Thumbnail
2 years ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar Di TPQ Desa Sumberngepoh Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar D

YOLARISA IZZATI KHAFSAH

Pendahuluan Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menunjukkan peran aktif mereka dalam mendukung pendidikan masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang mereka lakukan adalah mengajar di tiga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang ada di desa Sumberngepoh, yakni TPQ Thoriqul Huda, TPQ Nurul Hikmah, dan TPQ Darussalam. Kegiatan ini berlangsung dari 8 Januari hingga 25 Januari 2025 dengan tujuan memperkuat pembelajaran agama bagi generasi muda di desa tersebut. Pembukaan Pengajaran TPQ  Sebelum memulai Mengajar TPQ mahasiswa KKM kelompok 52 melakukan sowan terlebih dahulu ke kepala TPQ masing-masing untuk mendiskusikan mengenai metode pengajaran yang digunakan. Tidak hanya itu, kegiatan sowan ini juga untuk menyambung tali silaturrahmi dan cara untuk mengenal lebih dekat pengasuh atau kepala TPQ. Sowan dilakukan sesuai dengan pembagian penempatan mahasiswa KKM 52 di masing-masing TPQ Sumberngepoh. Pengajaran di TPQ Thoriqul Huda Mahasiswa KKM kelompok 52 memulai aktivitas mereka di TPQ Thoriqul Huda, di mana mereka mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur'an, memahami tajwid, menulis pegon, dan menghafal surah pendek. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan bimbingan dalam praktek shalat. Para santri, yang sebagian besar berusia 6 hingga 12 tahun, tampak sangat bersemangat belajar mengaji bersama kakak-kakak KKM. Hal ini bisa dilihat ketika mereka rebutan mengantre barisan untuk segera mengaji. "Kami sangat senang dapat membantu anak-anak di sini agar lebih memahami Al-Qur'an. Kami juga mencoba menggunakan metode yang interaktif agar mereka tidak merasa jenuh," kata Izzul Haq salah seorang mahasiswa KKM. Salah satu pengurus TPQ yaitu pengurus TPQ Thoriqul Huda sangat mengapresiasi dukungan dari mahasiswa, terutama karena kehadiran mereka memberikan warna baru dalam proses pengajaran. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Pengajaran di tpq nurul hikmah Di TPQ Nurul Hikmah, mahasiswa KKM berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra'. Selain itu, mereka mengadakan sesi cerita islami yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para santri. Sekitar 30 anak secara aktif mengikuti program ini. "Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memotivasi anak-anak untuk semakin giat belajar Al-Qur'an. Mereka memberikan semangat baru bagi kami," ungkap Ustazah Icha, salah satu pengajar di TPQ ini. Kegiatan tambahan seperti lomba hafalan surah pendek dan kuis islami juga diadakan untuk menambah keceriaan anak-anak. Pendekatan kreatif ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para santri. Pengajaran di TPQ Darussalam Selain mengajar mengaji, Mahasiswa KKM di TPQ Darussalam berperan dalam mengajarkan doa sehari-hari, menulis pegon, dan menyampaikan kisah-kisah para nabi. Fokus mereka adalah memberikan pemahaman agama yang lebih menyeluruh kepada anak-anak. Para santri sangat antusias, terbukti dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung. Mereka juga berebut maju kedepan ketika disuruh untuk mempraktekkan sholat dan menghafal doa sehari-hari. "Kami sangat kagum dengan semangat anak-anak di sini. Mereka cepat memahami apa yang kami ajarkan, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami," ujar Ismawatul salah seorang mahasiswa KKM 52. Meskipun TPQ ini masih tergolong baru yaitu hanya memiliki 9 santri, namun santri-santri di TPQ ini tidak kalah juga memiliki segudang prestasi. Santri bernama Albi berhasil mendapat juara 1 lomba Adzan se-TPQ Dusun Barek dan Gapuk. Kemudian Nabila mendapat juara 1 lomba hafalan surat pendek di ajang perlombaan yang sama. Pengelola TPQ Darussalam mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Mereka melihat potensi besar dari kerja sama ini dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia. Perpisahan dan Penutupan Kegiatan Pengajaran TPQ Kegiatan ini dilaksakan pada tanggal 25 Januari 2025 yang mana dalam penutupan ini, mahasiswa KKM 52 pamit undur diri dan menyampaikan kesan pesan selama pengajaran di TPQ. Tidal hanya itu, di TPQ Thoriqul Huda kegiatan penutupan juga diadakan acara nobar kisah Isra' Mi'raj, hal ini juga untuk memperingati peristiwa Isra' Mi'raj. Kemudian acara ditutup dengan makan dan foto bersama. Lain halnya penutupan yang ada di TPQ Darussalam, penutupan dilakukan bersamaan dengan pembacaan juara perlombaan antar TPQ di Dusun Barek dan Gapuk. Penutup Kegiatan mengajar yang dilakukan mahasiswa KKM di tiga TPQ Desa Sumberngepoh ini merupakan salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dedikasi untuk mendukung pendidikan agama, mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Selama hampir tiga minggu, program ini berhasil memperlihatkan hasil yang signifikan, baik bagi para santri maupun lembaga pendidikan di desa tersebut. Kontribusi mahasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung perkembangan generasi muda yang religius dan berkarakter.  

Thumbnail
2 years ago
Mengasah Kreativitas melalui Eco Printing: Atma Abhinaya berbagi kesenian di SDN 03 Gunung Jati! Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengasah Kreativitas melalui Eco Printing: Atma Abhinaya berbagi kesenian di SDN 03 Gunung Jati!

NUR ROHMAH MAHDIYATUL YUMNA

Sabtu, 25 Januari 2025,SDN 03 Gunung Jati-Mahasiswa KKM Atma Abhinaya mengadakan kegiatan mewarnai bersama siswa kelas 4 SDN 03 Gunung Jati. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menggantikan jam pelajaran prakarya dengan tujuan untuk menggantikan jam bimbel yang seharusnya dilaksanakan pada jam 11.00 setelah pulang sekolah, sebagai salah satu program kerja dari divisi pendidikan di kelompok tersebut. Dalam kegiatan tersebut, beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain kain putih, cat warna, sikat gigi, kuas, daun-daunan dan kelopak bunga. Jenis-jenis dedaunan yang dibawa pada saat itu antara lain daun singkong, daun pepaya, dan daun bunga liar lainnya yang memiliki bentuk yang unik. Adapun warna yang dibawa yaitu warna kuning, merah, hijau, hitam, ungu, dan hitam. Disisi lain, penggunaan kain putih bertujuan agar warna yang digunakan dapat terlihat dan membentuk pola yang jelas. Semua alat dan bahan telah disiapkan dan dibawa oleh anggota KKM Athma Abhinaya. Sedangkan siswa kelas 4 hanya diminta untuk membawa dedaunan dengan bentuk yang unik dan berbeda. Proses pelaksanaan kegiatan mewarnai ini dimulai dari meletakan kain putih di atas lantai agar semua siswa kelas 4 maupun anggota KKM dapat menjangkau dan ikut serta dalam kegiatan. Setelah itu, dedaunan yang telah dibawa dari rumah masing-masing diletakkan di atas kain putih tersebut sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah semua daun diletakan, setiap siswa dan anggota KKN menorehkan warna keatas kain tersebut dengan cara meneruskan warna menggunakan kuas atau sikat gigi. Warna yang akan ditimbulkan akan membentuk titik titik kecil (bercak) di atas kain tersebut. Selain sikat gig dan kuas, para siswa juga menggunakan tangan dan denaunan yang tersisa untuk mercikan warna ke atas kain. Hal itu dilakukan karena alat yang tersedia terbatas, sehingga siswa menggunakan cara lain untuk menorehkan warna yang sekiranya dapat menciptakan titik-titik kecil. Setelah semua area kain sudah penuh oleh titik-titik warna, tahap selanjutnya yaitu dedaunan dan kelopak bunga di atas kain tersebut. Setelah itu, kain tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari agar warnanya tidak mudah luntur. Kain putih yang telah diwarnai ini akan digunakan untuk menutupi lemari buku yang terletak di pojok belakang kelas. Tujuan utama dari kegiatan mewarnai ini yaitu untuk mendorong siswa agar lebih kreatif dengan menggunakan bahan dan alat sederhana yang dapat mereka temui di lingkungan sekitar mereka. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa-siswa SDN 03 Gunung Jati, khusunya kelas 4, dengan anggota KKM Atma Abhinaya. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semua pihak, baik dari siswa kelas 4 maupun anggota KKM merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut juga berjalan lancar dan menyenangkan.      

Thumbnail
2 years ago
Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Moderasi Beragama Melalui Kegiatan Belajar Mengaji di Masyarakat

LITA OKTAVYA WULAN SYAMHANA

Dalam rangka pengabdian masyarakat, kelompok 31, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Gandewa Puspa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan belajar mengajar yang tidak hanya terbatas pada kegiatan mengaji tetapi juga melibatkan bimbingan dan pendidikan moral serta spiritual bagi anak-anak di dusun Maron, desa Pujon Kidul, kabupaten Malang.  Namun, hal ini bukanlah hal yang mudah, terutama tantangan dalam menjaga fokus anak-anak. Di masa liburan semester seperti ini, anak-anak tetap lebih tertarik untuk bermain dari pada belajar mengaji." Usia segitu kan inginnya main terus. Jadi, tantangan terbesarnya dalam hal kesabaran, karena melatih fokusnya anak-anak itu juga sulit." Ujar Himalaya selaku mahasiswa KKM yang ikut mengajar ngaji.  Untuk itu, kelompok KKM 31 membuat strategi dengan melakukan beberapa icebreaking sebelum belajar. Selain itu, juga menyisipkan lagu-lagu yang berkaitan dengan materi, sehingga anak-anak dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi yang dipelajari. Anak-anak yang terlebih dahulu selesai mengaji juga dapat bermain dengan kakak-kakak yang mengajar, sehingga memotivasi anak-anak untuk lebih semangat dalam menyelesaikan sesi mengajinya. Selain mengisi masa liburan semester dan menjadi ajang belajar untuk anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi siswa KKM. Seperti hal-nya siswa dapat belajar untuk lebih memahami materi yang akan disampaikan dan mengetahui bagaimana cara berinteraksi yang baik serta mengajar anak-anak dengan cara yang lebih menarik. Sehingga dengan beberapa upaya tersebut siswa dapat menciptakan suasana belajar yang seru dan menambah rasa semangat bagi anak-anak. Kegiatan ini juga bukan lain sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitar dusun Maron.

Thumbnail
2 years ago
Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko

NAJWA ARIFAH

Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko Dalam rangka memperingati momen suci Isra Mi'raj, KKM 40 UIN Malang menggelar acara pawai yang meriah dan penuh makna di SDN 1 Sumbersuko. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga upaya strategis untuk menumbuhkan pemahaman dan rasa syukur terhadap peristiwa spiritual penting dalam sejarah Islam. Pawai dimulai dengan penampilan memukau dari regu Drum Band. Irama musik yang kuat dan dinamis segera menarik perhatian seluruh peserta dan warga sekolah. Barisan drum band dengan kostum yang serasi bergerak dengan koordinasi yang apik, memberi kesan meriah dan semangat pada awal acara. Dentuman drum dan harmoni musik menjadi penanda dimulainya pawai, sekaligus mengundang antusiasme para siswa untuk segera berbaris dan mengikuti rangkaian kegiatan. Setiap pukulan drum seakan mengajak hadirin untuk merenungkan makna spiritual Isra Mi'raj. Setelah penampilan drum band, barisan siswa dari masing-masing kelas mulai berbaris rapi. Kelas 1 hingga kelas 6 menampilkan formasi yang tertib, mencerminkan disiplin dan semangat kebersamaan. Setiap kelas mengenakan atribut dan kostum yang berbeda, namun tetap menjaga keseragaman dan semangat kolektif.Para siswa tampak bangga berbaris, mata mereka berbinar penuh semangat. Mereka tidak sekadar mengikuti pawai, namun juga tampak memahami makna di balik kegiatan tersebut. Guru-guru yang mendampingi turut memberikan arahan dan motivasi, memastikan setiap siswa memahami nilai-nilai spiritual yang dikandung peristiwa Isra Mi'raj. Acara ini lebih dari sekadar pawai biasa. Para pengurus KKM 40 UIN Malang dengan cermat merancang kegiatan untuk menumbuhkan rasa syukur pada peristiwa Isra Mi'raj. Melalui pawai ini, mereka ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Isra Mi'raj menjadi momentum untuk mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, keikhlasan, dan pentingnya senantiasa dekat dengan Allah SWT. Momen ini mengingatkan bahwa setiap tantangan dapat dilewati dengan keyakinan dan kepasrahan yang mendalam. Kegiatan yang diselenggarakan KKM 40 UIN Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kekuatan spiritual. Melalui pawai Isra Mi'raj, mereka berhasil menghadirkan suasana religius yang menyenangkan dan mendidik.Para siswa SDN 1 Sumbersuko mendapatkan pengalaman berharga. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pawai, namun juga turut belajar tentang sejarah, spiritualitas, dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan.  Pawai Isra Mi'raj yang digelar KKM 40 UIN Malang di SDN 1 Sumbersuko telah berhasil menciptakan momen edukatif dan inspiratif. Acara ini membuktikan bahwa pendidikan spiritual dapat disampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, menginspirasi generasi muda untuk senantiasa dekat dengan nilai-nilai spiritual dan mencintai sejarah Islam.

Thumbnail
2 years ago
KKM 44 UIN Malang Edukasi Masyarakat Desa Langlang Olah Daun Kelor Jadi Makanan Sehat Bergizi

MUHAMMAD CAHYA RIZQULLAH HARTIAN

Malang, 23 Januari 2025 – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 44 Sukma Bhinneka Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggelar demo memasak makanan sehat berbahan dasar daun kelor. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/1/2025) ini dilaksanakan di Taman Posyandu setempat, dengan tujuan memperkenalkan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi tinggi yang mudah ditemukan dan diolah. Daun kelor, yang dikenal sebagai "superfood", kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Sayangnya, potensi daun kelor masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui demo memasak ini, KKM 44 ingin mengedukasi ibu-ibu tentang cara mengolah daun kelor menjadi makanan lezat dan bergizi. Tim KKM 44 mendemonstrasikan dua menu kreatif berbahan dasar daun kelor yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Menu pertama yang diperkenalkan adalah Kukis Daun Kelor. Kukis ini terlihat seperti kukis biasa dengan tekstur renyah dan rasa manis yang pas, namun memiliki nilai gizi lebih tinggi berkat tambahan sari daun kelor. Sari daun kelor diperoleh dengan cara memblender daun kelor segar, lalu memerasnya hingga menghasilkan ekstrak hijau pekat yang kaya akan vitamin dan mineral. Ekstrak ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kukis, menciptakan camilan sehat yang cocok untuk segala usia. Menu kedua yang didemonstrasikan adalah Es Pudding Jelly Daun Kelor. Menu ini menggabungkan kesegaran jelly dengan nutrisi daun kelor, menjadikannya dessert yang sehat dan menyegarkan. Sari daun kelor ditambahkan ke dalam adonan jelly, memberikan warna hijau alami dan nutrisi tambahan. Pudding jelly ini disajikan dengan santan dan gula merah yang telah di cairkan sehingga dapat menetralisir rasa dari daun kelor yang agak pahit, dan menjadikannya es Pudding Jelly Daun Kelor yang segar dan sehat. Setelah demo memasak, tim KKM membagikan hasil olahan tersebut kepada ibu-ibu taman posyandu yang hadir. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan biji daun kelor untuk ditanam, sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Daun kelor, yang mudah tumbuh di berbagai kondisi, dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi masalah gizi, terutama di daerah pedesaan. KKM 44 Sukma Bhinneka UIN Malang terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui program-program inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan demo memasak ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.

Thumbnail
2 years ago
Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas

FARIHA INAYATUL ILMA

Seminar Parenting : Membangun Karakter Positif Siswa SMA Islam Diponegoro untuk Masa Depan yang Gemilang Pernikahan dini dan tingginya tingkat perceraian menjadi isu krusial di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Untuk mengatasi tantangan ini, Kolaborasi tiga kelompok KKM UIN Malang di desa Gondowangi menyelenggarakan seminar bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" yang bertempat di SMA Islam Diponegoro. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya parenting yang tepat demi masa depan yang cerah, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun di Desa Gondowangi, yakni Kelompok Cakra Bhakti dari Dusun Wiloso, Kelompok Cakra Adhimukti dari Dusun Rekesan, dan Kelompok Manunggalina dari Dusun Pohbener. Materi utama dalam acara ini disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang konseling, psikologi, dan pendidikan. Beliau memiliki beragam sertifikasi di bidang psikologi dan konseling dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) dan pelatihan Quantum Life Transformation (QLT). serta aktif di berbagai forum akademik dan profesional. Gambar penyampaian materi oleh  ibu Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., (Sumber: dokumentasi pribadi).  Acara yang berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Kelas SMA Islam Diponegoro ini yang diawali dengan pembukaan oleh Farihah Inayatul Ilma sebagai MC, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Singgih Asnidar Jundi Bhimarjuna, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siska Ramadini. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Muhammad Mu'zi, diikuti Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Ibu Aisyah Albariroh, S.Pd., serta pemutaran video profil Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipandu oleh saudara Miftahul Arifin. Acara inti diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., yang dimoderatori oleh Nurul Fatikha R. Izzati. Pemaparan materi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah sesi tanya jawab, penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana serta sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfan Nurul Rizki, dilanjutkan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah semua rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih oleh panitia yang dibantu oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Kegiatan edukasi bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" di SMA Islam Diponegoro menjadi langkah penting dalam mengatasi isu pernikahan dini dan perceraian yang tinggi di Desa Gondowangi. Melalui kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun, acara ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pendidikan karakter, parenting yang baik, dan motivasi belajar sebagai bekal untuk masa depan. Kehadiran Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., sebagai narasumber menambah nilai edukatif acara ini, yang diakhiri dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm36cakrabhakti3900/678cdd25c925c47f855200f2/parenting-cerdas-bekal-siswa-sma-islam-diponegoro-menuju-indonesia-emas?lgn_method=google&google_btn=onetap Kreator: Kkm36cakrabhakti