, saya lebih memahami bagaimana cara mengasuh anak dengan benar dan memperhatikan tumbuh kembangnya," ungkap salah satu peserta wisuda dengan antusias. Wisuda SOTH ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pengasuhan merupakan investasi berharga untuk masa depan. Dengan berbekal ilmu yang didapat, para orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak mereka. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan balita di Desa Sidorejo. Melalui program SOTH, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.  

Thumbnail
2 years ago
Sinergi Mahasiswa dan Warga Bangun Kamar Mandi Musholla di GadingKembar

IKWAL PANGSA CHANIAGO

Malang, 28 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dari Kelompok 19 bersama warga Dusun Gading RT 18 RW 03 bergotong royong membangun kamar mandi untuk Musholla Baitul Mubtadiin. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada Senin (20/01/2025), Selasa (21/01/2025), dan Kamis (23/01/2025). Pembangunan kamar mandi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan jamaah musholla serta memberikan pengalaman kerja sama kepada mahasiswa dalam membangun fasilitas umum. Kegiatan ini melibatkan enam mahasiswa KKM, sekitar 20 warga setempat, serta Ketua RW 03 yang juga ikut serta dalam proses pembangunan. Gotong Royong dalam Pembangunan Pengerjaan kamar mandi dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecoran tanah, pengangkatan bata, penyemenan, penyaringan pasir, hingga tahap penyelesaian akhir. Mahasiswa dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan dengan penuh semangat. Ketua RW 03 menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan mahasiswa KKM. "Mahasiswa KKM benar-benar membantu semua rangkaian kerja dengan baik. Mereka memberikan tenaga dan semangat baru bagi kami warga desa," ujarnya. Sebagai bentuk penghargaan, warga juga mengadakan sayembara pemberian ikhlas kepada peserta yang aktif membantu. Ketua Kelompok KKM 19, Ikwal Pangsa Chaniago, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pelajaran bagi mahasiswa. "Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana pentingnya kerja sama, sekaligus mengenal lebih dekat masyarakat sekitar," katanya. Antusiasme Warga dan Harapan Mahasiswa Antusiasme warga terhadap kegiatan ini sangat besar. Mereka merasa kehadiran mahasiswa KKM memberikan dampak positif bagi desa. Salah satu warga menyatakan, "Kami sangat senang mahasiswa KKM mau bergabung dan membantu kami membangun musholla. Semoga kerja sama ini bermanfaat untuk masyarakat luas." Di sisi lain, mahasiswa berharap bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan mereka, terutama dalam memahami proses pembangunan dari awal hingga selesai. Sinergi antara mahasiswa dan warga diharapkan terus berlanjut demi kemajuan fasilitas ibadah dan kesejahteraan masyarakat.

Thumbnail
2 years ago
Membangun Generasi Sehat: Peran Parenting dalam Pencegahan Stunting di Desa Bendosari

LINGGA ANDRIAN MAULANA

Pada Kamis, 2 Januari 2025, bertempat di SMPN 4 Pujon Satu Atap, Desa Bendosari, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Stunting dan Parenting" oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita, tentang pentingnya pola asuh yang baik dan langkah-langkah pencegahan stunting. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan Rizqul Kamali, Koordinator Desa, dilanjutkan pemaparan materi. Materi mencakup pentingnya parenting, pemenuhan gizi, serta faktor penyebab dan pencegahan stunting. Stunting adalah hambatan pertumbuhan akibat gizi buruk, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Selain asupan gizi, pola asuh yang baik, stimulasi kognitif, interaksi sosial, dan lingkungan sehat sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Para ibu diajak menerapkan pola asuh responsif dan menjaga keseimbangan gizi untuk mencegah stunting. Kurangnya stimulasi dini, pola makan tidak seimbang, dan sanitasi buruk dapat memperparah kondisi ini. Peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman dalam mengasuh anak, terutama terkait kendala ekonomi dalam menyediakan makanan bergizi. Pembahasan juga mencakup solusi pemenuhan nutrisi dengan bahan terjangkau dan pentingnya interaksi sosial, seperti membaca buku dan permainan edukatif. Selain itu, teknologi juga dibahas sebagai alat bantu parenting, namun tetap membutuhkan pengawasan agar anak tidak terpapar konten negatif. Sosialisasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya parenting dan pencegahan stunting. Pola asuh yang tepat dan gizi seimbang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kecerdasan dan kesejahteraan anak. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta berharap adanya kegiatan serupa di masa mendatang. Program ini menunjukkan bahwa edukasi parenting dan stunting dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup anak-anak di desa ini.