ADELIA PUTRI CHALISTA
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.
MUHAMMAD FIMAS ALFIN MUBAROK
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.
MOHAMAD AHSIN MAULANA HIDAYAT
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
ZALFA SHAFIRA SOFYAN
TPQ Al- Islami adalah salah satu Lembaga Pendidikan keagamaan di dusun Pitrang, Lembaga ini tidak hanya mengajarkan tentang baca tulis Al- Qur'an tetapi juga mendalami ilmu keagamaan lainnya seperti Nahwu, Shorof, Akhlak dan juga keilmuan lainnya. TPQ ini berdiri sejak tahun 1998 dengan jumlah 15 santri. Pada tahun 1999 jumlah santri meningkat menjadi 110 santri, Ustadz Munif selaku pimpinan TPQ mengatakan "Lembaga ini bukan hanya sekedar tempat mengajar dan belajar akan tetapi Lembaga ini juga diharapkan untuk menjadi wasilah dan perantara keberkahan dari seorang guru dalam mendidik anak-anak yang ada disekitaran dusun Pitrang". Pada tanggal 19 Januari 2025 TPQ Al-Islami mengadakan acara pentas seni dalam memeriahkan peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan ba'da Maghrib. Acara tersebut menampilkan bebrapa Tarian, Puisi, Drama Musikal dan jenis Seni Lainnya. Penampilan ini diikuti oleh semua santri Al-Islami yang berkisaran 70 santriwan dan santriwati. Mahasiswa KKM Kelompok 55 UIN Malang ikut andil dalam menyukseskan acara Gebyar Pentas Seni tersebut baik dari segi proses Latihan, pembuatan konsep acara, hingga ikut dalam kepanitiaan. Gambar 2 :Dewan Guru TPQ Al-Islami Puncak acara dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2025 , yang diawali dengan wisuda tahunan santri TPQ. Prosesi wisuda ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan ketekunan santri dalam menuntut ilmu agama. Dalam prosesi ini, para santri menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan mereka, dan momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam belajar Al-Qur'an dan ilmu agama. Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan peringatan Isra Miraj, sebuah momen bersejarah yang menjadi refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, dua ulama terkemuka hadir untuk memberikan Mauidhoh Hasanah. Sebelum penyampaian Mauidhoh Hasanah, acara diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh-tokoh penting: Sambutan pertama disampaikan Ustadz Sholeh Munir sebagai perwakilan panitia, yang memberikan ucapan selamat kepada para santri serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Hasan Kamituo sebagai Kepala Dusun, yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda dan peran masyarakat dalam mendukung perkembangan santri. Gambar 3 : Penyampaian Sambutan dari Dosen Pembimbing, Dr. Sutrisno, M.Pd Dr. Sutrisno, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan, memeberikan sambutan yang menegaskan bahwa "tidak semua hal harus dirasionalisasikan atau dipikir secara ilmiah, tetapi banyak hal yang harus diterima dengan keyakinan dan keimanan sebagai bagian dari ajaran Islam." Setelah penyampaian sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara inti yaitu Mauidhoh Hasanah oleh: K.H. Ghozin Ali Wafa, yang menyampaikan materi tentang pentingnya mengambil ridho dan berkah kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang di dunia dan akhirat tidak terlepas dari doa dan restu orang tua. Gambar 4 : Penyampaian Mauidhoh oleh Ustadz Mahfudin Penyampaian Mauidhoh selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Mahfudin dari Pagelaran Malang, yang membahas perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Miraj serta hikmah di balik peristiwa tersebut. Ceramah ini menggali lebih dalam tentang bagaimana peristiwa tersebut menjadi landasan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gebyar Pentas Seni, Wisuda TPQ Al-Islami dan Kajian Keagamaan dalam Rangka Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmabhiyasa2911/6797ae91c925c44ad6437292/gebyar-pentas-seni-wisuda-tpq-al-islami-dan-kajian-keagamaan-dalam-rangka-memperingati-isra-mi-raj-nabi-muhammad-saw?page=all#goog_rewarded Kreator: Kkmabhiyasa
SILVIA RIASVIANI
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
PUTRI ANNISA BERLIANA
KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemateri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka. Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.