Thumbnail
2 years ago
Dari Teori ke Praktik : Mahasiswa KKM 121 UIN Malang Belajar Langsung Memerah Susu Sapi.

WAFIROTUL MARHAMAH

Lawang, Malang, 09 Januari 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 121 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk belajar langsung memerah susu sapi di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Program KKM 121 ini dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2024 dan terdiri dari 11 mahasiswa dalam kelompok KKM 121 dari berbagai jurusan. Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan memerah susu sapi yang bekerjasama dengan salah seorang pemilik peternakan sapi perah. Pemilik peternakan sapi perah, Saudara Aziz, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa mengenai proses produksi susu sapi, mulai dari pemeliharaan sapi hingga proses pemerahan dan pengolahan susu. "Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang tantangan dan peluang dalam sektor peternakan," ujar Saudara Aziz. Selama pelatihan, mahasiswa diajarkan berbagai teknik dasar dalam memerah susu sapi secara manual menggunakan tangan. Mereka juga diberikan pengetahuan mengenai manajemen peternakan, kesehatan hewan, serta proses pasca-pemerahan seperti pasteurisasi dan pengemasan susu. Para mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari semangat mereka saat mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan. Salah satu mahasiswa, Ahmad Sidqhi, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga dan menambah wawasan praktisnya. "Saya sangat senang bisa belajar langsung di lapangan. Selain menambah ilmu, pengalaman ini juga membuka mata saya tentang betapa kompleksnya proses di balik segelas susu yang kita minum setiap hari," kata Sidqhi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang peternakan dan pemberdayaan masyarakat. Program KKM 121 di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2025. Dalam periode ini, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan berbagai proyek dan tugas yang telah dirancang untuk mengembangkan potensi desa serta mempererat hubungan antara UIN Malang dengan masyarakat setempat. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, mahasiswa KKM 121 UIN Malang berupaya menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi positif dan membangun pengalaman yang berharga untuk masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Thumbnail
2 years ago
Penanaman 500 pohon untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan

MUHAMMAD FADHIL IZZAINI

Penanaman 500 Pohon Bersama Warga dan Perangkat Desa Pandanrejo Pandanrejo, [23 Desember 2024] – Dalam upaya melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem, perangkat Desa Pandanrejo bersama masyarakat setempat mengadakan kegiatan penanaman 500 pohon. Acara ini berlangsung pada [tanggal kegiatan] dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kelompok pemuda, serta organisasi peduli lingkungan.   1. Membangun Kesadaran akan Pentingnya Penghijauan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kepala Desa Pandanrejo, [Nama Kepala Desa], menyampaikan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.  Penanaman pohon ini bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, [Kades Pandanrejo].   2. Jenis Pohon yang Ditanam Sebanyak 500 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti:   a. Pohon Mahoni– untuk penghijauan dan penyediaan oksigen.   b. Pohon Trembesi – dikenal mampu menyerap polusi udara dalam jumlah besar.   c. Pohon Buah (Mangga, Alpukat, Durian) – memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.   3. Antusiasme Masyarakat Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Pandanrejo. Banyak warga yang secara sukarela ikut serta dalam penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.   Salah satu peserta, [Muhammad Fadhil], menyampaikan bahwa ia merasa bangga bisa berpartisipasi. “Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.     4. Harapan ke Depan Dengan adanya kegiatan penanaman 500 pohon ini, Desa Pandanrejo berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perangkat desa juga berencana untuk mengadakan program perawatan dan monitoring pohon agar pertumbuhannya optimal.   Kegiatan ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar. Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih hijau dan sehat!  

Thumbnail
2 years ago
Kelompok 184 KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid KB At-Taqwa dengan Tema "Optimalisasi Peran Orang Tua di Masa Golden Age"

FARICHA AULIA AZZAHRA

Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.

Thumbnail
2 years ago
Gelar Penutupan dan Pelepasan KKM UIN Malang Periode 2024 - 2025: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Resmi Ditutup

ROBIATUL AMALIA

Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.     

Thumbnail
2 years ago
Potret Desa: Generasi Hebat dengan Mindset Sehat!

AJILNI DIINA MAR`ATUN NUR CHASANAH

Sedia Payung Sebelum Hujan. Mungkin itulah peribahasa yang tergambar dari setiap peserta pada rangkaian ketertiban dalam pelaksanaan posyandu desa Gading Kembar (selasa, 6/1). Kegiatan pelayanan desa yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali ini bertempat di balai desa Gading Kembar, kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Tidak hanya dihadiri oleh ibu dan balita serta ibu hamil, posyandu ini juga melayani pasien lansia. Aktivitas yang diisi dengan serangkaian pelayanan seperti timbang berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi dan vaksin bagi bayi untuk kekebalan daya tahan tubuh dan pencegahan stunting juga sekaligus merangkap pelayanan pada lansia seperti pembacaan hasil medical chek up, cek tekanan darah, dan berat badan.   “Menjaga kesehatan itu juga perlu dilakukan ketika masa muda mba, soalnya waktu tua nanti ya kita sendiri yang bakal nanem hasilnya. Itu yang salah satu mindset yang harus kita tanamkan ke warga desa ini.” ujar Azmi selaku perawat.   Menjaga keseimbangan gizi, memastikan bahwa pasien baik balita maupun lansia tercukupi baik dari segi pelayanan kesehatan maupun medical chek up merupakan tupoksi yang harus dijalankan para perawat dan ibu kader posyandu. Menariknya, pelayanan posyandu desa gading kembar tidak hanya terfokus pada balita dan lansia saja. Bagi siapa saja yang ingin ikut medikal chek up dipersilakan dengan sangat. Sebab di zaman yang serba instan ini, penyakit tidak melihat batasan umur. Termasuk para pemuda yang membutuhkan. Kami, kelompok 159 KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga mendapat kesempatan tersebut. Selain ikut berpartisipasi dalam berjalannya kegiatan, kami dipersilakan untuk memeriksa tekanan darah maupun berat badan kami.       “Tekanan darah itu punya grade mba. Normalnya  ada di angka 120/80 mmHg, kalo di atas itu seperti 130 mmHg itu sudah masuk di grade darah tinggi. Cara megatasi darah tinggi paling ringan sampean bisa makan buah semangka. Nah pas ketika makan buah semangkanya, lapisan yang warna putih itu harus ikut di makan juga.” Papar Azmi   Selain itu, menurut Azmi faktor-faktor yang menyebabkan anak muda bisa memiliki tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan, atau life style yang suka begadang ataupun mengonsumsi minumann caffein seperti kopi secara berlebihan. Dengan memiliki tekanan darah yang stabil terlebi bagi wanita, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor pencegahan stunting pula. Berangkat dari paparan wanita yang berprofesi sebagai perawat tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa kesehatan harus tetap dinomorsatukan, sebab itu juga akan berpengaruh kelak di masa tua. Pada akhirnya, acara tersebut selesai pada pukul 11.00 Wib dan ditutup dengan sesi foto dan makan bersama.

Thumbnail
2 years ago
Kelompok 184 KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid KB At-Taqwa dengan Tema "Optimalisasi Peran Orang Tua di Masa Golden Age"

JIHAN KHOIROTUL `ILMIYAH

Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.