ZEHRO
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
NIDA AZKIA AKMALA
Kalirejo, 30 Januari 2025 -- Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 130 Cakrawala dan KKM 60 Arthawisesa resmi berakhir dengan digelarnya acara perpisahan di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Acara yang berlangsung pada Kamis siang ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama program berlangsung. Persiapan dimulai sejak pukul 12.00 WIB, dan tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka dengan pertunjukan gamelan dari Paguyuban Desa Kalirejo. Setelah itu, perwakilan dari KKM 130 dan KKM 60 mengambil alih sebagai pembawa acara, memandu jalannya rangkaian kegiatan. Sesi selanjutnya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan KKM 60, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama dengan arahan dirigen dari KKM 130. Suasana berlangsung khidmat sebelum memasuki sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan ketua kelompok KKM, yang menceritakan pengalaman selama pengabdian serta ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Kalirejo. Kemudian, dosen pembimbing lapangan (DPL) turut memberikan sambutan, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Setelah penampilan gamelan kedua, perwakilan Kepala Desa Kalirejo memberikan sambutan, mengapresiasi dedikasi para mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Sebagai simbol kenang-kenangan, KKM 130 dan KKM 60 menyerahkan cendera mata kepada desa. Acara diakhiri dengan doa bersama, menutup rangkaian kegiatan dengan harapan agar kebersamaan yang terjalin tetap membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswa meninggalkan Desa Kalirejo dengan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang. konten telah terbit di kompasiana, baca disini:https://www.kompasiana.com/wafanadiyah0313/679f9916c925c44c3b2daed2/akhir-kebersamaan-kelompok-130-dan-kelompok-60-uin-malang-di-desa-kalirejo
RERISKHA MAHARANI
Kenongo, (26/12/2024) -- Dalam upaya pengembangan potensi wisata alam di Desa Kenongo, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang bersama Kepala Desa Kenongo melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan area wisata camping ground. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM untuk mendukung pengembangan desa berbasis pariwisata. Survei dilakukan di salah satu kawasan yang memiliki pemandangan alam indah dan strategis untuk dijadikan area camping ground. Kepala Desa Kenongo, Bapak Sugiarto, menyampaikan bahwa rencana pembangunan wisata ini sebenarnya telah lama dirancang oleh pemerintah desa, namun hingga kini belum terealisasi. "Wisata camping ground ini adalah salah satu potensi besar yang bisa mengangkat perekonomian warga. Kami sudah lama memiliki rencana ini, tetapi masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang memiliki wawasan dan ide-ide segar," ungkap Kepala Desa. Mahasiswa KKM UIN Malang diberi kesempatan untuk membantu mendesain konsep pembangunan wisata tersebut, mulai dari tata letak fasilitas hingga ide promosi yang berkelanjutan. Mereka juga diminta memberikan masukan mengenai bagaimana area ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik tanpa merusak ekosistem alam yang ada. Kami sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini. Selain mendukung program desa, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung tentang pengembangan wisata berbasis masyarakat," ujar salah satu mahasiswa KKM. Survei ini diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa, perangkat desa Kenongo. Keterlibatan mahasiswa KKM diharapkan dapat mempercepat terwujudnya wisata camping ground di Desa Kenongo, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Kenongo optimis bahwa wisata camping ground dapat segera menjadi salah satu daya tarik utama di wilayah tersebut.
ROSIKHUL ILMI
Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebagai informasi, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang berisi udara untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik. Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa. Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang disebarkan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya. Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan. Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. “Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan menyebarkannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini,” ujarnya senang. Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang meninggal dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf) Penerjemah: Shandyka Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)
RAZIDAN SYARANDIKA JANUAR
https://www.kompasiana.com/qonitaputri7286/6785fbb234777c7f4452b1c2/hindari-stunting-penuhi-gizi-seimbang-kkm-98-uin-malang-ikut-andil-dalam-posyandu-anak-usia-dini-hingga-lansia-di-dusun-karangrajo-desa-sukopuro?page=1&page_images=2
MAR`ATUR ROSYIDAH
Kenongo, (26/12/2024) -- Dalam upaya pengembangan potensi wisata alam di Desa Kenongo, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang bersama Kepala Desa Kenongo melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan area wisata camping ground. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM untuk mendukung pengembangan desa berbasis pariwisata. Survei dilakukan di salah satu kawasan yang memiliki pemandangan alam indah dan strategis untuk dijadikan area camping ground. Kepala Desa Kenongo, Bapak Sugiarto, menyampaikan bahwa rencana pembangunan wisata ini sebenarnya telah lama dirancang oleh pemerintah desa, namun hingga kini belum terealisasi. "Wisata camping ground ini adalah salah satu potensi besar yang bisa mengangkat perekonomian warga. Kami sudah lama memiliki rencana ini, tetapi masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang memiliki wawasan dan ide-ide segar," ungkap Kepala Desa. Mahasiswa KKM UIN Malang diberi kesempatan untuk membantu mendesain konsep pembangunan wisata tersebut, mulai dari tata letak fasilitas hingga ide promosi yang berkelanjutan. Mereka juga diminta memberikan masukan mengenai bagaimana area ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik tanpa merusak ekosistem alam yang ada. Kami sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini. Selain mendukung program desa, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung tentang pengembangan wisata berbasis masyarakat," ujar salah satu mahasiswa KKM. Survei ini diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa, perangkat desa Kenongo. Keterlibatan mahasiswa KKM diharapkan dapat mempercepat terwujudnya wisata camping ground di Desa Kenongo, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Kenongo optimis bahwa wisata camping ground dapat segera menjadi salah satu daya tarik utama di wilayah tersebut.