MOHAMAD ABDUL ROZZAQ
Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko Dalam rangka memperingati momen suci Isra Mi'raj, KKM 40 UIN Malang menggelar acara pawai yang meriah dan penuh makna di SDN 1 Sumbersuko. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga upaya strategis untuk menumbuhkan pemahaman dan rasa syukur terhadap peristiwa spiritual penting dalam sejarah Islam. Pawai dimulai dengan penampilan memukau dari regu Drum Band. Irama musik yang kuat dan dinamis segera menarik perhatian seluruh peserta dan warga sekolah. Barisan drum band dengan kostum yang serasi bergerak dengan koordinasi yang apik, memberi kesan meriah dan semangat pada awal acara. Dentuman drum dan harmoni musik menjadi penanda dimulainya pawai, sekaligus mengundang antusiasme para siswa untuk segera berbaris dan mengikuti rangkaian kegiatan. Setiap pukulan drum seakan mengajak hadirin untuk merenungkan makna spiritual Isra Mi'raj. Setelah penampilan drum band, barisan siswa dari masing-masing kelas mulai berbaris rapi. Kelas 1 hingga kelas 6 menampilkan formasi yang tertib, mencerminkan disiplin dan semangat kebersamaan. Setiap kelas mengenakan atribut dan kostum yang berbeda, namun tetap menjaga keseragaman dan semangat kolektif.Para siswa tampak bangga berbaris, mata mereka berbinar penuh semangat. Mereka tidak sekadar mengikuti pawai, namun juga tampak memahami makna di balik kegiatan tersebut. Guru-guru yang mendampingi turut memberikan arahan dan motivasi, memastikan setiap siswa memahami nilai-nilai spiritual yang dikandung peristiwa Isra Mi'raj. Acara ini lebih dari sekadar pawai biasa. Para pengurus KKM 40 UIN Malang dengan cermat merancang kegiatan untuk menumbuhkan rasa syukur pada peristiwa Isra Mi'raj. Melalui pawai ini, mereka ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Isra Mi'raj menjadi momentum untuk mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, keikhlasan, dan pentingnya senantiasa dekat dengan Allah SWT. Momen ini mengingatkan bahwa setiap tantangan dapat dilewati dengan keyakinan dan kepasrahan yang mendalam. Kegiatan yang diselenggarakan KKM 40 UIN Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kekuatan spiritual. Melalui pawai Isra Mi'raj, mereka berhasil menghadirkan suasana religius yang menyenangkan dan mendidik.Para siswa SDN 1 Sumbersuko mendapatkan pengalaman berharga. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pawai, namun juga turut belajar tentang sejarah, spiritualitas, dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan. Pawai Isra Mi'raj yang digelar KKM 40 UIN Malang di SDN 1 Sumbersuko telah berhasil menciptakan momen edukatif dan inspiratif. Acara ini membuktikan bahwa pendidikan spiritual dapat disampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, menginspirasi generasi muda untuk senantiasa dekat dengan nilai-nilai spiritual dan mencintai sejarah Islam.
NIDAUL HUSNIA
Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih
ALFIAN TRI ANANDA
Sumbersuko, 5 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan kegiatan sosialisasi bertema "Stunting dan Parenting." Acara ini berlangsung di Balai Desa Sumbersuko pada Minggu pagi, dihadiri oleh warga sekitar yang sangat antusias. Kepala Desa Sumbersuko memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Malang atas inisiatif mereka dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Acara ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan narasumber ahli, Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd, C.Ht, seorang ahli parenting, menyampaikan materi berjudul "Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Anak Tumbuh Kembang Optimal". Beliau menjelaskan pentingnya pola asuh yang tepat, serta memberikan tips praktis untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. Pemateri kedua ialah Sigita Ardelia Fista, S.Tr.Gz, seorang ahli gizi, membahas tema "Cegah Stunting Pada Anak". Dalam paparannya, ia menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, dampaknya pada perkembangan anak, serta cara-cara mencegahnya melalui pemenuhan gizi yang cukup dan pola hidup sehat. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 warga Desa Sumbersuko, yang sebagian besar adalah orang tua dan kader kesehatan desa. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi, khususnya sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta bertanya tentang cara mengelola pola makan anak di tengah keterbatasan ekonomi, yang dijawab oleh narasumber dengan saran pemanfaatan sumber pangan lokal bernutrisi tinggi. Ketua pelaksana kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan bekal kepada masyarakat untuk mencegah stunting melalui pola asuh yang baik dan pemenuhan gizi yang cukup," jelasnya. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk berkomitmen dalam mencegah stunting di lingkungannya masing-masing. Mahasiswa KKN UIN Malang berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan akademisi, Desa Sumbersuko dapat menjadi desa yang bebas stunting dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya
AKBAR FARIZ RAMZY
Bogor, 28 Desember 2024_ Keripik tempe yang selalu menjadi camilan favorit sebagian orang ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Usaha UMKM yang didirikan oleh Pak Arga menjadi sumber rezeki baru bagi masyarakat sekitar, berkat inovasi dan niat tulusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Mulanya beliau berprofesi sebagai reseller di salah satu market place hingga akhirnya memberanikan diri memulai usaha keripik tempe setelah terinspirasi video-video Youtube yang ia tonton. "Saya banyak belajar dari video-video yang saya tonton. Mulai dari coba-coba dan berhasil, akhirnya terciptalah pabrik keripik tempe ini hehehe" ujarnya. Dengan tekad dan semangat, Pak Arga pun mulai memproduksi keripik tempe yang kini dikenal luas di desa dan sekitarnya. Keripik tempe hasil produksi Pak Arga memiliki dua varian, keripik tempe sagu dan keripik tempe crispy. Dinamakan keripik tempe sagu karena menggunakan campuran tepung sagu, yang memberikan tekstur lebih renyah serta tampilan putih yang sangat menggiurkan. Sementara keripik tempe crispy memiliki rasa yang gurih dengan teksturnya yang sedikit lumayan tebal. Kedua varian ini menjadi pilihan yang disukai berbagai kalangan, karena selain rasanya enak, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Meski usaha ini terus berkembang, cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi proses pengolahan keripik tempe. Proses peragian tempe, yang menjadi tahap penting pembuatan keripik terkadang terhambat oleh cuaca yang sering berubah. "Kalau sekarang kan lagi musim hujan toh, nah itu bisa nunggu sampai 3 harian hingga akhirnya tempe bisa diolah menjadi keripik” jelas bapak berperawakan tegap itu. Selain sebagai usaha pribadi, motivasi Pak Arga mendirikan UMKM juga perlu diapresiasi. Beliau ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat desa dengan membuka lapangan pekerjaan. "Melalui usaha ini, saya harap dapat membantu warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Banyak warga Desa Situ Ilir yang kini bekerja bersama saya dalam proses produksi, terkhususnya para Ibu Rumah Tangga yang ingin menambah pemasukan membantu para suaminya" ujar Pak Arga. Kini, usaha keripik tempe yang didirikan oleh Pak Arga berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang. Selain membuka lapangan kerja, produk keripik tempe ini juga semakin dikenal oleh masyarakat luar desa, sehingga memberikan potensi pasar yang lebih luas. Dengan usaha yang dimulai dari menonton video, modal pribadi, dan semangat membantu sesama, Pak Arga telah berhasil menunjukkan bahwa usaha kecil seperti keripik tempe bisa menjadi sumber rezeki yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
MOCHAMMAD NUR KAHFI
Pada hari Kamis (23/1/2025) SDN 05 Turirejo menyambut kedatangan Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang. Siswa-siswi tampak senang membaca dan melihat koleksi buku yang tersedia, mereka menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias. Hampir seluruh siswa-siswi di SDN 05 Turirejo sudah bisa membaca dan mereka tidak sabar untuk mengeksplorasi berbagai koleksi buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini membawa suasana belajar baru dan semangat membaca bagi 144 siswa SDN 05 turirejo. Siswa-siswi tampak terlibat secara aktif dalam mengikuti kegiatan seperti membaca bersama dan berdiskusi tentang buku apa yang dipilih. Kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara mahasiswa kelompok 123 kuliah kerja mahasiswa UIN Malang dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang dalam rangka meningkatkan minat baca siswa-siswi dan memperkaya wawasan mereka di luar mata pelajaran. Dengan semangat dan rasa ingin tahu, siswa-siswi berebutan untuk memilih buku-buku yang disediakan, seperti buku cerita anak, komik, hingga buku pengetahuan umum seperti sains dan teknologi. Perbesar Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi anak-anak tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka. Anak-anak diajak berbicara tentang buku yang mereka sukai selama sesi diskusi setelah sesi membaca. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berbicara di depan umum, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka saat berbicara tentang ide-ide mereka. "Saya sangat senang karena kakak-kakak mahasiswa telah mendatangkan perpustakaan keliling di sekolah kami, ujar Aisyah". Dalam suasana tersebut terlihat siswa-siswi sangat senang dan antusias mendapatkan hal yang baru dari aktivitas belajarnya di sekolah. Mereka juga mendapatkan banyak pengetahuan dari buku-buku yang disediakan. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Siswi kelas 6, Safira berbagi cerita tentang bukunya yang dibaca yang berjudul Butet dan Orang Rimba. Buku tersebut menceritakan tentang aktivitas sehari-hari butet sebagai orang Rimba, seperti berburu, meramu, dan Bertani yang mencerminkan kearifan local dan hubungan harmonis dengan alam. Buku ini menyoroti tradisi dan budaya orang Rimba, termasuk ritual, lagu, dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penjelasan yang jelas dalam buku membuat Safira semakin tertarik untuk membaca buku tersebut. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling, merupakan bukti penting dari peningkatan budaya membaca bagi siswa-siswi di sekolah SDN 05 Turirejo. Melalui program ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk mendorong semangat literasi di seluruh elemen masyarakat khususnya di SDN 05 Turirejo. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan membawa efek positif yang berkelanjutan.