Thumbnail
2 years ago
Gotong Royong bersih Punden Dalam Toleransi Beragama

SABILA KHOLIFATURROSYIDAH

Dusun Sebaluh merupakan dusun yang kaya akan tradisi dan nilai budaya, baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan punden desa. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan tempat sakral, tetapi juga menjadi wujud nyata moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Punden di Dusun Sebaluh merupakan salah satu situs bersejarah yang dihormati oleh masyarakat. Tempat ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi berbagai kelompok agama di desa tersebut. Bagi sebagian masyarakat, punden adalah tempat berdoa dan mengingat leluhur, sementara bagi yang lain, punden dihormati sebagai bagian dari sejarah budaya lokal. Hal ini mencerminkan keragaman keyakinan yang hidup berdampingan dengan harmonis. Kerja sama dalam gotong royong ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan terawat tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara warga. Kegiatan ini menjadi momen untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, dan memperkuat solidaritas.Moderasi beragama seringkali menjadi topik diskusi di banyak forum, namun kegiatan ini menunjukkan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekerja sama menjaga situs budaya, masyarakat Dusun Sebaluh menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun. Kegiatan ini juga menanamkan nilai toleransi pada generasi muda. Anak-anak yang ikut serta dalam gotong royong belajar bahwa menghormati perbedaan adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat.Melalui gotong royong ini, Dusun Sebaluh telah membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan moderasi beragama adalah jalan untuk menciptakan kedamaian dalam keberagaman.  

Thumbnail
2 years ago
Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari

RUSDA AF`IDATUL HANIFA

Tawangsari, 28 Desember 2024 -- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengadakan acara menarik di Desa Tawangsari pada 28 Desember 2024. Acara ini dimaksudkan untuk menghibur anak-anak dan remaja desa dan juga untuk memperkuat hubungan sosial mereka. Kegiatan ini berhasil menarik banyak peserta dan warga sekitar dengan tema "Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari." Acara dimulai pagi hari dengan senam bersama yang dipandu oleh salah satu anggota tim KKM. Semua peserta, mulai dari anak-anak hingga remaja, sangat antusias mengikuti setiap gerakan senam yang penuh energi. Musik ceria mengiringi senam, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Setelah senam, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan. Untuk anak-anak dan remaja laki-laki, permainan yang dipilih adalah sepak bola, yang sangat digemari di kalangan mereka. Suasana di lapangan sangat seru, dengan peserta berlari, menggiring bola, dan mencoba mencetak gol. Di sisi lain, untuk anak-anak dan remaja perempuan, terdapat lomba-lomba seperti Estafet Karet dan Ambil Bola Pakai Tali. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan strategi, serta menciptakan banyak momen lucu. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
2 years ago
Kesenian Bantengan Dalam Upaya Menghidupkan Tradisi Leluhur

XHANAYA PUTRI MAHARANI

Pada hari Senin, tanggal 23 Desember 2024, Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi saksi dari pelaksanaan acara kesenian tradisional Bantengan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Acara ini dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pertunjukan ini. Kesenian Bantengan merupakan warisan budaya yang kaya akan sejarah dan makna mendalam bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang. Dalam pertunjukan ini, seniman lokal menampilkan atraksi tradisional yang menggambarkan keberanian, spiritualitas, dan harmoni antara manusia dan alam. Setiap atraksi diiringi oleh musik tradisional gamelan yang semakin memperkuat suasana sakral dan estetika pertunjukan.Kesenian Bantengan memiliki akar sejarah yang dalam, diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Singhasari. Pada masa itu, kesenian ini berfungsi religius dan digunakan dalam upacara-upacara tertentu serta ritual adat. Selama masa kolonial Belanda, kesenian ini mulai berkembang dengan adanya tokoh seperti Mbah Siran yang menciptakan topeng bantengan dari tanduk banteng. Kini, Bantengan telah menyebar luas ke berbagai daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Malang, Batu, Lumajang, Kediri, dan Pasuruan. Pertunjukan Bantengan melibatkan dua orang pemain yang mengenakan kostum banteng besar lengkap dengan hiasan kepala tanduk. Mereka diiringi oleh kelompok musik tradisional yang memainkan alat-alat seperti kendang, gong, dan saron. Setiap pertunjukan biasanya diawali dengan ritual atau doa untuk memohon perlindungan dari roh jahat dan agar para pemain diberkati.   Pementasan Bantengan terdiri dari tiga tahap utama: ritual nyuguh atau sandingan, pementasan (karak'an) hingga kesurupan (ndadi), dan nyuwuk yang merupakan proses memulangkan arwah leluhur ke tempat asalnya. Melalui tahapan-tahapan ini, penonton tidak hanya disuguhkan hiburan tetapi juga diajak untuk merenungkan makna yang terkandung dalam setiap gerakan dan lagu yang dinyanyikan. Kesenian Bantengan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Dalam setiap pertunjukannya, Bantengan menyampaikan pesan moral tentang persatuan, keberanian, serta pengorbanan untuk kepentingan bersama.Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Selain sebagai hiburan malam hari, kesenian Bantengan juga menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan menjalin silaturahmi. Masyarakat merasa bangga dapat menyaksikan pertunjukan yang melibatkan unsur-unsur budaya mereka sendiri.    Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk lebih mengenal dan menghargai budaya lokal mereka serta memahami pentingnya menjaga warisan tersebut agar tetap hidup di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.Dengan demikian, acara kesenian Bantengan di Desa Ngadirejo bukan hanya sekadar pertunjukan seni tetapi juga merupakan upaya kolektif masyarakat untuk menjaga identitas budaya mereka dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang. Dokumentasi resmi dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam pelaporan kegiatan serta upaya pelestarian budaya di masa mendatang. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin agar kesenian tradisional seperti Bantengan tetap hidup dan berkembang dalam masyarakat serta dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.        

Thumbnail
2 years ago
Resuffle Kepengurusan Karang Taruna Desa Putukrejo: Wujudkan Pemuda Kreatif, Inovatif, dan Partisipatif dengan Dukungan Aktif KKM 124 UIN Malang

NAFILATUL FIRZA NURMASITA

Pada Ahad, 19 Januari 2025 Karang Taruna Tunas Harapan Desa Putukrejo menggelar acara resuffle pembentukan pengurus Karang Taruna periode 2024-2027 dengan mengangkat tema "Membentuk Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Partisipatif untuk desa yang lebih maju, kuat dan mandiri". Acara ini berlangsung di Balai Desa Putukrejo dan dihadiri oleh kepala desa Putukrejo, beberapa tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Pelantikan ini menunjukkan semangat baru dalam pemberdayaan pemudayaan pemuda dan pengembangan potensi desa Putukrejo. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 124 Apurana turut berperan aktif dalam mensukseskan acara tersebut. Mereka berkolaborasi dengan panitia setempat dalam persiapan dan pelaksanaan acara, termasuk menjadi pengisi acara dan dokumentasi. Keterlibatan ini menunjukkan sinergi kebersamaan antara mahasiswa KKM Kelompok 124 Apurana dengan Masyarakat setempat. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Putukrejo, Bapak Heri Wibisono, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, serta Bapak Mahdi selaku pembina dan penasihat Karang Taruna. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi aktif mahasiswa KKM 124 Apurana dalam berbagai kegiatan desa, termasuk dalam acara ini. Beliau juga menekankan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis dalam memajukan Desa Putukrejo. Karang Taruna tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan generasi muda, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan desa melalui berbagai inovasi dan program yang bermanfaat. Dengan adanya penyegaran dalam kepengurusan ini, diharapkan Karang Taruna dapat semakin aktif dalam membentuk pemuda yang kreatif, inovatif, dan partisipatif. Hal ini sejalan dengan visi desa untuk menjadi lebih maju, kuat, dan mandiri, sebagaimana yang tercermin dalam tema acara ini.  Selanjutnya, Bapak Mahdi selaku pembina Karang Taruna menambahkan bahwa Karang Taruna harus memiliki jiwa kreatif dan proaktif. Ia menekankan pentingnya inisiatif dalam berkontribusi bagi kemajuan desa, bukan sekadar menunggu perintah, tetapi berusaha mencari peluang dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, ujarnya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk bekerja sama dalam membangun dan mewujudkan visi serta misi yang telah disusun. Ia berharap dengan adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, Karang Taruna dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan desa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Karang Taruna yang baru serta pembentukan struktur kepengurusan Karang Taruna yang baru, yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah direncanakan. Diharapkan dengan berlangsungnya acara ini dan dukungan dari Kelompok KKM 124 Apurana dapat menjadikan Karang Taruna Tunas Harapan yang lebih baik lagi kedepannya baik bagi perkembangan dan pemberdayaan Desa Putukrejo maupun pemuda-pemudi Karang Taruna Tunas Harapan.

Thumbnail
2 years ago
membangun generasi sehat : strategi parenting untuk cegah stunting

MARIA ULFA

Program KKM kelompok 104 dan 174 Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswi semester 5 dan telah dibuka pada tanggal 20 Desember 2024 dapatkan Berbagai hal baik dari masyarakatnya. Pada hari jum'at, 17 Januari 2025, rombongan 174 dan 104 bersinergi dengan perangkat dusun dan pengurus pkk untuk menyiapkan acara sosialisasi parenting dan stunting. Sosialisasi parenting dan stunting ini di laksanakan gedung balai dusun Sebaluh,Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 12.30 siang. Anggota mahasiswi KKM 104 dan 174 dibagi dalam beberapa tempat antara lain pada pengisian nama dan data diri ibu-ibu muda dan ibu-ibu pkk se dusun Sebaluh. Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan Tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, dan stimulasi yang tak memadai. Kurangnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) akan berdampak panjang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu risiko yang akan dihadapi yaitu stunting. Ketika dewasa, anak stunting rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, misalkan gagal ginjal, selain faktor gizi, stunting disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terutama ibu hamil, ibu balita dan kader posyandu tentang stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah semakin banyaknya angka stunting di Kecamatan Pujon melalui kegiatan parenting kepada para orang tua yang memiliki anak balita. Kegiatan ini berupa sosialisasi kepada 35 orang tua yang memiliki anak balita, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Dusun Sebaluh pada tanggal 17 Januari 2025. Hasil pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para orang tua terhadap stunting, baik itu pengertian, upaya pencegahan, dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak.  Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tidak memadai. Berikut adalah yang harus dilakukan untuk pencegahan stunting : Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas dokter anjuran. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi kemungkinan stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat. Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan melakukannya menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter. Terus menyatukan tumbuh kembang anak Orang tua perlu terus menyatukan tumbuh kembang anak mereka, terutama dari ketinggian dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya. Selalu jaga kebersihan lingkungan Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama jika lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang terjadinya stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School Menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia. https://www.kompasiana.com/dharmashev1743763  

Thumbnail
2 years ago
Aksi Pelestarian Lingkungan: Menanam Pohon untuk Masa Depan Desa Slamparejo

DWI `AINOER RIEFKIE

Dalam rangka mewujudkan desa yang lebih hijau dan lestari, peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, melakukan aksi pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan utama kami adalah penanaman pohon di kawasan desa strategis sebagai upaya meningkatkan penyimpanan debit air bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keinginan sumber daya air di Desa Slamparejo. Seperti yang kita ketahui, ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kualitas ekosistem sekitar, khususnya vegetasi pohon yang dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Pada kegiatan tersebut, tim KKM bersama-sama menanam berbagai jenis pohon produktif dan peneduh. Proses penanaman dilakukan dengan penuh semangat meskipun kondisi cuaca agak mendung. Dengan dukungan dari masyarakat sekitar, kami menggali lubang, menanam pohon, dan memberikan perlindungan awal terhadap bibit agar dapat tumbuh dengan baik. Selain untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pohon-pohon yang ditanam juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, seperti menambah produksi oksigen, mengurangi erosi masyarakat tanah, dan menjaga keberlangsungan debit air yang sangat penting bagi aktivitas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkontribusi langsung di alam, tetapi juga sebagai pembelajaran nyata bagi siswa. Melalui aksi ini, kami menyadari bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Kami berharap pohon-pohon ini akan tumbuh subur dan warisan menjadi hijau bagi generasi mendatang di Desa Slamparejo. Mari terus menjaga lingkungan dan memberikan yang terbaik untuk bumi kita! “Satu pohon yang kita tanam hari ini, adalah nafas untuk kehidupan di masa depan.”