Thumbnail
2 years ago
Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kualitas Parenting: KKM UIN Malang Gelar Penyuluhan di Robyong

SITI NUR CHOLISZAH

Robyong, 11 Januari 2025 KKM UIN Malang angkatan 155 dan 15, telah sukses menyelenggarakan penyuluhan mengenai stunting dan parenting di Robyong. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penyuluhan ini dihadiri oleh wali murid TK dan PAUD setempat, dengan menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam acara tersebut, dosen UIN Malang memberikan materi yang mendalam mengenai penyebab dan dampak stunting, serta cara pencegahannya melalui pola makan yang sehat dan bergizi. Penyuluhan ini juga mencakup informasi tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Siti Puji, Ketua Posyandu Dusun Robyong, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ilmu yang dapat diterapkan oleh para orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Kepala Dusun Robyong, Pak Suminto, juga mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang, seraya berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Sesi parenting yang sekaligus memberikan tips praktis kepada orang tua tentang cara merawat dan mendidik anak. Materi yang disampaikan mencakup teknik komunikasi yang efektif, pengembangan keterampilan sosial, serta cara menciptakan lingkungan yang mendukungperkembangan anak secara optimal. Peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Banyak ibu yang berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan yang merekahadapi dalam memberikan gizi yang tepat untuk anak-anak mereka. Diskusi interaktif ini menciptakan suasana yang hangat dan mendukung, sehingga para peserta merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat. Saya jadi mengerti lebih banyak tentang cara memberikan makanan yang baik untuk anak. Saya juga belajar banyak tentang cara mendidik mereka,” kata ibu Sri, salah satu peserta. KKM UIN Malang berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program serupa di masa mendatang, guna mendukung kesehatan dan pendidikan masyarakat di Robyong. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas parenting.

Thumbnail
2 years ago
Meriah dan penuh haru! Mahasiswa KKM UIN Malang tutup pengabdian dengan porseni di SDN Gubugklakah 2

NUR FATHILLAH

Penutupan KKM yang dikemas dalam ajang kreativitas dan kebersamaan. Sebagai penutup dari perjalanan pengabdian di SDN Gubugklakah 2, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 74 menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Acara ini bukan sekadar perpisahan, tetapi juga menjadi wadah bagi para siswa untuk berekspresi, berkompetisi, dan menunjukkan bakat mereka.  Kegiatan ini telah dipersiapkan dengan matang, melibatkan koordinasi intensif dengan guru, siswa, serta panitia untuk menciptakan momen yang tak hanya dikenang sehari atau dua hari saja, tetapi bisa tersimpan dalam ingatan mereka selamanya.   Istighosah Bersama: Mengawali Hari dengan Keberkahan pada Jum'at 24 Januari 2025 acara dimulai pada pagi hari dengan istighosah bersama di ruang kelas 6, yang menjadi saksi bahwa Jumat barokah akan lebih bermakna ketika diisi dengan kegiatan positif keagamaan. Istighosah dan kirim doa bersama. Dengan lantunan doa yang dipanjatkan, seluruh peserta memohon keberkahan dan kelancaran acara. Tak hanya itu, momen ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKM untuk berpamitan dengan penuh rasa syukur dan harapan agar ilmu yang telah mereka bagikan membawa manfaat bagi para siswa.  Usai istighosah, perlombaan olahraga dan seni dimulai pada pukul 08.30. Suasana lapangan berubah menjadi arena kompetisi yang seru dan penuh semangat. Lomba sepak bola diikuti oleh siswa kelas 3-6 dengan dua tim besar, yaitu Kelompok A (kelas 3 dan 6) dan Kelompok B (kelas 4 dan 5). Sorak-sorai suporter dari masing-masing kelas semakin memeriahkan pertandingan.    Lomba mewarnai untuk kelas 1 dan 2 juga berlangsung penuh antusiasme. Para siswa menunjukkan kreativitas mereka dalam mengombinasikan warna, menciptakan karya yang penuh imajinasi dan ekspresi diri.   Menutup dengan Karya Seni: Panggung Bakat Para Siswa-siswi SDN Gubugklakah 02.  Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh perlombaan selesai dan acara dilanjutkan ke sesi puncak, yaitu penampilan seni dari tiap kelas. Para siswa menunjukkan bakat mereka dalam berbagai bentuk ekspresi seni, mulai dari tarian tradisional, nyanyian solo dan grupu, musikalisasi puisir, Drama pendek dan Hafalan surat pendek.  Setiap penampilan mendapatkan tepuk tangan meriah, mencerminkan betapa besar apresiasi terhadap bakat dan usaha mereka.  Di akhir acara, mahasiswa KKM menampilkan nyanyi bersama lagu "Laskar Pelangi" yang dipimpin oleh Kak Fayzah dan Kak Naili. Lagu ini menjadi simbol semangat dan harapan bagi para siswa-siswi untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang cerah.  uasana semakin haru saat Kak Fathillah membacakan puisi perpisahan, menggambarkan betapa besar cinta dan rasa syukur mahasiswa KKM terhadap pengalaman mereka di SDN Gubugklakah 2. "Saat kami berpamitan, yang tertinggal bukan hanya kenangan, tetapi harapan. Harapan agar ilmu yang kami sampaikan, meskipun sederhana, dapat menjadi lentera kecil di perjalanan masa depan kalian." tangis haru tak dapat terbendung, baik dari mahasiswa KKM, para guru, maupun siswa yang telah terbiasa dengan kehadiran mereka.   Kegiatan Porseni ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi siswa. Dalam olahraga, mereka belajar tentang sportivitas dan kerja sama, sementara dalam seni, mereka diajarkan untuk mengapresiasi kreativitas dan mengekspresikan diri dengan percaya diri.   Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 74 berharap bahwa jejak kecil yang mereka tinggalkan dapat menjadi bagian dari perjalanan besar para siswa SDN Gubugklakah 2.  Kami tidak pernah benar-benar pergi. Doa kami akan terus bersama kalian, mengiringi setiap langkah yang kalian tapaki." Terima kasih, desa ini. Terima kasih, sekolah ini. Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita hidup kami. 

Thumbnail
2 years ago
Pengabdian KKM 84 Arkadia: Menyemarakkan Pembelajaran di SDN 2 Poncokusumo dan PKBM LPI Sunan Kalijogo"

NAMIRA MAHDIA ZILAN FUROIDA

Kuliah kerja mahasiswa (KKM) adalah sebuah kesempatan bagi mahasiswa untuk mengabdikan dan menyalurkan ilmu yang telah dimiliki selama perkuliahan terhadap masyarkat. Salah satu pengabdian yang dilakukan oleh kkm 84 arkadia ini dengan cara mengajar ke lembaga SDN 2 Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan PKBM lembaga pendidikan islam sunan kalijaga Drigu, kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kunjungan pertama kelompok KKM 84 UIN Malang dilaksanakan ke SDN 2 terlebih dahulu pada Senin tanggal 6 Januari 2025. Sampai disana kelompok kami disambut hangat oleh dewan guru dan para murid SDN 2 Poncokusumo. Kelompok 84 UIN Malang sangat antusias mengikuti upacara rutinan yang diselenggarakan SDN 2 Poncokusumo. Setelah terselenggarakanya upacara rutinan kami meminta izin kepada kapsek SDN 2 Poncokusumo untuk membantu proses belajar mengajar. Bercengkrama dengan dewan guru membicarakan perihal jadwal mengajar, kelompok 84 arkadia menyampaikan hanya bisa masuk di hari senin dan rabu karena membagi jadwal dengan PKBM LPI Sunan Kali Jogo. KKM 84 UIN Malang diberi kesempatan mengajar dari jam 7-12 siang. Kesepakatan dari kelompok Arkadia ini membagi menjadi 2 sesi, sesi pertama dari jam 7-9 sedangkan untuk sesi ke 2 dari jam 9-12. Dewan guru SDN 2 Poncokusumo juga memberi amanah kepada KKM Arkadia UIN Malang untuk membimbing siswa yang akan mengikuti lomba, terdapat 2 lomba yg diamanahkan ke KKM 84 ini yaitu lomba pildacil dan menggambar, untuk waktu pelatihanya pada jam 7-9. Pildacil dibimbing oleh kak Namira dan kak Atil. Lomba menggambar dibimbing oleh kak Vivi dan kak Novie. Setelah sowan ke SDN 2 Poncokusumo untuk meminta izin mengajar di sana kemudian sekitar jam 9 kelompok KKM 84 menuju ke PKBM LPI Sunan Kalijogo. Di sana kita sowan untuk meminta izin membantu mengajar di PKBM. PKBM LPI sendiri adalah Lembaga pendidikan nonformal yang dibentuk oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, khususnya bagi mereka yang tidak mempunyai akses terhadap pendidikan formal. PKBM berfungsi sebagai wadah pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental masyarakat, serta memberdayakan masyarakat agar menjadi individu yang mandiri dan berdaya saing dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. PKBM berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyelenggarakan program pendidikan yang relevan. Hal ini mencakup pendidikan dasar setara SD, SMP, dan SMA, serta pelatihan keterampilan yang dapat membantu siswa mencari nafkah. PKBM LPI Sunan Kalijogo ini di bawah naugan lembaga TPQ Qiro’ati. Pembelajaran KBM umum sekitar 1 jam karena lembaga ini fokus dengan mengaji dan menghafal Al- qur’an. Pelajaran yang di pelajari juga hanya yang wajib. Seperti matematika, b. Inggris, b. Indonesia, aqidah akhlak, fiqih, al-qur’an hadist, IPA dan IPS. Setelah menyampaikan niat dari kelompok KKM 84 untuk membantu mengajar, dewan asatid dan asatidzah sangat senang dan merasa terbantu. Para santri juga sangat bergembira saat kelompok 84 ikut berkontribusi mengajar di sana. Kelompok 84 membatu ditingkat dasar dari kelas 1-4, ditingkat menengah pertama kelas 7, ditingkat menengah keatas kelas 11. Waktu mengajar dari hari senin-kamis. KKM 84 juga

Thumbnail
2 years ago
Mencegah Pernikahan Dini: Seminar "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" di SMPN Wonosari

ZULFIKAR SULTAN AUFA

Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari

Thumbnail
2 years ago
"Sahabat Bumi" - Sosialisasi mengenai daur ulang sampah dan membuat media tanam..

QUEENA MUTIARA WAFA

Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di â€‹â€‹â€‹â€‹MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.  

Thumbnail
2 years ago
Kelompok 184 KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid KB At-Taqwa dengan Tema "Optimalisasi Peran Orang Tua di Masa Golden Age"

MUHAMMAD ZIHAUL IHSANI

Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.