PUTRI SYAKINAH
Bogor, 28 Desember 2024_ Keripik tempe yang selalu menjadi camilan favorit sebagian orang ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Usaha UMKM yang didirikan oleh Pak Arga menjadi sumber rezeki baru bagi masyarakat sekitar, berkat inovasi dan niat tulusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Mulanya beliau berprofesi sebagai reseller di salah satu market place hingga akhirnya memberanikan diri memulai usaha keripik tempe setelah terinspirasi video-video Youtube yang ia tonton. "Saya banyak belajar dari video-video yang saya tonton. Mulai dari coba-coba dan berhasil, akhirnya terciptalah pabrik keripik tempe ini hehehe" ujarnya. Dengan tekad dan semangat, Pak Arga pun mulai memproduksi keripik tempe yang kini dikenal luas di desa dan sekitarnya. Keripik tempe hasil produksi Pak Arga memiliki dua varian, keripik tempe sagu dan keripik tempe crispy. Dinamakan keripik tempe sagu karena menggunakan campuran tepung sagu, yang memberikan tekstur lebih renyah serta tampilan putih yang sangat menggiurkan. Sementara keripik tempe crispy memiliki rasa yang gurih dengan teksturnya yang sedikit lumayan tebal. Kedua varian ini menjadi pilihan yang disukai berbagai kalangan, karena selain rasanya enak, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Meski usaha ini terus berkembang, cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi proses pengolahan keripik tempe. Proses peragian tempe, yang menjadi tahap penting pembuatan keripik terkadang terhambat oleh cuaca yang sering berubah. "Kalau sekarang kan lagi musim hujan toh, nah itu bisa nunggu sampai 3 harian hingga akhirnya tempe bisa diolah menjadi keripik” jelas bapak berperawakan tegap itu. Selain sebagai usaha pribadi, motivasi Pak Arga mendirikan UMKM juga perlu diapresiasi. Beliau ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat desa dengan membuka lapangan pekerjaan. "Melalui usaha ini, saya harap dapat membantu warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Banyak warga Desa Situ Ilir yang kini bekerja bersama saya dalam proses produksi, terkhususnya para Ibu Rumah Tangga yang ingin menambah pemasukan membantu para suaminya" ujar Pak Arga. Kini, usaha keripik tempe yang didirikan oleh Pak Arga berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang. Selain membuka lapangan kerja, produk keripik tempe ini juga semakin dikenal oleh masyarakat luar desa, sehingga memberikan potensi pasar yang lebih luas. Dengan usaha yang dimulai dari menonton video, modal pribadi, dan semangat membantu sesama, Pak Arga telah berhasil menunjukkan bahwa usaha kecil seperti keripik tempe bisa menjadi sumber rezeki yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
HANIFA RAYHAN NOORDINI
Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebagai informasi, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang berisi udara untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik. Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa. Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang disebarkan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya. Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan. Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. “Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan menyebarkannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini,” ujarnya senang. Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang meninggal dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf) Penerjemah: Shandyka Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)
ADVIA KUSUMA AL ZAM ZAMI
Suasana hangat dan penuh berkah menyelimuti Dusun Kembang pada Peringatan Isra Mi'raj dan Penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang digelar oleh Mahasiswa KKM berkolaborasi dengan Ta'mir Masjid Roudlotus Sholihin ini dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, jajaran Ta'mir Masjid, mahasiswa KKM serta dosen pendamping lapangan turut hadir. Berlokasi di Masjid Roudlotus Sholihin Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, acara dimulai dengan lantunan maulid diba' oleh Majlis Diba' Kembang. Dilanjut dengan sambutan oleh ketua kelompok KKM Anantaka 115 yang menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Dusun Kembang atas penerimaan hangat serta dukungan selama pelaksanaan program KKM. Kepala desa yang diwakili oleh ketua RW setempat dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Mahasiswa KKM UIN Malang selama kurang lebih 40 hari di dusun Kembang. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi dan kontribusinya selama berada di Dusun Kembang. Kehadiran kalian tidak hanya membawa semangat baru dalam pendampingan belajar bagi anak-anak kami, tetapi juga memberikan banyak manfaat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat telah meninggalkan kesan mendalam bagi kami. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat menjadi bekal berharga untuk masa depan, dan silaturahmi ini tetap terjalin meski program KKM telah usai," ujarnya. Momentum utama dalam acara yang digelar Sabtu (25/1) adalah ceramah keagamaan oleh Ustadz M. Abdullah Charis, M.Pd., dosen pendamping lapangan KKM Anantaka 115 UIN Malang. Mengupas hikmah dibalik perjalanan Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW, yang tidak hanya tentang hubungan manusia dengan Allah, tetapi tentang hubungan manusia dengan manusia. "Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Ketika Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu, beliau melaksanakannya secara berjamaah bersama para nabi terdahulu, yang berasal dari berbagai kaum dan zaman yang berbeda. Ini menjadi simbol bahwa Islam mengajarkan persatuan di atas keberagaman," katanya. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Kembang yang telah menerima mahasiswa KKM dengan baik. Tak lupa, beliau memohon maaf jika selama pelaksanaan KKM masih terdapat kekurangan, mengingat mahasiswa masih dalam tahap belajar. Sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin, sesi pemberian cinderamata pun menjadi penutup acara. Mahasiswa KKN menyerahkan cinderamata kepada pihak dusun sebagai tanda terima kasih, begitu pula pihak dusun memberikan kenang-kenangan kepada mahasiswa KKM sebagai wujud apresiasi dan ikatan kebersamaan yang telah terbentuk.
PUTRI NUR HALIZAH
Pendahuluan Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menunjukkan peran aktif mereka dalam mendukung pendidikan masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang mereka lakukan adalah mengajar di tiga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang ada di desa Sumberngepoh, yakni TPQ Thoriqul Huda, TPQ Nurul Hikmah, dan TPQ Darussalam. Kegiatan ini berlangsung dari 8 Januari hingga 25 Januari 2025 dengan tujuan memperkuat pembelajaran agama bagi generasi muda di desa tersebut. Pembukaan Pengajaran TPQ Sebelum memulai Mengajar TPQ mahasiswa KKM kelompok 52 melakukan sowan terlebih dahulu ke kepala TPQ masing-masing untuk mendiskusikan mengenai metode pengajaran yang digunakan. Tidak hanya itu, kegiatan sowan ini juga untuk menyambung tali silaturrahmi dan cara untuk mengenal lebih dekat pengasuh atau kepala TPQ. Sowan dilakukan sesuai dengan pembagian penempatan mahasiswa KKM 52 di masing-masing TPQ Sumberngepoh. Pengajaran di TPQ Thoriqul Huda Mahasiswa KKM kelompok 52 memulai aktivitas mereka di TPQ Thoriqul Huda, di mana mereka mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur'an, memahami tajwid, menulis pegon, dan menghafal surah pendek. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan bimbingan dalam praktek shalat. Para santri, yang sebagian besar berusia 6 hingga 12 tahun, tampak sangat bersemangat belajar mengaji bersama kakak-kakak KKM. Hal ini bisa dilihat ketika mereka rebutan mengantre barisan untuk segera mengaji. "Kami sangat senang dapat membantu anak-anak di sini agar lebih memahami Al-Qur'an. Kami juga mencoba menggunakan metode yang interaktif agar mereka tidak merasa jenuh," kata Izzul Haq salah seorang mahasiswa KKM. Salah satu pengurus TPQ yaitu pengurus TPQ Thoriqul Huda sangat mengapresiasi dukungan dari mahasiswa, terutama karena kehadiran mereka memberikan warna baru dalam proses pengajaran. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Pengajaran di tpq nurul hikmah Di TPQ Nurul Hikmah, mahasiswa KKM berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra'. Selain itu, mereka mengadakan sesi cerita islami yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para santri. Sekitar 30 anak secara aktif mengikuti program ini. "Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memotivasi anak-anak untuk semakin giat belajar Al-Qur'an. Mereka memberikan semangat baru bagi kami," ungkap Ustazah Icha, salah satu pengajar di TPQ ini. Kegiatan tambahan seperti lomba hafalan surah pendek dan kuis islami juga diadakan untuk menambah keceriaan anak-anak. Pendekatan kreatif ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para santri. Pengajaran di TPQ Darussalam Selain mengajar mengaji, Mahasiswa KKM di TPQ Darussalam berperan dalam mengajarkan doa sehari-hari, menulis pegon, dan menyampaikan kisah-kisah para nabi. Fokus mereka adalah memberikan pemahaman agama yang lebih menyeluruh kepada anak-anak. Para santri sangat antusias, terbukti dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung. Mereka juga berebut maju kedepan ketika disuruh untuk mempraktekkan sholat dan menghafal doa sehari-hari. "Kami sangat kagum dengan semangat anak-anak di sini. Mereka cepat memahami apa yang kami ajarkan, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami," ujar Ismawatul salah seorang mahasiswa KKM 52. Meskipun TPQ ini masih tergolong baru yaitu hanya memiliki 9 santri, namun santri-santri di TPQ ini tidak kalah juga memiliki segudang prestasi. Santri bernama Albi berhasil mendapat juara 1 lomba Adzan se-TPQ Dusun Barek dan Gapuk. Kemudian Nabila mendapat juara 1 lomba hafalan surat pendek di ajang perlombaan yang sama. Pengelola TPQ Darussalam mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Mereka melihat potensi besar dari kerja sama ini dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia. Perpisahan dan Penutupan Kegiatan Pengajaran TPQ Kegiatan ini dilaksakan pada tanggal 25 Januari 2025 yang mana dalam penutupan ini, mahasiswa KKM 52 pamit undur diri dan menyampaikan kesan pesan selama pengajaran di TPQ. Tidal hanya itu, di TPQ Thoriqul Huda kegiatan penutupan juga diadakan acara nobar kisah Isra' Mi'raj, hal ini juga untuk memperingati peristiwa Isra' Mi'raj. Kemudian acara ditutup dengan makan dan foto bersama. Lain halnya penutupan yang ada di TPQ Darussalam, penutupan dilakukan bersamaan dengan pembacaan juara perlombaan antar TPQ di Dusun Barek dan Gapuk. Penutup Kegiatan mengajar yang dilakukan mahasiswa KKM di tiga TPQ Desa Sumberngepoh ini merupakan salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dedikasi untuk mendukung pendidikan agama, mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Selama hampir tiga minggu, program ini berhasil memperlihatkan hasil yang signifikan, baik bagi para santri maupun lembaga pendidikan di desa tersebut. Kontribusi mahasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung perkembangan generasi muda yang religius dan berkarakter.
ISMAIL FAHMI
HUMAS UIN MALANG - Rangkaian kegiatan Isra Mikraj di Desa Nyurlembang, Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat terlihat semakin meriah dengan kontribusi mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sejumlah sepuluh mahasiswa sukses menggelar rangkaian acara tersebut yang dikemas dengan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kesehatan, seperti pengajian, lomba-lomba islami, jalan sehat, serta pengadaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Kegiatan yang diberi nama Festival Islami Nyurlembang ini berlangsung selama lima hari, mulai Jumat malam (24/1/2025) hingga Selasa pagi (28/1/2025), dengan rangkaian acara yang sarat akan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan warga setempat. Sebagai pembuka, acara diawali dengan pengajian umum dengan menghadirkan TGH Iskandar sebagai penceramah. Bertempat di Masjid Al-Maqbul Nyurlembang Barat, pengajian ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang antusias mendengarkan tausiyah tentang perjalanan penting Rasulullah SAW ketika menerima perintah salat lima waktu. Beberapa lomba islami, seperti hafalan surah-surah pendek, lomba adzan, dan mewarnai turut memeriahkan festival ini. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya anak-anak yang mengikuti perlombaan dengan penuh keceriaan dan semangat. Tidak hanya itu, yang membuat acara ini semakin menarik bagi warga ialah kegiatan puncak jalan sehat pada Selasa pagi (28/1/2025). Ratusan warga berbondong-bondong ikut serta mengikuti kegiatan jalan sehat, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda hingga lansia. Selepas itu, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh mahasiswa bekerja sama dengan tenaga medis setempat. Tidak lupa, mahasiswa KKM berkolaborasi dengan perangkat desa juga karang taruna menyiapkan berbagai macam doorprize dalam kegiatan jalan sehat. Hal ini dilakukan sebagai daya tarik tambahan bagi warga agar semakin antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hadiah-hadiah menarik seperti pakaian, alat-alat masak, payung, helm, magic com, kipas angin, kompor hingga mesin cuci disiapkan bagi warga yang beruntung. Suasana semakin riuh ketika nama-nama pemenang disebutkan satu per satu, ditambah lagi sorak sorai serta tepuk tangan dari warga lain yang turut berbahagia. Melalui kegiatan tersebut, Muhammad Nur sebagai ketua KKM menyampaikan harapannya, “Kami mengharapkan kegiatan ini menjadi momen berharga bagi kami mahasiswa KKM, agar kami terus belajar dan semoga ini menjadi pengalaman yang akan selalu kami ingat. Lebih dari itu, kami ingin kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Nyurlembang, menjadi ajang silaturahmi yang penuh makna, di mana masyarakat bisa merasakan kehadiran kami, mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, serta mempererat kekeluargaan dalam suasana penuh keberkahan,” ujarnya. Lukman Nul Hakim, kepala desa Nyurlembang mengungkapkan apresiasinya terhadap mahasiswa KKM, “Terima kasih sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inovasinya menggelar acara yang luar biasa ini. Kami bangga dengan kontribusi mahasiswa dalam membangun kebersamaan dan menyatukan warga dalam jumlah yang banyak. Kegiatan ini tentunya tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, namun juga meningkatkan nilai silaturahmi, kekerabatan dan kekeluargaan yang sudah dibangun lama,” Kesuksesan festival ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya ikut andil dalam pembangunan fisik desa, namun lebih daripada itu, berperan serta dalam menyambung nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebersamaan yang lebih kuat antar warga Desa Nyurlembang. Reporter: M.Syahri.R Kontributor: Fahmi (Ajay)
DINI IFADAH MAULIDAH
Pada tanggal 27 Desember 2024, tim KKM Arutala melakukan survei ke kandang sapi milik Pak Hadi yang terletak di Dusun Luring Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data terkait kegiatan beternak sapi di daerah tersebut serta memahami mekanisme penjualan susu sapi hasil perahan. Banyak warga di Desa Sukopuro yang beternak sapi. Pak Hadi adalah salah satu peternak yang telah menggeluti bidang ini dan anggota KUD. Dalam kunjungan ini, tim KKM Arutala melihat secara langsung bagaimana perawatan sapi, proses perahan susu, dan pengelolaan kandang yang dilakukan oleh Pak Hadi. Hal ini memberikan wawasan berharga mengenai peternakan sapi di lingkungan pedesaan. Pak Hadi memilih sapi perahnya dari Bandung, daerah yang dikenal sebagai penghasil sapi perah. Sapi-sapi dipilih dengan cermat sebelum dikirim ke Malang. Jika sapi yang diterima di Malang ternyata tidak sesuai dengan standar yang diinginkan, pembeli memiliki hak untuk mengembalikannya. Salah satu hal menarik yang ditemukan oleh tim KKM Arutala adalah mekanisme penjualan susu sapi di Desa Sukopuro. Meskipun banyak warga desa yang memiliki sapi perah, susu yang dihasilkan tidak dijual secara bebas. Setiap orang yang ingin membeli susu sapi hanya dapat melakukannya melalui Koperasi Unit Desa (KUD). KUD ini bertanggung jawab untuk mengolah susu sapi dari warga desa dan kemudian menjualnya ke konsumen. Kualitas susu yang diterima oleh KUD sangat dipengaruhi oleh faktor pakan dan perawatan yang diberikan kepada sapi. KUD juga memiliki hubungan dengan perusahaan yang menerima susu sapi tersebut, sehingga susu yang dihasilkan oleh peternak dapat disetorkan secara lebih luas. KUD memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Melalui pengolahan dan penjualan susu sapi, KUD membantu memastikan bahwa peternak mendapatkan harga yang adil untuk hasil perahan mereka. Selain itu, KUD juga memberikan dukungan teknis dan pelatihan kepada para peternak untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas susu yang dihasilkan.