Thumbnail
8 months ago
Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari

NAZALUNA SANIA ZAHRO

Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM.  Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa.

Thumbnail
8 months ago
PELAJARAN KONSISTENSI DAN INOVASI LAYANAN DI UPTD PPA KABUPATEN MALANG

MUHAMMAD FALIQUL ISHBAH

Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Pengabdian ini bukan sekadar hadir, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi serta menyambut tamu, terdapat misi untuk meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap nilai profesionalisme yang tidak selalu didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi dan evaluasi bersama salah satu staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami memperoleh banyak wawasan berharga tentang realitas dunia kerja.   Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan dalam pelayanan publik, yakni memastikan masyarakat memahami alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali memasuki lobi. Menjawab kebutuhan tersebut, Kelompok 262 menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak berupa Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari staf karena dinilai mampu memangkas waktu pelayanan di meja depan. Klien tidak lagi perlu menyalin nomor atau tautan secara manual, cukup memindai barcode untuk memperoleh informasi yang cepat dan akurat. Bagi pihak instansi, inilah bentuk jejak yang diharapkan: sistem yang dapat digunakan secara berkelanjutan meskipun masa tugas KKM telah berakhir.   Selain pembenahan layanan fisik, kami juga berupaya memperkuat wajah digital instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mengandalkan peta digital saat mencari lokasi bantuan. Dalam prosesnya, kami menerima masukan yang jujur dan konstruktif dari staf. Langkah awal dinilai baik, namun diperlukan standar ketelitian yang lebih tinggi agar masyarakat dapat menemukan titik lokasi secara presisi tanpa risiko tersesat. Kritik ini menjadi pelajaran penting bahwa detail kecil dalam ranah digital dapat menentukan kecepatan akses pertolongan bagi korban. Validasi data yang akurat menjadi keharusan, bukan pilihan.   Momen reflektif juga hadir dalam evaluasi kinerja harian. Mahasiswa KKM 262 dinilai memiliki semangat tinggi serta mampu menghadirkan suasana kerja yang lebih hangat. Namun, terdapat catatan penting terkait konsistensi dan mentalitas profesional. Ritme kerja serta inisiatif jemput bola harus dijaga secara berkelanjutan, tidak hanya aktif di awal masa penugasan atau saat terdapat instruksi tertentu. Pemerataan inisiatif di antara seluruh anggota kelompok menjadi kunci agar kualitas pelayanan tetap prima setiap hari.   Satu kata kunci yang diberikan kepada kelompok kami adalah: “Ditingkatkan.” Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan bentuk kegagalan, melainkan dorongan untuk bertumbuh. Masukan ini menjadi bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan memperkuat inisiatif pada sisa masa pengabdian, sehingga keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang. 

Thumbnail
8 months ago
Puncak PELITA Meriahkan Pembelajaran Anak di Sumbersari

FARID REFADA RAFLY

Kegiatan puncak Program PELITA (Pembelajaran Iman dan Tadarus Anak) dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2026, di TPQ Hidayatul Mubtadi-ien, Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Acara yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi penutup rangkaian pendampingan keagamaan yang dilakukan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 154 bersama anak-anak TPQ. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana yang menyampaikan tujuan pelaksanaan puncak PELITA serta gambaran aktivitas yang akan diikuti peserta. Setelah itu, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok secara acak melalui metode berhitung, untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan di setiap pos pembelajaran. Pada pos pertama, peserta diminta membaca Al-Qur’an dan mendapatkan bintang sebagai bentuk apresiasi. Selanjutnya, anak-anak berpindah ke pos kedua untuk menghafalkan doa-doa yang sebelumnya telah diajarkan oleh mahasiswa selama program PELITA berlangsung. Pos ketiga mengangkat materi kisah Nabi Muhammad SAW, dengan pemberian soal seputar riwayat dan keteladanan beliau. Sementara itu, pada pos keempat, peserta mengikuti permainan tebak gerakan wudhu sebagai penguatan pemahaman praktik ibadah. Setelah seluruh pos selesai dilalui, anak-anak kembali dikumpulkan untuk mengikuti lomba kelompok yang berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini sekaligus menjadi penilaian akhir untuk menentukan nominasi juara peserta PELITA. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ustadzah TPQ Hidayatul Mubtadi-ien yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan kontribusi mahasiswa KKM dalam kegiatan pembelajaran anak-anak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat mitra kepada TPQ Hidayatul Mubtadi-ien sebagai bentuk kerja sama dan penghargaan atas kolaborasi yang telah terjalin. Melalui puncak PELITA ini, mahasiswa KKM berharap nilai-nilai keimanan, semangat belajar, dan kebersamaan yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan berlanjut di lingkungan TPQ dan masyarakat Desa Sumbersari.

Thumbnail
8 months ago
Mengabdi Untuk Negeri: KKM Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang Hadir dalam Pengabdian Nyata di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang

MUHAMMAD UMAR MUDJIB

Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata dunia akademik terhadap program Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan dalam kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.   KKM Unggulan PSGA UIN Malang ini diikuti oleh delapan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Mereka akan menjalankan pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 05 Januari 2026 hingga 14 Februari 2026. Kehadiran mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan pengelola asrama, mengingat Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang masih berada pada fase awal pengembangan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.   Sebagai sekolah yang baru diluncurkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan berbasis kerakyatan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang yang dinilai membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta perspektif perlindungan anak dan kesetaraan gender.   Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang menawarkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan secara bertahap selama masa pengabdian. Salah satu program utama adalah Ruang Tumbuh Bersama, yang berfokus pada pendampingan akademik dan psikososial siswa. Program ini meliputi peran mahasiswa sebagai fasilitator bimbingan belajar, baik di lingkungan sekolah maupun asrama, serta pendampingan khusus bagi siswi dengan kebutuhan belajar seperti disleksia.   Selain itu, program Ruang Tumbuh Bersama juga mencakup kegiatan pemberdayaan perempuan melalui agenda keputrian, bimbingan belajar, hingga mengaji bersama di asrama sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan keagamaan lainnya turut dirancang untuk membangun karakter, spiritualitas, dan rasa aman bagi peserta didik, khususnya siswi yang tinggal di lingkungan asrama.   Program kerja berikutnya adalah Micro Edukasi PSGA, yakni kegiatan edukasi berskala kecil yang dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif. Tema-tema yang diangkat selaras dengan fokus PSGA, di antaranya pencegahan bullying, kekerasan seksual, perlindungan tubuh, kesetaraan gender, serta isu-isu perlindungan anak lainnya. Micro edukasi ini dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan usia serta pengalaman siswa Sekolah Rakyat.   Mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan minat dan bakat, sekaligus memperkuat iklim sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Kehadiran mahasiswa menjadi mitra strategis bagi guru dan pengelola sekolah dalam menghidupkan berbagai aktivitas non-akademik.     Tidak hanya menjalankan program khusus, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga turut membantu dan mengikuti kegiatan rutin asrama. Kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, senam pagi, mengaji sore dan malam, hingga bimbingan belajar pada malam hari. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keseharian ini menjadi bagian dari proses pembauran dan penguatan relasi sosial dengan para siswa.   Sebagai puncak kegiatan, KKM Unggulan PSGA UIN Malang merencanakan pelaksanaan seminar akbar pada penutupan program. Seminar ini akan mengangkat tema kekerasan seksual dan perlindungan anak, yang akan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus penguatan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.   Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM Unggulan PSGA UIN Malang tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra pengabdian yang berupaya memberikan dampak nyata. Kehadiran mahasiswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan program pemerintah dapat berjalan seiring demi penguatan pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa.            

Thumbnail
8 months ago
Kelompok KKN 261 PSGA Laksanakan Micro Edukasi Bullying di Sekolah Rakyat 47 Malang

MEI DIANA DWI NUR AZIZAH

Malang – Dalam rangka menjalankan program kerja di bidang pendidikan dan sosial, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 261 PSGA melaksanakan kegiatan edukasi mikro dengan tema “Stop Bullying” di Sekolah Rakyat 47 Malang. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa sebagai upaya pencegahan perilaku bullying sejak dini serta untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Kegiatan mikro edukasi ini diawali dengan menyampaikan materi mengenai pengertian bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, maupun nonverbal, yang dapat menyakiti orang lain. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis bullying, seperti bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan bullying melalui media digital. Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menyampaikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, mengucilkan teman, hingga tindakan kekerasan fisik. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa Sekolah Rakyat 47 Malang. Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemutaran video edukasi tentang bullying. Video tersebut menampilkan ilustrasi kejadian bullying di sekolah serta dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban, baik dari segi mental, emosional, maupun kepercayaan diri. Melalui video ini, siswa diajak untuk lebih memahami perasaan korban bullying dan pentingnya sikap empati serta saling menghargai antar sesama. Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menceritakan pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami terkait perilaku bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang positif. Melalui kegiatan mikro edukasi ini, diharapkan siswa Sekolah Rakyat 47 Malang dapat memahami bahaya bullying serta mampu mengenali dan menghindari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menumbuhkan sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan berani melaporkan jika terjadi tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan micro edukasi bullying ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Kelompok KKN 261 PSGA dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari bullying. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kepedulian sosial dapat tertanam sejak dini pada diri siswa.

Thumbnail
8 months ago
PELAJARAN KONSISTENSI DAN INOVASI LAYANAN DI UPTD PPA KABUPATEN MALANG

MUHAMMAD MILZAM HIBATUL HAQ

Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Bagi kami, pengabdian ini bukan sekadar datang, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi dan menyambut tamu, terselip misi untuk meninggalkan "jejak" yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap ilmu profesionalisme yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi hangat dan evaluasi bersama salah satu Staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami mendapatkan banyak insight mahal tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan di unit pelayanan publik, yaitu memastikan masyarakat paham alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali masuk lobi. Menjawab hal ini, Kelompok 262 berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, yakni Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini disambut baik oleh staf UPTD PPA karena dinilai sangat memangkas waktu pelayanan di meja depan. Beliau menyebutkan bahwa inovasi ini memudahkan klien karena tidak perlu menyalin nomor atau link secara manual, melainkan cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Bagi staf, inilah bentuk "jejak" yang diharapkan—sebuah sistem yang bisa dipakai jangka panjang (sustainable) meski mahasiswa KKM sudah selesai bertugas. Selain layanan fisik, kami juga mencoba membenahi "wajah digital" instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mencari bantuan hanya bermodalkan peta di ponsel pintar. Terkait hal ini, kami mendapatkan masukan yang sangat jujur dan membangun dari staf. Beliau menilai langkah awal ini sudah baik, namun menuntut standar detail yang lebih tinggi agar klien benar-benar mudah menemukan titik lokasi tanpa tersesat. Kritik konstruktif ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, khususnya penanggung jawab program, bahwa satu detail kecil di ranah digital bisa sangat menentukan kecepatan pertolongan bagi korban, sehingga validasi data harus dilakukan dengan sempurna. Momen paling berharga justru datang dari evaluasi kinerja harian. Di mata staf, mahasiswa KKM 262 dikenal memiliki semangat tinggi dan mampu menghidupkan suasana kantor menjadi lebih hangat. Namun, ada nasihat penting mengenai mentalitas kerja profesional yang menjadi "tamparan sayang" bagi kami. Staf mengingatkan agar ritme kerja dan inisiatif jemput bola harus tetap konsisten, tidak hanya aktif di awal atau saat ada tugas saja. Beliau menekankan pentingnya pemerataan inisiatif bagi seluruh anggota kelompok agar pelayanan di meja depan selalu prima. Satu kata kunci yang diberikan staf untuk kelompok kami adalah: "Ditingkatkan." Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan dorongan semangat. Masukan ini kami terima sebagai bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan meningkatkan inisiatif di sisa waktu pengabdian kami, demi memastikan keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang.