SITI NAJAHATUL IMTIHAN
Membangun "Benteng" Empati di Sekolah: KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Anti-Bullying di SRMP 14 Kota Batu Kota Batu - Mahasiswa KKN Unggulan PSGA UIN Malang melaksanakan program kerja kedua, yaitu Sosialisasi Anti-Bullying dengan tema "Sekolah Aman, Aku Nyaman" di Sekolah Rakyat (SRMP) 14 Kota Batu pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula SRMP 14 Kota Batu ini dihadiri dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VIL Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman siswa mengenai definisi bullying, beserta contoh, dampak, dan langkah pencegahannya. Harapannya, siswa menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai, menyayangi, berempati, serta membudayakan perilaku untuk tidak mengejek, merendahkan, atau mengucilkan tem merupakan persoalan serius dengan dampak negatif yang mendalam, baik secara psikologis, terhadap proses belajar, maupun terhadap kehidupan sosial di sekolah, sehingga dianggap sepele. disampaikan bahwa siswa tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap perilaku tidak menyenangkan, baik yang dialami maupun disaksikan, kepada wali kelas, guru Bimb seling (BK), wali asuh, atau orang dewasa terpercaya lainnya. Dengan menekankan bahwa melapor adalah tindakan berani dan bertanggung jawab, diharapkan peserta didik menyadari enciptakan kenyamanan dan keamanan di sekolah adalah tanggung jawab bersama. Untuk membuat sosialisasi lebih interaktif dan menyenangkan, mahas memperkenalkan Tepuk Aman dan Lagu Nyaman. Kedua kreasi ini berisi ajakan untuk tidak saling menyakiti, menghakimi, mencaci maki, serta menumbuhkan sikap saling menyayangi edaan. siswa tampak jelas sejak sesi hateri hingga rd interaktif, di mana mereka aktif berpartisipasi. Bagi siswa SRMP, kegiatan ini berfungsi sebagai penguatan karakter positif dan keberanian untuk melapor ketika menyaksikan tindakan tidak baik. Bagi PSGA UIN Malang, program ini menjadi bentuk kontribusi nyata melalui pengabdian sekaligus wahana pengalaman bagi mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan program edukatif. Sementara bagi Sekolah Rakyat 14 Kota Batu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya iklim sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Bagi mahasiswa KKN Unggulan Gentara 264, momen ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi ilm anti-bullying. Melal mereka berharap nilai-nilai positif tidak hanya dipahami, tetapi jus oraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari, sehingga siswa dapat tumbuh sebagai gener empati, bertanggung jawab, dan penyayang. Sebagai saran ke depan, program serupa dapat lebih dua langkah praktis membuat dan menyebarkar entang tata cara melapor dan saluran bantuan anti-bullying yang ditempatkan strategis di sekolah. Kedua, mengadakan sesi rutin (misalnya setiap a ceramah singkat, diskusi kelompok, atau pemutaran video inspiratif untuk terus mengingatkan memperkuat pesan anti-bullying di kalangan siswa. Dengan cara ini, pemahaman yang telah dibangun dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budava sekolah sehari-hari.
MUHAMMAD NAUFAL GAZALBA
Kegiatan sosialisasi seminar yang diselenggarakan di Desa Merak Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi.
RANIA
https://www.kompasiana.com/kkmunggulangentara264/695f04f1c925c448e45639e2/kkm-unggulan-264-psga-uin-malang-dorong-budaya-organisasi-lewat-sosial-di-sekolah
SARAYA ZAHIRA SHOFA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM-Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, perasaan bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis diinterpretasikan sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita memperlihatkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi aircraft marshaller dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat ditinjau dan dipetakan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karier mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.
NADIA ZAHRA NOOR MALIZA
Suasana Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, tampak lebih hidup dari biasanya pada malam hari. Tepat pukul 19.30 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka rangkaian kegiatan pengabdian mereka di tengah masyarakat Desa Ngadireso.Acara pembukaan KKM ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang dengan antusias menyambut kehadiran para mahasiswa. Balai desa menjadi ruang pertemuan awal antara dunia akademik dan masyarakat, menandai dimulainya proses belajar bersama yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga langsung di tengah kehidupan desa. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKM UIN Malang yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM, yakni sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta upaya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kepedulian sosial. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh pihak pemerintah desa yang menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program KKM yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Melalui acara pembukaan ini, mahasiswa KKM secara simbolis diterima oleh Pemerintah Desa Ngadireso. Harapannya, keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan desa, tetapi mampu berkontribusi nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, maupun pemberdayaan masyarakat.
ALINDA SA`DIYAH
UNIVERSITAS ISLAM MALIKI —Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pratikara Sahaya melaksanakan program kerja bertajuk “Jariku Ceritaku” di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada tanggal 27–28 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam empat sesi kelas dengan dua kelas pada hari pertama dan dua kelas pada hari berikutnya. Program “Jariku Ceritaku” bertujuan untuk menjadi media refleksi dan ekspresi pengalaman bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta mengisi cetakan lima jari pada selembar kertas, dengan masing-masing jari berisi satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut bertujuan menggali pengalaman traumatis, rasa bangga terhadap diri sendiri, cita-cita, harapan di masa depan, serta perasaan tidak percaya diri yang dialami peserta didik. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penjelasan mengenai makna serta teknis pengisian pertanyaan pada setiap jari. Peserta kemudian diminta merefleksikan diri dan menuliskan jawaban atas pertanyaan yang tersedia. ”Jariku Ceritaku” secara simbolik melambangkan, jari jempol dan jari kelingking sebagai kekurangan atau kelemahan. Sedangkan jari telunjuk dan jari manis dimaknai sebagai harapan dan pengalaman positif, sementara jari tengah menggambarkan cita-cita peserta didik. Hasil jawaban atas pertanyaan mengenai cita-cita menampilkan bahwa peserta didik menuliskan aspirasi mereka secara sukarela dan terbuka. Tampak beberapa peserta didik memiliki tujuan yang jelas, di antaranya ingin menjadi psikolog profesional serta bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat juga peserta didik yang menuliskan cita-cita unik, seperti ingin menjadi marshaller pesawat dan aktor. Guru Bimbingan Konseling SRMP 16 Kota Malang, Fafika Inayatul Maula, S.Pd., Gr, menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus karena membantu mengetahui latar belakang anak-anak, kondisi sosial mereka, dan bagaimana mereka menuliskan pengalaman traumatis.” Ia menambahkan, data yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diulas dan disimpan lebih lanjut untuk mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus serta perencanaan pengembangan cita-cita karir mereka. Sejumlah peserta didik juga memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut. Seorang siswa kelas VII menyatakan senang karena dapat menceritakan pengalamannya, sementara siswa lainnya mengaku merasa lega karena dapat mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dipendam.