Thumbnail
1 year ago
Cegah Stunting dengan Pola Asuh Tepat dan Gizi Seimbang: Sosialisasi Parenting di Desa Sumberpetung

ZILVIA INAYATUL MA`LA

Stunting masih menjadi permasalahan serius dalam tumbuh kembang anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa KKM Desa Sumberpetung mengadakan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Senin, 13 Januari 2025, di Balai Dusun Banduarjo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Mengusung tema "Cegah Stunting Melalui Pengasuhan Tepat dan Pemenuhan Gizi Seimbang", acara ini dihadiri oleh 37 peserta serta 11 tamu undangan, termasuk Kepala Desa Sumberpetung, Hamim Ahmad, S.Ag, beserta jajaran perangkat desa lainnya.   Acara dimulai pukul 09.30 WIB setelah kegiatan Posyandu, diawali dengan pembukaan oleh MC Juhiran Rizqi Mawani dan Muhammad Fatih Rabbani. Sambutan dari Kepala Desa Sumberpetung berlangsung hingga pukul 09.45 WIB, memberikan gambaran umum pentingnya pengasuhan yang tepat untuk mencegah stunting. Sesi pertama dimulai dengan materi Parenting oleh Ibu Yully Astutik, S.Tr.Keb, yang menekankan pentingnya pola asuh yang baik dalam perkembangan anak. Sesi ini berlangsung selama 20 menit, diikuti oleh materi tentang Stunting yang disampaikan oleh Ayu Candra Hermawati, AMd. Gz, seorang ahli gizi, yang menjelaskan faktor penyebab dan cara pencegahan stunting secara komprehensif. Tidak hanya sekadar teori, acara ini juga menghadirkan sesi praktik pembuatan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang sehat dan bergizi. Pada pukul 10.29 WIB, pemateri bersama perwakilan peserta memperagakan cara membuat MPASI yang memenuhi standar gizi seimbang. Hasil dari praktik ini pun dibagikan kepada peserta sosialisasi agar mereka bisa memahami langsung bagaimana menyusun menu bergizi bagi anak-anak mereka.   Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga mengadakan sesi kuis interaktif pada pukul 10.51 WIB. MC mengajukan 10 pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan doorprize menarik. Kuis ini tidak hanya menambah keseruan acara, tetapi juga memastikan bahwa materi yang disampaikan benar-benar dipahami oleh peserta. Acara ditutup pada pukul 11.05 WIB dengan harapan besar bahwa para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tentang pola asuh yang tepat serta pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting di daerah tersebut.   Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam memberikan pola asuh yang baik serta memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting hanya karena kurangnya informasi tentang pengasuhan dan gizi seimbang. Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas di Desa Sumberpetung.  Semoga edukasi seperti ini terus berlanjut, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik!  

Thumbnail
1 year ago
Lestarikan Kesenian Tradisional Kelompok KKM 187 Uin Malang Menyewa "nanggap" Pertunjukan Bantengan

SARWO IDI SYAHYOGO

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 187 Paraduta Adhimukti yang ditempatkan di desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang melakukan berbagai kegiatan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang sarat akan makna dan nilai tradisional. Dengan menyewa kesenian bantengan, yaitu kesenian yang berasal dari Jawa Timur kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti UIN Malang berusaha mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat globalisasi saat ini.     Bantengan merupakan kesenian yang menggabungkan berbagai unsur seperti tari, musik, dan teatrikal dengan ciri khas pemainnya yakni menggunakan kostum berupa banteng yang memiliki beragam corak dengan warna yang mencolok yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi. Dalam pertunjukkan ini, Iringan musik yang mengiringi para pemain menciptakan suasana yang energik dan memikat. Para pemain menggerakkan tubuh mereka dengan penuh semangat dan energik yang melambangkan gerakan banteng yang gagah lagi berani, yang dimana menjadi simbol dari tradisi yang sarat akan nilai-nilai seni ini. Kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti meyakini bahwasanya kesenian bantengan adalah sarana yang tepat dan memiliki potensi besar untuk mendekatkan masyarakat kepada akar budayanya. Oleh karenanya, mereka memutuskan untuk menyewa kesenian bantengan untuk ditampilkan kepada masyarakat sekitar karena kesenian ini sangat erat dan dekat dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya sebatas hiburan bagi warga sekitar, tetapi juga upaya untuk melestarikan kesenian lokal yang belakangan ini mulai terpinggirkan dengan  adanya arus globalisasi di zaman sekarang. Acara pertunjukkan kesenian bantengan ini mendapatkan sambutan hangat dan begitu antusias dari warga sekitar. Berbagai kalangan dan golongan usia tumpah ruah turut serta menyaksikan kesenian bantengan dengan sangat antusias. Selain sebagai sarana hiburan, pertunjukkan bantengan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami dan mendalami beragam makna filosofis yang terdapat dalam kesenian ini mulai dari gerakan-gerakan tari yang energetik, simbolisme yang terdapat pada kostum dan alunan musik yang mengajarkan masyarakat tentang keberanian, semangat gotong royong, dan pentingnya melestarikan kesenian dan budaya tradisional.     Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Melalui kerjasama dalam menyelenggarakan acara, mahasiswa dan warga sekitar dapat bertukar informasi, pikiran, dan pengalaman serta memperkuat rasa kebersamaan. Dengan diadakannya pertunjukkan bantengan ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat akan kesenian tradisional bantengan yang memiliki nilai budaya yang sangat kental dan tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ini menjadi bukti nyata dimana kegiatan KKM tidak hanya berfokus pada pengabdian sosial, tetapi juga memperkenalkan, melestarikan, dan menjaga warisan budaya kesenian tradisional yang ada di masyarakat. Melalui kegiatan Ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ikut andil dalam memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak luas serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat sekitar akan kebudayaan yang mereka miliki.

Thumbnail
1 year ago
Program Kerja KKM Kelompok 87 UIN Malang: Edukasi UMKM untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem di Desa Wringinanom

RIFDA ANGGRAINI ASTUTI

Sebagai bagian dari program kerja penanggulangan kemiskinan ekstrim, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 87 UIN Malang melaksanakan kegiatan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Desa Wringinanom dengan mengedukasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Meskipun tingkat kemiskinan ekstrem di desa ini sangat sedikit, langkah ini diambil untuk memberdayakan warga desa agar lebih mandiri dan sejahtera. Fokus kegiatan pengembangan kali ini adalah pada UMKM Kripik Zida, yang dimiliki oleh Bapak Muhammad Nizar dan berlokasi di Dusun Simpar, Desa Wringinanom. UMKM Kripik Zida dikenal dengan produk kripik singkongnya yang sangat bervariasi. Dalam satu kali produksi, usaha ini mampu menghabiskan hingga 2 kwintal singkong. Kelompok 87 KKM UIN Malang memberikan bantuan dalam berbagai aspek, termasuk proses produksi, edukasi cara memperbesar jangkauan pemasaran, serta membantu dalam  proses promosi produk. Dengan dukungan ini, diharapkan UMKM Kripik Zida dapat berkembang lebih pesat dan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan panduan praktis tentang strategi pemasaran yang efektif. Dengan memperbesar jangkauan pemasaran dan promosi produk, diharapkan Kripik Zida dapat menarik lebih banyak konsumen dan meningkatkan pendapatan usaha. Bapak Muhammad Nizar, pemilik UMKM Kripik Zida, menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan apresiasinya kepada KKM Kelompok 87 UIN Malang. "Kami sangat terbantu dengan adanya edukasi dan bantuan ini. Semoga dengan langkah-langkah yang diberikan, usaha kami dapat semakin maju dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," ujarnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lainnya di Desa Wringinanom untuk terus berinovasi dan berkembang. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan kemiskinan ekstrem di desa ini dapat teratasi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter: Sosialisasi Hidup Sehat dan Pencegahan Pergaulan Bebas oleh KKM UIN Malang untuk generasi muda

SALFA NURUL TAFZIYAH

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.  

Thumbnail
1 year ago
Didik Orang Tua, Selamatkan Anak: Program Parenting dan Pencegahan Stunting Oleh KKM 50 UIN Malang

WULAN DARI WIDI ANTIKA

Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat  terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang  berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih

Thumbnail
1 year ago
Didik Orang Tua, Selamatkan Anak: Program Parenting dan Pencegahan Stunting Oleh KKM 50 UIN Malang

MOCHAMMAD AN`IM FALAKHUDDIN

Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat  terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang  berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih