Thumbnail
2 years ago
Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 di Desa Sumber Tempur: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga untuk Kemajuan Desa

ANDINA SHERLYANA DEWI

Pada hari Jumat, 20 Desember 2024, di aula Balai Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, telah dilaksanakan acara pembukaan resmi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sumbertempur, Bapak Edi Sucipto, beserta Kaur Perencanaan, Bapak Yudi Warsono , yang secara langsung menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para mahasiswa KKM yang akan menjalankan program pengabdian di desa tersebut.   Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Edi Sucipto, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM di Desa Sumbertempur. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan besar agar mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi positif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa KKM dan warga desa agar tercipta hubungan yang rukun selama masa pengabdian berlangsung.   Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penjelasan profil Desa Sumbertempur oleh Kepala Desa. Beliau menjelaskan berbagai potensi desa yang bisa dikembangkan, seperti sektor pertanian kopi dan peternakan kambing, serta tantangan yang dihadapi seperti re-aktif nya UMKM desa yang masih membutuhkan pengembangan dan inovasi yang lebih lanjut. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa KKM sebagai acuan dalam menyusun dan melaksanakan program kerja selama berada di desa.   Selain memberikan penjelasan profil desa, Bapak Edi Sucipto juga memberikan pesan-pesan khusus kepada mahasiswa KKM. Beliau mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, menghormati budaya dan tradisi lokal, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program yang direncanakan. Mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi Desa Sumbertempur.   Acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang diikuti oleh seluruh peserta acara, termasuk perangkat desa dan mahasiswa KKM. Dokumentasi ini menjadi simbol dimulainya pengabdian KKM Kelompok 139 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Sumbertempur. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan terciptanya sinergi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan pengabdian dapat tercapai dengan maksimal.   Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 139 di Desa Sumber Tempur: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga untuk Kemajuan Desa", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/nurlaylirosyidasafitri1652/67696ec734777c198246ab24/mahasiswa-kkm-kelompok-139-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-gelar-sosialisasi-parenting-dan-pencegahan-stunting-untuk-tingkatkan-kesadaran-keluarga?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop

Thumbnail
2 years ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar Di TPQ Desa Sumberngepoh Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar D

MOCHAMMAD SYAMSUL ANWAR

Pendahuluan Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menunjukkan peran aktif mereka dalam mendukung pendidikan masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang mereka lakukan adalah mengajar di tiga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang ada di desa Sumberngepoh, yakni TPQ Thoriqul Huda, TPQ Nurul Hikmah, dan TPQ Darussalam. Kegiatan ini berlangsung dari 8 Januari hingga 25 Januari 2025 dengan tujuan memperkuat pembelajaran agama bagi generasi muda di desa tersebut. Pembukaan Pengajaran TPQ  Sebelum memulai Mengajar TPQ mahasiswa KKM kelompok 52 melakukan sowan terlebih dahulu ke kepala TPQ masing-masing untuk mendiskusikan mengenai metode pengajaran yang digunakan. Tidak hanya itu, kegiatan sowan ini juga untuk menyambung tali silaturrahmi dan cara untuk mengenal lebih dekat pengasuh atau kepala TPQ. Sowan dilakukan sesuai dengan pembagian penempatan mahasiswa KKM 52 di masing-masing TPQ Sumberngepoh. Pengajaran di TPQ Thoriqul Huda Mahasiswa KKM kelompok 52 memulai aktivitas mereka di TPQ Thoriqul Huda, di mana mereka mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur'an, memahami tajwid, menulis pegon, dan menghafal surah pendek. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan bimbingan dalam praktek shalat. Para santri, yang sebagian besar berusia 6 hingga 12 tahun, tampak sangat bersemangat belajar mengaji bersama kakak-kakak KKM. Hal ini bisa dilihat ketika mereka rebutan mengantre barisan untuk segera mengaji. "Kami sangat senang dapat membantu anak-anak di sini agar lebih memahami Al-Qur'an. Kami juga mencoba menggunakan metode yang interaktif agar mereka tidak merasa jenuh," kata Izzul Haq salah seorang mahasiswa KKM. Salah satu pengurus TPQ yaitu pengurus TPQ Thoriqul Huda sangat mengapresiasi dukungan dari mahasiswa, terutama karena kehadiran mereka memberikan warna baru dalam proses pengajaran. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Pengajaran di tpq nurul hikmah Di TPQ Nurul Hikmah, mahasiswa KKM berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra'. Selain itu, mereka mengadakan sesi cerita islami yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para santri. Sekitar 30 anak secara aktif mengikuti program ini. "Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memotivasi anak-anak untuk semakin giat belajar Al-Qur'an. Mereka memberikan semangat baru bagi kami," ungkap Ustazah Icha, salah satu pengajar di TPQ ini. Kegiatan tambahan seperti lomba hafalan surah pendek dan kuis islami juga diadakan untuk menambah keceriaan anak-anak. Pendekatan kreatif ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para santri. Pengajaran di TPQ Darussalam Selain mengajar mengaji, Mahasiswa KKM di TPQ Darussalam berperan dalam mengajarkan doa sehari-hari, menulis pegon, dan menyampaikan kisah-kisah para nabi. Fokus mereka adalah memberikan pemahaman agama yang lebih menyeluruh kepada anak-anak. Para santri sangat antusias, terbukti dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung. Mereka juga berebut maju kedepan ketika disuruh untuk mempraktekkan sholat dan menghafal doa sehari-hari. "Kami sangat kagum dengan semangat anak-anak di sini. Mereka cepat memahami apa yang kami ajarkan, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami," ujar Ismawatul salah seorang mahasiswa KKM 52. Meskipun TPQ ini masih tergolong baru yaitu hanya memiliki 9 santri, namun santri-santri di TPQ ini tidak kalah juga memiliki segudang prestasi. Santri bernama Albi berhasil mendapat juara 1 lomba Adzan se-TPQ Dusun Barek dan Gapuk. Kemudian Nabila mendapat juara 1 lomba hafalan surat pendek di ajang perlombaan yang sama. Pengelola TPQ Darussalam mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Mereka melihat potensi besar dari kerja sama ini dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia. Perpisahan dan Penutupan Kegiatan Pengajaran TPQ Kegiatan ini dilaksakan pada tanggal 25 Januari 2025 yang mana dalam penutupan ini, mahasiswa KKM 52 pamit undur diri dan menyampaikan kesan pesan selama pengajaran di TPQ. Tidal hanya itu, di TPQ Thoriqul Huda kegiatan penutupan juga diadakan acara nobar kisah Isra' Mi'raj, hal ini juga untuk memperingati peristiwa Isra' Mi'raj. Kemudian acara ditutup dengan makan dan foto bersama. Lain halnya penutupan yang ada di TPQ Darussalam, penutupan dilakukan bersamaan dengan pembacaan juara perlombaan antar TPQ di Dusun Barek dan Gapuk. Penutup Kegiatan mengajar yang dilakukan mahasiswa KKM di tiga TPQ Desa Sumberngepoh ini merupakan salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dedikasi untuk mendukung pendidikan agama, mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Selama hampir tiga minggu, program ini berhasil memperlihatkan hasil yang signifikan, baik bagi para santri maupun lembaga pendidikan di desa tersebut. Kontribusi mahasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung perkembangan generasi muda yang religius dan berkarakter.  

Thumbnail
2 years ago
Seminar Positive Parenting: Membangun Generasi Gemilang di Desa Jedong

MOCH. ALFAN MIFTACHUL HUDA

Malang, 28 Desember 2024 - Dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam mendidik, Kelompok KKN Nirantara 37 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Positive Parenting: Belajar Mendidik, Membangun Generasi Gemilang Anak Bangsa". Acara ini diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Jedong, Jl. Raya Jedong No.234, Krobyokan, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, Dr. Hj. Rafiqoh Rosidi, M.Pd, seorang pakar pendidikan dan parenting yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai daerah. Dalam materinya, Dr. Rafiqoh menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, kasih sayang, dan pendekatan positif dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Desa Jedong dan sekitarnya. Ruang Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh para peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah menarik kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk terlibat secara aktif dalam diskusi. kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jedong, khususnya dalam aspek pendidikan keluarga. "Kami berharap seminar ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab," ujarnya. Acara seminar ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan dan diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Jedong dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan karakter yang kuat.  

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM Kelompok 80 Kunjungi Kebun Warga: Tingkatkan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

PUTRI NABILLA RESTYANI

[Ngebruk, 16 Januari 2025] Mahasiswa kkm kelompok 80 "Pancakarsa" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi kebun terong ibu Jumik di Ngebruk, Poncokusumo pada Kamis, 16 Januari 2025 pukul 08.30 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal pertanian lokal di Desa Ngebruk, Poncokusumo. Kebun Ibu Jumik yang terletak didesa Ngebruk, memiliki keberagaman tanaman berupa jeruk, dan jagung. Mahasiswa diajak langsung melihat pengolalaan kebun, dengan cara mencabuti penyangga bambu yang digunakan untuk menyangga pohon terong. Menurut bu jum beberapa hasil terong akan dijual di pasar gadang. Ia menjelaskan tentang pupuk terong dan juga obat apa saja yang dipakai jika terong mengalami masalah pada pertumbuhannya. Kami menyambut kegiatan kunjungan ini dengan sangat antusias. Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran tentang pertanian dan juga tantangan yang dihadapi dalam menanam terong. Kunjungan ke kebun Ibu Jum merupakan bagian dari program kunjungan dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Thumbnail
2 years ago
Didik Orang Tua, Selamatkan Anak: Program Parenting dan Pencegahan Stunting Oleh KKM 50 UIN Malang

PUTRI INTAN SYAFITRI

Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan mengonsumsi makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa terima kasih dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau menyampaikan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu, keluarga, komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autentik yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau terbatasnya anak kepada hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empati atau membangun rasa empati pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk kebersamaan & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para siswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam menjaga gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa serta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM Kelompok 80 Kunjungi Kebun Warga: Tingkatkan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

VAIZUL AZKYA

[Ngebruk, 16 Januari 2025] Mahasiswa kkm kelompok 80 "Pancakarsa" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi kebun terong ibu Jumik di Ngebruk, Poncokusumo pada Kamis, 16 Januari 2025 pukul 08.30 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal pertanian lokal di Desa Ngebruk, Poncokusumo. Kebun Ibu Jumik yang terletak didesa Ngebruk, memiliki keberagaman tanaman berupa jeruk, dan jagung. Mahasiswa diajak langsung melihat pengolalaan kebun, dengan cara mencabuti penyangga bambu yang digunakan untuk menyangga pohon terong. Menurut bu jum beberapa hasil terong akan dijual di pasar gadang. Ia menjelaskan tentang pupuk terong dan juga obat apa saja yang dipakai jika terong mengalami masalah pada pertumbuhannya. Kami menyambut kegiatan kunjungan ini dengan sangat antusias. Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran tentang pertanian dan juga tantangan yang dihadapi dalam menanam terong. Kunjungan ke kebun Ibu Jum merupakan bagian dari program kunjungan dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.