Thumbnail
2 months ago
Kolaborasi UIN Malang dan UPZ Masjid Al Iksan Dorong Pengelolaan Zakat Profesional

ABDUL ROOFI

 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan tata kelola keumatan.Melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) LP2M, UIN Malang bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Iksan menggelar Workshop Pengelolaan Zakat, Sabtu (24/1/2025), bertempat di Masjid Al Iksan, wilayah Gadang, Kota Malang. Workshop yang mengusung tema “Menguatkan Peran UPZ Masjid dalam Menjaga Amanah Umat” ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ Masjid Al Iksan serta perwakilan UPZ dari sejumlah masjid di sekitar wilayah Gadang. Kegiatan ini dirancang untuk memaksimalkan pengelolaan zakat, khususnya dalam aspek perencanaan, pendistribusian, serta pelaporan yang profesional dan akuntabel. Kegiatan diawali dengan sambutan pengurus Takmir Masjid Al Iksan yang diwakili Ustad Sya’roni.Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ yang selama ini telah mengemban amanah umat dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang membawa energi positif bagi masjid melalui berbagai kegiatan kolaboratif. “Sejak kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di Masjid Al Iksan, Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu. Banyak kegiatan yang berjalan dengan baik melalui kolaborasi mahasiswa dan takmir masjid, termasuk workshop pengelolaan zakat hari ini,” ujar Ustad Sya’roni. Workshop ini menghadirkan narasumber Ustad Muhammad Akrom, M.Ag, Dosen Fakultas Syariah UIN Malang. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Ustad Akrom menjelaskan pentingnya transformasi pengelolaan zakat dari pola konsumtif menuju produktif. Melalui pendekatan tersebut, zakat diharapkan mampu memberdayakan mustahik agar memiliki keterampilan dan modal usaha yang berkelanjutan. “Dengan pengelolaan yang tepat, mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa penguatan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi merupakan kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. “Zakat yang dikelola secara amanah dan modern dapat menjadi solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan sosial serta membangun kemandirian finansial umat,” tegasnya Sementara itu, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM UIN Malang Kelompok Pradipaloka 118, menegaskan bahwa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat di tingkat masjid. Menurutnya, optimalisasi pengelolaan zakat tidak semata diukur dari besarnya jumlah penghimpunan, tetapi juga dari kualitas tata kelola kelembagaan. “Pengelolaan zakat harus direncanakan dengan baik, dikelola secara profesional, dan dilaporkan secara transparan serta akuntabel. Inilah esensi amanah yang harus dijaga oleh pengurus UPZ,” ujar Miftahul Huda Ia menambahkan, workshop yang digagas bersama mahasiswa KKM UIN Malang ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pengurus UPZ. “Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus UPZ sangat penting agar kepercayaan masyarakat terus tumbuh dan pengelolaan zakat dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” imbuhnya. Dr. Miftah menegaskan, kegiatan edukatif seperti workshop pengelolaan zakat perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. “Sebagai pengelola amanah umat, pengurus UPZ harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya agar pengelolaan zakat semakin berkualitas,” tutupnya. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan zakat fitrah di Masjid Al Iksan dan masjid-masjid sekitarnya semakin siap, profesional, serta mampu menjalankan amanah umat secara bertanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
kerja bakti di balai desa gadingkembar, wujud kepedulian mahasiswa kkm terhadap lingkungan desa

MUHAMMAD NAFI`UL MUKHSI

Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang melaksanakan kegiatan kerja bakti di Balai Desa Gading Kembar yang berlokasi di Dusun Gasek Wetan, Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Januari 2025, dengan melibatkan mahasiswa KKN serta perangkat desa setempat. Kerja bakti ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan balai desa sebagai pusat kegiatan masyarakat. Fokus kegiatan meliputi pembersihan halaman, penataan area sekitar balai desa, serta membersihkan fasilitas umum yang sering digunakan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan gotong royong. Mahasiswa KKN bersama perangkat desa saling bekerja sama, mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan desa. Partisipasi aktif dari seluruh pihak menunjukkan bahwa kerja bakti bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berkontribusi secara fisik dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama. Balai desa yang bersih dan tertata diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas desa. Seluruh rangkaian kegiatan kerja bakti berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai budaya luhur masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
Menghidupkan Semangat Isra’ Mi’raj 1447 H: Kolaborasi MI Al-Ittihad Paras dan KKN 129 UIN Malang

KHOIRUN NISA

Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1447 H, KKM Kelompok 129 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan MI Al-Ittihad Paras menyelenggarakan kegiatan Pawai dan Lomba Islami pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MI Al-Ittihad Paras dan Dusun Paras dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh murid.  Peringatan Isra’ Mi’raj bukan hanya sekadar mengenang perjalanan luar biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat beribadah, khususnya dalam menjaga shalat lima waktu yang menjadi perintah langsung dalam peristiwa tersebut. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa murid-murid MI tidak hanya membutuhkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui pawai dan lomba, siswa belajar: bekerja sama dalam tim, bersikap sportif, berkreasi dan mengekspresikan diri, menerima kekalahan dengan lapang dada, bersabar, dan menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan sikap mulia yang sangat penting bagi pembentukan karakter mereka di masa depan. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan susunan acara; pembukaan oleh MC, sambutan Kepala Dusun Paras, sambutan Kepala MI Al-Ittihad Paras, sambutan Ketua Pelaksana, pembacaan doa, dan penutupan sesi pembukaan. Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pawai mengelilingi Dusun Paras yang dimeriahkan oleh grup drumband MI Al-Ittihad Paras. Suasana dusun menjadi semakin semarak dengan atribut kreatif dan dekorasi yang dibuat oleh masing-masing kelas. Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai cabang lomba yang dibagi berdasarkan jenjang kelas; untuk Kelas 4–6 ada lomba pidato, MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), dan membaca puisi. Sedangkan untuk Kelas 1–3 ada lomba menyanyi, lomba adzan, dan lomba mewarnai. Setiap cabang lomba diambil Juara 1, 2, dan 3. Selain itu, terdapat penghargaan khusus untuk Dekorasi Pawai Terbaik yang diambil satu juara. Setelah seluruh perlombaan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah berupa sertifikat dan alat tulis, serta piala untuk juara terbaik pawai. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebelum murid-murid diperkenankan pulang. Kegiatan ini memberikan banyak dampak positif, di antaranya: murid-murid memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan dan bermanfaat, murid-murid belajar nilai-nilai karakter seperti disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab, guru-guru mendapatkan inspirasi untuk kegiatan kreatif di masa mendatang. Antusiasme dan keceriaan yang terlihat sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh siswa untuk terus meneladani semangat dan perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
2 months ago
Sosialisasi Anti Bullying: Kolaborasi MI Al-Ittihad dan KKM 129 UIN Malang

ACHMAD MUSYAFIQ

Sosialisasi bahaya bullying dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN 129 UIN Malang pada 21 Januari 2026 di aula MI Al-Ittihad, Dusun Paras, Desa Karangnongko. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MI Al-Ittihad serta didampingi kepala sekolah dan dewan guru. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, dan sosial), dampak negatifnya, serta cara pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran contoh kasus, tanya jawab, dan simulasi sikap anti-bullying. Program ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya pemahaman siswa mengenai tindakan perundungan, termasuk ejekan yang sering dianggap hal biasa. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan kesadaran siswa untuk saling menghormati serta terciptanya komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN 129 UIN Malang di bidang pendidikan dan sosial.

Thumbnail
2 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

MOCHAMAD WILDAN QOLBI HABIBI

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.   Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini.   Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua.   Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah.   Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan.   Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid.   Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah.   Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut.   Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.

Thumbnail
2 months ago
Menanamkan Kesigapan Sejak Kecil: Mahasiswa UIN Malang & BPBD Gelar Simulasi Bencana di SDN 3 Sarongan

EKA BAGUS ARDIANSYAH

Sadar bahwa keselamatan diri harus dipahami sejak dini, mahasiswa KKM Kelompok 186 "Cakrawala" dari UIN Malang berinisiatif menggelar kegiatan yang sangat krusial bagi warga pesisir. Pada Jumat (23/01/2026), mereka mengadakan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 3 Sarongan. Langkah ini diambil karena Desa Sarongan, yang berada di pesisir selatan Banyuwangi, secara geografis memang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Tujuannya jelas: mahasiswa ingin anak-anak di sana tidak hanya pasrah saat bencana datang, tapi punya bekal mental dan teknik untuk menyelamatkan diri. Agar edukasi yang diberikan bukan sekadar teori, tim Cakrawala menggandeng BPBD Kabupaten banyuwangi dan tim lokal Desa Sarongan. Kerja sama ini memastikan setiap instruksi yang diterima siswa sesuai dengan standar keselamatan nasional. Di sini, teori di kelas dan praktik di lapangan digabung menjadi satu paket pembelajaran yang seru. Awalnya, anak-anak diberikan pemahaman tentang tanda-tanda alam sebelum bencana dengan bahasa yang mudah dicerna dan tidak menakuti-nakuti. Namun, suasana berubah "tegang" sekaligus seru saat simulasi dimulai. Lewat efek suara dentuman dan guncangan yang disetel keras, mental siswa diuji. Mereka langsung sigap mempraktikkan gerakan lindungi kepala dan mencari tempat berlindung. Keseruan makin memuncak saat anak-anak diajarkan cara menolong orang lain. Mereka tidak hanya belajar lari menyelamatkan diri, tapi juga dilatih menggunakan tandu evakuasi Petugas BPBD dengan sabar mengajari cara mengangkat korban agar tetap stabil dan tidak memperparah cedera. Melihat antusiasme mereka saat mencoba memikul tandu, rasanya anak-anak ini bukan lagi sekadar murid sekolah, tapi calon relawan tangguh di masa depan. Meski topiknya serius, mahasiswa KKM 186 berhasil membungkusnya dengan keceriaan. Di sela-sela latihan, ada sesi ice breaking dan game berhadiah yang membuat suasana pecah. Rasa lelah pun tertutup oleh semangat mereka berebut menjawab pertanyaan seputar mitigasi bencana. Pihak sekolah dan perangkat desa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, pengetahuan yang didapat siswa tidak berhenti di sekolah, tapi juga diceritakan ke orang tua di rumah. Dengan begitu, Desa Sarongan perlahan bisa menjadi "Desa Tangguh Bencana." Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama yang penuh tawa. Kelompok Cakrawala telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat paling bermakna adalah yang memberikan bekal bagi keberlangsungan hidup warga di masa depan.