Thumbnail
2 years ago
Membangun Rasa Syiar Sejak Dini: Para Siswa SDN 1 Sumberpetung Pawai Dalam Rangka Memperingati Isra’ & Mikraj

GHINAYATUS SALWA

Pada Hari Sabtu (25/2/2025), para siswa/i SDN 1 Sumberpetung dengan berseragam pakaian muslim sigap berbaris memanjang dua banjar di halaman sekolah. Tak lain, kegiatan pagi itu ialah pawai berkeliling sekitar desa dalam rangka memperingati hari agung Isra' dan Mikraj. Uniknya, para siswa secara serempak membawa rangkaian papan yang bergambarkan aneka seni islami, seperti kaligrafi dan potret masjid. Pawai peringatan Isra' & Mikraj tersebut dimulai dari halaman sekolah menuju beberapa jalan kecil di sekitar desa. Melewati pemukiman warga, pemandangan tersebut mencuri perhatian setiap mata yang melihatnya. Jarak yang ditempuh untuk pawai tidak terlalu jauh, mengingat banyak diantara para siswa yang belum sempat menyerap. Walaupun begitu, mereka tetap terlihat bersemangat mengikuti pawai tersebut sampai rampung. Usai pawai, para siswa berkumpul di sebuah kelas untuk mendengarkan kultum tentang Isra' dan Mikraj. Kultum tersebut disampaikan oleh salah satu teman KKM 126 UIN Malang bernama Irsyad Syarif. Dalam kultumnya, ia menyampaikan makna dan hikmah yang tersimpan di balik terjadinya Isra' dan Mikraj. Para siswa terlihat antusias mendengarkan kisah agung yang dialami Nabi Muhammad SAW. Tak selesai disana, pemandu acara yaitu teman KKM yang bernama Zulfa dan Sukma juga turut menambah antusias para siswa. Keduanya meminta salah satu dari para siswa untuk menceritakan kembali kisah yang telah disampaikan oleh Irsyad dalam kultumnya. Ilham yang saat itu duduk di bangku kelas 6, memberanikan diri untuk maju dan mencoba. Acara tersebut ditutup dengan makan bersama yang telah disiapkan oleh pihak pengajar SDN 1 Sumberpetung. Kami teman-teman KKM berharap acara tersebut dapat menumbuhkan rasa syiar dan cinta kepada Nabi dan agamanya sejak dini. SDN 1 Sumberperung berhasil mencetak generasi yang kokoh agama dan wawasan keilmuan.  

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi KKN 105 "Sukma Sadhana" dan SDN 4 Bedalisodo: Menyemai Toleransi, Merajut Harmoni Sejak Usia Dini

NURUL ALFIATUN NISA

SDN 4 Bedalisodo berhasil membuktikan bahwa moderasi beragama dapat diterapkan sejak usia dini melalui kegiatan yang sarat nilai toleransi dan keberagaman. Setiap Selasa hingga Kamis pagi, sekolah ini mengadakan aktivitas keagamaan yang mempererat harmoni antarsiswa dari berbagai latar belakang agama. Suasana penuh makna terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan spiritual mereka masing-masing. Di lapangan sekolah, siswa Muslim bersama para guru membaca Asmaul Husna dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an dengan khidmat. Sementara itu, siswa non-Muslim berkumpul di ruang kelas 4 untuk berdoa sesuai keyakinan mereka, didampingi wali kelas yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh penghormatan. Menurut Yoza, anggota Kelompok KKN 105 “Sukma Sadhana” dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni dalam keberagaman. “Kami menyaksikan bagaimana siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan tanpa mengurangi kualitas ibadah masing-masing. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ungkapnya.   Shofi menambahkan, Kelompok KKN 105 tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini. Mereka mendampingi siswa, memberikan dukungan logistik, serta mengapresiasi komitmen para guru dalam menciptakan suasana inklusif. “Kegiatan ini tidak hanya membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan rasa saling menghormati yang kuat,” jelasnya. Inisiatif yang dilakukan SDN 4 Bedalisodo membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Siswa belajar untuk mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama, menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh rasa saling menghormati. “Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi generasi yang toleran, menghormati keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di masyarakat,” tambah Nazih.   Kolaborasi antara sekolah dan kelompok KKN menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas luar dalam mewujudkan moderasi beragama. Upaya ini tidak hanya memperkaya nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan moderasi beragama dalam kegiatan sehari-hari.   Praktik moderasi beragama di SDN 4 Bedalisodo menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. Dengan menciptakan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa hambatan, sekolah ini berhasil menanamkan benih toleransi yang akan terus tumbuh di masa depan.   Inisiatif seperti ini layak menjadi teladan bagi sekolah lain, sebagai langkah kecil menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui pendidikan berbasis moderasi beragama, diharapkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat menyebar lebih luas, menjadikan keberagaman sebagai fondasi bagi persatuan bangsa. Penulis : KKN Kelompok 105 "Sukma Sadhana"

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi Kelompok KKM 131 & 61UIN Malang: Sosialisasi Parenting dan Stunting Bertema "Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas"

HAUWIN NUR AFIFAH AMINUDIN

Dua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Kelompok 131 dan Kelompok 61, berkolaborasi menyelenggarakan program kerja yang bertajuk “Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas” . Program ini mengangkat dua isu penting, yaitu parenting dan stunting, dengan menghadirkan dua pemateri yang kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Dzawil, merupakan mahasiswa semester 6 dari Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang yang membahas tentang stunting. Sementara itu, Norma Hasanatul Maghfiroh, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Psikologi, menyampaikan materi terkait parenting. Acara ini dibawakan oleh perangkat desa, perawat desa, dan masyarakat Desa Arjowilangun. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan kelompok KKM Desa Arjowilangun yakni saudara Nadila yang menyampaikan harapannya untuk kegiatan ini diharapakan dapat memberikan edukasi serta berdampak positif bagi Masyarakat Desa Arjowilangun. Selanjutnya Upacara kedua disampaikan oleh perwakilan bidan desa, yang memberikan data bahwa terdapat 10 anak stunting di desa ini pada tahun 2024. Pemerintah desa, selanjutnya, telah mengambil langkah melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT) senilai Rp150.000 per bulan berupa bahan pokok. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang stunting dan parenting, serta meminta pemateri memaparkan materi dengan baik agar mudah dipahami. Kepala Desa Arjowilangun, Bapak Kuswianto, juga memberikan Berbagai sekaligus membuka acara. Beliau menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk menyelesaikan permasalahan stunting dan tekanan pentingnya pengasuhan anak, khususnya bagi keluarga orang tua yang bekerja di luar negeri. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kasus stunting di desa, dan setiap anak dapat tumbuh dalam pola asuh yang baik. Pemaparan Materi: Stunting dan Parenting Materi Stunting oleh Dzawil Dzawil memaparkan bahwa tidak semua anak bertubuh pendek bisa mengalami stunting. Ia menjelaskan perlunya menggunakan tabel penghitungan untuk mengidentifikasi stunting secara akurat. Pencegahan stunting menurutnya harus dimulai jauh sebelum bayi lahir, bahkan sebelum seorang wanita menikah. Orang tua perlu memahami kondisi tubuh dan upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Materi Parenting oleh Norma Hasanatul Maghfiroh Norma menekankan bahwa parenting dan stunting saling berkesinambungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pola asuh yang sehat dalam pemberian gizi serta pendidikan akan memberikan kontribusi pada kemampuan kognitif dan fisik anak. Ia juga mengingatkan pentingnya mempelajari parenting sejak sebelum memiliki anak, bahkan saat memilih pasangan hidup. Pasangan dengan pola asuh yang kurang baik akan berdampak negatif pada anak di masa depan. Harapan untuk Masa Depan Melalui program ini, masyarakat Desa Arjowilangun diharapkan lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Kepala desa mengapresiasi kolaborasi kedua kelompok KKN dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa.

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Sosialisasi "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan

NUR LAILATUL BADRIA

Rabu, 22 Januari 2025 -- Mahasiswa KKM 133 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk siswa-siswi kelas 6 sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti SMP atau MTs. Dengan menghadapi masa transisi tersebut, penting bagi siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak buruk bullying agar mereka dapat menciptakan hubungan yang positif dengan teman-temannya. Bullying, sebagaimana dipaparkan dalam sosialisasi, mencakup segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja. Hal ini meliputi tindakan mengejek, menjambak, memukul, memberikan julukan yang tidak pantas, hingga menampilkan ekspresi atau tatapan merendahkan yang dapat melukai perasaan korban. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga dapat merusak suasana belajar yang kondusif di sekolah. Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 133 menyampaikan materi secara interaktif dan menarik. Materi yang dibahas meliputi: Jenis-jenis bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial. Dampak hukum yang bisa dihadapi oleh pelaku bullying. Bahaya bullying terhadap korban, termasuk dampak psikologis dan emosional Pengaruh bullying terhadap lingkungan sosial secara umum. Cara mencegah bullying dan membangun pertemanan yang sehat di sekolah. Para mahasiswa memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Media yang digunakan antara lain poster, presentasi PowerPoint, serta video pendek yang menarik dan edukatif. Dengan pendekatan ini, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar dan tertib. Siswa-siswi kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi. Para peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan. Sebagai bagian dari sosialisasi, diadakan pula sesi kuis untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipaparkan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, panitia juga membagikan snack untuk seluruh peserta guna menambah semangat mereka selama kegiatan berlangsung. Pak Huda, wali kelas 6 SDN 04 Bangelan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif ini. "Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi bullying atau tindakan buruk lainnya di sekolah ini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, siswa-siswi kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga sikap terhadap teman-temannya," ungkapnya. Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, guru, dan seluruh siswa kelas 6. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SDN 04 Bangelan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM 133 UIN Malang membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan di sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak siswa yang teredukasi mengenai pentingnya menghentikan bullying.    

Thumbnail
2 years ago
Paket Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu di Desa Dalisodo: Aksi Nyata KKM 175 dalam Program pengentasan Kemiskinan Ekstrem Dusun Sempu Kerep

SHOFFAN AULIYA

Pada tanggal 27 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 175 melaksanakan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Dusun Sempu Kerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir. Kegiatan ini dilakukan pada sore hari dengan pendampingan langsung oleh Ketua RT setempat. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut melalui pembagian bantuan kebutuhan pokok. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa untuk berkontribusi pada masyarakat, terutama dalam situasi yang sulit. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKM 175 terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Dusun Sempu Kerep untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati bahwa bantuan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di tiga RT, yaitu RT 40, RT 41, dan RT 42. Total bantuan yang disalurkan dalam program ini sebanyak 10 paket, dengan rincian 4 paket untuk RT 40, 3 paket untuk RT 41, dan 3 paket untuk RT 42. Proses ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang agar setiap bantuan dapat mencapai orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, telur, teh, dan mi instan. Paket-paket ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu, terutama di tengah situasi ekonomi yang semakin menantang. Proses pembagian dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKM 175 bersama Ketua RT masing-masing untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan transparan. Keberanian mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan menunjukkan komitmen mereka dalam membantu sesama. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satu penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh mahasiswa KKM 175. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ketua RT juga menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut peduli terhadap masyarakat kurang mampu. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat lokal dapat menghasilkan manfaat yang signifikan. Selain memberikan bantuan, mahasiswa KKM 175 juga memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi langsung dengan warga. Hal ini dilakukan guna membangun kedekatan dan memahami lebih dalam kondisi sosial masyarakat di Dusun Sempu Kerep. Interaksi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas kehidupan di pedesaan. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa menjadi individu yang lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Program penentasan kemiskinan ekstrem ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, mahasiswa KKM 175 berhasil menunjukkan bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Semoga langkah-langkah kecil ini dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga Dusun Sempu Kerep. Dengan harapan ini, diharapkan pula akan lahir lebih banyak program-program serupa di masa depan. Penulis: KKM Reguler Kelompok 175 (Sangga Swadaya)

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi Kelompok KKM 131 & 61UIN Malang: Sosialisasi Parenting dan Stunting Bertema "Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas"

NIRINA NASYWA AMALIA

Dua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Kelompok 131 dan Kelompok 61, berkolaborasi menyelenggarakan program kerja yang bertajuk “Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas”. Program ini mengangkat dua isu penting, yaitu parenting dan stunting, dengan menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Dzawil, merupakan mahasiswa semester 6 dari Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang yang membahas stunting. Sementara itu, Norma Hasanatul Maghfiroh, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Psikologi, menyampaikan materi terkait parenting. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, perawat desa, dan masyarakat Desa Arjowilangun. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan kelompok KKM Desa Arjowilangun yakni saudari Nadila yang menyampaikan harapannya untuk kegiatan ini diharapakan dapat memberikan edukasi serta berdampak positif bagi Masyarakat Desa Arjowilangun. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan bidan desa, yang memberikan data bahwa terdapat 10 anak stunting di desa ini pada tahun 2024. Pemerintah desa, lanjutnya, telah mengambil langkah melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) senilai Rp150.000 per bulan berupa bahan pokok. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang stunting dan parenting, serta meminta pemateri memaparkan materi dengan baik agar mudah dimengerti. Kepala Desa Arjowilangun, Bapak Kuswianto, juga memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Beliau menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk menyelesaikan permasalahan stunting dan menekankan pentingnya parenting, khususnya bagi keluarga yang orang tuanya bekerja di luar negeri. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kasus stunting di desa, dan setiap anak dapat tumbuh dalam pola asuh yang baik. Pemaparan Materi: Stunting dan Parenting Materi Stunting oleh Dzawil Dzawil memaparkan bahwa tidak semua anak bertubuh pendek bisa dikategorikan stunting. Ia menjelaskan perlunya menggunakan tabel penghitungan untuk mengidentifikasi stunting secara akurat. Pencegahan stunting, menurutnya, harus dimulai jauh sebelum bayi lahir, bahkan sebelum seorang wanita menikah. Orang tua perlu memahami kondisi tubuh dan upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Materi Parenting oleh Norma Hasanatul Maghfiroh Norma menekankan bahwa parenting dan stunting saling berkesinambungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pola asuh yang sehat dalam pemberian gizi serta pendidikan akan berkontribusi pada kemampuan kognitif dan fisik anak. Ia juga mengingatkan pentingnya mempelajari parenting sejak sebelum memiliki anak, bahkan saat memilih pasangan hidup. Pasangan dengan pola asuh yang kurang baik akan berdampak negatif pada anak di masa depan. Harapan untuk Masa Depan Melalui program ini, masyarakat Desa Arjowilangun diharapkan lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Kepala desa mengapresiasi kolaborasi kedua kelompok KKN dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa.