FARADILLAH SEPTIANI RAHMAN
Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius. Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik. Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.
MUHAMMAD HAIKAL PATRIA BULDAN
Mulyoarjo, 19 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Kelompok 48, 118, dan 188 sukses menggelar seminar bertajuk "Parenting, Perbaikan Gizi, dan Pencegahan Stunting" di Desa Mulyoarjo. Acara ini menghadirkan Ibu Dien Nur Chotimah, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama. Seminar yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari berbagai dusun di Desa Mulyoarjo, yaitu Dusun Paras, Watugel, Ampelgading, dan Pakutukan. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan potensi anak. Dalam pemaparannya, Ibu Dien menekankan pentingnya orang tua untuk memahami potensi anak sebagai langkah awal dalam proses pengasuhan. "Bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi anak jika kita tidak memahami potensi yang mereka miliki?" ujar beliau saat mengawali materi. Ia juga menjelaskan bahwa pengasuhan tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga aspek emosional dan sosial. Meskipun cuaca mendung dan sempat turun hujan, antusiasme peserta tetap tinggi. Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan solusi untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak. Menanggapi hal tersebut, Ibu Dien menyarankan agar orang tua lebih aktif berinteraksi dengan anak melalui kegiatan bermain tanpa gadget. "Jika orang tua tidak berinteraksi, anak akan merasa bosan dan mencari hiburan dari gadget. Buatlah jadwal penggunaan ponsel yang hanya diperbolehkan setelah anak menyelesaikan aktivitas wajib, seperti sholat dan belajar," jelasnya. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata, doa bersama, serta sesi dokumentasi antara pemateri dan para peserta. Diharapkan, seminar ini dapat memberikan manfaat bagi para orang tua dalam menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi anak-anak mereka serta mendukung tumbuh kembang yang optimal. Penulis: Tim KKM 48
ZAINUL MUJIBI
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
HANDHALA AL ASHSHIDIE WOTAN
Sosialisasi Stunting-Parenting merupakan salah satu program kerja utama yang digaungkan oleh kampus yang bertujuan untuk mengatasi serta mencegah adanya stunting dengan cara parenting atau pola asuh orang tua yang baik terhadap anak di Desa Putukrejo ini. Mengutip dari website Kemenkes RI, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak rendah dari rata-rata untuk usianya atau lebih mudahnya stunting adalah rendahnya tinggi badan anak dari rata-rata di usianya dikarenakan kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam jangka waktu yang lama. Adapun parenting merupakan pola asuh orang tua yang menjadi proses dasar di mana seorang anak didampingi dan diarahkan selama seluruh fase pertumbuhannya melalui perawatan, perlindungan, dan bimbingan dalam setiap tahap perkembangan menuju kehidupan yang baru Sosialisasi ini melibatkan beberapa pihak seperti bidan desa, para guru dari masing-masing TK, serta mahasiswa KKM Kelompok 54 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan beberapa materi seperti:Pemahaman Stunting beserta Penyebabnya. Para peserta sosialisasi yaitu wali murid diberikan penjelasan mengenai apa itu stunting serta penyebab dari stunting itu sendiri, seperti kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kebersihan lingkungan yang buruk, serta pola asuh orang tua yang kurang baik. Pentingnya Pola Asuh yang Tepat. Ditekankan bahwa pendekatan pengasuhan yang mencakup pemberian ASI eksklusif, pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, dan stimulasi psikososial memiliki peranan yang sangat krusial dalam mencegah stunting. Praktik Hidup Sehat. Edukasi juga meliputi pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, yang mencakup praktik mencuci tangan dengan benar serta konsumsi air yang bersih. Meningkatkan Kepedulian terhadap Pertumbuhan Anak Bangsa melalui Sosialisasi Stunting-Parenting oleh Mahasiswa UIN Malang di Desa Putukrejo Halaman 1 - Kompasiana.com
SHOFIA AZZAHRA
Seminar Parenting : Membangun Karakter Positif Siswa SMA Islam Diponegoro untuk Masa Depan yang Gemilang Pernikahan dini dan tingginya tingkat perceraian menjadi isu krusial di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Untuk mengatasi tantangan ini, Kolaborasi tiga kelompok KKM UIN Malang di desa Gondowangi menyelenggarakan seminar bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" yang bertempat di SMA Islam Diponegoro. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya parenting yang tepat demi masa depan yang cerah, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun di Desa Gondowangi, yakni Kelompok Cakra Bhakti dari Dusun Wiloso, Kelompok Cakra Adhimukti dari Dusun Rekesan, dan Kelompok Manunggalina dari Dusun Pohbener. Materi utama dalam acara ini disampaikan oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang konseling, psikologi, dan pendidikan. Beliau memiliki beragam sertifikasi di bidang psikologi dan konseling dari Ikatan Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (IIBKIN) dan pelatihan Quantum Life Transformation (QLT). serta aktif di berbagai forum akademik dan profesional. Gambar penyampaian materi oleh ibu Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., (Sumber: dokumentasi pribadi). Acara yang berlangsung pada pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Kelas SMA Islam Diponegoro ini yang diawali dengan pembukaan oleh Farihah Inayatul Ilma sebagai MC, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Singgih Asnidar Jundi Bhimarjuna, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siska Ramadini. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar Parenting, Muhammad Mu'zi, diikuti Kepala Sekolah SMA Islam Diponegoro, Ibu Aisyah Albariroh, S.Pd., serta pemutaran video profil Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipandu oleh saudara Miftahul Arifin. Acara inti diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., yang dimoderatori oleh Nurul Fatikha R. Izzati. Pemaparan materi berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah sesi tanya jawab, penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua Pelaksana serta sertifikat kenang-kenangan untuk sekolah. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfan Nurul Rizki, dilanjutkan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Setelah semua rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih oleh panitia yang dibantu oleh siswa-siswi SMA Islam Diponegoro. Kegiatan edukasi bertema "Membangun Karakter Positif untuk Masa Depan yang Gemilang" di SMA Islam Diponegoro menjadi langkah penting dalam mengatasi isu pernikahan dini dan perceraian yang tinggi di Desa Gondowangi. Melalui kolaborasi tiga kelompok KKM dari tiga dusun, acara ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai pentingnya pendidikan karakter, parenting yang baik, dan motivasi belajar sebagai bekal untuk masa depan. Kehadiran Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., C.Ht., sebagai narasumber menambah nilai edukatif acara ini, yang diakhiri dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Parenting Cerdas : Bekal Siswa SMA Islam Diponegoro Menuju Indonesia Emas", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm36cakrabhakti3900/678cdd25c925c47f855200f2/parenting-cerdas-bekal-siswa-sma-islam-diponegoro-menuju-indonesia-emas?lgn_method=google&google_btn=onetap Kreator: Kkm36cakrabhakti
PUTRI AMALIA FIRDAUSI
Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebagai informasi, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang berisi udara untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik. Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa. Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang disebarkan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya. Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan. Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. “Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan menyebarkannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini,” ujarnya senang. Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang meninggal dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf) Penerjemah: Shandyka Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)