AMELYA IZMI AZIZAH
Malang, 6 Januari 2026 - Mahasiswa yang terlibat dalam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mengadakan seminar untuk memperkuat pojok keluarga dengan tema "Orang Tua Hebat, Anak Sehat: Peran Parenting dalam Pencegahan Stunting" di Balai RW 08 Tlogomas. Kegiatan ini dihadiri dengan semangat tinggi oleh seluruh ibu-ibu PKK. Seminar yang diadakan pada pagi hari Senin ini menampilkan narasumber istimewa, yaitu bapak Fathul Lubabin Nuqul seorang dosen dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga merupakan psikolog forensik dan berpengalaman menangani berbagai kasus di Indonesia. Kehadiran narasumber memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak serta mencegah stunting melalui pola asuh yang tepat. Seminar Parenting ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK tentang pola asuh yang sehat, gizi seimbang, dan stimulasi dini sebagai langkah konkret dalam pencegahan stunting. "Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi penggerak bagi keluarga sehat di lingkungan mereka masing-masing," ungkap salah satu panitia KKM. Kegiatan ini merupakanprogram kerja utama Mahasiswa KKM 126 yang tempat KKM nya di Masjid Al-Ghozali Tlogomas dengan Family Corner berbasis masjid sebagai tujuan utama. Kegiatan ini sebagai bentuk dalam mengaktifkan kembali kegiatan dari Family Corner. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Penguatan Pojok Keluarga", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/001_fujinurrizqiamelia7122/69651b86ed64155b93018133/penguatan-pojok-keluarga Kegiatan seminar ini dihadiri oleh ketua RW 08 Tlogomas, Pembimbing Lapangan di Masjid, Ketua PKK RW 08 serta Dosen Pembina Lapangan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan seminar parenting yang berorientasi pada pencegahan stunting dalam parenting orang tua. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari ketua KKM 126, Ketua RW 08, Pembimbing Lapangan, Ketua PKK RW 08 serta Dosen Pembina Lapangan yang menyampaikan bahwa pencegahan stunting melalui parenting penting untuk menciptakan generasi emas yang sudah menjadi tujuan dari presiden kita yakni Prabowo Subianto. Seminar ini menghadirkan narasumber Fathul Lubabin Nuqul, S.Psi., M.Si., yang menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif. Materi yang disampaikan adalah gaya pengasuhan orang tua serta faktor yang mempengaruhi dalam pola pengasuhan dimana hal tersebut menjadi langkah awal dalam pencegahan stunting. Seminar berlangsung dengan lancar dan dilengkapi sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta terlihat aktif berbagi pengalaman dan memperoleh strategi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
HIDAYATUN NI`MAH
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang menggelar penyuluhan pencegahan pernikahan dini di jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Dampit. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Diponegoro Dampit pada Senin (26/01/26) dan dilanjutkan di SMA Diponegoro Dampit pada Selasa (27/01/26). Penyuluhan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai risiko dan dampak pernikahan dini, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun psikologis. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang masih sering terjadi di kalangan remaja. Dalam pelaksanaannya, KKM Kelompok 84 UIN Malang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Dampit. Penyuluhan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa terkait pencegahan pernikahan dini sebelum materi disampaikan. Materi penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan edukatif, sehingga mampu mengajak siswa untuk berpikir kritis mengenai alasan mengapa pernikahan dini perlu dicegah. Para siswa tampak aktif mengikuti kegiatan dan terlibat dalam diskusi yang berlangsung selama penyuluhan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah menerima materi penyuluhan. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi indikator efektivitas penyelesaian materi yang telah diberikan. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap para siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perencanaan masa depan secara matang serta mampu mengambil keputusan yang bijak demi keberlangsungan pendidikan dan kehidupan mereka ke depan. Hentikan Nikah di Umur Muda: KKM Kelompok 84 UIN Malang Gela...(Ni'mah)
MOH BAHRUL ULUM
Malang | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital.
ABIDA RAHMANIA AZIZAH
Kegiatan pengabdian Mahasiswa KKM 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Masjid At-Taqwa Bumi Tunggul Wulung Indah, Lowokwaru, Kota Malang, diawali pada 18 Desember 2025 melalui survei dan pemaparan program bersama pengurus masjid. Dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, mahasiswa disambut langsung oleh Ketua Takmir dan jajaran pengurus. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat kondisi, kebutuhan, serta potensi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang edukasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi yang terjalin memberikan gambaran nyata bahwa Masjid At-Taqwa memiliki fasilitas dan modal sosial yang kuat untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas umat yang terpadu. Memasuki awal tahun, tepatnya pada 4 Januari 2026, mahasiswa menghadirkan inovasi dakwah berbasis digital melalui podcast bertema “Economic Crisis di Era Saat Ini dan Bagaimana Peran Masjid” bersama Bapak Amar Alphabet. Diskusi ini mengangkat realitas krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat dan menegaskan bahwa masjid dapat menjadi pusat solusi, bukan sekadar tempat ibadah ritual. Podcast yang ditayangkan melalui media sosial masjid ini menjadi ruang dialog terbuka tentang pentingnya jejaring, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi jamaah di tengah tantangan zaman. Tidak berhenti di sana, pada 10 Januari 2026 kembali digelar podcast bertema “Masjid dan Generasi Milenial: Dari Ritual ke Ruang Ekspresi Sosial” bersama Dr. Ir. H. Mochammad Rofieq, S.Si., M.T., IPU. Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa masjid perlu menjadi ruang yang inklusif dan memberi tempat bagi generasi muda untuk berkontribusi. Anak muda dengan potensi kreativitas dan literasi digitalnya dapat menjadi penggerak kegiatan masjid apabila diberi ruang, kepercayaan, dan komunikasi yang setara. Keesokan harinya, 11 Januari 2026, program berlanjut dengan seminar psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat” yang diikuti sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa. Menghadirkan Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, seminar ini menekankan pentingnya relasi emosional yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi tumbuh kembang yang optimal. Selain membahas pola asuh, materi juga menyinggung dampak stunting terhadap aspek kognitif dan psikologis anak, sehingga edukasi keluarga menjadi bagian penting dari penguatan masyarakat berbasis masjid. Selain kegiatan berbasis edukasi dan media digital, Masjid At-Taqwa juga rutin mengadakan terapi senam Ling Tien Kung setiap Minggu pagi. Puluhan warga, mayoritas lansia, mengikuti terapi ini dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana menjaga kesehatan fisik melalui gerakan ringan dan pengaturan pernapasan, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan antarjamaah. Masjid kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga kesehatan jasmani dan sosial. Pada 24 Januari 2026, mahasiswa kembali menghadirkan dua podcast edukasi kesehatan. Podcast pertama membahas “Etika Batuk” bersama dr. Dewi Sanusaningsih, Spesialis Mikrobiologi Klinik, yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menutup batuk dengan benar guna mencegah penularan penyakit. Tema sederhana ini diangkat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga kesehatan bersama. Di hari yang sama, podcast kedua menghadirkan dr. Bunga Petrina Oktarini, Spesialis Penyakit Dalam, dengan tema “Tips Berpuasa Aman bagi Penderita Gastritis.” Diskusi ini memberikan pemahaman ilmiah dan praktis agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman melalui pengaturan pola makan yang tepat. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa masjid dapat berkembang menjadi pusat peradaban kecil yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pengurus masjid, berbagai program yang dihadirkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan penguatan generasi muda. Masjid At-Taqwa pun tidak sekadar menjadi tempat beribadah, melainkan ruang bertumbuh bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.
NURIYAH IZZA AFKARINA
Membawa UMKM Desa Bunut Wetan Go Digital: Cerita KKM 76 Sadhana Mengubah Ekonomi Lokal Diterbitkan: 28 Desember 2025 | Oleh: Tim KKM 76 Sadhana Pernahkah Anda mencari warung makan atau toko terdekat melalui Google Maps? Di era digital ini, hampir semua orang melakukannya. Namun, tahukah Anda bahwa banyak UMKM di pedesaan yang produknya berkualitas tinggi justru belum bisa ditemukan di platform digital tersebut? Inilah yang menjadi perhatian kami, Kelompok 76 Sadhana dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, ketika melaksanakan pengabdian di Desa Bunut Wetan. Mengapa UMKM Harus Go Digital? Bayangkan Anda sedang berkunjung ke sebuah desa dan ingin mencari oleh-oleh khas atau tempat makan enak. Hal pertama yang Anda lakukan? Ya, membuka Google Maps! Sayangnya, banyak usaha lokal yang berkualitas tidak muncul di sana karena belum terdaftar. Kondisi inilah yang membuat produk-produk lokal Desa Bunut Wetan sulit berkembang. Padahal, potensi ekonomi di desa ini sangat besar. Mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga berbagai jasa yang dibutuhkan masyarakat. Fakta yang Kami Temukan: Sebagian besar pelaku UMKM hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut Konsumen dari luar desa kesulitan menemukan lokasi usaha Banyak peluang pelanggan terlewatkan karena tidak ada identitas digital Pelaku usaha tidak tahu cara memanfaatkan platform digital gratis Aksi Nyata: Mendaftarkan UMKM ke Google Maps Pada 27 Desember 2025, tim kami yang terdiri dari Farrah Illona, Halwan Wardani, dan Nuriyah Izza Afkarina turun langsung ke lapangan. Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi benar-benar membantu pelaku UMKM dari nol hingga usaha mereka terdaftar dan bisa ditemukan di Google Maps. Bagaimana Prosesnya? 1. Survey dan Pemetaan Langkah pertama, kami berkeliling desa untuk memetakan UMKM yang ada. Dari warung makan, toko kelontong, bengkel, salon, hingga home industry makanan ringan - semuanya kami catat. 2. Kunjungan Door-to-Door Kami mendatangi satu per satu pelaku usaha. Di sini, kami menjelaskan manfaat memiliki kehadiran digital dan bagaimana Google Maps dapat membantu usaha mereka berkembang. Antusiasme mereka luar biasa! Banyak yang tidak sabar ingin usahanya segera "masuk internet". 3. Pengumpulan Data Lengkap Setiap usaha kami dokumentasikan dengan detail: nama usaha, alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, jam buka tutup, jenis produk atau layanan, dan keunikan yang mereka tawarkan. 4. Sesi Foto Produk Inilah bagian yang paling seru! Kami membantu memotret produk, tempat usaha, dan suasana toko dengan angle terbaik. Visual yang menarik sangat penting untuk menarik perhatian calon pelanggan di dunia digital. 5. Pembuatan Google Maps Dengan bimbingan kami, setiap pelaku usaha memilikititik lokasi Google Maps mereka sendiri. Kami membantu mereka untuk menandai lokasi dengan akurat di peta. Perubahan yang Mulai Terlihat Meskipun baru beberapa hari sejak peluncuran, dampaknya sudah mulai terasa: Peningkatan Pengunjung Beberapa usaha melaporkan ada pelanggan baru yang datang setelah menemukan mereka di Google Maps. Terutama pengendara yang melewati Desa Bunut Wetan dan mencari tempat makan atau bengkel terdekat. Motivasi Berinovasi Para pelaku UMKM menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas. Mereka sadar bahwa sekarang usaha mereka bisa dilihat banyak orang, jadi harus memberikan yang terbaik. Kolaborasi Antar UMKM Yang menarik, ada beberapa pelaku usaha yang mulai saling merekomendasikan. Misalnya, warung makan merekomendasikan toko oleh-oleh, atau salon merekomendasikan jasa fotografi untuk dokumentasi pernikahan. Pembelajaran Berharga bagi Kami Program ini bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bunut Wetan, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada kami sebagai mahasiswa: Teori vs Praktik Di kampus kami belajar tentang ekonomi digital, e-commerce, dan digital marketing. Tapi ketika turun langsung, kami belajar bahwa implementasinya jauh lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk setiap individu. Kesederhanaan yang Berdampak Kami tidak melakukan sesuatu yang rumit atau membutuhkan teknologi canggih. Hanya Google Maps - tools gratis yang sudah ada. Namun dampaknya sangat besar bagi pelaku UMKM yang sebelumnya tidak tersentuh digitalisasi. Empati dan Kesabaran Tidak semua orang punya latar belakang teknologi. Ada yang butuh dijelaskan berulang kali, ada yang takut salah, ada yang awalnya skeptis. Ini mengajarkan kami untuk lebih sabar dan empatik. Kolaborasi adalah Kunci Kami bekerja dalam tim, berkoordinasi dengan perangkat desa, dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM. Tanpa kerjasama yang baik, program ini tidak akan berjalan lancar Pesan untuk Pelaku UMKM di Mana Pun Jika Anda adalah pelaku UMKM yang belum go digital, inilah waktunya! Tidak perlu takut atau merasa tidak mampu. Mulailah dari langkah sederhana: Daftar Google Bisnis - Gratis dan mudah! Buat profil yang menarik - Foto bagus, deskripsi jelas Minta ulasan pelanggan - Review positif sangat membantu Update informasi secara rutin - Jaga profil tetap aktif Manfaatkan tools gratis lainnya - WhatsApp Business, Instagram, dll. Ingat, di era digital ini, tidak terlihat di internet = tidak ada. Jangan biarkan usaha Anda yang sudah susah payah dibangun tenggelam hanya karena tidak hadir secara digital. Terima Kasih, Desa Bunut Wetan! Kepada seluruh warga Desa Bunut Wetan, khususnya para pelaku UMKM yang telah menyambut kami dengan hangat dan antusias, terima kasih sebesar-besarnya. Kalian mengajarkan kami tentang kegigihan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah dalam berbisnis. Kepada Kepala Desa dan perangkat desa yang telah mendukung program kami, terima kasih atas kepercayaan dan fasilitasnya. Kepada dosen pembimbing dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, terima kasih telah memberikan kesempatan kami untuk belajar dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.