DEWI SAFINATUS SOLEHA
(10/01/2025 - 11/01/2025) Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah melaksanakan kegiatan program kerja sosialisasi stunting-parenting di TK RA Dewi Masithoh 06 dan TK Dharma Wanita Persatuan Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru. Stunting-parenting merupakan satu kesatuan yang dimana keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Perilaku seorang ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pengasuhan, karena anak memerlukan perhatian dan dukungan dari orang tua untuk mendukung perkembangan mereka. Agar anak mendapatkan asupan gizi yang baik, orang tua perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara memberikan makanan yang bergizi dan seimbang. Pola pengasuhan orang tua sangat berkaitan dengan perilaku dan kebiasaan dalam keluarga, terutama dalam aspek pemberian makanan untuk bayi dan balita. Hal ini mencakup pemberian ASI yang tidak optimal, terutama berupa pemberian ASI non eksklusif, serta penyediaan makanan pendamping ASI yang terbatas dari segi jumlah, kualitas, dan variasinya. Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti: • Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. • Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. • Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Dalam sosialisasi ini, salah satu peserta mengajukan pertanyaan, yakni "Bagaimana caranya kita sebagai orang tua menyikapi pola asuh di era digital ini sedangkan anak mungkin lebih pintar daripada orang tua?" Para pemateri menerima pertanyaan tersebut dengan sangat baik serta memberikan penjelasan, yaitu "Sebagai orang tua harus melakukan pengawasan terhadap apapun yang dilakukan oleh anak dalam ponselnya, karena ditakutkan si anak melihat konten-konten yang seharusnya tidak dilihat oleh seumurannya. Kemudian, jika anak lebih pintar dari orang tua itu tidak mengapa justru orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada anak dan memberikan afirmasi positif seperti "Wah, kamu pintar sekali. Tahu darimana seperti itu? Ajarin Ibu dong." Hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri si anak. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi warga Desa Putukrejo dan daerah sekitarnya. Pemerintah desa dibantu dengan tenaga kesehatan desa bertekad untuk terus melaksanakan sosialisasi serupa guna menurunkan angka stunting dan membentuk generasi yang sehat serta berdaya saing tinggi. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting melalui parenting tidak hanya menjadi sebuah ide, tetapi benar-benar menjadi tindakan konkret demi masa depan anak-anak bangsa yang lebih baik.
FADILA MAULIDA SYAFIRA
HUMAS UIN MALANG - Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Malang telah berlangsung meriah (25/1). SDN 2 Wonorejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dua siswanya meraih juara. Hamka, siswa SDN 2 Wonorejo, meraih Juara 2 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), sedangkan Ulil memperoleh Juara Harapan 1 pada kategori Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ). Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh kakak-kakak Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 156 yang menjalankan program kerja di SDN 2 Wonorejo. Keberhasilan siswa SDN 2 Wonorejo ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mereka dan meningkatkan minat siswa untuk mengeluarkan potensi bakat dan minat mereka. Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda di Poncokusumo untuk terus mengembangkan potensi dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan masyarakat dapat membawa hasil yang positif. KKM 156 UIN Malang dan SDN 2 Wonorejo telah menunjukkan contoh kerja sama yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi siswa. Kontributor: KKM 156 UIN Malang
NOVITA PUTRI ANGGRAENI
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya karena kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru. Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti: Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga mencakup pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi udara yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
ARIFATUL KAMILAH
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
A. NAUFAL ABDY
Dusun Bakir - UMKM Jamu Beras Kencur Dua Putri, yang dirintis oleh Ibu Siti Aminah, terus berkembang pesat selama lima tahun terakhir. Dengan rasa segar dan bahan berkualitas, produk ini menjadi pilihan favorit masyarakat. Harganya yang terjangkau semakin menambah daya tariknya. Produk jamu ini hadir dalam beberapa pilihan kemasan, yaitu: - Plastik kecil dengan harga Rp. 500, - Cup dengan harga Rp 2.000, - Botol sedang seharga Rp 6.000, - Botol besar dengan harga Rp 15.000. Usaha ini juga telah mengantongi legalitas usaha yang lengkap, termasuk Nomor Izin Berusaha (NIB) dan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), meskipun sertifikasi halal masih dalam proses. Belum lama ini, KKM UIN Malang dari kelompok Abhinaya Aradhana turut berkunjung untuk mempromosikan UMKM Jamu Beras Kencur Dua Putri. Dengan membantu membuatkan logo desain kemasan serta memberikan banner usaha sebagai bentuk memperluas pasar. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengenalan produk, sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan konsumen. Jamu Beras Kencur Dua Putri juga melayani sistem pemesanan pre-order dan rutin mengirimkan stok ke beberapa warung di sekitar Dusun Bakir. Produk ini semakin dinikmati, terutama untuk acara tertentu seperti malam idulfitri. "Kami berharap kontribusi yang kita berikan ini dapat menguatkan branding produk jamu tradisional Dua Putri milik Bu Aminah sehingga meningkatkan daya tarik konsumen," ucap Dhoni salah satu mahasiswa KKM UIN Malang di Kecamatan Bakir, Pujon. Dengan upaya yang terus berkembang, UMKM ini menunjukkan bahwa usaha kecil bisa menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian lokal. Bagi yang ingin mencicipi, jangan ragu untuk menghubungi Ibu Siti Aminah langsung di Dusun Bakir.
ABDULLAH FAJRUN NAJAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan dan memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan Posyandu Dusun Sumbertempur Lor, Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Senin, 6 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya balita dan lansia. Posyandu ini menjadi salah satu layanan kesehatan utama di dusun tersebut, dikelola oleh sembilan petugas perempuan yang berdedikasi. Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari membantu proses pemeriksaan hingga pendataan hasil kesehatan masyarakat yang hadir. Kehadiran mereka memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi layanan posyandu. Pelayanan Kesehatan untuk Balita Pada sesi pemeriksaan balita, pelayanan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Para mahasiswa membantu memastikan kelancaran proses dengan mendampingi petugas posyandu serta mencatat data hasil pemeriksaan. Pendampingan ini memberikan kenyamanan bagi para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke posyandu. Setelah melalui pemeriksaan awal, balita diarahkan ke Bidan Yolanda untuk mendapatkan imunisasi. Bidan Yolanda memastikan setiap balita yang datang mendapatkan vaksinasi sesuai kebutuhan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan imunitas dan mencegah berbagai penyakit. Pelayanan Kesehatan untuk Lansia Selain balita, posyandu juga melayani lansia dengan berbagai pemeriksaan kesehatan. Layanan ini meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar lengan. Para mahasiswa turut membantu proses pemeriksaan, mencatat hasil pengukuran, serta mendampingi lansia selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi para lansia. Lansia yang telah selesai menjalani pemeriksaan awal kemudian dirujuk ke Dokter Albertus untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter Albertus melakukan pengecekan gula darah, tekanan darah, serta memberikan obat-obatan yang diperlukan sesuai hasil pemeriksaan. Dengan bantuan mahasiswa, proses ini berjalan lebih lancar dan efisien, mengingat jumlah lansia yang hadir cukup banyak. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat pedesaan. Kehadiran mahasiswa KKM Kelompok 139 tidak hanya meringankan tugas petugas posyandu, tetapi juga menjadi media untuk mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Pengalaman ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya pelayanan kesehatan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran akan peran generasi muda dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan sosial. https://www.kompasiana.com/nurlaylirosyidasafitri1652/677c8e4bc925c4746c1842d2/kolaborasi-mahasiswa-kkm-139-uin-malang-dan-posyandu-wujud-perhatian-pada-kesehatan-balita-dan-lansia-masyarakat-dusun-sumbertempur-lor?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop