SA`IDA TUSHOFIYAH
Dalam rangka program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kelompok KKM ALTHARA 24 menyelenggarakan Pelatihan Ecoprint pada tanggal 31 Januari 2026 yang bertempat di Balai RW 03 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknik pewarnaan alami pada kain sebagai bentuk edukasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan pembukaan oleh panitia. Selanjutnya, pada pukul 10.10--10.20 WIB, peserta mendapatkan pemberian materi mengenai konsep dasar ecoprint, manfaat penggunaan bahan alami seperti daun dan bunga, serta langkah-langkah pembuatan motif pada media tote bag. Rangkaian utama kegiatan berupa praktik pelatihan ecoprint dilaksanakan pada pukul 10.20--12.00 WIB. Dalam pelatihan ini, peserta menyusun daun dan bunga di atas permukaan tote bag, kemudian menutupnya dengan plastik sebagai pelapis. Selanjutnya, peserta memukul atau menumbuk susunan daun dan bunga tersebut menggunakan palu kayu hingga pigmen alami berpindah ke kain dan membentuk motif ecoprint. Teknik ini dikenal sebagai teknik pukul (pounding technique) yang sederhana dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat. Acara kemudian ditutup pada pukul 12.00--12.10 WIB, dilanjutkan dengan dokumentasi bersama pada pukul 12.10--12.15 WIB sebagai arsip dan kenang-kenangan kegiatan. Melalui pelatihan ecoprint dengan teknik pukul (pounding technique) ini, masyarakat Kelurahan Samaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru dalam mengolah bahan alami menjadi produk kreatif bernilai estetika, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
FATIN NISRINA TSABITA
KKM UIN Malang Parahitaksa 104 Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan komunikasi sejak dini. Melalui program “Fun English Learning”, KKM UIN Malang Parahitaksa 104 berinisiatif menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak di Desa Mulyoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di posko KKM setiap hari Minggu dan dipandu oleh Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan pada minggu kedua dibantu oleh Sister Natnat. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan suasana yang santai dan tidak menegangkan. Banyak anak merasa bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, melalui konsep fun learning, kegiatan ini dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bermain, bernyanyi, dan berinteraksi langsung. Kegiatan Fun English Learning pertama kali dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari. Pada pertemuan awal ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 anak. Meskipun jumlahnya belum banyak, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk mengajar. Kami justru sangat bersyukur karena di hari pertama ini anak-anak sudah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Materi yang diajarkan adalah angka-angka dalam bahasa Inggris (numbers) yang dikemas dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Selain itu, anak-anak juga diajak bernyanyi bersama lagu “If You’re Happy and You Know It, Clap Your Hands” untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat. Memasuki minggu kedua, kegiatan Fun English Learning mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah anak yang datang melonjak menjadi sekitar 21 anak hingga memenuhi posko KKM. Hal ini menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan besar bagi kami karena menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari anak-anak dan masyarakat sekitar. Pada pertemuan ini, kami mengajarkan materi “How to Introduce Yourself”, yaitu cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Anak-anak dilatih untuk menyebutkan nama, usia, dan sapaan sederhana dengan percaya diri. Suasana belajar pada kegiatan ini berlangsung sangat hidup dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih berani berbicara, aktif menjawab pertanyaan, serta tidak ragu untuk mencoba mengucapkan kosakata dan kalimat dalam bahasa Inggris. Pendampingan dari Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung. Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan. Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka.
AROFANI BATRISYIA NURJANNATI
Malang – Dalam rangka menjalankan program kerja di bidang pendidikan dan sosial, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 261 PSGA melaksanakan kegiatan micro edukasi dengan tema “Stop Bullying” di Sekolah Rakyat 47 Malang. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa sebagai upaya pencegahan perilaku bullying sejak dini serta untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Kegiatan micro edukasi ini diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, maupun nonverbal, yang dapat menyakiti orang lain. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis bullying, seperti bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan bullying melalui media digital. Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menyampaikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, mengucilkan teman, hingga tindakan kekerasan fisik. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa Sekolah Rakyat 47 Malang. Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemutaran video edukasi tentang bullying. Video tersebut menampilkan ilustrasi kejadian bullying di sekolah serta dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban, baik dari segi mental, emosional, maupun kepercayaan diri. Melalui video ini, siswa diajak untuk lebih memahami perasaan korban bullying dan pentingnya sikap empati serta saling menghargai antar sesama. Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menceritakan pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami terkait perilaku bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang positif. Melalui kegiatan micro edukasi ini, diharapkan siswa Sekolah Rakyat 47 Malang dapat memahami bahaya bullying serta mampu mengenali dan menghindari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menumbuhkan sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan berani melaporkan jika terjadi tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan micro edukasi bullying ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Kelompok KKN 261 PSGA dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari bullying. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kepedulian sosial dapat tertanam sejak dini pada diri siswa.
HANA MELIANA RIFA`AH
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada tanggal 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, rasa bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. (Gambar) Penyampaian teknis kegiatan Jariku Ceritaku oleh kelompok KKM Pratikara Sahaya (27/01/2026) Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis dimaknai sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita menampilkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi marshaller pesawat dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diulas dan disimpan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karir mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
TAQIYYAH DAANIYS SHABRINA RUSYDIYYAH
Kota Batu -- Mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok Gentara 264 melaksanakan kegiatan Ecoprinting dengan tema "Peduli Bumi Peduli Masa Depan" di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa sebagai bagian dari pembelajaran kreatif berbasis lingkungan. Kegiatan ecoprinting dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mengenalkan alternatif pewarna alami yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa alam sekitar dapat dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab sebagai media belajar dan berkarya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bersama siswa menggunakan kain yang telah direndam dengan tawas sebagai bahan dasar. Berbagai jenis daun dan bunga kemudian dihamparkan di atas kain tersebut dan dipukul menggunakan batu hingga menghasilkan pigmen warna alami yang membentuk pola unik. Proses ini memperlihatkan secara langsung bagaimana warna dapat diperoleh tanpa bahan kimia sintetis. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana siswa aktif berpartisipasi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi selama proses ecoprinting berlangsung. Bagi siswa SRMP 14 Kota Batu, kegiatan ecoprinting berfungsi sebagai pengalaman belajar kontekstual yang menggabungkan seni, sains, dan kepedulian lingkungan. Bagi PSGA, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi pendidikan ramah anak yang aman, inklusif, dan partisipatif, sekaligus upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sebagai bekal masa depan. Sementara itu, bagi mahasiswa KKM Unggulan Gentara 264, kegiatan ini menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Sebagai harapan ke depan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan variasi bahan alam dan teknik yang lebih beragam, sehingga pembelajaran berbasis lingkungan dapat menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah. Dengan demikian, nilai kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah menjaga masa depan bersama.
SITI NAJAHATUL IMTIHAN
Membangun "Benteng" Empati di Sekolah: KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Anti-Bullying di SRMP 14 Kota Batu Kota Batu - Mahasiswa KKN Unggulan PSGA UIN Malang melaksanakan program kerja kedua, yaitu Sosialisasi Anti-Bullying dengan tema "Sekolah Aman, Aku Nyaman" di Sekolah Rakyat (SRMP) 14 Kota Batu pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula SRMP 14 Kota Batu ini dihadiri dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VIL Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman siswa mengenai definisi bullying, beserta contoh, dampak, dan langkah pencegahannya. Harapannya, siswa menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai, menyayangi, berempati, serta membudayakan perilaku untuk tidak mengejek, merendahkan, atau mengucilkan tem merupakan persoalan serius dengan dampak negatif yang mendalam, baik secara psikologis, terhadap proses belajar, maupun terhadap kehidupan sosial di sekolah, sehingga dianggap sepele. disampaikan bahwa siswa tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap perilaku tidak menyenangkan, baik yang dialami maupun disaksikan, kepada wali kelas, guru Bimb seling (BK), wali asuh, atau orang dewasa terpercaya lainnya. Dengan menekankan bahwa melapor adalah tindakan berani dan bertanggung jawab, diharapkan peserta didik menyadari enciptakan kenyamanan dan keamanan di sekolah adalah tanggung jawab bersama. Untuk membuat sosialisasi lebih interaktif dan menyenangkan, mahas memperkenalkan Tepuk Aman dan Lagu Nyaman. Kedua kreasi ini berisi ajakan untuk tidak saling menyakiti, menghakimi, mencaci maki, serta menumbuhkan sikap saling menyayangi edaan. siswa tampak jelas sejak sesi hateri hingga rd interaktif, di mana mereka aktif berpartisipasi. Bagi siswa SRMP, kegiatan ini berfungsi sebagai penguatan karakter positif dan keberanian untuk melapor ketika menyaksikan tindakan tidak baik. Bagi PSGA UIN Malang, program ini menjadi bentuk kontribusi nyata melalui pengabdian sekaligus wahana pengalaman bagi mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan program edukatif. Sementara bagi Sekolah Rakyat 14 Kota Batu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya iklim sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Bagi mahasiswa KKN Unggulan Gentara 264, momen ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi ilm anti-bullying. Melal mereka berharap nilai-nilai positif tidak hanya dipahami, tetapi jus oraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari, sehingga siswa dapat tumbuh sebagai gener empati, bertanggung jawab, dan penyayang. Sebagai saran ke depan, program serupa dapat lebih dua langkah praktis membuat dan menyebarkar entang tata cara melapor dan saluran bantuan anti-bullying yang ditempatkan strategis di sekolah. Kedua, mengadakan sesi rutin (misalnya setiap a ceramah singkat, diskusi kelompok, atau pemutaran video inspiratif untuk terus mengingatkan memperkuat pesan anti-bullying di kalangan siswa. Dengan cara ini, pemahaman yang telah dibangun dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budava sekolah sehari-hari.