Thumbnail
2 years ago
Empat Puluh Tiga Hari Berkesan, KKM "Ambil Peran" 125 Ucapkan Salam Perpisahan

ALIF FIANTO MAULANA YAHYA

Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan PHBS di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo

SITI NABILA ZIDA SABRINA

HUMAS UIN MALANG – KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka. Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan PHBS di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo

NATASYA PUTRI SALSABILLA

  KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025).   Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka.  Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit.  Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan PHBS di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo

MUHAMMAD HISYAM SYA`RONI

  KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025).   Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka.  Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit.  Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Bersama Kepala Desa Kenongo Lakukan Survey Lokasi Perencanaan Pembangunan Wisata Camping Ground

NURUL KHADROH

Kenongo, (26/12/2024) -- Dalam upaya pengembangan potensi wisata alam di Desa Kenongo, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang bersama Kepala Desa Kenongo melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan area wisata camping ground. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM untuk mendukung pengembangan desa berbasis pariwisata.   Survei dilakukan di salah satu kawasan yang memiliki pemandangan alam indah dan strategis untuk dijadikan area camping ground. Kepala Desa Kenongo, Bapak Sugiarto, menyampaikan bahwa rencana pembangunan wisata ini sebenarnya telah lama dirancang oleh pemerintah desa, namun hingga kini belum terealisasi.   "Wisata camping ground ini adalah salah satu potensi besar yang bisa mengangkat perekonomian warga. Kami sudah lama memiliki rencana ini, tetapi masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang memiliki wawasan dan ide-ide segar," ungkap Kepala Desa.   Mahasiswa KKM UIN Malang diberi kesempatan untuk membantu mendesain konsep pembangunan wisata tersebut, mulai dari tata letak fasilitas hingga ide promosi yang berkelanjutan. Mereka juga diminta memberikan masukan mengenai bagaimana area ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik tanpa merusak ekosistem alam yang ada.   Kami sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini. Selain mendukung program desa, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung tentang pengembangan wisata berbasis masyarakat," ujar salah satu mahasiswa KKM.   Survei ini diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa, perangkat desa Kenongo. Keterlibatan mahasiswa KKM diharapkan dapat mempercepat terwujudnya wisata camping ground di Desa Kenongo, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Kenongo optimis bahwa wisata camping ground dapat segera menjadi salah satu daya tarik utama di wilayah tersebut.

Thumbnail
2 years ago
Mengangkat UMKM Perempuan Singkong di Desa Sukowilangun: Inovasi Tepung Mocaf dan Peningkatan Literasi Keuangan

MUHAMMAD MIFTAHUL JINAN

UMKM merupakan penyumbang terbesar dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB), dengan kontribusi sebesar 61% terhadap PDB Indonesia. Selain itu UMKM juga berkontribusi besar dalam menyerap angka pengangguran yang menjadi tantangan besar dalam perekonomian Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar baik, yakni tingkat pengangguran berhasil turun dari 5,77 persen pada 2022 menjadi 5 persen pada 2023. Hal ini, menjadikan UMKM sebagai peran strategis dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan perekonomian Indonesia. Desa Sukowilangun, yang terletak di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menjadi saksi bagaimana perempuan-perempuan tangguh mampu mengembangkan potensi lokal dan menciptakan peluang ekonomi berbasis singkong. Salah satu inovasi yang mereka kembangkan adalah produksi tepung mocaf, alternatif tepung bebas gluten yang bernilai ekonomi tinggi. Perempuan dan Singkong: Membangun Kemandirian Ekonomi Singkong telah lama menjadi komoditas unggulan di daerah ini. Namun, daripada hanya menjualnya dalam bentuk mentah, kelompok perempuan di Desa Sukowilangun berinisiatif mengolahnya menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Produk ini memiliki keunggulan dalam tekstur dan kegunaan yang dapat menggantikan tepung terigu, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif pangan non-gluten. Proses produksi mocaf melibatkan teknik fermentasi yang meningkatkan nilai gizi singkong serta membuat teksturnya lebih halus dibandingkan tepung singkong biasa. Dengan inovasi ini, para perempuan UMKM mampu meningkatkan nilai jual singkong dan memperluas pasar hingga ke luar daerah. Penyuluhan UMKM: Meningkatkan Pemahaman HPP dan QRIS Sebagai bagian dari upaya penguatan UMKM, kelompok KKM saya yaitu, Shankara berkesempatan memberikan penyuluhan kepada kelompok usaha ini dengan materi mengenai literasi keuangan, yaitu: perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penggunaan Fintech, yaitu berupa QRIS sebagai alat pembayaran digital. 1. Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) Banyak UMKM yang masih kesulitan dalam menentukan harga jual produk mereka secara tepat. Oleh karena itu, dalam penyuluhan ini, kelompok shankara memberikan wawasan peserta dalam memahami komponen-komponen biaya produksi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya overhead. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang HPP, para pelaku usaha dapat menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan. 2. Digitalisasi Pembayaran dengan QRIS Tren digitalisasi semakin berkembang membuat UMKM harus berhadapan dengan tantangan dalam mempertahankan pasar, dan penggunaan Fintech berupa QRIS dapat menjadi solusi bagi UMKM dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi serta dapat meningkatkan efisiensi transaksi. Kelompok Shankara menjelaskan bagaimana QRIS memungkinkan transaksi lebih mudah, cepat, dan aman, serta mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Dengan sistem ini, UMKM dapat memperluas akses pasar mereka dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dampak dan Harapan ke Depan Melalui produksi tepung mocaf, perempuan di Desa Sukowilangun tidak hanya memberdayakan diri mereka sendiri secara ekonomi, tetapi juga membantu meningkatkan ketahanan pangan lokal. Dengan tambahan pemahaman mengenai HPP dan digitalisasi pembayaran, mereka kini lebih siap menghadapi tantangan bisnis modern. Ke depan, harapannya semakin banyak dukungan, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, untuk membantu UMKM perempuan ini berkembang lebih jauh. Dengan inovasi, edukasi, dan kolaborasi, produk lokal seperti tepung mocaf dapat memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.