KIRANA LARASATI
Sumbertempur, 25 Januari 2025 Kelompok 69 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengikuti kegiatan pemasangan tiang lampu, setelah sebelumnya terlibat dalam perencanaan dari program pengadaan sistem penerangan tersebut. Bersamaan dengan diadakannya kerja bakti di Kampung Kalisat, masyarakat setempat terlibat dalam pemasangan sistem penerangan jalan tersebut. Program pemasangan ini dilaksanakan karena kurangnya sistem penerangan jalan umum di kawasan Kampung Kalisat, Dusun Sumbertempur. Masyarakat dibagi menjadi dua kelompok besar yang bertugas untuk membersihkan lingkungan dan memasang tiang lampu serta pengecatan. Diketahui bahwa sistem penerangan jalan umum atau PJU merupakan aspek penting bagi keselamatan pengguna jalan, terutama dalam kondisi tertentu yang menghambat penglihatan (widodo & restu, 2023). Maka dari itu keberadaan sistem penerangan di jalan umum merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat setempat. Menyikapi kurangnya sistem penerangan jalan di Kampung Kalisat, Dusun Sumbertempur Lor Kabupaten Malang, masyarakat menginisiasi program pengadaan sistem penerangan tersebut. Bertepatan dengan adanya program KKM, masyarakat mengajak Kelompok KKM 69 untuk berkolaborasi dalam kegiatan kerja bakti sekaligus program pengadaan sistem penerangan jalan. Kegiatan kerja bakti dan pengadaan penerangan jalan dimulai pukul 07.00 WIB. Masyarakat berfokus pada pembersihan lingkungan, meskipun beberapa warga mulai mengatur pemasangan tiang lampu. Sehari sebelumnya beberapa tiang lampu telah dipasang, sehingga menyisakan beberapa tiang lampu yang belum dipasang. Sekitar pukul 08.30 WIB tiang lampu telah terpasang semua. Setelah pemasangan selesai, kelompok KKM 69 berpartisipasi dalam pengecatan tiang tersebut. Kegiatan kerja bakti dan pemasangan tiang lampu selesai pada pukul 10.20 WIB. Kegiatan kerja bakti dan pengadaan sistem penerangan jalan ini merupakan bentuk kerja sama antara warga Kampung Kalisat dan Kelompok KKM 69. Melalui kolaborasi ini, masyarakat setempat menjawab permasalahan kurangnya penerangan jalan umum di kampung tersebut. Sehingga, diharapkan bahwa keselamatan pengguna jalan lebih terjamin dan sinergitas antar masyarakat setempat dengan Kelompok KKM 69 dapat terbentuk.
FIRDA NIKMATUS SOLECHAH
https://drive.google.com/drive/folders/1o6g8R1heOa4LsqrJqegSfVLpYLYXsLIx?usp=drive_link
AFRO SYIFA UMARIYAH
Pada hari Jumat, 20 Desember 2024, di aula Balai Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, telah dilaksanakan acara pembukaan resmi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sumbertempur, Bapak Edi Sucipto, beserta Kaur Perencanaan, Bapak Yudi Warsono , yang secara langsung menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para mahasiswa KKM yang akan menjalankan program pengabdian di desa tersebut. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Edi Sucipto, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM di Desa Sumbertempur. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan besar agar mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa KKM dan warga desa agar tercipta hubungan yang rukun selama masa pengabdian berlangsung. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penjelasan profil Desa Sumbertempur oleh Kepala Desa. Beliau menjelaskan berbagai potensi desa yang bisa dikembangkan, seperti sektor pertanian kopi dan peternakan kambing, serta tantangan yang dihadapi seperti re-aktif nya UMKM desa yang masih membutuhkan pengembangan dan inovasi yang lebih lanjut. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa KKM sebagai acuan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja selama berada di desa. Selain memberikan penjelasan profil desa, Bapak Edi Sucipto juga memberikan pesan-pesan khusus kepada mahasiswa KKM. Beliau mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, menghormati budaya dan tradisi lokal, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program yang direncanakan. Mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi Desa Sumbertempur. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang diikuti oleh seluruh peserta acara, termasuk perangkat desa dan mahasiswa KKM. Dokumentasi ini menjadi simbol dimulainya pengabdian KKM Kelompok 139 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Sumbertempur. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan terciptanya sinergi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan pengabdian dapat tercapai dengan maksimal. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 di Desa Sumber Tempur: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga untuk Kemajuan Desa", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/nurlaylirosyidasafitri1652/67696940c925c41e8c5dd172/pembukaan-kegiatan-kuliah-kerja-mahasiswa-kkm-kelompok-139-di-desa-sumber-tempur-kolaborasi-mahasiswa-dan-warga-untuk-kemajuan-desa?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop
`IZZAN NUHA ZAMRONI
Pada hari Jumat, 20 Desember 2024, di aula Balai Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, telah dilaksanakan acara pembukaan resmi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sumbertempur, Bapak Edi Sucipto, beserta Kaur Perencanaan, Bapak Yudi Warsono , yang secara langsung menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para mahasiswa KKM yang akan menjalankan program pengabdian di desa tersebut. Acara dimulai dengan Perayaan dari Kepala Desa, Bapak Edi Sucipto, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM di Desa Sumbertempur. Dalam perayaannya, beliau mengungkapkan harapan besar agar mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa KKM dan warga desa agar tercipta hubungan yang rukun selama masa pengabdian berlangsung. Setelah Upacara, acara dilanjutkan dengan penjelasan profil Desa Sumbertempur oleh Kepala Desa. Beliau menjelaskan berbagai potensi desa yang bisa dikembangkan, seperti sektor pertanian kopi dan peternakan kambing, serta tantangan yang dihadapi seperti reaktifnya UMKM desa yang masih membutuhkan pengembangan dan inovasi lebih lanjut. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa KKM sebagai acuan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja selama berada di desa. Selain memberikan penjelasan profil desa, Bapak Edi Sucipto juga memberikan pesan-pesan khusus kepada mahasiswa KKM. Beliau mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, menghormati budaya dan tradisi lokal, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program yang direncanakan. Mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi Desa Sumbertempur. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang diikuti oleh seluruh peserta acara, termasuk perangkat desa dan mahasiswa KKM. Dokumentasi ini simbol menjadi dimulainya pengabdian KKM Kelompok 139 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Sumbertempur. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan terciptanya sinergi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan pengabdian dapat tercapai dengan maksimal. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 di Desa Sumber Tempur: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga untuk Kemajuan Desa", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/nurlaylirosyidasafitri1652/67696940c925c41e8c5dd172/pembukaan-kegiatan-kuliah-kerja-mahasiswa-kkm-kelompok-139-d i-desa-sumber-tempur-kolaborasi-mahasiswa-dan-warga-untuk-kemajuan-desa?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop
PUTERI AMELIANI AGRA
Pada hari Jumat, 20 Desember 2024, di aula Balai Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, telah dilaksanakan acara pembukaan resmi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sumbertempur, Bapak Edi Sucipto, beserta Kaur Perencanaan, Bapak Yudi Warsono , yang secara langsung menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para mahasiswa KKM yang akan menjalankan program pengabdian di desa tersebut. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Edi Sucipto, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM di Desa Sumbertempur. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan besar agar mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa KKM dan warga desa agar tercipta hubungan yang rukun selama masa pengabdian berlangsung. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penjelasan profil Desa Sumbertempur oleh Kepala Desa. Beliau menjelaskan berbagai potensi desa yang bisa dikembangkan, seperti sektor pertanian kopi dan peternakan kambing, serta tantangan yang dihadapi seperti re-aktif nya UMKM desa yang masih membutuhkan pengembangan dan inovasi yang lebih lanjut. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa KKM sebagai acuan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja selama berada di desa. Selain memberikan penjelasan profil desa, Bapak Edi Sucipto juga memberikan pesan-pesan khusus kepada mahasiswa KKM. Beliau mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, menghormati budaya dan tradisi lokal, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program yang direncanakan. Mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi Desa Sumbertempur. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang diikuti oleh seluruh peserta acara, termasuk perangkat desa dan mahasiswa KKM. Dokumentasi ini menjadi simbol dimulainya pengabdian KKM Kelompok 139 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Sumbertempur. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan terciptanya sinergi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan pengabdian dapat tercapai dengan maksimal. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 di Desa Sumber Tempur: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga untuk Kemajuan Desa", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/nurlaylirosyidasafitri1652/67696940c925c41e8c5dd172/pembukaan-kegiatan-kuliah-kerja-mahasiswa-kkm-kelompok-139-di-desa-sumber-tempur-kolaborasi-mahasiswa-dan-warga-untuk-kemajuan-desa?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop
HANUM SALSABILA ANWAR
Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius. Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik. Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.