NADIA ZAHRA NOOR MALIZA
Suasana Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, tampak lebih hidup dari biasanya pada malam hari. Tepat pukul 19.30 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka rangkaian kegiatan pengabdian mereka di tengah masyarakat Desa Ngadireso.Acara pembukaan KKM ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang dengan antusias menyambut kehadiran para mahasiswa. Balai desa menjadi ruang pertemuan awal antara dunia akademik dan masyarakat, menandai dimulainya proses belajar bersama yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga langsung di tengah kehidupan desa. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKM UIN Malang yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM, yakni sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta upaya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kepedulian sosial. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh pihak pemerintah desa yang menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program KKM yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Melalui acara pembukaan ini, mahasiswa KKM secara simbolis diterima oleh Pemerintah Desa Ngadireso. Harapannya, keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan desa, tetapi mampu berkontribusi nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan masyarakat.
ALINDA SA`DIYAH
UNIVERSITAS ISLAM MALIKI —Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada tanggal 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, rasa bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis dimaknai sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita menampilkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi marshaller pesawat dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diulas dan disimpan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karir mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
DIAZ AHSA AL GIBRAN
Senin-Selasa, (19-20 Januari 2026), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 102 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan. Sosialisasi Anti-Bullying yang diselenggarakan di SDN 1 dan SDN 2 Sumberngepoh, Dusun Krajan dan Barek, Desa Sumbemgepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama Kelompok KKM Ethora yang bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan sosialisasi di SDN 1 Sumberngepoh diikuti oleh 48 siswa kelas 3 hingga kelas 6, serta di SDN 2 Sumberngepoh diikuti oleh 134 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenal. pentingnya sikap saling menghargai serta bahaya perilaku perundungan (bullying) di beberapa lingkungan seperti lingkungan sekolah, rumah, masyarakat dan internet. Pelaksanaan kegiatan di SDN 1 Sumberngepoh berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026 dan dimulai pada pukul 08.00 WIB, tepat setelah selesainya kegiatan upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi. Kegiatan diawali dengan pembukaan secara nonformal oleh Kak Ani dan Kak Diaz selaku pembawa acara Mengingat peserta sosialisasi berasal dari beberapa jenjang kelas yang berbeda, mahasiswa KKM mengemas. kegiatan secara menarik dan interaktif melalui ice breaking serta yel-yel, sehingga suasana acara menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan tidak monoton. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan Ibu Yuyun selaku Kepala Sekolah SDN 1 Sumberngepoh, yang menyampaikan pemaparan singkat mengenai perbedaan antara bercanda dan bullying. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti berupa sosialisasi anti-bullying yang disampaikan oleh Kak Azza dan Kak Ita. Adapun materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, tempat terjadinya bullying, dampak bullying, serta upaya-upaya pencegahan bullying. Di sela-sela penyampaian maten, pemateri juga memberikan beberapa kuis sederhana yang berkaitan dengan tema bullying. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri yang diserahkan langsung oleh Kak Wahid selaku penanggung jawab kegiatan, sebelum akhirnya ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. Sementara itu, pelaksanaan sosialisasi di SDN 2 Sumberngepoh dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026 dan dimulai pada pukul 08.00 WIB, setelah kegiatan Sekolah Plus Ngaji (SPN) selesai dilaksanakan. Acara dibuka oleh Kak Diaz dan Kak Ani selaku pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan suasana santai dan komunikatif. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ibu Sofia Agustin Adhaningrum selaku Kepala Sekolah SDN 2 Sumberngepoh, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter diusia dini sehingga bullying relevan untuk dibahas dalam kegiatan penyuluhan di SDN 92 Sumberngepoh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi anti-bullying oleh Kak Azza dan Kak Ita, Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diterima dengan baik oleh siswa darni berbagai jenjang kelas. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana para siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pendapat terkait pengalaman mereka di lingkungan sekolah. Rangkaian kegiatan di SDN 2 Sumberngepoh kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi anti-bullying ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi nyata dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya penanaman pendidikan karakter pada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu saling menghargai dan menghormati sesama. menghindari tindakan perundungan, serta menjalin pertemanan tanpa adanya sikap diskriminatif maupun perbedaan perlakuan.
FIRDA PUTRI ALFADILAH
Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.
ROHMAN WIDIANTO
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan penempatan Bank Sampah di Dusun Duren, Desa Dawuhan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengelolaan lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 93 Kalventra membuat dan menempatkan lima unit Bank Sampah yang didistribusikan di lima Rukun Tetangga (RT), yaitu RT 45, RT 46, RT 47, RT 48, dan RT 49. Setiap RT menerima satu Bank Sampah yang dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai sarana pengelolaan sampah anorganik. Penempatan Bank Sampah dilakukan di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Penentuan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa dan pengurus RT agar Bank Sampah dapat digunakan secara optimal oleh warga di masing-masing wilayah. Program Bank Sampah ini bertujuan untuk mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat dikumpulkan dan dikelola dengan baik sehingga mampu mengurangi volume sampah serta memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat. Kegiatan penempatan Bank Sampah mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun Duren. Antusiasme warga terlihat dari dukungan serta kesiapan untuk memanfaatkan Bank Sampah yang telah disediakan di setiap RT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 93 Kalventra berharap Bank Sampah yang telah ditempatkan dapat digunakan secara berkelanjutan serta menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Dusun Duren, Desa Dawuhan. https://www.kompasiana.com/kkmkalventra93/696665a634777c7b5e2cb452/penempatan-bank-sampah-sebagai-upaya-pengelolaan-sampah-di-dusun-duren-desa-dawuhan
NUR NAJMI JAMILAH
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses pembelajaran sosial yang dialami secara langsung. Kegiatan KKM ini dilaksanakan di SRMP 14 Batu selama 40 hari dan diikuti oleh mahasiswa lintas program studi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang tergabung dalam KKM Unggulan PSGA Kelompok 264. Selama masa pengabdian, mahasiswa ditempatkan dalam lingkungan sekolah menengah pertama yang menjadi ruang strategis untuk berkontribusi dalam penguatan karakter, relasi sosial, serta pemahaman diri peserta didik yang berada pada fase remaja awal. Fase ini merupakan periode perkembangan yang krusial, di mana siswa mulai mengeksplorasi identitas diri, membangun hubungan sosial yang lebih kompleks, serta menunjukkan peningkatan sensitivitas terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menuntut pendekatan komunikasi yang tepat agar setiap bentuk intervensi edukatif dapat diterima dan dipahami secara optimal. Selama pelaksanaan KKM, kelompok melaksanakan beberapa program kerja utama, yaitu sosialisasi kepemimpinan dan budaya organisasi, sosialisasi anti-bullying, kegiatan ecoprinting, serta bedah film edukatif. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam aspek pengembangan karakter, kesadaran sosial, dan kreativitas siswa. Sosialisasi kepemimpinan dan budaya organisasi bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta peran individu dalam kelompok sejak dini. Sosialisasi anti-bullying menjadi salah satu kegiatan yang paling relevan dengan dinamika remaja, karena secara langsung membahas bentuk-bentuk perilaku perundungan, dampaknya terhadap kondisi psikologis, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Kegiatan ecoprinting dilaksanakan sebagai sarana edukasi lingkungan yang aplikatif, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses kreatif dengan memanfaatkan bahan alami. Sementara itu, bedah film digunakan sebagai media reflektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan empati siswa melalui diskusi nilai moral dan relasi sosial yang ditampilkan dalam film. Selain melaksanakan program kerja utama, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung sebagai bentuk pengabdian kepada pihak sekolah, antara lain membantu administrasi perpustakaan, melakukan pendampingan siswa OSIS dalam persiapan kegiatan keagamaan Isra’ Mi’raj, serta mendampingi kegiatan keagamaan berupa mengajar mengaji. Keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam dinamika institusi sekolah serta membangun hubungan kerja sama yang lebih dekat dengan guru dan siswa. Dalam lingkup internal kelompok, penulis berperan sebagai bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan selama pelaksanaan KKM, mencakup kebutuhan konsumsi, operasional harian, serta pembiayaan program kerja. Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, penulis juga terlibat sebagai penanggung jawab peserta didik yang mengarahkan dan mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, sebagai operator dalam aspek teknis pelaksanaan, serta sebagai konsultan yang membantu menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan siswa agar materi dapat tersampaikan secara efektif. Pengalaman yang paling menantang sekaligus berkesan selama KKM adalah proses menyesuaikan diri dalam berkomunikasi dengan siswa tingkat SMP. Perbedaan karakteristik perkembangan antara anak usia sekolah dasar dan remaja awal menuntut pendekatan yang lebih sensitif, adaptif, dan kontekstual. Remaja awal berada pada tahap awal pengenalan hubungan sosial yang lebih luas serta mulai membentuk pemahaman tentang jati diri, sehingga penyampaian informasi terkait nilai diri, relasi yang sehat, dan empati perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Proses ini menjadi tantangan tersendiri, namun sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Interaksi langsung dengan siswa membuka wawasan penulis mengenai pentingnya peran pendidik dan pendamping dalam membantu remaja menavigasi masa eksplorasi, perubahan emosi, serta kecenderungan untuk bereksperimen dengan berbagai peran sosial. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKM di SRMP 14 Batu tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengembangkan kepekaan sosial, keterampilan komunikasi, serta pemahaman terhadap dinamika perkembangan remaja dalam konteks pendidikan, yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.