Thumbnail
2 years ago
Penanaman Pohon Angsana Guna Menjaga Debit Air di Wilayah Desa Taji Kec. Jabung

AHMAD NABIEL RAJA KHAEROINI

Penanaman Pohon Angsana oleh ArthaVriddhi di Desa Taji Kec. Jabung Pada tanggal 21 Desember 2024, Kelompok KKN Artha Vriddhi melaksanakan kegiatan penanaman pohon Angsana di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Taji, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Para peserta, termasuk anggota KKN dan masyarakat, bahu-membahu menanam puluhan pohon Angsana dengan semangat dan antusiasme tinggi. Pohon-pohon ini diharapkan dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Taji. Manfaat Pohon Angsana Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi, ekonomi, maupun estetika. Beberapa manfaatnya antara lain: 1. Pohon Angsana dapat menyerap polutan dari udara, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar. 2. Akar pohon Angsana yang kuat mampu menahan tanah dan mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah yang rawan longsor. 3. Dengan tajuk yang lebat, pohon ini memberikan keteduhan di sekitar area yang ditanami, sehingga sangat cocok untuk ditanam di sepanjang jalan dan taman. 4. Kayu pohon Angsana memiliki nilai ekonomis tinggi karena teksturnya yang kuat dan mudah diolah, sering digunakan dalam pembuatan mebel dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pohon-pohon Angsana yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Taji. Kelompok KKN Artha Vriddhi juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan perawatan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, bekerja sama dengan masyarakat setempat.   Semoga inisiatif ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Taji dan menginspirasi kegiatan serupa di daerah lain.    

Thumbnail
2 years ago
Semangat Isra' Mi'raj dalam Lomba Desa Purwoasri : Meningkatkan Kreativitas dan Kebersamaan Melalui Acara ANGKASA

ALIFIYA YULIANTO

Pada Minggu, 26 Januari 2025, Balai Desa Purwoasri menjadi pusat kemeriahan dengan digelarnya acara ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri yang diselenggarakan oleh kelompok KKM UIN Malang, yang terdiri dari kelompok 45, 115, dan 185. Dengan tema Meningkatkan Iman dan Silaturrahmi dalam Semangat Isra' Mi'raj, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan untuk memupuk bersama dan semangat yang sehat. Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, lomba ini berhasil menyatukan warga sekaligus memberikan ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Berikut adalah laporan singkat mengenai perjalanan acara. Acara diawali dengan registrasi peserta yang dikoordinasikan oleh tim kesekretariatan. Tim memastikan seluruh peserta terdata dengan baik agar lomba dapat berjalan lancar. Semua peserta yang sudah terdaftar kemudian menerima nomor peserta untuk memudahkan pengaturan selama lomba. Registrasi berjalan dengan tertib, dan seluruh peserta terlihat antusias menunggu dimulainya acara. Setelah itu, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta dan tamu undangan. MC menyambut kedatangan seluruh peserta dengan semangat dan membangkitkan antusiasme mereka untuk mengikuti lomba dengan penuh energi positif. Kemudian, Ketua Panitia memberikan berbagai acara singkat yang menggugah semangat peserta, dan acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama-sama. Sambutan ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, serta mengingatkan pentingnya lomba ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setelah pembukaan, tim lomba membacakan teknis pelaksanaan lomba, memastikan seluruh peserta memahami peraturan yang berlaku. Pembacaan teknis dilakukan secara jelas dan rinci, termasuk pembagian waktu setiap sesi lomba. Setelah itu MC mengarahkan peserta untuk menuju tempat perlombaan sesuai kategori masing-masing, lomba yaitu kreativitas anak-anak, hafalan juz amma, dan mewarnai. Semua peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk memulai kompetisi masing-masing. Selama acara berlangsung, tiga jenis lomba dilaksanakan secara paralel. Lomba cerdas cermat terdiri dari tiga babak yang menguji kemampuan peserta dalam berbagai topik pengetahuan umum. Hafalan juz amma dibagi menjadi dua babak utama, yang menguji ketelitian dan kecepatan peserta dalam menghafal surah-surah pendek dari Al-Qur'an. Sementara itu, lomba mewarnai memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka dengan warna-warna cerah, melukis gambar yang telah disediakan dengan penuh semangat. Setiap peserta menunjukkan dedikasi dan konsentrasi yang luar biasa dalam mengikuti lomba mereka. Setelah lomba selesai, peserta diarahkan kembali ke depan balai desa sambil menerima konsumsi yang dibagikan oleh tim acara dan konsumsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan teratur. Makanan ringan dan minuman dibagikan untuk memberikan energi kembali kepada peserta setelah berkompetisi. Semua orang terlihat senang dan nyaman selama waktu istirahat ini, serta berbincang dengan sesama peserta atau anggota keluarga yang hadir untuk mendukung mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Sebelum acara resmi ditutup, tim PDD memanfaatkan waktu untuk membuat dokumentasi kreatif bersama peserta, menambah keseruan dan mempercantik dokumentasi acara. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan publikasi untuk kegiatan selanjutnya dan sebagai kenangan bagi peserta dan panitia. Tim PDD juga mengambil momen-momen spesial selama acara berlangsung, dari awal hingga akhir, agar semua kegiatan tercatat dengan baik. Penutupan dilakukan oleh MC dengan penuh rasa syukur. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan atas dukungannya sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan acara ini. Panitia berharap bahwa semangat yang tercipta dalam lomba ini dapat terus hidup dan menginspirasi kegiatan-kegiatan positif lainnya di desa. ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dengan kerja sama panitia, peserta, dan dukungan masyarakat, acara ini berjalan sukses dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan menggali potensi masyarakat Desa Purwoasri.  

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi, Edukasi, dan Pendampingan Sertifikasi Halal: KKM 89 Dukung Halal Center UIN Malang di Desa Gading Kembar

MUHAMAD ILHAM. R

Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.  

Thumbnail
2 years ago
MENJAGA WARISAN KERAJINAN PERAK DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

CHANDRA RAY DAFFANDI

Dusun Sebaluh pernah menjadi pusat kerajinan perakyang berkembang pesat. Kerajinan perak di Dusun Sebaluhmasih mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatannya. Bahan utama yang digunakan adalah perakdan emas, yang dibentuk melalui proses penempaan, pengikiran, dan pengerjaan detail menggunakan alat-alatsederhana. Tidak seperti produksi massal yang menggunakancetakan, para pengrajin di sini tetap menggunakan metodetradisional untuk menghasilkan produk dengan nilai estetikatinggi. Setiap cincin yang dibuat memerlukan waktu sekitarsatu hari, tergantung pada tingkat kerumitannya. Model cincinyang paling banyak diproduksi adalah bentuk tangan, dengandesain yang disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Batu hias yang digunakan pun berasal langsung daripelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada perhiasannya. Salah satu hal unik dari produksi di Dusun Sebaluh adalah penggunaan perak dalam bentuk butiran yang kemudian dilebur tanpa melalui cetakan. Teknik inimemungkinkan para pengrajin untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dengan sentuhan artistik yang berbeda dariproduksi massal di pabrik.  Sejak tahun 1993, para pengrajin perak di daerah initelah menciptakan berbagai perhiasan dan aksesori bernilaiseni tinggi. Dahulu, industri ini didukung oleh sekitar 15 pengrajin yang bekerja secara aktif, bahkan mencapaipuncaknya dengan 8 orang pengrajin tetap. Salah satu tokohutama dalam industri ini adalah Bapak Binardi, seorangpengusaha yang telah mendedikasikan hidupnya untukmempertahankan warisan seni perak tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin yang bertahan hanya tinggal 2 hingga 3 orang. Salah satu pengrajinyang masih bertahan adalah Pak Subur, yang sejak awal telahmengabdikan dirinya dalam dunia seni kerajinan perak.Menurut Pak Subur, keterampilan membuat perhiasan peraktidaklah sulit jika seseorang memiliki kemauan dan ketekunan. Namun, berkurangnya tenaga kerja disebabkanoleh menurunnya minat generasi muda serta berkurangnyapermintaan pasar. Kesulitan dalam regenerasi pengrajin inimenjadi tantangan besar dalam mempertahankan tradisikerajinan perak di Dusun Sebaluh.  Selain cincin, berbagai jenis perhiasan lain juga dibuat di Dusun Sebaluh, termasuk anting, gelang, dan kalung. Modelnya menyesuaikan keinginan pelanggan, denganbeberapa desain yang sangat detail dan membutuhkan waktupengerjaan hingga tiga hari, terutama untuk perhiasan denganukiran khusus. Pada masa kejayaannya, produk-produk perakdari Dusun Sebaluh dikirim hingga ke Bali dan Yogyakarta selama kurang lebih 10 tahun. Namun, dalam satu dekadeterakhir, pemasaran lebih banyak terfokus pada pasar lokal. Daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat kondisiekonomi, meskipun peminat dari kalangan menengah ke atasmasih tetap ada. Harga produk perak ini bervariasi, denganharga mulai dari Rp800.000 per item, tergantung pada desaindan kompleksitasnya. Produk terbesar yang pernah dibuatadalah timangan sabuk (kuncian sabuk), yang menunjukkankeahlian tinggi dalam seni kerajinan logam mulia. Saat ini, produk kerajinan perak ini lebih banyak dikirim ke toko-toko perhiasan yang memesan secara kondisional. Produk-produkini biasanya dikirim melalui paket untuk pelanggan di luarkota yang berikutnya, produk-produk ini dijual kembalidengan surat resmi.  Dengan kondisi pasar yang semakin berubah, para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan permintaan yang ada. Kini, pemasaran lebih bergantung pada pesanan langsungdari pelanggan maupun suplai ke toko-toko emas tertentu. Upaya promosi melalui media sosial juga mulai diterapkanoleh beberapa pengrajin untuk menjangkau pelanggan barudan mempertahankan eksistensi industri kerajinan perak di tengah era digital. Tantangan terbesar yang dihadapi pengrajinperak saat ini adalah menurunnya daya beli serta kurangnyatenaga kerja terampil. Dulu, masyarakat begitu antusiashingga rela mengantri untuk mendapatkan produk perak dariDusun Sebaluh. Kini, hanya pelanggan setia dan kolektoryang masih aktif melakukan pemesanan, bahkan ada yang memesan hingga 200 buah untuk koleksi pribadi. Beberapa pengrajin berupaya meningkatkan daya tarikproduknya dengan inovasi desain dan kombinasi material yang lebih modern. Ada juga rencana untuk memberikanpelatihan kepada generasi muda agar keterampilan ini tidakhilang begitu saja. Jika lebih banyak pemuda tertarik untukbelajar dan mewarisi keterampilan ini, maka harapan untukmenghidupkan kembali kejayaan industri perak di daerah inimasih terbuka lebar. Hal ini pulalah yang menjadi motivasipak Subur tetap bertahan sebagai pengrajin perak. Baginya, kesulitan hanya tumbuh karena rasa malas, sementarakegagalan adalah bagian dari proses belajar. Seni kerajinan perak Dusun Sebaluh bukan sekadarbisnis, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Dengantetap mempertahankan teknik tradisional dan beradaptasidengan tren pasar, kerajinan perak dari Dusun Sebaluh dapatterus bersinar di masa depan. Pemerintah daerah dan komunitas seni juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dari segi promosi maupun pelatihan, agar industri inidapat kembali berkembang dan membawa kesejahteraan bagipara pengrajinnya.

Thumbnail
2 years ago
Penanaman Pohon Angsana Guna Menjaga Debit Air di Wilayah Desa Taji Kec. Jabung

ADIT ANUGRAH MAULANA

Penanaman Pohon Angsana oleh ArthaVriddhi di Desa Taji Kec. Jabung Pada tanggal 21 Desember 2024, Kelompok KKN Artha Vriddhi melaksanakan kegiatan penanaman pohon Angsana di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Taji, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Para peserta, termasuk anggota KKN dan masyarakat, bahu-membahu menanam puluhan pohon Angsana dengan semangat dan antusiasme tinggi. Pohon-pohon ini diharapkan dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Taji. Manfaat Pohon Angsana Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi, ekonomi, maupun estetika. Beberapa manfaatnya antara lain: 1. Pohon Angsana dapat menyerap polutan dari udara, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar. 2. Akar pohon Angsana yang kuat mampu menahan tanah dan mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah yang rawan longsor. 3. Dengan tajuk yang lebat, pohon ini memberikan keteduhan di sekitar area yang ditanami, sehingga sangat cocok untuk ditanam di sepanjang jalan dan taman. 4. Kayu pohon Angsana memiliki nilai ekonomis tinggi karena teksturnya yang kuat dan mudah diolah, sering digunakan dalam pembuatan mebel dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pohon-pohon Angsana yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Taji. Kelompok KKN Artha Vriddhi juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan perawatan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, bekerja sama dengan masyarakat setempat.   Semoga inisiatif ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Taji dan menginspirasi kegiatan serupa di daerah lain.    

Thumbnail
2 years ago
Melestarikan Budaya Setempat : Mahasiswa KKM UIN Malang Ikut Serta dalam Kegiatan Bumi Wekasan di Punden Dusun Busu

MUHAMMAD HIKMAL ABROR

Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.   Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan.   Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya   Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden.   Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.   Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang.   Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang.   Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga   Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting.   Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.   Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik   Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern.   Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.   Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.