MUHAMMAD HELMI AL AZHAR
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
NURIL INDAH HUMAIROH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 09 UIN Malang mengawali rangkaian program pengabdian kepada masyarakat dengan melaksanakan survei sosial di lingkungan Masjid An-Nur. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh data lapangan yang akurat terkait kondisi sosial, kebutuhan warga, serta potensi yang dimiliki masyarakat sekitar masjid. Survei sosial tersebut dilaksanakan dengan cara mendatangi rumah warga satu per satu. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menggali informasi seputar kondisi sosial, kegiatan keagamaan, serta berbagai permasalahan dan harapan warga terhadap program KKM yang akan dijalankan. Pendekatan ini dipilih agar data yang diperoleh lebih objektif dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei dilakukan dengan melewati koordinasi bersama Rukun Warga (RW) daan Rukun Tetangga (RT) terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Selain sebagai metode pengumpulan data, kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan awal antara mahasiswa KKM dan warga. Melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah, mahasiswa dapat membangun komunikasi yang lebih akrab, memperkenalkan keberadaan KKM, serta menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap program-program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Ketua KKM 09 UIN Malang menyampaikan, “Survei ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung agar program kerja yang kami susun benar-benar sesuai kebutuhan warga.”ujarnya Survei sosial ini menjadi fondasi penting dalam perencanaan program kerja. Dengan memahami kondisi masyarakat secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menyusun kegiatan yang lebih relevan, bermanfaat, dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan warga di sekitar Masjid An-Nur. Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei juga melibatkan koordinasi dengan pengurus masjid dan perangkat setempat agar proses pengumpulan data berjalan tertib dan sesuai dengan kondisi lingkungan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang dihimpun benar-benar merepresentasikan keadaan masyarakat secara menyeluruh. Data hasil survei yang telah dikumpulkan tidak hanya digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja KKM, tetapi juga akan dilaporkan dan diserahkan kepada pihak UIN Malang sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, hasil survei ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program KKM di masa mendatang. Melalui kegiatan survei sosial ini, mahasiswa KKM 09 UIN Malang menunjukkan komitmennya untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara terencana, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. Diharapkan, seluruh program yang akan dijalankan nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung peran Masjid An-Nur sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
ADHITYA RAMDANI ZUHDY
Malang -- PAUD Budi Utomo Dusun Sundan, Desa Plaosan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Malang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Kamis, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM Kelompok 72 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh wali murid PAUD Budi Utomo serta para orang tua yang memiliki balita di wilayah sekitar Dusun Sundan. Kegiatan sosialisasi tersebut mengusung tema "Optimalisasi Peran Keluarga melalui Parenting dan Pemenuhan Gizi dalam Pencegahan Stunting". Tema ini diangkat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, khususnya dalam pencegahan stunting. Materi parenting disampaikan oleh Kepala Sekolah PAUD Budi Utomo, Ibu Nanik. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak. Pola asuh yang tepat, komunikasi yang baik, serta pendampingan orang tua secara konsisten dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak. Sementara itu, materi mengenai stunting disampaikan oleh Ibu Dewi Nurfiana, selaku Bidan Lansia Posyandu. Ia menjelaskan pengertian stunting, faktor penyebab terjadinya stunting, dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Peserta kegiatan mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi balita, serta upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 72 UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan anak usia dini, serta masyarakat dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "PAUD Budi Utomo Gelar Sosialisasi Stunting dan Parenting di Dusun Sundan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/dharmasevana20257990/69808c44c925c42db4587ed3/paud-budi-utomo-gelar-sosialisasi-stunting-dan-parenting-di-dusun-sundan Kreator: KKM 72 Dharmasevana 2025
FA`IZ NUR RAHMA
MALANG, Tugumalang.id – Dalam rangka memberi kemudahan akases layanan konsultasi keluarga bagi masyarakat. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meresmikan Family Corner dan juga menggelar acara Seminar Parenting.Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (27/1/2026). KKM Kelompok 19 UIN Malang memfasilitasi seluruh rangkaian acara, mulai dari pelantikan pengurus serta Seminar Parenting lintas generasi dalam satu kesatuan program kerja yang komprehensif. Langkah Strategis Menjamin Keberlanjutan Layanan Konsultasi Keluarga Dalam laporannya, Renata Dwi Yasarah menjelaskan rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin.“Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan layanan konsultasi keluarga di lingkungan masyarakat,” ujar Renata. Kelompok KKM 19 UIN Malang berperan penting dalam mengawal pembentukan struktur. Sehingga ke depannya warga memiliki wadah resmi yang dikelola secara profesional untuk mengadukan serta mencari solusi atas permasalahan rumah tangga. Family Corner sebagai Ruang Aman bagi Masyarakat Pada kegiatan utama yang dilaksanakan KKM Kelompok 19 UIN Malang. Inisiator Family Corner UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag secara resmi meresmikan fasilitas tersebut sekaligus memberikan sosialisasi mendalam terkait konsep Family Corner. “Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil,” jelas Prof. Mufidah. Dalam sosialisasinya, ia menekankan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi. Selain itu juga sebagai solusi atas berbagai problematika rumah tangga dengan landasan nilai-nilai religi yang kokoh. Gandeng Dosen Psikologi UIN Malang dalam Acara Seminar Parenting Melengkapi aspek sosialisasi kelembagaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber dari dosen Psikologi UIN Malang, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd, C.HT. Melalui materi bertema Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek. Ia memberikan pandangan dan strategi praktis pengasuhan yang menitikberatkan pada pentingnya keselarasan komunikasi antara tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh di era digital yang penuh tantangan. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga lokal dan penggiat keluarga, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang edukasi seperti sangatlah tinggi. Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19, dan takmir Masjid Ainul Yaqin serta kepengurusan Family Corner. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui peresmian dan pembekalan materi ini, Family Corner Masjid Ainul Yaqin siap beroperasi secara optimal untuk memberikan manfaat luas bagi kemaslahatan umat.
KENAN DWI PUTRA
Pada hari jumat tanggal 17 bulan januari 2026 Kuliah kerja Mahasiswa kelompok 190 bersama pihak sekolah SDN 1 NGLEBENG, mengadakan acara lomba memperingati isra mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi dengan tujuan menanamkan nilai nilai keislaman dan melatih kepercayaan diri melalui lomba adzan dan lomba da'i, dan ditutup dengan lomba fashion show yang bertemakan islami. Kegiatan itu merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa kkm dan pihak sekolah, dan diikuti oleh para siswa SDN 1 NGLEBENG. Kegiatan sekolah tersebut juga membantu sekolah untuk menemukan bibit bibit bakat dari siswa dan siswi, hal tersebut terbukti dari lomba adzan dan da'i yang menunjukkan beberapa bakat unggul siswa dan siswi terkait kepercayaan diri serta kemampuan mereka dalam public speaking yang baik. Melalui kegiatan ini pihak sekolah dan pihak KKM 190 Dari UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan agar para murid murid dan guru khususnya SDN 1 NGLEBENG lebih mengetahui potensi siswa dan agar dapat menjadi peluang untuk prestasi kemudian hari.
NAZLAH AFRIYANA EL-ZAKKIE
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.