Thumbnail
2 months ago
Langkah Pagi Menuju Tanah Suci: Pendampingan Calon Jamaah Haji Kota Batu, Junrejo Desa Beji dalam Menjaga Istitaah

BRILIANT SAYYED IBRAHIM

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, terutama saat terlibat langsung dalam pendampingan calon jamaah haji di Kota Batu, tepatnya Kecamatan Junrejo, Desa Beji. Program ini berfokus pada upaya menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran fisik para calon jamaah agar tetap memenuhi kriteria istitaah sebagai syarat utama sebelum keberangkatan haji tahun 2026. Salah satu intervensi sederhana namun bermakna yang kami lakukan adalah kegiatan jalan kaki rutin setiap pagi. Setiap pagi, kami berkumpul dan berjalan bersama menyusuri jalan kampung Desa Beji dengan udara yang sejuk dan suasana yang tenang. Di bawah langit pagi yang cerah, para calon jamaah mulai dari usia dewasa hingga lansia melangkah perlahan namun penuh semangat. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan jamaah. Sambil berjalan, kami memberikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik teratur, pengendalian tekanan darah, pengelolaan gula darah, serta menjaga pola makan dan stamina agar tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah semangat para calon jamaah. Meskipun sebagian sudah berusia lanjut, mereka tetap antusias mengikuti setiap sesi jalan pagi. Tidak jarang terdengar canda dan cerita pengalaman hidup yang membuat suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Dari langkah-langkah sederhana itu, saya melihat betapa besar niat dan harapan mereka untuk bisa berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi sehat. Melalui kegiatan pendampingan ini, saya menyadari bahwa persiapan haji tidak hanya tentang kelengkapan administrasi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Jalan kaki pagi menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar dalam meningkatkan kebugaran sekaligus kesadaran hidup sehat. Pengalaman KKM ini mengajarkan saya arti empati, komunikasi, dan peran penting tenaga kesehatan dalam mendukung masyarakat. Bagi saya, setiap langkah yang kami tempuh bersama bukan hanya latihan fisik, tetapi juga bagian dari ikhtiar mengantarkan calon jamaah haji Desa Beji menuju perjalanan ibadah yang lancar, aman, dan penuh keberkahan.

Thumbnail
2 months ago
Penanaman Bibit Pepaya sebagai Upaya Penghijauan dan Pemberdayaan Desa Ngenep

M.ROBI ILMI

Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif merupakan salah satu langkah strategi dalam mendukung penghentian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa. Berangkat dari semangat tersebut, kelompok KKM Unggulan Fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang 249 melaksanakan kegiatan penanaman bibit pepaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan lahan kekosongan di wilayah pedesaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Vasum Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa, 20 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKM yang fokus pada optimalisasi potensi masyarakat lokal dan pemberdayaan.   Penanaman bibit pepaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua RT setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga seluruh anggota KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang. Sinergi antara mahasiswa, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan tertib.Pemilihan tanaman pepaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai sangat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat serta memiliki masa panen yang relatif cepat. Selain itu, adanya dukungan bibit pepaya unggul dalam jumlah besar dari Dosen Pembimbing Lapangan menjadi peluang besar untuk memanfaatkan lahan vakum atau lahan tidur yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Pepaya juga tidak membutuhkan lahan yang luas dan perawatannya relatif mudah, sehingga sangat cocok dijadikan contoh tanaman produktif yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat.   Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif merupakan salah satu langkah strategi dalam mendukung penghentian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa. Berangkat dari semangat tersebut, kelompok KKM Unggulan Fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang 249 melaksanakan kegiatan penanaman bibit pepaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan lahan kekosongan di wilayah pedesaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Vasum Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa, 20 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKM yang fokus pada optimalisasi potensi masyarakat lokal dan pemberdayaan.   Penanaman bibit pepaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua RT setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga seluruh anggota KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang. Sinergi antara mahasiswa, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan tertib.Pemilihan tanaman pepaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai sangat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat serta memiliki masa panen yang relatif cepat. Selain itu, adanya dukungan bibit pepaya unggul dalam jumlah besar dari Dosen Pembimbing Lapangan menjadi peluang besar untuk memanfaatkan lahan vakum atau lahan tidur yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Pepaya juga tidak membutuhkan lahan yang luas dan perawatannya relatif mudah, sehingga sangat cocok dijadikan contoh tanaman produktif yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat.   Tujuan utama dari penanaman bibit pepaya ini adalah mengubah kekosongan lahan menjadi aset produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media edukasi praktis bagi masyarakat dalam mengelola lahan kosong secara efektif dan berkelanjutan.Kegiatan ini lebih terfokus pada aspek penghijauan dan pemanfaatan lahan vasum yang sebelumnya belum digunakan, dengan harapan ke depan dapat berkembang menjadi sumber nilai ekonomi bagi warga.Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi tanah di lokasi penanaman termasuk subur dan sangat memadai untuk pertumbuhan tanaman pepaya. Lingkungan sekitar juga mendukung, sehingga diharapkan bibit pepaya dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang baik di masa mendatang.Kegiatan penanaman bibit pepaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam,pemanfaatan lahan agar tidak terbengkalai,peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan,penyediaan tanaman produktif yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.Penanaman bibit pepaya ini menjadi simbol nyata upaya kolaboratif antara pelajar dan masyarakat dalam sumber sumber daya desa. Lebih dari sekadar kegiatan penghijauan, program ini merupakan investasi jangka panjang demi kesejahteraan ekonomi dan keinginan pangan Desa Ngenep.

Thumbnail
2 months ago
Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN

MAHARDIKA PUTRA SUMARSONO

Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM.  Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/cynthiadestaanggraini9273/695a7485ed6415767946ca92/merajut-harmoni-pengabdian-pembukaan-kkm-reguler-kelompok-114-dan-115-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-di-desa-balesari?page=all#section1 Kreator: Cynthia Desta Anggraini      

Thumbnail
2 months ago
Pembukaan KKM di Desa Gading Kembar: Langkah Awal Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

KHOLID ROYNALDI ASYIQAR

Pembukaan KKM di Desa Gading Kembar: Langkah Awal Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi penanda dimulainya proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini berjalan dengan khidmat dan tertib, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pihak kampus. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Desa Gading Kembar, Bapak Imam, yang mewakili pemerintah desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Hasyim Amrullah, M.A. Kehadiran kedua tokoh ini menjadi simbol dukungan dan kepercayaan terhadap peran mahasiswa sebagai mitra desa dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Bapak Imam menyampaikan harapan agar mahasiswa KKM dapat beradaptasi dengan lingkungan desa, menjunjung tinggi etika sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Gading Kembar. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara mahasiswa dan warga agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara itu, Bapak Hasyim Amrullah, M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menegaskan bahwa KKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial, mengasah empati, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun relasi dengan masyarakat. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian kegiatan KKM dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi desa, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dengan dimulainya KKM ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa nilai, gagasan, dan kontribusi positif bagi Desa Gading Kembar.    

Thumbnail
2 months ago
Belajar Bersama, Tumbuh Bersama: Pengalaman Mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in

RIZKA OKTAVIA ROMADHONI

Kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu bentuk pengabdian yang kami lakukan selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Dalam kesempatan ini, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, turut terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendampingi proses pembelajaran siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kami membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, membimbing siswa saat mengerjakan tugas, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Sebagai mahasiswa, pengalaman terjun langsung ke ruang kelas memberikan pembelajaran yang tidak kami dapatkan di bangku perkuliahan. Kami belajar bagaimana menghadapi karakter siswa yang beragam, mengelola kelas, serta menyesuaikan metode pembelajaran agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif berinteraksi. Kehadiran mahasiswa di kelas memberikan suasana baru yang membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Interaksi sederhana, seperti berdiskusi dan bermain sambil belajar, menjadi momen yang berkesan. Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa peran pendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan motivasi, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Kegiatan belajar mengajar ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat makna pengabdian bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Kami berharap keterlibatan kami dalam kegiatan belajar mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in dapat memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah. Bagi kami, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.  

Thumbnail
2 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

MUZFAHUL AKMAL SHIRATH

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun perlombaan yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini. Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat bersama warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh masyarakat golongan dari yang muda sampai dengan yang tua. Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah. Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah memahami makna ayat yang dibacakan. Dalam perayaannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan perayaan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah yang diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta penghargaan kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid. Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah. Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut. Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.