MUH.ASRUL YATIMI
Pujon, 23 Januari 2025 -- KKM UIN Malang sukses menggelar Seminar Pendidikan di SMPN 2 Pujon yang berjudul "Terus Melangkah Bersama, Raih Cita-Cita Melalui Pendidikan". Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang pentingnya pendidikan dan cara mencegah dampak negatif pergaulan bebas. Seminar ini menghadirkan pemateri inspiratif yang kompeten dibidangnya yaitu Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi., C.PS, dan dipandu oleh moderator Muh. Asrul Yatimi. Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh Salsabila Nuraulia, diikuti dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya". Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua KKM kelompok 33, M. Almisky Fachru, dan Ibu Andria Ita Kurniati sebagai perwakilan dari SMPN 2 Pujon. Selanjutnya, doa bersama dipimpin oleh Fajar Ali Hasan sebelum acara memasuki inti seminar. Tema utama yang dibahas adalah pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk mencapai cita-cita, pengembangan diri melalui teknologi, serta cara mencegah dampak buruk pergaulan bebas. Dalam pemaparan materi, pemateri menekankan bahwa pendidikan berkualitas membantu generasi muda meraih cita-cita, melindungi masa depan, dan memberikan kehidupan yang bermakna. Pemateri juga membahas konsep passion x paksaan, di mana pendidikan awal sering kali memerlukan dorongan agar generasi muda dapat menemukan potensi dan minat mereka. Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan, dengan dampak serius seperti masalah kesehatan, kerugian pendidikan, gangguan emosional, dan kehilangan dukungan sosial. Untuk mencegahnya, pemateri mengajak peserta meningkatkan pemahaman moral, memilih teman yang positif, dan aktif dalam kegiatan bermanfaat. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan pertanyaan seputar cara menghadapi lingkungan yang tidak mendukung, pengalaman pribadi pemateri saat kuliah, dan dampak pergaulan bebas terhadap kehidupan remaja. Seminar diakhiri dengan pembagian doorprize menarik kepada peserta dan penutupan oleh moderator. Acara ini memberikan dampak positif dan motivasi kuat kepada para siswa untuk memprioritaskan pendidikan dan menjaga moral mereka. Sebagai penutup, pemateri menyampaikan pesan inspiratif: "Pendidikan adalah lentera yang menuntun langkah muda, moral adalah perisai yang menjaga jiwa dari gelap dunia. Pergaulan bebas adalah duri di jalan harapan, namun kasih dan ilmu menyembuhkan segalanya. Mari menjadi generasi berkualitas, pelita terang yang tak pernah bias." Seminar ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara pendidikan dan karakter untuk membangun generasi muda yang unggul dan berkualitas.
SELVI ANGGRAENI
https://drive.google.com/drive/folders/1o6g8R1heOa4LsqrJqegSfVLpYLYXsLIx?usp=drive_link
ROFAH MUFIDA EL KHOIRIYAH
https://www.kompasiana.com/qonitaputri7286/6785fbb234777c7f4452b1c2/hindari-stunting-penuhi-gizi-seimbang-kkm-98-uin-malang-ikut-andil-dalam-posyandu-anak-usia-dini-hingga-lansia-di-dusun-karangrajo-desa-sukopuro?page=1&page_images=2
ALIFIA SALSABILA TIFANI PUTRI
Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.
LIA LEDISTA
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
RADIFAN ROIHANUL FIQRI
Desa Poncokusumo berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa ini berada di kaki Gunung Semeru, yang merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif dan merupakan simbol Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki potensi pertanian yang besar karena tanahnya yang subur dan iklimnya yang mendukung. Geografi Poncokusumo yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga lereng gunung, menawarkan banyak peluang pertanian. Mayoritas penduduk Desa Poncokusumo bermata pencaharian sebagai petani, dan jeruk menjadi komoditas utama yang mendominasi kegiatan pertanian di desa ini. Dengan tanah yang subur dan iklim yang stabil, Poncokusumo menjadi pusat penghasil jeruk berkualitas tinggi di Jawa Timur. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki lahan di luar wilayah desa, yang semakin memperluas skala produksi jeruk mereka. Hasil observasi dan pengalaman langsung hidup bersama masyarakat selama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah dasar penulisan artikel ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan ekonomi masyarakat. Tulisan ini juga bentuk apresiasi dari Kelompok 84 ‘Arkadia’ KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Poncokusumo. Kondisi Pertanian Jeruk di Poncokusumo