Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi KKN 105 "Sukma Sadhana" dan SDN 4 Bedalisodo: Menyemai Toleransi, Merajut Harmoni Sejak Usia Dini

YOZA SETYA FEBRIYANTI

SDN 4 Bedalisodo berhasil membuktikan bahwa moderasi beragama dapat diterapkan sejak usia dini melalui kegiatan yang sarat nilai toleransi dan keberagaman. Setiap Selasa hingga Kamis pagi, sekolah ini mengadakan aktivitas keagamaan yang mempererat harmoni antarsiswa dari berbagai latar belakang agama. Suasana penuh makna terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan spiritual mereka masing-masing. Di lapangan sekolah, siswa Muslim bersama para guru membaca Asmaul Husna dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an dengan khidmat. Sementara itu, siswa non-Muslim berkumpul di ruang kelas 4 untuk berdoa sesuai keyakinan mereka, didampingi wali kelas yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh penghormatan. Menurut Yoza, anggota Kelompok KKN 105 “Sukma Sadhana” dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni dalam keberagaman. “Kami menyaksikan bagaimana siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan tanpa mengurangi kualitas ibadah masing-masing. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ungkapnya.   Shofi menambahkan, Kelompok KKN 105 tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini. Mereka mendampingi siswa, memberikan dukungan logistik, serta mengapresiasi komitmen para guru dalam menciptakan suasana inklusif. “Kegiatan ini tidak hanya membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan rasa saling menghormati yang kuat,” jelasnya. Inisiatif yang dilakukan SDN 4 Bedalisodo membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Siswa belajar untuk mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama, menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh rasa saling menghormati. “Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi generasi yang toleran, menghormati keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di masyarakat,” tambah Nazih.   Kolaborasi antara sekolah dan kelompok KKN menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas luar dalam mewujudkan moderasi beragama. Upaya ini tidak hanya memperkaya nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan moderasi beragama dalam kegiatan sehari-hari.   Praktik moderasi beragama di SDN 4 Bedalisodo menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. Dengan menciptakan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa hambatan, sekolah ini berhasil menanamkan benih toleransi yang akan terus tumbuh di masa depan.   Inisiatif seperti ini layak menjadi teladan bagi sekolah lain, sebagai langkah kecil menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui pendidikan berbasis moderasi beragama, diharapkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat menyebar lebih luas, menjadikan keberagaman sebagai fondasi bagi persatuan bangsa. Penulis : KKN Kelompok 105 "Sukma Sadhana"

Thumbnail
2 years ago
Semangat Isra' Mi'raj dalam Lomba Desa Purwoasri : Meningkatkan Kreativitas dan Kebersamaan Melalui Acara ANGKASA

MOH. FATAHILLAH FAUZIL ADHIM

Pada Minggu, 26 Januari 2025, Balai Desa Purwoasri menjadi pusat kemeriahan dengan digelarnya acara ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri yang diselenggarakan oleh kelompok KKM UIN Malang, yang terdiri dari kelompok 45, 115, dan 185. Dengan tema Meningkatkan Iman dan Silaturrahmi dalam Semangat Isra' Mi'raj, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan untuk memupuk kebersamaan dan semangat kompetisi yang sehat. Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, lomba ini berhasil menyatukan warga sekaligus memberikan ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Berikut adalah laporan singkat mengenai jalannya acara. Acara dimulai dengan registrasi peserta yang dikoordinasikan oleh tim kesekretariatan. Tim memastikan seluruh peserta terdata dengan baik agar lomba dapat berjalan lancar. Semua peserta yang sudah terdaftar kemudian menerima nomor peserta untuk memudahkan pengaturan selama lomba. Registrasi berjalan dengan tertib, dan seluruh peserta terlihat antusias menunggu dimulainya acara. Setelah itu, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta dan tamu undangan. MC menyambut kedatangan seluruh peserta dengan semangat dan membangkitkan antusiasme mereka untuk mengikuti lomba dengan penuh energi positif. Kemudian, Ketua Panitia memberikan sambutan singkat yang menggugah semangat peserta, dan acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama-sama. Sambutan ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, serta mengingatkan pentingnya lomba ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setelah pembukaan, tim sie lomba membacakan teknis pelaksanaan lomba, memastikan seluruh peserta memahami aturan yang berlaku. Pembacaan teknis dilakukan secara jelas dan terperinci, termasuk pembagian waktu setiap sesi lomba. Setelah itu, MC mengarahkan peserta untuk menuju tempat perlombaan sesuai kategori masing-masing, yaitu lomba kreativitas anak-anak, hafalan juz amma, dan mewarnai. Semua peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk memulai kompetisi masing-masing. Selama acara berlangsung, tiga jenis lomba dilaksanakan secara paralel. Lomba cerdas cermat terdiri dari tiga babak yang menguji kemampuan peserta dalam berbagai topik pengetahuan umum. Hafalan juz amma dibagi menjadi dua babak utama, yang menguji ketelitian dan kecepatan peserta dalam menghafal surah-surah pendek dari Al-Qur'an. Sementara itu, lomba mewarnai memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka dengan warna-warna cerah, melukis gambar yang telah disediakan dengan penuh semangat. Setiap peserta menunjukkan dedikasi dan konsentrasi yang luar biasa dalam mengikuti lomba mereka. Setelah lomba selesai, peserta diarahkan kembali ke depan balai desa sambil menerima konsumsi yang dibagikan oleh tim acara dan konsumsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan teratur. Makanan ringan dan minuman dibagikan untuk memberikan energi kembali kepada peserta setelah berkompetisi. Semua orang terlihat senang dan nyaman selama waktu istirahat ini, serta berbincang dengan sesama peserta atau anggota keluarga yang hadir untuk mendukung mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Sebelum acara resmi ditutup, tim PDD memanfaatkan waktu untuk membuat dokumentasi kreatif bersama peserta, menambah keseruan dan mempercantik dokumentasi acara. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan publikasi untuk kegiatan selanjutnya dan sebagai kenangan bagi peserta dan panitia. Tim PDD juga mengambil momen-momen spesial selama acara berlangsung, dari awal hingga akhir, agar semua kegiatan tercatat dengan baik. Penutupan dilakukan oleh MC dengan penuh rasa syukur. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan atas dukungannya sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan acara ini. Panitia berharap bahwa semangat yang tercipta dalam lomba ini dapat terus hidup dan menginspirasi kegiatan-kegiatan positif lainnya di desa. ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dengan kerja sama panitia, peserta, dan dukungan masyarakat, acara ini berjalan sukses dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan menggali potensi masyarakat Desa Purwoasri.  

Thumbnail
2 years ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

SYAFIRA AULIA FILOSOFIA

  SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.    SD penggerak : Kreatif dan inovatif       Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.   Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi.   Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni.   Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.  

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan PHBS di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo

NAYLA IZZAH WAFIROH

KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka. Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi Kelompok KKM 131 & 61UIN Malang: Sosialisasi Parenting dan Stunting Bertema "Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas"

TATA SAVINA CAHYA KAMILA

Dua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Kelompok 131 dan Kelompok 61, berkolaborasi menyelenggarakan program kerja yang bertajuk “Keluarga Cerdas, Anak Lebih Cerdas”. Program ini mengangkat dua isu penting, yaitu parenting dan stunting, dengan menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Dzawil, merupakan mahasiswa semester 6 dari Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang yang membahas stunting. Sementara itu, Norma Hasanatul Maghfiroh, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Psikologi, menyampaikan materi terkait parenting. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, perawat desa, dan masyarakat Desa Arjowilangun. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan kelompok KKM Desa Arjowilangun yakni saudari Nadila yang menyampaikan harapannya untuk kegiatan ini diharapakan dapat memberikan edukasi serta berdampak positif bagi Masyarakat Desa Arjowilangun. Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan bidan desa, yang memberikan data bahwa terdapat 10 anak stunting di desa ini pada tahun 2024. Pemerintah desa, lanjutnya, telah mengambil langkah melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) senilai Rp150.000 per bulan berupa bahan pokok. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang stunting dan parenting, serta meminta pemateri memaparkan materi dengan baik agar mudah dimengerti. Kepala Desa Arjowilangun, Bapak Kuswianto, juga memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Beliau menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk menyelesaikan permasalahan stunting dan menekankan pentingnya parenting, khususnya bagi keluarga yang orang tuanya bekerja di luar negeri. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kasus stunting di desa, dan setiap anak dapat tumbuh dalam pola asuh yang baik. Pemaparan Materi: Stunting dan Parenting Materi Stunting oleh Dzawil Dzawil memaparkan bahwa tidak semua anak bertubuh pendek bisa dikategorikan stunting. Ia menjelaskan perlunya menggunakan tabel penghitungan untuk mengidentifikasi stunting secara akurat. Pencegahan stunting, menurutnya, harus dimulai jauh sebelum bayi lahir, bahkan sebelum seorang wanita menikah. Orang tua perlu memahami kondisi tubuh dan upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Materi Parenting oleh Norma Hasanatul Maghfiroh Norma menekankan bahwa parenting dan stunting saling berkesinambungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pola asuh yang sehat dalam pemberian gizi serta pendidikan akan berkontribusi pada kemampuan kognitif dan fisik anak. Ia juga mengingatkan pentingnya mempelajari parenting sejak sebelum memiliki anak, bahkan saat memilih pasangan hidup. Pasangan dengan pola asuh yang kurang baik akan berdampak negatif pada anak di masa depan. Harapan untuk Masa Depan Melalui program ini, masyarakat Desa Arjowilangun diharapkan lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Kepala desa mengapresiasi kolaborasi kedua kelompok KKN dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa.

Thumbnail
2 years ago
Kolaborasi UIN & UNESA: partisipasi mahasiswa dalam mengatasi masalah stunting di desa Jambesari

QURROTI A`YUNNINA

Senin, 30 Desember 2024, para Mahasiswa KKM dari kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) berkolaborasi dalam penyuluhan stunting Desa Jambesari. Seluruh mahasiswa KKM baik dari UNESA maupun UINMA bersatu dalam program kerja (proker) bersama tersebut. Bertempat di balai desa, acara tersebut dihadiri oleh 42 ibu-ibu dari berbagai dusun dan juga memiliki anak balita. Kegiatan penyuluhan ini dimulai pada jam 09.30 WIB. Acara ini dipandu oleh MC dari mahasiswa Uin Malang, yaitu Hasna Mutiara dan Cantika. Acara dimulai dari pembukaan yaitu dengan pembacaan doa bersama, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Selanjutnya sambutan acara yang disampaikan oleh Ibu Luthfi Nurrikha selaku Bu Lurah terkait berlangsungnya acara serta menjelaskan situasi stunting yang terjadi pada kecamatan Poncokusumo, terlebih lagi di Desa Jambesari. Disamping itu, beliau juga memaparkan masalah-masalah yang berkaitan dengan stunting ini, seperti problem pernikahan dini.  Sambutan yang ke-2 disampikan oleh Saudara Hari Sur Rizqi (Mahasiswa Uin Malang) yang juga berterima kasih atas terlaksananya acara ini serta mengharap antusiasme dari ibu-ibu . Memasuki acara inti, yaitu penjelasan mengenai stunting yang dilakukan oleh M. Haikal dan Davina Mutiara, yang mana mereka juga turut membahas tentang makanan pendamping air susu ibu (MPASI), dimulai dari jenis-jenis makanan yang seharusnya dikonsumsi, memaparkan makanan yang disarankan, serta cara membuat MPASI secara sederhana. Setelah pemaparan materi tersebut, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan MPASI yang dipraktekkan oleh mahasiswa UNESA. Pada ksempatan kali ini, mereka membawakan resep nugget yang berbahan dasar sayuran, berupa wortel dan brokoli. Hal tersebut berkaitan dengan mata pencaharian desa setempat yang mayoritas petani, sehingga dirasa sesuai dengan kondisi warga. Pada waktu demonstrasi mahasiswa dibantu oleh ibu kader desa dengan suasana yg ceria. Selesainya demonstrasi MPASI, Ibu Nur Khasana selaku bu bidan turut menghimbau para ibu-ibu supaya lebih waspada terhadap masalah stunting ini serta lebih peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anaknya. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah mengajarkan kepada warga setempat cara membuat makanan pendamping (selain asi) untuk tumbuh kembang balita, serta pemanfaatan terhadap sumber daya setempat sebagai salah satu bahan alternatif pembuatan MPASI. Acara berlangsung dengan khidmat, ibu-ibu menyimak dengan antusias terhadap materi dan praktek yang dipaparkan. Walaupun pada awal acara terdapat sedikit keributan ibu kader terhadap panitia pelaksana.