JAMILATUL LUTFIYAH
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
ANGGITA MAWAR HABIBI JANNAH
HUMAS UIN MALANG - Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Malang telah berlangsung meriah (25/1). SDN 2 Wonorejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dua siswanya meraih juara. Hamka, siswa SDN 2 Wonorejo, meraih Juara 2 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), sedangkan Ulil memperoleh Juara Harapan 1 pada kategori Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ). Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh kakak-kakak Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 156 yang menjalankan program kerja di SDN 2 Wonorejo. Keberhasilan siswa SDN 2 Wonorejo ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mereka dan meningkatkan minat siswa untuk mengeluarkan potensi bakat dan minat mereka. Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda di Poncokusumo untuk terus mengembangkan potensi dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan masyarakat dapat membawa hasil yang positif. KKM 156 UIN Malang dan SDN 2 Wonorejo telah menunjukkan contoh kerja sama yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi siswa. Kontributor: KKM 156 UIN Malang
OCCA WAFUQ DAWIAL
Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.
FIKA ROJAH
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
AHMAD ZAKI FAZA
HUMAS UIN MALANG - Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Malang telah berlangsung meriah (25/1). SDN 2 Wonorejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dua siswanya meraih juara. Hamka, siswa SDN 2 Wonorejo, meraih Juara 2 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), sedangkan Ulil memperoleh Juara Harapan 1 pada kategori Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ). Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh kakak-kakak Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 156 yang menjalankan program kerja di SDN 2 Wonorejo. Keberhasilan siswa SDN 2 Wonorejo ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mereka dan meningkatkan minat siswa untuk mengeluarkan potensi bakat dan minat mereka. Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda di Poncokusumo untuk terus mengembangkan potensi dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan masyarakat dapat membawa hasil yang positif. KKM 156 UIN Malang dan SDN 2 Wonorejo telah menunjukkan contoh kerja sama yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi siswa. Kontributor: KKM 156 UIN Malang
AHMAD ZAKIYUL FUAD
Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban orang tua dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Di era modern ini, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika kehidupan keluarga. Kemajuan teknologi yang menghadirkan berbagai kemudahan juga membawa dampak besar dalam pola asuh anak. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pola asuh yang tepat menjadi kebutuhan mendesak bagi para orang tua agar mereka dapat membimbing anak-anak dengan baik di tengah perubahan zaman.Salah satu upaya untuk menjawab tantangan ini adalah dengan mengadakan sosialisasi parenting, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai cara mendidik dan membimbing anak secara efektif. Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua, guru, dan anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sosialisasi Parenting oleh KKM UIN Malang 157 Sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 157 mengadakan kegiatan Sosialisasi Parenting pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan menghadirkan narasumber dari Fakultas Psikologi UIN Malang, Rika Fiatirrosida, S.Psi, M.A. Dalam sosialisasi ini, narasumber menyampaikan materi tentang pola asuh yang efektif bagi anak usia sekolah, dengan menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pendekatan disiplin positif, serta cara menghadapi tantangan dalam mendidik anak di era digital. Rika Fiatirrosida menjelaskan bahwa anak-anak di usia sekolah dasar berada dalam fase perkembangan yang sangat penting, di mana mereka mulai membentuk kebiasaan belajar, mengembangkan keterampilan sosial, serta memahami nilai-nilai moral. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam memberikan contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Acara ini dihadiri oleh para wali murid yang sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mengasuh anak, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan teknologi digital, seperti penggunaan gawai yang berlebihan dan dampaknya terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Narasumber memberikan berbagai tips praktis kepada orang tua agar dapat mengontrol penggunaan teknologi dalam kehidupan anak tanpa harus membatasi kreativitas dan eksplorasi mereka. Dampak dan Harapan dari Sosialisasi Parenting adalah tingginya minat wali murid dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa banyak orang tua ingin memahami lebih dalam mengenai cara mendidik anak dengan pendekatan yang tepat. Sosialisasi parenting semacam ini sangat penting, terutama di lingkungan sekolah dasar, di mana anak-anak sedang berada dalam fase perkembangan yang krusial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan orang tua lebih siap menghadapi tantangan dalam mendidik anak, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola asuh yang efektif, orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendidik anak-anak mereka, sehingga tercipta generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan berkarakter kuat. Ke depannya, diharapkan sosialisasi parenting seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak orang tua yang mendapatkan wawasan baru dalam mengasuh anak. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga dari keluarga yang harmonis dan penuh perhatian terhadap perkembangan anak. Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan, maka akan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih siap menghadapi masa depan.