ELIZA AGUSTINA
Desa Kalipare memiliki kekayaan potensi lokal yang belum sepenuhnya terpetakan dan terinformasikan kepada masyarakat luas. Selama ini, informasi mengenai batas wilayah, sumber daya alam, infrastruktur, serta potensi ekonomi dan sosial budaya masih tersebar dan sulit diakses. Kondisi ini menghambat perencanaan pembangunan yang efektif, investasi yang tepat sasaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa. Pihak yang terdampak langsung dari permasalahan ini meliputi pemerintah desa sebagai pengambil kebijakan, masyarakat sebagai pelaku pembangunan, serta pihak eksternal seperti investor dan peneliti yang membutuhkan informasi detail mengenai potensi desa. Pemerintah desa kesulitan dalam merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat, masyarakat kurang memiliki informasi untuk berpartisipasi aktif, sementara pihak eksternal kesulitan dalam mengidentifikasi peluang investasi dan penelitian. Apabila kondisi ini terus berlanjut, risiko yang muncul antara lain pembangunan yang tidak terarah, pemanfaatan sumber daya yang tidak optimal, serta hilangnya peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai solusi, policy brief ini merekomendasikan pembuatan peta Desa Kalipare yang komprehensif dengan visualisasi potensi lokal menggunakan desain bawaan atau default. Peta ini akan mencakup informasi detail mengenai batas wilayah, topografi, hidrologi, penggunaan lahan, infrastruktur, potensi sumber daya alam, serta lokasi-lokasi penting seperti fasilitas umum, tempat wisata, dan pusat kegiatan ekonomi. Pembuatan peta akan dilakukan dengan memanfaatkan data yang tersedia, survei lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat. Desain peta akan menggunakan standar default yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh semua pihak. Implementasi pembuatan peta desa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai potensi lokal, memfasilitasi perencanaan pembangunan yang partisipatif, menarik investasi, serta meningkatkan promosi potensi desa kepada masyarakat luas. Peta ini akan disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media seperti website desa, papan informasi, serta kegiatan-kegiatan sosialisasi.
RHEVITA AULIA RAHMA
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Menguatkan Pemberdayaan Berbasis Budaya Lokal Sosialisasi Family Corner di Majelis Sholawat (Foto Pribadi KKN 122 UIN MALANG) KOTA MALANG - Selayaknya perguruan tinggi yang mengimplementasikan tridarmanya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membentuk ratusan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pada periode ini kampus mengusung tema lama yang tidak hanya mengabdi kepada masyarakat di pelosok desa, namun juga lingkungan sosial sekitar masjsid. Kampus bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang untuk menerapkan program baru yang bernama “Family Corner” secara eksklusif di masyarakat. Pada tanggal 23 Desember 2025 kelompok KKM 122 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah resmi memulai pengabdiannya di Masjid Al-Mustaqim, Kelurahan Jatimulyo Lowokwaru Kota Malang. Semangat baru yang digaungkann oleh peserta KKM melalui serangkaian program berkelanjutan dan partisipasi aktif dalam denyut nadi kehidupan masyarakat mampu menyuntikkan energi positif bagi masyarakat lingkungan Masjid Al-Mustaqim. Kegiatan ini diawali dengan Pembukaan KKM yang khidmat, yang menjadi tonggak komitmen mahasiswa untuk turut serta dalam pembangunan desa. Sebagai langkah awal membangun kedekatan dan pemahaman, mahasiswa langsung melaksanakan sensus penduduk secara door to door. Metode ini dipilih bukan hanya untuk memperoleh data yang akurat, tetapi lebih penting untuk menjalin kontak personal dengan setiap keluarga. Dari obrolan di teras rumah dan pintu ke pintu, mahasiswa mendengarkan cerita, kebutuhan, dan aspirasi warga secara langsung, sehingga program kerja yang dirancang dapat benar-benar menyentuh akar persoalan dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dua program utama yang menjadi fokus dengan pendekatan berkelanjutan adalah sosialisasi Family Corner dan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). Family Corner diperkenalkan untuk mendorong terciptanya budaya literasi di dalam rumah, menjadikan sudut baca sebagai pusat pembelajaran keluarga yang dapat memperkuat ikatan dan pengetahuan bersama. Sementara sosialisasi UPZ bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan zakat yang modern dan akuntabel, sehingga potensi ekonomi umat dapat terkumpul dan didistribusikan secara lebih efektif untuk kesejahteraan bersama, sekaligus memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang. Di ranah pendidikan, semangat belajar anak-anak semakin menyala dengan kehadiran mahasiswa KKM yang mengajar di TK dan SD setempat. Dengan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, mereka membantu mengisi kekosongan tenaga pendidik dan menyuntikkan energi baru dalam suasana kelas, menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan interaktif bagi para siswa. Tidak berhenti pada program struktural, mahasiswa KKM juga larut dalam irama kegiatan rutin masyarakat yang kaya akan nilai spiritual dan kebersamaan. Mereka aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang menjadi penyeimbang jiwa dan raga warga. Setiap pagi usai shalat Subuh, diramaikan dengan pembacaan Surat Al-Waqi’ah bersama. Kegiatan keagamaan lain seperti Ratibul Haddad, pengajian kitab, serta sholawatan rutin turut dihidupkan untuk memperdalam ketakwaan dan menjaga tradisi keilmuan agama. Untuk menjaga kesehatan jasmani, senam bersama digelar secara berkala, menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran bagi segala usia. Selain itu, ada juga ruang khusus bagi pemberdayaan perempuan melalui Muslimatan yang diikuti ibu-ibu, serta kegiatan sosial seperti “Jumat Berkah” yang penuh dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Kegiatan mengaji bersama juga menjadi salah satu rutinitas yang memperkaya batin dan memperkuat fondasi agama generasi muda. Melalui integrasi yang erat dan pendekatan yang humanis ini, mahasiswa KKM tidak sekadar menjalankan tugas pengabdian, tetapi telah menjadi bagian dari komunitas yang belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Mereka hadir sebagai sahabat, pendengar, dan mitra bagi warga Desa Bioro. Diharapkan, setiap kegiatan yang telah dirancang dan dijalankan bersama ini dapat meninggalkan jejak yang dalam membangun fondasi yang kuat untuk kemandirian dan kemajuan desa dan masjid, serta menanamkan nilai-nilai yang terus bersemi bahkan setelah masa KKM berakhir. Sinergi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal ini menjadi kunci keberhasilan dalam menuliskan lembaran baru pembangunan desa yang berkelanjutan, di mana hubungan yang terbangun bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai sebuah ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan untuk masa depan yang lebih baik.
ADIBAH KAMIL
Posyandu Desa Sumbersari Sertakan Edukasi Baby Blues 26 Januari 2026 Kegiatan Posyandu yang disertai penyuluhan Baby Blues dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 154 yang ikut berperan aktif dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM dibagi ke dalam beberapa pos pelayanan sesuai alur kegiatan Posyandu. Pos pertama dikhususkan pada proses pendaftaran peserta, baik balita, lanjut usia, maupun usia produktif. Selanjutnya pos kedua melayani pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan tekanan darah bagi lansia dan masyarakat usia produktif. Dokumentasi Posyandu pada Pos 2 Pada pos ketiga, petugas melakukan pencatatan hasil pemeriksaan ke dalam buku kesehatan dan lembar pemantauan, baik untuk balita maupun lansia. Kemudian, pos keempat melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan bagi lansia, seperti pengecekan kadar gula darah dan denyut nadi. Sementara itu, untuk balita, orang tua hanya menyerahkan lembar Posyandu. Peserta lansia dan balita yang memiliki BPJS juga didaftarkan ke dalam sistem e-Puskesmas sebagai bagian dari tindak lanjut pelayanan kesehatan. Rangkaian kegiatan ditutup di pos kelima, yakni Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disertai dengan penyuluhan Baby Blues bagi ibu-ibu yang memiliki balita. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai kondisi psikologis pasca melahirkan. Setelah pemaparan materi, peserta juga menerima brosur edukatif sebagai bahan bacaan lanjutan. Dokumentasi Pemaparan Materi oleh Teman-teman Kelompok KKM 154 Melalui kegiatan ini, Posyandu tidak hanya menjadi ruang pemantauan kesehatan fisik, tetapi juga wadah edukasi kesehatan mental bagi ibu dan keluarga, sekaligus mewujudkan kolaborasi antara pelajar dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan desa. Dokumentasi Teman-teman KKM Kelompok 154 bersama Perangkat Desa dan Pelaksana Posyandu Ditulis oleh : Angkatan Laut
SITI TRI WULANDARI
Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons atas realitas sosial yang masih menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Materi yang kami sampaikan tidak hanya berfokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah pencegahannya. Selain penyampaian materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih personal, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati. Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.
MUHAMMAD WILDAN KHOIRUL IZZAM GHONI
Bakso Teras merupakan salah satu UMKM unggulan yang berada di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, yang hadir sebagai usaha kuliner dengan cita rasa khas rumahan dan suasana yang hangat. Dengan konsep sederhana di teras rumah, Bakso Teras menjadi tempat favorit warga untuk menikmati bakso yang lezat, terjangkau, serta dilayani dengan ramah. Kehadiran usaha ini tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam KKM Eshora, kami berupaya mendukung perkembangan Bakso Teras melalui kegiatan promosi, publikasi digital, serta pembuatan konten kreatif agar usaha ini semakin dikenal luas. Kami berharap Bakso Teras dapat terus berkembang melalui inovasi menu, peningkatan kualitas pelayanan, dan pemanfaatan media digital. Dengan dukungan masyarakat dan semangat wirausaha yang kuat, Bakso Teras berpotensi menjadi ikon kuliner Desa Sukomulyo serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama.
MUHAMMAD FARHAN ROFIQI
KKM 81 Abhinaya Bhakti melaksanakan kegiatan Jumat Bersih sebagai program rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat selama masa pengabdian di Desa Ngadilangkung. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan masjid dan musholla sebagai upaya menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kesakralan tempat ibadah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pelaksanaan Jumat Bersih perdana dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan menyasar ke beberapa musholla di wilayah Desa Ngadilangkung. Lokasi kegiatan meliputi Musholla Joko Lelono di Jalan Sidodadi RT 04/ RW 01, Musholla At-Thoriq di Jalan Sidodadi RT 06/ RW 03, serta Musholla Sunan Kalijogo di Jalan Sidodadi Barat RT 06/ RW 03. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan membersihkan area dalam dan luar musholla. Kegiatan Jumat Bersih selanjutnya dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan Lokasi Masjid At-Thohiriyah di Jalan Sidoluhur RT 03/ RW 01 dan Masjid Al Husain di Jalan Sidomakmur Barat RT 04/ RW 03. Selain itu, pada jadwal berikutnya direncanakan pembersihan musholla Miftahul Huda di Jalan Sidoluhur RT 03/RW 03, serta Musholla Babussalam di Jalan Sidoluhur Barat RT 05/ RW 03. Jadwal kegiatan akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, mahasiswa KKM 81 Abhinaya Bhakti dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Kelompok pertama terdiri dari Rofiqi, Fathan, Millati, dan Mufida. Kelompok kedua terdiri dari Amar, Abieza, Aisyah, Umrah, dan Alva. Sementara kelompok ketiga terdiri dari Vian, Sastra, Izzul, Muwati, daan Madilla. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pelaksanaan pembersihan dapat berjalan lebih efektif dan merata di setiap lokasi. Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan tempat ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.