MUHAMMAD ANNAS BINTAR PUTRA
Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih
NISFUL LAILATUL IZZAH
Robyong, [11 Januari 2025] – KKM UIN Malang kelompok155 dan 15, telah sukses menyelenggarakan penyuluhan mengenai stunting dan parenting di Robyong. Kegiatan inibertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentangpentingnya gizi seimbang dan peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penyuluhan ini dihadiri oleh wali murid TK dan PAUD setempat, dengan menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam acara tersebut, dosen dari UIN Malang memberikan materi yang mendalam mengenai penyebab dan dampak stunting, serta cara pencegahannya melalui pola makan yang sehat dan bergizi. Penyuluhan ini juga mencakup informasi tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Siti Puji, Ketua Posyandu Dusun Robyong, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ilmuyang dapat diterapkan oleh para orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Kepala Dusun Robyong, Pak Suminto, juga mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang, seraya berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Sesi parenting yang diselenggarakan bersamaan memberikan tips praktis kepada orang tua tentang cara merawat dan mendidik anak. Materi yang disampaikan mencakup teknik komunikasi yang efektif, pengembangan keterampilan sosial, serta cara menciptakan lingkungan yang mendukungperkembangan optimal anak. Peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Banyak ibu yang berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan yang merekahadapi dalam memberikan gizi yang tepat untuk anak-anak mereka. Diskusi interaktif ini menciptakan suasana yang hangat dan mendukung, di mana para peserta merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat. Saya jadi mengerti lebihbanyak tentang cara memberikan makanan yang baik untuk anak. Saya juga belajar banyak tentang cara mendidik mereka,” kata ibu Sri, salah satu peserta. KKM UIN Malang berkomitmen untuk terus mengadakan program-program serupa di masa mendatang, guna mendukung kesehatan dan pendidikan masyarakat di Robyong. Melaluipenyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas parenting.
KARISMA KAMALIA
SDN 1 Sukopuro menggelar sosialisasi parenting bertema “Strategi Menghadapi Perilaku Anak dengan Pendekatan Moderat” pada Kamis, 16 Januari 2025, di aula sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja (proker) Kelompok KKN 28 Arutala dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini menghadirkan Ibu A’I Mulyani Az-Zahra, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, sebagai narasumber. Kegiatan yang dihadiri oleh para wali murid yang dibuka oleh Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter anak. Dalam pemaparannya, Ibu A’I Mulyani menjelaskan pentingnya pendekatan moderat dalam pola asuh, yakni keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan. “Anak-anak perlu diberi batasan yang jelas, tetapi juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian,” ungkapnya. Narasumber juga membagikan sejumlah tips praktis kepada orang tua, seperti memahami emosi anak, membangun komunikasi yang baik, dan konsistensi dalam mendidik anak. Ia menekankan bahwa pendekatan ini mampu membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bertanggung jawab. Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif yang menarik, di mana para wali murid dapat bertanya langsung kepada narasumber. Salah satu wali murid, Ibu Ani, bertanya tentang cara menghadapi anak yang sulit diatur. Menanggapi pertanyaan tersebut, A’I Mulyani menyarankan pendekatan dialog dan membangun kesepakatan bersama dengan anak. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para wali murid yang merasa mendapatkan wawasan baru dalam pengasuhan. Sebagai program kerja KKN 28 Arutala, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia.
MOHAMAD SIFAK
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
MUHAMMAD DIMAS ALFATHIR
Di era digital yang semakin pesat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak semakin terpapar dengan teknologi dan internet. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, kita juga perlu memastikan bahwa anak-anak tidak kehilangan minat terhadap kegiatan literasi dasar seperti membaca dan belajar. Berangkat dari keprihatinan ini, sekelompok mahasiswa KKM kelompok SHANKARA 127 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi program "Rumah Literasi" di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Program yang berlangsung selama 40 hari ini mengubah fungsi Rumah Budaya di Dusun Kopral menjadi pusat pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan jadwal rutin setiap Kamis dan Jumat, Rumah Literasi menawarkan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif dan menghibur. Apa saja yang dipelajari di Rumah Literasi? Program ini tidak hanya fokus pada kegiatan membaca, tetapi juga mencakup berbagai aspek pembelajaran: 1. Pengenalan Sains Anak-anak diajak mengenal tata surya melalui cara yang menyenangkan. Mereka belajar tentang planet-planet, karakteristiknya, hingga fenomena astronomi seperti rotasi dan revolusi. Pembelajaran dilengkapi dengan media visual dan permainan edukatif yang membuat materi lebih mudah dipahami. 2. Kesadaran Lingkungan Program ini juga mengajarkan anak-anak tentang pengelolaan sampah. Mereka belajar membedakan jenis-jenis sampah (organik, anorganik, dan medis) serta cara penanganannya yang tepat. Pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung dan simulasi yang membuat anak-anak lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan. 3. Wawasan Kebangsaan Anak-anak diperkenalkan dengan keberagaman Indonesia melalui pembelajaran tentang 38 provinsi beserta budayanya. Mereka mempelajari letak geografis, budaya lokal, makanan khas, rumah adat, dan bahasa daerah dari setiap provinsi. Metode Pembelajaran yang Menyenangkan Yang membuat Rumah Literasi berbeda adalah pendekatan pembelajarannya yang interaktif: - Pembelajaran melalui Musik: Anak-anak belajar materi seperti nama-nama planet melalui lagu, membuat proses menghafal menjadi lebih menyenangkan. - Kuis Interaktif: Program mengadakan kuis dengan hadiah berupa snack untuk memotivasi partisipasi aktif anak-anak. - Pemutaran Film Edukatif: Film-film yang ditayangkan dipilih secara khusus untuk memperkuat nilai-nilai moral dan sosial, dilanjutkan dengan diskusi reflektif. Kesimpulan Program Rumah Literasi telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan minat belajar anak-anak. Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik tetapi juga nilai-nilai sosial yang penting bagi perkembangan karakter mereka. Inisiatif seperti Rumah Literasi ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus kaku dan membosankan. Dengan kreativitas dan pendekatan yang tepat, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus efektif untuk anak-anak. Program ini bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain yang ingin mengembangkan program literasi serupa. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan literasi anak-anak bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Semoga inisiatif seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lebih banyak anak-anak di Indonesia.
AZ ZIKRA TUNASZA
Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebagai informasi, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang berisi udara untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik. Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa. Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang disebarkan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya. Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan. Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. “Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan menyebarkannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini,” ujarnya senang. Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang meninggal dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf) Penerjemah: Shandyka Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)