MUHAMMAD IKKO OKTAVIANO
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
ADITHYA EKA PUTRA
Dalam upaya mengembangkan potensi wisata alam Air Terjun Coban Jahe, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari kelompok 164 Cakrawangsa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan survey lapangan di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang program pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Acara dilaksanakan di Balai Desa Pandansari Lor. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan rencana kerja dan tujuan survey kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk memahami potensi, tantangan, dan kebutuhan utama dalam pengembangan destinasi wisata Coban Jahe. Tim mahasiswa, bersama perangkat desa dan warga, melakukan kunjungan langsung ke lokasi Air Terjun Coban Jahe. Selama survey, mereka mengamati kondisi fasilitas, akses jalan, kebersihan lingkungan, serta potensi daya tarik wisata. Keindahan alami Coban Jahe, yang dikelilingi hutan hijau dan aliran air yang jernih, menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi eco-tourism. Namun, tantangan juga ditemukan. Akses jalan menuju lokasi masih membutuhkan perbaikan signifikan, fasilitas parkir belum memadai, dan beberapa area di sekitar air terjun tampak kurang terawat. Dokumentasi visual dan catatan lapangan dilakukan untuk mencatat semua aspek yang relevan. Selain pengamatan, mahasiswa juga mendengarkan cerita sejarah dan mitos seputar Coban Jahe yang disampaikan oleh warga setempat. Cerita-cerita ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan dalam pengembangan wisata budaya dan edukasi. Dalam diskusi singkat dengan pengelola wisata, terungkap beberapa kendala utama, seperti kurangnya anggaran promosi, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan keterbatasan pelatihan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Survey yang berlangsung ini menghasilkan berbagai data penting yang akan menjadi dasar penyusunan program kerja lanjutan. Tim mahasiswa merencanakan strategi pengembangan, termasuk pelatihan pengelolaan wisata, promosi digital, dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi masyarakat. Pihak desa menyambut positif inisiatif ini. Kepala Desa Pandansari Lor menyatakan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan potensi wisata Coban Jahe, menarik lebih banyak wisatawan, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat desa.” Program KKM ini mencerminkan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi dan langkah strategis yang terencana, Air Terjun Coban Jahe memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengangkat nama Desa Pandansari Lor ke tingkat nasional bahkan internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata lokal. Air Terjun Coban Jahe, dengan segala pesonanya, menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Pandansari Lor untuk masa depan yang lebih cerah.
HABIBUL MAHBUB AL HASANI
Pada tanggal 27 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 175 melaksanakan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Dusun Sempu Kerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir. Kegiatan ini dilakukan pada sore hari dengan pendampingan langsung oleh Ketua RT setempat. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut melalui pembagian bantuan kebutuhan pokok. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa untuk berkontribusi pada masyarakat, terutama dalam situasi yang sulit. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKM 175 terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Dusun Sempu Kerep untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati bahwa bantuan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di tiga RT, yaitu RT 40, RT 41, dan RT 42. Total bantuan yang disalurkan dalam program ini sebanyak 10 paket, dengan rincian 4 paket untuk RT 40, 3 paket untuk RT 41, dan 3 paket untuk RT 42. Proses ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang agar setiap bantuan dapat mencapai orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, telur, teh, dan mi instan. Paket-paket ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu, terutama di tengah situasi ekonomi yang semakin menantang. Proses pembagian dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKM 175 bersama Ketua RT masing-masing untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan transparan. Keberanian mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan menunjukkan komitmen mereka dalam membantu sesama. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satu penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh mahasiswa KKM 175. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ketua RT juga menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut peduli terhadap masyarakat kurang mampu. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat lokal dapat menghasilkan manfaat yang signifikan. Selain memberikan bantuan, mahasiswa KKM 175 juga memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi langsung dengan warga. Hal ini dilakukan guna membangun kedekatan dan memahami lebih dalam kondisi sosial masyarakat di Dusun Sempu Kerep. Interaksi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas kehidupan di pedesaan. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa menjadi individu yang lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Program penentasan kemiskinan ekstrem ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, mahasiswa KKM 175 berhasil menunjukkan bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Semoga langkah-langkah kecil ini dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga Dusun Sempu Kerep. Dengan harapan ini, diharapkan pula akan lahir lebih banyak program-program serupa di masa depan. Penulis: KKM Reguler Kelompok 175 (Sangga Swadaya)
MOCHAMAD RISKI FAJAR KURNIAWAN
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.
TSABITAH NAURAH FITHRIYAH
Rabu, 22 Januari 2025 -- Mahasiswa KKM 133 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk siswa-siswi kelas 6 sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti SMP atau MTs. Dengan menghadapi masa transisi tersebut, penting bagi siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak buruk bullying agar mereka dapat menciptakan hubungan yang positif dengan teman-temannya. Bullying, sebagaimana dipaparkan dalam sosialisasi, mencakup segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja. Hal ini meliputi tindakan mengejek, menjambak, memukul, memberikan julukan yang tidak pantas, hingga menampilkan ekspresi atau tatapan merendahkan yang dapat melukai perasaan korban. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga dapat merusak suasana belajar yang kondusif di sekolah. Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 133 menyampaikan materi secara interaktif dan menarik. Materi yang dibahas meliputi: Jenis-jenis bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial. Dampak hukum yang bisa dihadapi oleh pelaku bullying. Bahaya bullying terhadap korban, termasuk dampak psikologis dan emosional Pengaruh bullying terhadap lingkungan sosial secara umum. Cara mencegah bullying dan membangun pertemanan yang sehat di sekolah. Para mahasiswa memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Media yang digunakan antara lain poster, presentasi PowerPoint, serta video pendek yang menarik dan edukatif. Dengan pendekatan ini, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar dan tertib. Siswa-siswi kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi. Para peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan. Sebagai bagian dari sosialisasi, diadakan pula sesi kuis untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipaparkan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, panitia juga membagikan snack untuk seluruh peserta guna menambah semangat mereka selama kegiatan berlangsung. Pak Huda, wali kelas 6 SDN 04 Bangelan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif ini. "Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi bullying atau tindakan buruk lainnya di sekolah ini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, siswa-siswi kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga sikap terhadap teman-temannya," ungkapnya. Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, guru, dan seluruh siswa kelas 6. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SDN 04 Bangelan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM 133 UIN Malang membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan di sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak siswa yang teredukasi mengenai pentingnya menghentikan bullying.
NABILLA
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.