MUHAMMAD ABDURROHMAN AL AZMI
Desa Kemiri di Kecamatan Jabung tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekompakan dan semangat gotong royong warganya dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan oleh warga adalah Posyandu, yang rutin diadakan setiap bulan. Posyandu menjadi momen penting bagi para ibu dan balita untuk mendapatkan layanan kesehatan, serta berkumpul dan berbagi informasi seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sejak pagi hari, ibu-ibu datang membawa balita mereka memenuhi halaman Ponsyandu. Dengan senyum ceria dan penuh semangat, mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari para kader Posyandu yang terlatih. Tidak hanya ibu-ibu, para ayah pun tak mau ketinggalan ikut serta membantu dan mendampingi. Kegiatan Posyandu di Desa Kemiri menyediakan berbagai layanan kesehatan yang sangat bermanfaat, antara lain; Penimbangan dan Pengukuran, setiap balita ditimbang dan diukur tinggi badannya untuk memantau pertumbuhan mereka. Data ini dicatat dengan teliti untuk memastikan setiap anak tumbuh dengan baik. Dilanjutkan dengan pemberian Vitamin dan Imunisasi, para balita mendapatkan vitamin dan imunisasi yang diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit. Ibu-ibu pun diberikan informasi tentang pentingnya imunisasi dan asupan vitamin untuk kesehatan anak. Selanjutnya yaitu Penyuluhan Gizi, Para kader Posyandu memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Mereka juga mengajarkan cara memasak makanan sehat yang mudah dan terjangkau. Keberhasilan Posyandu di Desa Kemiri tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Para kader Posyandu yang berdedikasi telah menjalani pelatihan khusus untuk memberikan layanan terbaik. Selain itu, dukungan dari Puskesmas dan pemerintah desa juga sangat membantu dalam penyediaan alat dan bahan yang diperlukan. Tidak hanya tenaga kesehatan, warga desa sendiri juga turut aktif berpartisipasi. Gotong royong membersihkan area Posyandu sebelum kegiatan dimulai, hingga menyediakan makanan ringan bagi para peserta, adalah bentuk kontribusi nyata dari warga. Hal ini menunjukkan betapa tingginya rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di Desa Kemiri. Melalui kegiatan Posyandu yang rutin di laksanakan setiap bulan, diharapkan dapat menjaga serta meningkatkan kesehatan ibu, anak dan lansia di Desa Kemiri. Para ibu semakin sadar akan pentingnya pola asuh dan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak-anak mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Antusiasme warga Desa Kemiri dalam kegiatan Posyandu adalah contoh nyata betapa pentingnya kebersamaan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Desa Kemiri terus berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik demi masa depan generasi yang lebih baik.
SAFIRA RAMADHANI PERTIWI
SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon. SD penggerak : Kreatif dan inovatif Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi. Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni. Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan, Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran. Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.
HILMAN ARYA MAULANA
Mulyoarjo, 19 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Kelompok 48, 118, dan 188 sukses menggelar seminar bertajuk "Parenting, Perbaikan Gizi, dan Pencegahan Stunting" di Desa Mulyoarjo. Acara ini menghadirkan Ibu Dien Nur Chotimah, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama. Seminar yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari berbagai dusun di Desa Mulyoarjo, yaitu Dusun Paras, Watugel, Ampelgading, dan Pakutukan. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan potensi anak. Dalam pemaparannya, Ibu Dien menekankan pentingnya orang tua untuk memahami potensi anak sebagai langkah awal dalam proses pengasuhan. "Bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi anak jika kita tidak memahami potensi yang mereka miliki?" ujar beliau saat mengawali materi. Ia juga menjelaskan bahwa pengasuhan tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga aspek emosional dan sosial. Meskipun cuaca mendung dan sempat turun hujan, antusiasme peserta tetap tinggi. Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan solusi untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak. Menanggapi hal tersebut, Ibu Dien menyarankan agar orang tua lebih aktif berinteraksi dengan anak melalui kegiatan bermain tanpa gadget. "Jika orang tua tidak berinteraksi, anak akan merasa bosan dan mencari hiburan dari gadget. Buatlah jadwal penggunaan ponsel yang hanya diperbolehkan setelah anak menyelesaikan aktivitas wajib, seperti sholat dan belajar," jelasnya. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, doa bersama, serta sesi dokumentasi antara pemateri dan para peserta. Diharapkan, seminar ini dapat memberikan manfaat bagi para orang tua dalam menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi anak-anak mereka serta mendukung tumbuh kembang yang optimal. Penulis: Tim KKM 48
ALMUZAYYAD
Dalam upaya mengembangkan potensi wisata alam Air Terjun Coban Jahe, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari kelompok 164 Cakrawangsa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan survey lapangan di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang program pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Acara dilaksanakan di Balai Desa Pandansari Lor. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan rencana kerja dan tujuan survey kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk memahami potensi, tantangan, dan kebutuhan utama dalam pengembangan destinasi wisata Coban Jahe. Tim mahasiswa, bersama perangkat desa dan warga, melakukan kunjungan langsung ke lokasi Air Terjun Coban Jahe. Selama survey, mereka mengamati kondisi fasilitas, akses jalan, kebersihan lingkungan, serta potensi daya tarik wisata. Keindahan alami Coban Jahe, yang dikelilingi hutan hijau dan aliran air yang jernih, menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi eco-tourism. Namun, tantangan juga ditemukan. Akses jalan menuju lokasi masih membutuhkan perbaikan signifikan, fasilitas parkir belum memadai, dan beberapa area di sekitar air terjun tampak kurang terawat. Dokumentasi visual dan catatan lapangan dilakukan untuk mencatat semua aspek yang relevan. Selain pengamatan, mahasiswa juga mendengarkan cerita sejarah dan mitos seputar Coban Jahe yang disampaikan oleh warga setempat. Cerita-cerita ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan dalam pengembangan wisata budaya dan edukasi. Dalam diskusi singkat dengan pengelola wisata, terungkap beberapa kendala utama, seperti kurangnya anggaran promosi, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan keterbatasan pelatihan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Survey yang berlangsung ini menghasilkan berbagai data penting yang akan menjadi dasar penyusunan program kerja lanjutan. Tim mahasiswa merencanakan strategi pengembangan, termasuk pelatihan pengelolaan wisata, promosi digital, dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi masyarakat. Pihak desa menyambut positif inisiatif ini. Kepala Desa Pandansari Lor menyatakan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan potensi wisata Coban Jahe, menarik lebih banyak wisatawan, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat desa.” Program KKM ini mencerminkan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi dan langkah strategis yang terencana, Air Terjun Coban Jahe memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengangkat nama Desa Pandansari Lor ke tingkat nasional bahkan internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata lokal. Air Terjun Coban Jahe, dengan segala pesonanya, menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Pandansari Lor untuk masa depan yang lebih cerah.
LAURA AMELIA TIPALAYO
[Ngebruk, 16 Januari 2025] Mahasiswa kkm kelompok 80 "Pancakarsa" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi kebun terong ibu Jumik di Ngebruk, Poncokusumo pada Kamis, 16 Januari 2025 pukul 08.30 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal pertanian lokal di Desa Ngebruk, Poncokusumo. Kebun Ibu Jumik yang terletak didesa Ngebruk, memiliki keberagaman tanaman berupa jeruk, dan jagung. Mahasiswa diajak langsung melihat pengolalaan kebun, dengan cara mencabuti penyangga bambu yang digunakan untuk menyangga pohon terong. Menurut bu jum beberapa hasil terong akan dijual di pasar gadang. Ia menjelaskan tentang pupuk terong dan juga obat apa saja yang dipakai jika terong mengalami masalah pada pertumbuhannya. Kami menyambut kegiatan kunjungan ini dengan sangat antusias. Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran tentang pertanian dan juga tantangan yang dihadapi dalam menanam terong. Kunjungan ke kebun Ibu Jum merupakan bagian dari program kunjungan dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
DIAH AYU RAHMA
Pada pagi yang cerah di tanggal 20 Januari 2025, suasana di MI Hidayatul Fata, Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, tampak berbeda dari biasanya. Sebuah mobil perpustakaan keliling, hasil kolaborasi antara Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakradhara 170 UIN Malang dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, terparkir di halaman sekolah, menarik perhatian para siswa. Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dengan antusias, menanti kesempatan untuk menjelajahi berbagai buku yang tersedia. Perpustakaan keliling ini membawa beragam koleksi, mulai dari buku pelajaran, cerita anak, hingga pengetahuan umum, yang semuanya dapat diakses langsung oleh para siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca dan menyediakan akses literasi yang lebih luas bagi siswa-siswi di sekolah tersebut. Koordinator KKM Cakradhara 170, Rizqul Kamali Maulal Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kepada siswa-siswi MI Hidayatul Fata. "Kami ingin memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk mengakses buku-buku supaya mempunyai wawasan yang lebih luas. Dengan adanya perpustakaan keliling ini, kami berharap mereka bisa lebih termotivasi untuk belajar dan membaca," ujar Rizqul. Para siswa tampak sangat antusias saat memilih buku yang sesuai dengan minat mereka. Beberapa di antara mereka langsung membuka halaman demi halaman, tenggelam dalam cerita dan informasi yang disajikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses kepada buku, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Dengan adanya perpustakaan keliling, diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam peningkatan literasi di daerah ini. Kolaborasi antara KKM Cakradhara 170 dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan pendidikan di wilayah tersebut. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan generasi muda di daerah dengan akses terbatas terhadap bahan bacaan dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.