Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Generasi Muda Tanpa Narkoba Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Generasi Muda Tanpa Narkoba", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm04dharmamchara1469/67a5c510

WAHYUFIDAN ROBBI HABIBI

Gubukklakah, Poncokusumo -- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar acara sosialisasi bertajuk "Muda Mendunia, Tanpa Narkoba" pada Jumat (10/1/2025) di Balai Desa Gubukklakah. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, perwakilan organisasi pemuda, dan pelajar setempat.   Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari panitia dan perwakilan perangkat desa. Inti acara adalah sesi sosialisasi yang menghadirkan Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber. Dengan dimoderatori oleh Hida Amalia, anggota KKM, sesi berlangsung interaktif dan informatif.   Dalam sosialisasi, Dr. Fathul memaparkan dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, peserta diberikan pemahaman tentang cara pencegahan dan penanganan jika menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.   Acara ini diikuti dengan diskusi santai yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber. Antusiasme tampak dari berbagai kalangan peserta, termasuk perwakilan IPNU IPPNU, guru dan siswa MTs, karang taruna, Pokdarwis, BPD, kader desa, serta pemerintah desa.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Generasi Muda Tanpa Narkoba", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm04dharmamchara1469/67a5c510c925c46354120a22/sosialisasi-pencegahan-narkoba-generasi-muda-tanpa-narkoba   Kreator: KKM 04 Dharmam Chara       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
2 years ago
Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas

MAHROTUL FITHONAH

Seminar Parenting : Membangun Karakter Positif Siswa SMA Islam Diponegoro untuk Masa Depan yang Gemilang Pernikahan dini dan tingginya tingkat perceraian menjadi isu krusial di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Untuk mengatasi tantangan ini, Kolaborasi tiga kelompok KKM UIN Malang di desa Gondowangi menyelenggarakan seminar bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" yang bertempat di SMA Islam Diponegoro. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya parenting yang tepat demi masa depan yang cerah, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun di Desa Gondowangi, yakni Kelompok Cakra Bhakti dari Dusun Wiloso, Kelompok Cakra Adhimukti dari Dusun Rekesan, dan Kelompok Manunggalina dari Dusun Pohbener. Materi utama dalam acara ini disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang konseling, psikologi, dan pendidikan. Beliau memiliki beragam sertifikasi di bidang psikologi dan konseling dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) dan pelatihan Quantum Life Transformation (QLT). serta aktif di berbagai forum akademik dan profesional. Gambar penyampaian materi oleh  ibu Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., (Sumber: dokumentasi pribadi).  Acara yang berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Kelas SMA Islam Diponegoro ini yang diawali dengan pembukaan oleh Farihah Inayatul Ilma sebagai MC, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Singgih Asnidar Jundi Bhimarjuna, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siska Ramadini. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Muhammad Mu'zi, diikuti Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Ibu Aisyah Albariroh, S.Pd., serta pemutaran video profil Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipandu oleh saudara Miftahul Arifin. Acara inti diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., yang dimoderatori oleh Nurul Fatikha R. Izzati. Pemaparan materi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah sesi tanya jawab, penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana serta sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfan Nurul Rizki, dilanjutkan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah semua rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih oleh panitia yang dibantu oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Kegiatan edukasi bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" di SMA Islam Diponegoro menjadi langkah penting dalam mengatasi isu pernikahan dini dan perceraian yang tinggi di Desa Gondowangi. Melalui kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun, acara ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pendidikan karakter, parenting yang baik, dan motivasi belajar sebagai bekal untuk masa depan. Kehadiran Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., sebagai narasumber menambah nilai edukatif acara ini, yang diakhiri dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm36cakrabhakti3900/678cdd25c925c47f855200f2/parenting-cerdas-bekal-siswa-sma-islam-diponegoro-menuju-indonesia-emas?lgn_method=google&google_btn=onetap Kreator: Kkm36cakrabhakti

Thumbnail
2 years ago
membangun generasi sehat : strategi parenting untuk cegah stunting

ENDANG SUSILAWATI

Program KKM kelompok 104 dan 174 Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswi semester 5 dan telah dibuka pada tanggal 20 Desember 2024 mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakatnya. Pada hari jum’at, 17 Januari 2025, kelompok 174 dan 104 bersinergi dengan perangkat dusun dan pengurus pkk untuk menyiapkan acara sosialisasi parenting dan stunting. Sosialisasi parenting dan stunting ini di laksanakan gedung balai dusun Sebaluh,Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 12.30 siang. Anggota mahasiswi KKM 104 dan 174 dibagi dalam beberapa tempat diantaranya pada pengisian nama dan data diri ibu-ibu muda dan ibu-ibu pkk se dusun Sebaluh. Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Kekurangan asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) akan berdampak Panjang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu resiko yang akan dihadapi yaitu stunting. Ketika dewasa, anak stunting rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, ataupun gagal ginjal, Selain factor gizi, stunting disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terutama, ibu hamil, ibu balita dan kader posyandu tentang stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah semakin banyaknya angka stunting di Kecamatan Pujon melalui kegiatan parenting kepada para orang tua yang memiliki anak balita. Kegiatan ini berupa sosialisasi kepada 35 orang tua yang memiliki anak balita, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Dusun Sebaluh pada tanggal 17 Januari 2025. Hasil pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para orang tua terhadap stunting, baik itu pengertian, upaya pencegahan, dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak.  Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Berikut adalah yang harus dilakukan untuk pencegahan stunting : Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat. Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter. Terus memantau tumbuh kembang anak Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya. Selalu jaga kebersihan lingkungan Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia. https://www.kompasiana.com/dharmasheva1743763  

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Cetak Peluang Usaha Kreatif Wanita PKK Desa Mulyoarjo lewat Pelatihan Buket Bunga

AHMAD DANI NUR ANDRIANSYAH

HUMAS UIN Malang – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa, mahasiswa Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya dari kelompok 118 Abhipraya, menyelenggarakan pelatihan keterampilan membuat buket bunga yang ditujukan bagi ibu-ibu anggota PKK di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihan ini diadakan pada 17 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya sekadar bertujuan melatih keterampilan teknis dalam membuat buket bunga, tetapi juga memiliki misi yang lebih luas, yaitu memberikan wawasan baru kepada para peserta mengenai potensi besar yang dimiliki oleh sektor kerajinan tangan. Buket bunga, yang telah menjadi salah satu produk kreatif paling diminati, memiliki peran penting dalam berbagai momen berharga seperti acara wisuda, ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan istimewa lainnya. Tingginya permintaan terhadap produk ini menunjukkan adanya peluang pasar yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ibu-ibu PKK tidak hanya belajar teknik dasar dan kreativitas dalam menyusun buket bunga, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang potensial. Di samping itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menghasilkan buket bunga berkualitas tinggi yang dapat menarik minat pelanggan. Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya dengan sudut pandang baru. Pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk mulai merintis usaha kecil-kecilan, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian keluarga. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan kreatif ini menjadi bisnis yang lebih mapan dan berdaya saing di masa depan. Dinda Yuan F., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen mahasiswa KKM dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. "Kami ingin memberikan kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk belajar sesuatu yang baru, yang tidak hanya bisa meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ini adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar jika dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya.   Reporter : Rizki Ramadhani Pratamahttps://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010102535040427

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Cetak Peluang Usaha Kreatif Wanita PKK Desa Mulyoarjo lewat Pelatihan Buket Bunga

AINUN ROHMALIA

HUMAS UIN Malang – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa, mahasiswa Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya dari kelompok 118 Abhipraya, menyelenggarakan pelatihan keterampilan membuat buket bunga yang ditujukan bagi ibu-ibu anggota PKK di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihan ini diadakan pada 17 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya sekadar bertujuan melatih keterampilan teknis dalam membuat buket bunga, tetapi juga memiliki misi yang lebih luas, yaitu memberikan wawasan baru kepada para peserta mengenai potensi besar yang dimiliki oleh sektor kerajinan tangan. Buket bunga, yang telah menjadi salah satu produk kreatif paling diminati, memiliki peran penting dalam berbagai momen berharga seperti acara wisuda, ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan istimewa lainnya. Tingginya permintaan terhadap produk ini menunjukkan adanya peluang pasar yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ibu-ibu PKK tidak hanya belajar teknik dasar dan kreativitas dalam menyusun buket bunga, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang potensial. Di samping itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menghasilkan buket bunga berkualitas tinggi yang dapat menarik minat pelanggan. Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya dengan sudut pandang baru. Pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk mulai merintis usaha kecil-kecilan, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian keluarga. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan kreatif ini menjadi bisnis yang lebih mapan dan berdaya saing di masa depan. Dinda Yuan F., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen mahasiswa KKM dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. "Kami ingin memberikan kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk belajar sesuatu yang baru, yang tidak hanya bisa meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ini adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar jika dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya.   Reporter : Rizki Ramadhani Pratamahttps://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010102535040427

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Cetak Peluang Usaha Kreatif Wanita PKK Desa Mulyoarjo lewat Pelatihan Buket Bunga

RAHMADINA FIRAMADHANI

HUMAS UIN Malang – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa, mahasiswa Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya dari kelompok 118 Abhipraya, menyelenggarakan pelatihan keterampilan membuat buket bunga yang ditujukan bagi ibu-ibu anggota PKK di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihan ini diadakan pada 17 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya sekadar bertujuan melatih keterampilan teknis dalam membuat buket bunga, tetapi juga memiliki misi yang lebih luas, yaitu memberikan wawasan baru kepada para peserta mengenai potensi besar yang dimiliki oleh sektor kerajinan tangan. Buket bunga, yang telah menjadi salah satu produk kreatif paling diminati, memiliki peran penting dalam berbagai momen berharga seperti acara wisuda, ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan istimewa lainnya. Tingginya permintaan terhadap produk ini menunjukkan adanya peluang pasar yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ibu-ibu PKK tidak hanya belajar teknik dasar dan kreativitas dalam menyusun buket bunga, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang potensial. Di samping itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menghasilkan buket bunga berkualitas tinggi yang dapat menarik minat pelanggan. Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya dengan sudut pandang baru. Pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk mulai merintis usaha kecil-kecilan, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian keluarga. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan kreatif ini menjadi bisnis yang lebih mapan dan berdaya saing di masa depan. Dinda Yuan F., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen mahasiswa KKM dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. "Kami ingin memberikan kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk belajar sesuatu yang baru, yang tidak hanya bisa meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ini adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar jika dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya.   Reporter : Rizki Ramadhani Pratamahttps://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010102535040427